Showing posts with label Hacking. Show all posts
Showing posts with label Hacking. Show all posts

25 Apr 2011

Pengelompokan Hacker berdasarkan Kemampuannya.

       Belajar hacking atau ingin menjadi hacker selalu terbesit di pikiran para pencinta IT. Dan seperti tingkatan jabatan di sebuah perusahaan hacker juga memiliki tingakatan atau pembagian, berdasarkan kemampuan profesionalnya. Dalam hal ini bisa kita bagi menjadi tujuh golongan atau pengelompokan. Seperti yang disampaikan oleh Marc Rogers MA, seorang guru besar psikologi dari University of Manitoba Hawai, yakni: 
- Tool Kids/NewBies
Kelompok ini adalah orang-orang pemula yang baru belajar hacking, dan kemampuannya belum seberapa. Pengoprekan dilakukan dengan cara-cara sederhana, biasanya mereka mendapat referensi banyak dari internet. Mereka belum memiliki idea tau hasil sendiri, masih menggunakan aplikasi yang sudah ada.
- Cyber Punk
Kelompok kali ini berada di satu tingkat di atas Tool Kids. Mereka sudah mulai mampu mempelajari karakteristik system yang mereka serang. Pengetahuan mereka tentang bahasa pemrograman cukup andal, karena mampu mendefinisikan hingga karakteristik umumnya. Dengan kemampuannya ini, ia sudah mampu menciptakan alat bantu infiltrasi sendiri, sehingga tidak terlalu membutuhkan bantuan dari internet, bak sebagai referensi atau penyuplai data aplikasi. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan memiliki kecenderungan untuk kriminal, seperti defacing web, carding, maupun spamming.
- Internals
Kelompok ini biasanya adalah mereka-mereka yang punya pengalaman di perusahaan IT atau bahkan masih berkerja di salah satu perusahaan IT. Memiliki kemampuan yang cukup mungkuni di hal programming dan teknis. Dan melakukan berbagai aktivitas hacking dengan mengandalkan berbagai kombinasi sumber daya internal maupun eksternal yang ada untuk berbagai tujuan. Contoh, pelanggaran paling sering dilakukan adalah breaking over priviledge activity, yakni segala aktivitas yang melanggar batasan-batasan hak yang dimiliki.
- Coders
Kelompok yang satu ini bisa pula diketahui dengan sebutan resources, yakni orang-orang yang menjual informasi yang ada pada internet kepada orang-orang atau kelompok yang membutuhkan. Kemampuan programming dan teknisnya sangat andal dan kelompok ini malakukan berbagai aktivitas infiltrasi dalam rangka untuk memperoleh berbagai data ataupun informasi yang dapat dijual. Coders juga membantu membuat berbagai aplikasi bantu hacking yang dibutuhkan oleh para hacker ataupun attacker/cracker yang membutuhkan.
- Old Guard Hackers (Idealism Gate Keepers)
Kelompok inilah yang dianggap sebagai para hacker sejati, karena semua aktifitasnya bertujuan untuk kemajuan informasi dan ilmiah. Akan tetapi jika ditilik dari jumlahnya, kelompok ini merupakan minorotas. Apalagi mereka masih berpegang teguh kepada etika yang dijunjung oleh para hacker, yakni kemampuan di atas segalanya.
- Professional Criminals
Kelompok yang satu ini memanfaatkan ilmu hacker ataupun attackernya sebagai sumber mata pencaharian utama. Kemampuan yang dimiliki kelompok ini cukuplah sangat mungkuni karena mengombinasikan banyak hardware dan pengetahuan programming yang bisa diandalkan dilengkapi informasi yang diperoleh dari Coders. Target kejahatan merekapun sudah tidak lagi di kelas cyber punk yang lebih banyak pada target individu, namun justru pada kalangan korporat dengan jalan merampok dana yang tersedia dengan melakukan transfer secara tersembunyi.
- Cyber Terrorist
Kelompok ini memiliki kemampuan yang luar biasa tetapi biasanya mereka bermotif karena ada sentiment kepada golongan tertentu, dan melakukan berbagai aktivitas yang bertujuan untuk menunjukkan eksistensi mereka. Inilah tingkatan tertinggi dalam dunia hacker, minimal sampai saat ini karena menggabungkan berbagai sumber daya yang ada, level kemampuan, bahkan menggunakan sarana prasarana bantuan dari pihak sponsor yang membantu seperti satelit komunikasi.
 
