Showing posts with label Ide Usaha. Show all posts
Showing posts with label Ide Usaha. Show all posts

15 Mar 2013

Tytos

       Jika kita punya Mall, bilang saja itu MATOS (Malang town square) jadi milik Tyas Haryadi, amin.... Terus semua karyawan wajib menutup aurot (baik cew/cow, khusus muslim), waktu sebelum adzan, speaker bunyi noh! 
       "Bagi para pengunjung tytos, wkt sholat dzuhur segera tiba, mohon umat muslim segera merapat ke masjid untuk sholat, agar belanja jd berkah." Abis itu, semua toko wajib tutup, mereka harus ikut sholat (yg muslim), di lantai 2... (tuh lantai 2 jadi masjid sekarang), sejak jadi tytos...
       Yang non muslim, boleh dimanapun, tp semua speaker senyap dalam waktu 30 menit, spesial untuk sholat + kultum... setelah itu balik dah kegiatan semula entar tiap seminggu sekali ada tausiah untuk para karyawan, kerjasama juga wajib produk halal, musik di tytos jg g'boleh cuma pop, impor aja, tapi harus ada tradisionalnye, nasionalisnye, jadulnye, terpenting lagu islaminye! itulah tytos, tyas town square... *loh :D
      Dari Tyas Haryadi, Sang Penggembala, kunjungi juga :
- Kunjungi Magetan
- Tyas Haryadi RI 1
- Cah Magetan Distro
- Cah Magetan Studio

13 Jan 2013

Ikan di KM, lele disebelah rumah, kotak buah, dan sayung bong

Kolam lele, disamping rumah, ini nih, sampai ke dalam KM.

       Kamar mandi ada ikannya, mengingatkan tempat mandi sewaktu masih SD. Ada ikan yang berenang kesana kemari sewaktu mengambil air dengan 'cebok' (gayung), saya sewaktu Pengabdian Masyarakat (PM) juga menemukan hal serupa di KM masjid. Alam selalu bermanfaat untukmu kawan, itulah hikmahnya. Selain itu disamping rumah orangtua mas Fauzi ada sawah, juga ada kolam lele dan gurami. Intinya apa potensi disekitar anda, manfaatkan semanfaat mungkin. Karena di daerah ini air masih cukup berlimpah (walau harus dengan sumur) disana saya sedikit belajar kembali tentang pengolahan lele dan jenis ikan lain. 
       Dahulu semester 5, saya sering bermain dengan lele, bergelut, memberi makan dan lain sebagainya. Belajar membuat tempat lele bertingkat, mengukur PH (kadar asam basa air), membuat pakan sendiri, memberikan plankton (bukan yang di spongebob) sendiri dengan alami. Yah, cukuplah nanti kalau ketemu masalah lele, saya dapat bekal sedikit. :), tapi saya juga pernah ternak lele sendiri waktu SMA, mati sebagian besar, belum tahu apa-apa, modal dari bayar penyiar radio swasta. | Nah, beliau juga punya usaha kotak buah, ini dahulunya usaha kakaknya, lalu dilanjutkan ibunya. Masalah klasiknya adalah mereka tergantung pesanan, bukan mencari pemesan atau membuat pemesan. 
Tempat produksi kotak buah, di usaha milik keluarga.
       Masa jaya banyak sekali pemesan, sampai menolak dan kualahan padahal banyak mengerjakan orang lain. Sekarang hanya ada satu pemesan (paman beliau sendiri) itupun juga jarang-jarang. Inovasi seharusnya terus berkembang, bahkan braind (nama produk) mereka masih sangat sulit untuk membuat, yang sederhanapun belum ada, misal "KOTAK BUAH BU RIKAH". Ini penting kawan, membuat braind. Tapi yang paling saya rindu adalah suguhan sayur "bung pring + pete". Tahukan anda 'bung pring', yaitu tunas bambu muda, bambu ori atau petung, yang masih muda dan besar. Disayur, tinggi protein dan enak lo kawan, saya ketagihan berkali-kali. 
        Sayang kalau dirumah jarang yang masakin :D, wahai Calon ibu dari anak2ku, nanti kapan2 kita masak bareng ya 'bung pring' :D. Nah, ada pula pete rebus, pete yang bikin bau kencing dan bau mulut wow. Tapi khasiatnya juga subhanallah lo, apapun makannya utamakan yang lebih alami. OK? hidup alami, salam dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi... ;)

5 May 2011

Media iklan kreatif.

