Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

20 Dec 2016

Kunci Meraih Kesuksesan, Jangan dibaca kalau anda tidak mau sukses besar

Perkenalkan nama saya Tyas Haryadi, saya punya keinginan dan tengah berusaha, berdoa untuk sukses besar dalam hidup saya. Saya bukanlah anak seorang pebisnis handal, yang bisa dengan mudah memutar modal ratusan juta, atau bahkan milyar an rupiah. Saya juga bukan anak artis yang bisa menyerap ilmu papi dan mami, lalu ikut kestin sembari nempel nama mereka (ANAK ARTIS GITU LOH). Saya bukan orang yang spesial, karena nggak boleh sombong, nanti nggak lulus ujian kesombongan.

Tapi saya teteplah saya, dengan segala kekurangannya dan sedikit kelebihan yang dititipkan Allah. Lalu apa kunci Meraih kesuksesan yang saya maksud, padahal saya sendiri BELUM SUKSES (DALAM HAL HARTA, PANGKAT, JABATAN & KETENARAN).

KUNCI SUKSES BESAR ITU, ADALAH ISLAM.

ISLAM, mengajarkan saya, lewat Al-quran, yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW, untuk patuh, taat, dan takut kepada Allah, Tuhan Semesta Alam. BAGAIMANA INI BISA MENJADI KUNCI MERAIH SUKSES?

SEDERHANA, misal, ada dua orang, bernama Tyas & Haryadi. Tyas kenal akrab dengan Guberbur Karwo, dia bisa minta apa saja, sebentar2 disebutnya pak Karwo. Dia juga kenal dengan presiden Jokowi, sering ngobrol berdua, soal hal penting, saking pentingnya tidak diberitakan ke media. Banyak presiden dunia yang akrab dengan Tyas, banyak, tidak cuma 2 atau tiga, bahkan ratusan. Lalu Haryadi, kenalnya hanya beberapa orang di desanya, bahkan ada saudara se kakek buyut tidak dia kenal dan tidak dikenalnya. Kalau dari urusan ini, sukses mana? Tyas bukan?

YA, betul, untuk urusan akrab sama manusia, kita bisa mengukur kesuksesan seseorang. Apalagi jika seseorang akrab dengan pemilik Dunia, bukan pemimpin (sementara) sebuah negara. ALLAH, PEMILIK DUNIA DAN ISINYA, BARANG SIAPA ISLAM, DAN MENDEKATKAN DIRI PADA ALLAH. SUNGGUH ITULAH KUNCI MERAIH KESUKSESAN, KUNCI KESUKSESAN ITU ISLAM, DAN MENDEKATKAN DIRI PADA ALLAH.

Sekian, saya siapa, hanya hamba penuh dosa, sedang belajar, mohon ampun atas dosa, semoga bermanfaat. Wassalam...

10 Dec 2016

TOLAK UKUR KEBERHASILAN DALAM RUMAH TANGGA

"APA SIH TOLAK UKUR KEBERHASILAN RUMAH TANGGA"?

Sebagian besar masyarakat mengatakan, ada DUA hal yang jika terjadi maka rumah tangga tersebut terbilang sukses:
1) Punya Anak,
2) Banyak Harta.
Bukan itu, Buktinya:
1. Rumah Tangga 'Aisyah Radhiallaahu 'anha tidak dikaruniai anak, lalu apakah kita akan berkata Suami-Isteri tersebut tidak harmonis? Tidak bahagia?
2. Rumah Tangga Fatimah Radhiallaahu 'anha sangat minim harta. Beliau pernah menahan laparnya selama beberapa hari hingga kuninglah wajah beliau. Lalu, apakah kita berani mengatakan bahwa rumah tangga mereka hancur berantakan diujung tombak? TIDAK.
Bahkan Suami beliau adalah salah satu penghuni Surga Allah
Masyaa Allah...
BENAR, sebagai seorang Isteri jangan ber-mudah-mudahan untuk menuntut kalimat perpisahan hanya karena sebab-sebab diatas.
SEBAB ummahatul mukminin tidak pernah memberatkan suaminya dengan perkataan tercela.
Juga, sebagai seorang Suami jangan ber-mudah-mudahan mengatakan "aku tak punya harta, aku tak pantas untukmu Duhai Isteriku.."
Innalillaahi wa inna ilayhi rooji'un...
Tahukah para Suami, kalimat tersebut justru enggan didengar oleh Istri kalian.
Sebab para sahabat tidak tercermin dalam diri mereka sifat keputus-asaan.
TOLAK UKUR KEBERHASILAN RUMAH TANGGA seorang Muslim adalah, KETIKA SETELAH MENIKAH, maka :
1. Bertambahlah TAQWA mereka kepada Alloh.
2. Bertambahlah AMALAN-AMALAN SUNNAH mereka.
3. Bertambahlah KESABARAN mereka dlm setiap taqdir Allah.
4. Bertambahlah Ghiroh/Semangat mendatangi majelis-majelis 'Ilmu Allah.
5. Bertambahlah TAKUT mereka sebab mengingat hari dimana mereka akan terpisah dan menghadap sidang Rabb-nya yang paling adil.
6. Bertambah BERHARAPLAH mereka kepada Rabb-nya agar bisa dinikahkan lagi dalam Jannah Alloh swt tanpa hisab...
Masyaa Allaah.. BaarakAllaahu fiikum..
- Ustadz DR.Safiq Riza Basalamah, MA...