       Lalu bagaimana dengan negeri ini? Apakah sudah banyak yang menjadi Cyber Terrorist? Yang banyak para boomer, sebagai teroris dunia nyata bukan dunia maya. Kedepan ada waktunya di Indonesia juga punya ahli-ahli di dunia IT yang punya etika tinggi, insyaAllah. Semoga postingan kali ini bermanfaat… ^_^

23 Apr 2011

Hacker dan Hicking.

       Sering kita mendengan kata Hacker dan Hacking, terlebih bagi para pecinta Informatika. Dan jika ditanya tentang apa itu Hacker dan Hacking, tentu tak semudah kita memberi garis besar atau paradigma yang terbentuk di masyarakat luas, karena sudah bergeser dari makna sebenarnya. Hacker adalah orang yang menekuni, menganalisa, memodifikasi, membuat, sampai mengeksploitasi system yang ada di hardware, software, administration, admin, dan lain sebagainya. Sementara Hacking adalah proses Hack itu sendiri, karena makna kata menurut bahasa Inggris tentang akhiran “er” dan “ing”, yang memiliki arti subjek untuk “er” dan proses untuk “ing”.
        Dalam dunia Hacker juga dikenal Attacker atau cracker, jika hacker mengotak-atik atau menjelajahi computer untuk memahami kerja system. Sementara attacker memiliki tujuan khusus dalam mengotak-atik atau menjelajahi isi computer dalam pemanfaatan system. Selain ada istilah lain di dunia penjelajahan system computer, Hacker dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, sebagai berikut :
 
1. White Hat Hacker.
        Inilah golongan yang menggunakan hacking sebagai sesuatu yang sangat bermanfaat, yang ikut mengembangan hacker berkembang keseluruh dunia. Golongan ini pula yang mendorong terjadinya revolusi dalam dunia computer dan teknologi informasi. Merekalah para inspirator pengembang dunia Informasi, sebagian tokohnya adalah:
a. Tim Berners-Lee : Sang penemu Web.
b. Linus Torvalds : Pemikir Linux.
c. Richard Stallman :Penggagas GNU.
Dan masih banyak nama-nama besar lain yang belum tertulis bisa jadi anda selanjutnya. 

2. Grey Hat Hacker.
        Ini golongan hacker yang memiliki tujuan tertentu dalam menggunakan ilmu atau informasi yang didapatkan untuk kepentingan perusahaan, vendor, ataupun kepentingan pemerintah. Tetapi kebanyakan digunakan untuk mendapatkan imbalan dan memberikan informasi yang dibutuhkan mereka yg member imbalan. Untuk tokoh-tokohnya belum dapat saya beri contoh, tapi dalam kepolisian dan perusahaan besar tentu memiliki jasa seperti ini.
 
3. Black Hat Hacker.
        Ini adalah golongan yang tidak mengindahkan etika profesi seorang hacker, kebanyakan mereka melakukan pencarian informasi, pembobolan,digunakan untuk hal yang sesuai dengan keinginan mereka (pribadi maupun individu). Kebanyakan mereka menggunakan kemampuannya untuk merusak system dan memanfaatkan sesuai kemauan mereka. Para tokohnya:
a. Kevin Mitnick : America’s Most Wanted Hacker.
b. Robert Tappan Morris : pembuat Worm (worm virus) pertama di dunia.
c. Vladimir Levin : Pembobol Citibank Agustus 2004.
d. Joe Engresia : Phreaker buta yang melegenda.
e. Adrian Lamo : Pembobol Yahoo, Microsoft, Excite@Home, WorldCom, New York Times.
Dan masih banyak lagi para hacker lain yang belum tersebut namanya.
        Dunia hacker kebanyakan diisi oleh para remaja, maupun usia labil yang menunjukan keinginan tahu para pemuda akan informasi dan dunia teknologi sangatlah tinggi. Akan tetapi hal itu berbanding lurus dengan kenakalan mereka akan penggunaan informasi itu tersendiri. Jadi kedepan, semoga bangsa ini memiliki pemuda yang gila akan teknologi serta informasi, tetapi juga cinta kreatifitasan yang tidak melampaui norma-norma serta etika penggunaan kemampuan itu sendiri. Semoga bermanfaat dan mari belajar hacking yang menyenangkan dan menguntungkan. ^_^
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com