Salah satu contoh iklan kreatif.
       Iklan adalah suatu media yang harus deperhatikan oleh para pengusaha atau penggiat usaha suatu perusahaan dengan tujuan menawarkan barang atau jasa. Suatu hal yang unik pernah dilakukan oleh sebuah agen periklanan di London, Cunning Stuns, yang menawarkan kening mereka untuk dijadikan tempat pemasangan iklan dengan tarif tertentu. Ini merupakan sesuatu hal yang sangatlah kreatif, dimana Cunning Stuns memberikan sebuah jasa memberikan image kepada sebuah perusahaan dan menjadi media iklan dengan menggunakan kening mahasiswa. Dimana setiap mahasiswa yang beraktifitas dalam kampus mempunyai hak perjam $7, dengan perhari minimum tiga jam, berarti perbulan lebih dari $500. Sebuah pemasukan yang cukup berkelas jika kita kruskan dengan nilai rupiah sekarang ini.
        Lalu apa yang bisa kita contoh untuk zaman sekarang ini, dan di Indonesia? Meniru ide kreatif tidak harus sama persis atau langsung ctrl + C, lalu menekan ctrl + V pada computer kita. Tetapi proses kekreatifanlah yang perlu kita contoh dari iklan-iklan kreatif ini. Jika kening merupakan sesuatu yang mahal atau terlalu eksentrik, bagaimana dengan gantungan kunci, tas, atau stiker di sepeda motor dan mobil teman kita? Sesuatu yang sangat baguskan? Bahkan mungkin kita tidak perlu mengeluarkan uang untuk membuat beberapa sponsor ini menyebar kemanapun. Karena di Indonesia budaya menerima sangatlah tinggi, jadi ketika kita beri sebagian besar mereka akan menerimanya dengan ikhlas.
        Sekarang ini, media selembaran atau brosure terlalu umum dan sangatlah mudah dibuang begitu saja oleh orang lain. Bagaimana kalau anda member yang sedikit mahal, misal kita gunakan media bolpoin gratis dengan warna dan gaya khas dari sebuah usaha. Buku tulis atau booknote, merupakan media yang jarang terpikirkan oleh kita dalam mengenalkan sebuah usaha. Tapi yang terpenting jika di Indonesia yang harus kita kembangkan adalah keefektifitasan sebuah iklan. Jika orang yang anda beri suka bersosialisasi, memiliki banyak organisasi dan kenalan, maka anda mempunyai kesempatan bagus untuk melakukan iklan dengan memanfaatkan kemampuannya. Berbeda jika orang yang kita harapkan itu hanya duduk terpaku dirumah, tanpa pernah bersosialisasi.
        Jadi, iklan dengan menggunakan tenaga manusia masihlah sangat bermanfaat. Semoga bermanfaat untuk kita semua kawan. Salam dari tyas haryadi, pemberi warna kehidupan. ^_^

18 Apr 2011

Ide Usaha, Fotocopy Gratis.

       Sewaktu saya iseng-iseng baca buku, ada sebuah ide yang cukup gila tapi luarbiasa brilian. Bagaimana tidak judulnya Fotokopi Gratis, membuat mata saya langsung terbelangak dan langsung membacanya. Ide ini muncul jepang, Negara yang tahun ini (2011) baru saja terkenan gempa besar, tsunami, dan efek radiasi nuklir. Disebuah perusahaan disana, Tadacopy (www.tadacopy.com) , memberikan penawaran fotocopy gratis bagi para mahasiswa. Sebuah ide yang benar-benar terealisasi dengan cara meletakan cetak (print) iklan-iklan di balik kertas fotokopi. Dimana kertas fotokopi ini lebih tebal daripada kertas biasanya, agar gambar tidak tembus. Dengan biaya sebesar 400.000 yen, perusahaan yang ingin menyeponsorkan produk atau jasa-jasanya dapat menaruh iklannya dicetak pada 10.000 lembar kertas atau sekitar 20 rim.
        Fotocopy milik Tadacopy ini sudah menyebar kesebagian besar kampus-kampus di jepang, bahkan menjadi trend bagi para mahasiswa. Usaha ini ditemukan oleh mahasiswa Universitas Keio, yaitu Chou dan Hosei. Usaha ini patut dicoba, apalagi di negeri ini sangat banyak dibutuhkan para mahasiswa yang masih harus memfotokopi banyak sekali tugas-tugas. Selain mendapatkan untung dari jasa sponsorship yang dipunyai, ini juga bisa menjadi tempat untuk menambah usaha selain fotokopi gratis ini.
        Jika mencoba ide ini, maka keuntungan yang berlipat yang akan kita dapatkan. Bagaimana tidak, nama kita tentu akan ikut serta dalam proses usaha ini, dimana kita dapat nama karena memberi jasa gratis yang sangat lama dirindukan oleh penduduk negeri tercinta ini. Belum lagi jika kita juga memanfaatkan keramaian tempat fotokopi ini sebagai kafe, atau menjual juga beberapa kebutuhan yang ada disini. Selain itu menjadi tempat yang paling produktif untuk memberi sponsorship, baik untuk usaha kita sendiri atau usaha orang lain.
        Selamat mencoba kawan, semoga bermanfaat. ^_^
“Tidak ada yang lebih berbahaya dari ide, jika ide tersebut hanya satu-satunya yang kita miliki.”