4 Jul 2015

Gendong Ibu untuk haji ke Mekah, bismillah

       Jumat (03/07/2015), pagi itu aku dan adik tengah bersiap-siap untuk berangkat ke rumah nenek di Mojokerto. Aku dan adik sudah sepakat untuk memenuhi 'dawuh' ibu & bapak untuk berangkat kerumah nenek dan kakek di Mojokerto. Keduanya tengah sakit, nenek terkena stroke, sementara kakek bermasalah dengan pendengaran, pengelihatan dan kaki beliau. Misi kami kali ini adalah silaturohim, sekali mengantarkan jamu, juga kacamata untuk nenek dan kakek. Mohon doanya ya, semoga beliau berdua segera sembuh, aku doakan saudara/i dan keluarga sehat selalu, jasmani & rohani. Jika ada yang sakit juga segera disembuhkan, aamiin, alfatihah
       Aku dan Adik akan berangkat setelah sholat jumat, kurang lebih jam 13.00 WIB, naik sepeda motor. Karena ingin sekalian wisata ke Waduk Bening Kab. Madiun dan Museum Majapahit di Trowulan Mojokerto. Kalau naik bus/kereta akan ribet nantinya, lagi pula naik sepeda motor lebih hemat, hehe. Mau naik mobil, juga belum dititipi oleh Allah, aku doain saudara/i yg belum punya mobil segera punya mobil. Dan mobil itu nanti mengantarkan kepada ke sholehan aamiin
       Kali ini aku membawa tas karier (itu yg buat mendaki gunung), karena bawaan kali ini cukup berat, walaupun tidak terlalu banyak. Ada dua pack jamu (lupa namanya), dengan kemasan botol, gula & kopi, pakaian dan barang-barang lain. Masuk dah semuanya ke tas karier, cukup berat kawan, adikku saja cukup kesulitan untuk menggendongnya. Lalu akupun mencobanya beberapa kali, lumayan juga memang, cukup berat jika dibandingkan dengan bawaan ketika mendaki gunung. *hek, agak bungkuk dah hehe
      Ketika duduk di dipan tempat kami menata barang, aku, ibu dan adik tengah bercanda. Akupun bercanda ke ibu, 'nyobi numpak pripun buk?' (arti: nyoba naik gimana bu?) Yang tak maksud adalah naik ke tas karier yang memang cukup besar, ibu bilang 'akupun bisa masuk tas ini' (dalam bahasa jawa). Lalu beliau naik keatas tas, kepundakku, langsung dah, aku gendong ibu, untuk jalan-jalan sebentar, sambil beliau tertawa. Hehe, senang sekali rasanya bisa gendong ibu, beliau tampak terhibur, semoga bisa haji kelak dengan ibu & keluarga besar juga, di awali acara gendong ini. aamiin | Ini mengingatkanku tentang sebuah kisah anak yg menggendong ibunya ketika melakukan ibadah haji.
       Setelah ibu turun, aku mau nyoba gendong adikku, awalnya dia nggak mau, tapi aku kan keras kepala, hehe. Tak tunggu sampai mau, akhirnya mau juga digendong, tak bawa kebelakang pula, ketemu nenek, aku tanya ke nenek, mau digendong sekalian atau tidak? Beliau bilang, masih bisa jalan kok digendong, hehe, tangguh bener dah nenek. Akhirnya kumpul dah berempat, di dipan itu, ritual biasa kawan, minta maaf ke nenek, ibu, adik, karena aku tahu, pasti banyak salahnya. Trus minta doa bareng-bareng, supaya bisa segera haji semua, sekeluarga besar, komplit paman bibi, juga keponakan. Ada juga banyak selipan doa lain, salah satunya, supaya aku segera nikah, dapat istri sholiha, punya anak tiga, belas (13), hehe, bantu doa juga ya.
       Mungkin sedikit nggak nyambung kali yah, tapi insyaAllah dari nyegengin ibu, gendong beliau, doa bareng, cita2 haji bareng juga terkabul. Itulah kenapa aku membuat judul, "gendong ibu untuk haji ke Mekah", nyenengin ibu dulu, sama juga nyenengin Allah, nyenengin ortu dulu, sama juga nyenengin Allah. Ridho Allah ada di ridho ortu, murka Allah ada di murka ortu, kalau ortu sudah ridho dg cita-cita kita, insyaAllah cepet dah, yakin, bismillah. Aku doakan, saudara/i semua bisa berhaji semua, komplit keluarga besar, juga keturunan kelak. Kalau sudah berhaji, semoga jadi haji yg mabrur, aamiin, alfatihah
       Sekian kisahku kali ini, maaf nggak ada foto sebagai data otentiknya, hehe, aku sertakan foto dari serching aja yah, biar cepet ketularan juga. aamiin | Pencintraan lagi, hehe, ini sedang berusaha meluruskan niat, semoga menjadi ajakan menuju kebaikan, di bulan Ramadhan ini. Semoga manfaat, Allahumma sholli'ala Muhammad. Labbaik Allahumma Labbaik, labbaika la syarika laka labbaik inna al hamda wa an ni'mata laka wa al mulk la syarika laka.... Tyas Haryadi ^_^