23 Feb 2011

Jual produk dalam negeri, bikin untung finansial dan moril

       Berwirausaha sudah menjadi profesi yang sangat lazim didengar sekarang ini, bahkan begitu juga dikalangan polotikus, entertainer, dan beberapa karyawan perusahaan besar negeri ini. Ada yang membuka outlet, rumah makan, hotel, kolam renang, perfilman, dan lain sebagainya. Sesekali kita juga harus menengok beberapa hal dari usaha yang sekarang marak dikembangkan, yaitu dari sisi nasioanalisme kita. Kebanyakan usaha-usaha besar atau yang berada di tempat-tempat mewah dinegeri ini menyuguhkan budaya, serta hasil karya bangsa lain. Misalnya saja, di mall-mall besar kita lebih sering melihat hotdog, pizza ataupun burger dari pada gethuk, ketela goreng, umbi bakar, dan beberapa jenis dari golongan makanan khas Indonesia. Apakah karena makanan khas kita ini masih kuno dan kurang gengsi, seharusnya kitalah yang menjadikan makanan serta produk made in Indonesia punya gengsidan layak di pajang di kelas mall atau swalayan besar. Sedikit bergeser lagi ke produk teknologi, betapa bangga ketika kita punya handphone merek ternama dunia seperti Apple dari pada merek nasional semisal IMO. Kalau berbacara kecanggihan memang berbeda, tapi tidak berbeda jauh, lagipula kalau tidak kita yang menaikkan pamor teknologi negeri ini siapa lagi? Tengok saja ketika cina menggunakan produk dalam negerinya, maka ini akan member stimulus untuk usahanya berkembang lebih cepat.
        Lalu apa yang harus kita lakukan pada awal-awal ini? Jika kita punya niat untuk membuka usaha maka mari sama-sama kita mengingatkan untuk memilih usaha yang berbau nasionalisme. Jika ada produk dalam negeri maka mari kita coba untuk menyuguhkannya sebagai bisnis kita. Saya misalkan dengan berjualan peralatan olahraga, sudah banyak sekarang ini produk nasional yang punya standar internasional dan menggaet banyak atlet-atlet ternama negeri ini. Mari sama-sama kita kembangkan budaya negeri ini (seperti batik, reok, keris, rencong, dan lain sabagainya) menjadi sebuah usaha yang menguntungkan kita serta bangsa ini. Dalam berbagai hal kadang kita mempertimbangkan untuk memilih usaha yang berbau luar negeri karena belum ada yang membukanya di Indonesia, tapi lebih sedikit lagi yang memilih produk negeri ini menjadi usahanya. Kebijakan pemerintah mulai menguntungkan para pengusaha dalam negeri, diantaranya dapat kita ambil contoh dengan dinaikannya pajak film import. Bararti daya saing film dalam negeri akan lebih baik, dan aka nada kesempatan untuk mengeksport film kita.
        Selain itu pemerintah, melalui menteri perdagangan maupun kesejahteraan masyarakat belum memberi tanda untuk menyetop barang-barang import. Saatnya para pengusaha berinisiatif untuk memenuhi usaha negeri ini dengan lisensi made in Indonesia. Maka ada atau tidaknya peraturan atau kebijakan dalam dunia perbisnisan negeri ini, bisa jadi kita yang memulai untuk memajukan produk nasional. Karena dari sisi keuntungan kita akan untung secara finansial dan moril, finansial kita bakal berjuang dengan bantuan dan doa semua masyarakat negeri ini karena bahan baku kita dari dalam negeri, pekerja dari dalam negeri juga, serta penikmatnya bisa dari mana saja. Mari kita bandingkan dengan usaha yang berlisensi made in Negara tetangga, biaya kita akan semakin membengkak dengan pencarian bahan baku, pengiriman pekerja ahli, lagipula keuntungannya itu untuk negeri lain, bukan bangsa ini.
       Mari kita awali dengan usaha-usaha yang mengembangkan produk dalam negeri kawan, bahkan website berbabau nusantarapun harus ada. Kita dukung saudara-saudara yang berjuang untuk memasarkan produk negeri ini, kita juga harus menjadi bagian mereka. Semoga semangat nasioanalisme serta entrepreneur kita menjadi semakin besar serta memajukan negeri serta diri kita. Amin, semoga bermanfaat. ^_^

10 Jan 2011

Usaha makanan, bisa kembali modal dengan cepat.

       Ketika seseorang memulai sebuah usaha atau bisnis maka beberapa hal pertama yang dipertanyakan adalah: berapa jumlah modal yang dibutuhkan? Apakah prospek usaha ini cerah? Dan apakah modal saya bisa kembali dengan cepat dan dapat untuk berlipat-lipat ganda? Ini adalah sebuah hal yang sangat wajar didunia bisnis dan juga usaha. Tetapi jika kita melihat beberapa bisnis dan usaha yang terinci pada awal-awalnya selalu mengalami pasang surut dan tidak tetapan penghasilan bahkan cenderung merugi. Lalu usaha apa yang sangat berpotensi untuk hari ini, kedepan, dan pada masa lalu? Jika ada pertanyaan seperti ini akan banyak yang menjawab dengan jawaban yang sama, yaitu makanan.

Mengapa makanan?
1. Makanan adalah kebutuhan manusia mulai dari zaman dulu, sekarang, dan akan datang. Jadi ini usaha yang pasti prospek kedepannya cerah, bahasa cupunya “ga’ade matinye!”.
2. Semakin modernnya kehidupan manusia maka semakin ingin praktis juga semua hal yang dilakukannya, termasuk dalam hal makanan. Makanan cepat saji maupun makanan instan menjadi alternatif yang paling bagus untuk menyelesaikan masalah ini.
3. Jumlah manusia semakin hari semakin banyak bukan semakin sedikit, , ini berbanding lurus dengan kebutuhan konsumsi makanan yang mereka butuhkan.
4. Modal usaha makanan tidak perlu modal yang besar, cukup alat masak dan penjualan saja. Ini untuk usaha kecil dan menengah.
5. Semua yang menikmati makanan anda akan senang, yang pasti anda telah berbuat baik kepada mereka dan akan dapat pahala. ^_^
 
Apakah usaha makanan harus pintar masak?        Pemilik LPI (liga primier Indonesia) belum tentu pandai bermain bola, dan juga bukan seorang pencari bakat ulung atau pelatih profesional. Begitu pula dengan halnya usaha makanan, jika kita berada di posisi usaha kecil yang harus kita kerjakan sendiri maka kita memang harus mempelajari yang namanya memasak. Tetapi jika kita berada di posisi usaha menengah keatas, maka ilmu ilmu memasak tidaklah terlalu diutamakan, walaupun juga sangat dibutuhkan. Yang dibutuhkan seorang pengusaha atau pebisnis makanan adalah rasa cinta dan juga rasa percaya diri akan usahanya tersebut. Seperti para petinggi LPI yang selalu jadi sorotan akhir-akhir ini, memiliki rasa cinta yang sangat tinggi kepada sepakbola serta sangat bangga dan yakin dengan LPI (liga yang didirikan oleh mereka).
 
Berapa lama modal akan kembali?
        Lama atau tidaknya tergantung bagaimana kita mengelola usaha makanan itu sendiri, dan juga faktor qodar (ketentuan dari Allah) kita masing-masing. Tapi secara garis besar, setelah bertanya kepada beberapa penjual makanan dan ternyata cukup dalam waktu 1,5-3 bulan semua modal sudah kembali. Bahkan ada yang dalam 1bulan modal kembali. Semua ini sama antara pengusaha kelas teri, kakap, sampai hiu. Ini karena keuntungan sangat berlipat sementara modalnya relatif kecil.
 
       Jadi, berminatkah anda untuk menekuni usaha atau bisnis di bidang satu ini? Sayapun sedang berancang-ancang untuk melakukan manuver dalam memulai usaha dibidang yang satu ini. Semoga indonesia bisa bangkit dengan entrepreneurship, salah satunya sari bidang yang satu ini, makanan. Semoga postingan kali ini bermanfaat untuk kita semua, amin dan terimakasih. ^_^

25 Dec 2010

Potensi kekayaan laut Indonesia

       Indonesia adalah negara kepulauan, negara besar yang ukuran lautnya lebih besar daripada daratannya.Sedikit menengok ke sejarah, nenek moyang kita adalah para pelaut handal, yang mengarungi samudra yang luas tersohor diberbagai negeri.seperti kerajaan sriwijaya di sumatra, yang dahulu terkenal sebagai kerajaan marintim, bahkan sampai ke negeri cina dan persia. Betapa potensial sekali negeri ini, apalagi jika ditengok dari potensi kelautannya.Jika dilihat dari letak geografis dan garis lintang serta bujur, Indonesia adalah surga bagi ikan-ikan untuk berkeliaran dan mencari nafkah. Mulai dari ikan yang paling imut (ikan teri), ke yang berisi seperti tongkol, yang karnivor seperti piranha dan hiu, lambang harapan lumba-lumba, sampai lambang kekuatan paus. Semua ada dinegeri ini kawan. Itu baru sedikit dari sektor ikan, lalu apa lagi? Ingatkah kita dengan kejadian ambalat dan kepulauan lain yang di akuisi oleh negara tetangga? Satu poin yang harus kita ingat, mereka juga mengincar minyak bumi di laut Indonesia.Bukan hanya itu, masih belum habis mahluk penghuni laut yang sanggup menghidupi semua penduduk nusantara tanpa harus menyentuh bahan tambang sekalipun.Ada potensi pengembangan rumput laut yang menjadiu komoditi eksport, garam yang menjadi asupan mineral manusia, udang, kepiting, siput, bahkan sampai hewan langka seperti kura-kura dan penyu juga sangat berguna. 
        Sedikit menengadah keatas, kita berbicara tentang perhiasan yang harganya dari hari ke hari kian naik tanpa ada tanda-tanda mengalami penurunan. Jika tambang emas freeport ditutup sekalipun kita masih punya potensi mutiara yang sangat menjanjikan untuk kedepannya, karena termasuk sumberdaya yang bisa diperbaharui. Kurang apa kawan laut kita? Transportasi laut juga bisa jadi santapan empuk bagi para penyedia layanan transportasi, mulai dari penumpang, barang, sampai untuk pariwisata. Ini laut kita kawan,saatnya kita yang memaksimalkan, bukan tetangga apalagi para investor. Apa gunanya kita maju pesat, jika semuanya juga harus tergantung pada investor, jika 10-20% tidak masalah hitung-hitung sebagai bukti kita ikut globalisasi. Tapi yang milik bangsa sendiri hanya 10-20% saja, bahkan mungkin tidak ada, lalu yang lain milik asing. Indonesia seperti ladang untuk mencari makan para pemodal dan perusahaan asing, setelah panenpun lumbung mereka mampu menampung dengan kapasitas yang sangat besar.Sungguh memilukan, untuk negeri yang punya penduduk besar tetapi tidak dapat mengelolanya.
        Selain itu, harta karun dan fosil-fosil dibawah laut kita sungguh sangat mengagumkan. Bagaimana tidak, di daerah perairan bangka sudah ditemukan berbagai macam harta karun yang bisa menghidupi penduduk indonesia sampai 50tahun (bukan menuruti keserakahan penduduk negeri ini). Itu merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh pihak asing pula. Disinilah harus jeli memanfaat kesempatan dan kekayaan laut Indonesia. Para pengusaha atau calon pengusaha saya sarankan untuk mengelola kekayaan laut negeri ini, daripada dicomot dan dinikmati oleh bangsa lain. Sektor laut juga bisa dikembangkan untuk pertanian, yaitu pertaniaan rumput laut yang menjasi komonditi ekspor sangat menjanjikan.
       Ketika membahas laut tentu yang tepikir adalah kekayaan yang melimpah tanpa harus kita memberi makan atau perawatan. Ya, betul sekali bahkan kalau diambil tidak ada habis-habisnya. Tapi jangan diambil dulu minyak bumi di laut kita, karena kekayaan laut sudah terlalu berlebih jika di kelola dengan baik untuk memenuhi kebutuhan Indonesia. Semoga anda setelah ini bisa membuka usaha dibidang kelautan dan bermanfaat untuk bangsa ini.amin,
Terimakasih, semoga bermanfaat! ^_^

25 Nov 2010

Ide-ide potensial bisnis yang riil

     Ide adalah sesuatu yang sangat sederhana tetapi sangatlah mahal harganya, mengapa? Karena dari ide-ide yang cemerlang dan dianggap gila muncul berbagai penemuan dan sesuatu yang spektakuler. Sebut saja penemuan bola lampu pijar, the botol, snack kacang garing, bahkan sampai minuman mineral kemasan. Ini juga banyak tertuang didunia informasi, seperti ide mesin pencari “search engine” yang di buat oleh larry dan allen, jejaring sosial facebook yang sudah berkembang sangat luas di belahan dunia. Sampai ide memasukkan gitar, piano, dan semua alat musik dalam aplikasi komputer, sungguh sangat luar biasa. Adapun beberapa yang dapat mengasah otak dan skill kita dalam mempelajari bisnis yang riil itu dapat terjadi. Dengan mendalami beberapa masalah atau aspek yang dapat kita manfaatkan, misal:
     a. Mengenali kebutuhan pasar . semua usaha dibidang apapun pada intinya sama saja, sama-sama bertujuan sama yaitu memperoleh hasil dengan menjual atau memberikan yang terbaik kepada konsumen.. Kita dapat memanfaatkan segala sesuatu yang menjadi kebutuhan pasar yang sampai sekarang ini belum terpenuhi, seperti kebutuhan untuk potong rambut, mencari makanan yang enak dan murah di internet, belajar budaya di internet, dan lain sebagainya. Ini adalah sebuah pasar yang sangat menguntungkan karena kebutuhan masyarakat secara global dan mewakili golongan besar.
      b. Mengembangkan produk yang telah ada di pasar. Ide pertama memang sangat cemerlang tetapi belum tentu sukses, boleh jadi ide pengembangan dari ide pertama itu menjadi lebih sukses dan diminati banyak orang. Seperti ide makan pisang pontina dulu memang kurang didengar, tetapi sekarang makin dikenal yaitu P-man (sebuah pruduk turunan dari pisang pontina). Hasilnyapun sungguh sangatlah luar biasa.
      c. Memadukan bisnis-bisnis yang ada. jika kita punya usaha keripik ketela kanapa kita tidak menjadi petani ketela juga dan penyedia bahan plastik sebagai wadah. Ini adalah ide yang mulai dikembangkan banyak usaha-usaha besar, yaitu memadukan ide-ide menjadi sebuah uasaha yang super komplek dan luar biasa.
      d. Mengenali kecenderungan (tren) yang terjadi. Selera pelanggan selalu berubah setiap waktu tanpa kita pahami dan sadari (jika kita bukana sebagai pelaku bisnis). Akan tetapi dengan selalu berubahnya selera dan juga tren di masyarakat membuat semakin banyak dan variatif bisnis yang bisa digeluti. Seperti tren berpakain, menjadi sesuatu yang sangat penting bagi pengusaha veshion, konveksi, sampai distro.
      e. Waspai segala kemungkinan yang awalnya sepele. Sering kali kita memahami jika ada yang mengutarakan sebuah ide, itu dianggap sebagai ide yang sepele atau remeh temeh. Ternyata setelah digeluti oleh sebagian orang menjadi sesuatu yang sangat luar biasa. Ada contoh seperti makanan dari ketela yang dulunya dianggap kurang berkelas tetapi sekarang? dengan sedikit polesan, mie dari ketela harganya bisa lima kali lipat mie biasa, luar biasa bukan?
      f. Menggunakan asumsi-asumsi yang baru (tidak baku). Pusat olahraga biasanya hanya terdapat tempat olah raga bagi orang dewasa saja, coba kalau ada olah raga untuk anak-anak dan restaurant atau cukuplah kantin sebagai tempat makan. Maka itu akan meningkatkan pengunjung, sehingga para keluarga juga bisa menjadikan pusat olahraga sebagai alternatif liburan keluarga yang dekat, murah, dan mengasikkan.
     Bisnis itu adalah sesuatu yang indah dan akan selalu dapat membantu kita menikm ati hidup, dengan beberapa ide cemerlang dan konsepsi sederhana tetapi hasil yang besar. Inilah yang disebut ide-ide potensial dalam bisnis riil. Semoga bermanfaat, ^_^

15 Nov 2010

Usaha potensial untuk mahasiswa

     Mahasiswa adalah elemen yang sedikit, bahkan lebih sedikit dari koruptor apalagi dibandingan dengan masyarakat miskin di negeri ini. Para pemuda dan pemudi ini pula yang digadang-gadang sebagai agen of change. Dalam perkembangan dan aplikasi dalam kehidupan bermasyarakat terutama di daerah pedesaan memang masih kurang terlihat, ini karena ilmu yang didapatkan oleh para pemuda ini tidak dapat disampaikan kepada masyarakat luas, melainkan hanya kepada perusahaan ataupun usaha tempat mencari nafkah. Ini salah satu penyebab kenapa di Indonesia masih sangat minim sekali kontribusi mahasiswa kepada daerah terutama daerah pedalaman. Di Negara yang berkembang seperti Indinesia ini sangatlah dibutuhkan para pemuda terutama mahasiswa untuk mengubah dunia, salah satunya yaitu dibidang wirausaha atau bisnis.
     Dewasa ini banyak sekali kalangan yang menggadang-gadang dunia bisnis atau usaha sebagai salah satu penggerak ekonomi suatu bangsa. Dan mahasiswaa yang menjadi orang paling paham dan update informasi (selain jurnalis tentunya) mendapatan efek yang positif. Para mahasiswa mulai bergerak berorientasi untuk menjadikan usaha sendiri dan memenuhi kebutuhannya dengan menjadi saudagar. Inilah yang menajdikan saya menulis sedikit tentang usaha yang potensial bagi para mahsiswa. Kali saya mengelompokkan kepada dua hal yaitu yang memiliki modal atau yang belum punya modal, ini modal uang bukan modal semangat, strategi, ataupun ilmu.
      Bagi beberapa yang sudah mempunyai modal, ini saya hitung mulai 3 juta keatas, usaha yang sangat potensial bagi para mahasiswa yang punya modal adalah membuka toko atau kios maupun produk sendiri. Ini bisa berbentuk sebuah RM (rumah makan), WM (warung makan), CTM (cafĂ© dan tempat makan), atau jualan ET (es tebu atau es teler), ataupun penyidia jasa katering. Ini dalam hal makanan, dalam hal jasa bisa membuat jasa penjahitan, potong rambut, dan lain sebagainya, usaha yang sedikit dilirik oleh kaum muda. Adapula penjualan bahan-bahan bangunan, distro, alat-alat tulis, sampai penjualan pulsa juga menjadi alternatif yang sangat menggiurkan. Masih banyak pula usaha-usaha yang sangat potensial bagi para mahasiswa yang sampai detik ini masih banyak yang bingung memikirkan mau kerja apa seteah kuliah? Bahkan ketika kuliahpun para mahsiswa sudah bisa menjadi seorang pengusaha bukan hanya seorang pekerja.
      Setelah kaum bermodal terbantu saatnya yang belum punya modal menunjukkan taringnya dalam dunia usaha. Modal utama yang dimiliki oleh seseorang yang belum punya modal adalah relasi, kerja keras semangat dan kekreatifitasan. Kalau yang belum bermodal seperti ini lebih cocok sebagai makelar, tapi bukan sembarangan makelar ataupun hanya menerima beberapa persen dari hasil kerja yang sangat keras. Para pemodal atau pemilik barang akan sangat percaya kepada orang yang dapat dipercayakan pastikan itu anda. Salah satunya sebagai penyalur penjualan alat elektronik seperti laptop, hand phone, I pod, dan lain sebagainya. Bisa pula bergerak dibidang usaha seperti percetakan, sablon, makanan, dan minuman, tetapi saya ingat sekali lagi, Cuma sebagai makelar bukan sebagai produsen.
     Mungkin hanya sedikit yang bisa saya sampaikan kepada para mahasiswa di tanah air yang sangat haus tentang dunia bisnis dan usaha. Semoga bermanfaat untuk kita semua, amin ya rabbal alamin,,,,, ^_^
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com