Tips "Belajar Iri"

Repost lagi, bismillah dah, semoga akun FB Tyas Haryadi semakin bisa manfaat, mengajak pada kesabaran & kebenaran, aamiin. Kali ini ingin berbagi tips "belajar iri", yg dibolehkan oleh islam tentunya, langsung saja dibaca ya...

Bismillahirrohmanirrohim, pagi ini saya ingin berbagi sedikit tentang tips "belajar iri". Tentu belajar iri yg dimaksud ini dalam tanda kutip, yaitu iri yang positif. Seperti sebuah hadits, di mana Rosulullah tidak memperbolehkan iri kecuali kepada dua hal. Dari Abdullah bin Mas‘ud RA, ia ber­kata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidak boleh iri hati kecuali pada dua hal: (iri ter­hadap) orang yang dikaruniai Allah dengan harta kemudian membelanja­kannya dalam kebenaran dan (iri terha­dap) orang yang dikaruniai Allah dengan ilmu kemudian mengamalkannya dan mengajarkannya’.” (Muttafaq ‘Alaih).

Nah, itulah yg seharusnya kita pelajari, iri kepada mereka yg berharta lalu membelanjakannya dalam kebenaran, dan iri kepada mereka yg berilmu kemudian mengamalkan dan mengajarkannya. Menurut beberapa definisi, Iri hati adalah suatu sifat yang tidak senang akan rizki / rejeki dan nikmat yang didapat oleh orang lain dan cenderung berusaha untuk menyainginya. Terkadang dg mudah kita terbersit sifat iri ketika ada teman yg penghasilannya bepuluh, ratus, bahkan ribu kali lipat dari kita. Terkadang dg moleknya sifat iri berjalan-jalan di hati kita, ketika orang lain mempunyai karya hebat, mempunyai ketenaran, dapat rejeki, dan lain sebagainya.

Ini ada beberapa tips, agar kita bisa belajar iri, yaitu iri yg diperbolehkan oleh Allah SWT :

1. Berdoa, sesering mungkin kita berdoa untuk dijauhkan dari segala penyakit hati. Mungkin, kita sering berdoa untuk sehat jasmani, terhindar dr segala penyakit jasmani, tetapi kita kurang berdoa untuk sehat rohani, terhindar dr segala penyakit hati. Menurut Aa'Gym dan Yusuf Mansur, kalau berdoa pakai bahasa arab/bahasa Al-quran belum mengerti, pakai bahasa Indonesia saja, Allah Maha Tahu.

2. Ingat hadits diatas, ketika ada bersitan dalam hati "wah, enaknya temanku itu, uangnya banyak, kenapa kok yang dapat dia, bukan aku?". Bisa bahaya ini, bisa jadi ini bisikan setan, "astaghfirullah, ya Allah, ampuni hamba, ampuni hamba, seharusnya tak boleh ada iri. Hamba hanya boleh iri, dg teman-teman hamba yg kaya yg dermawan, yg kaya yg hartanya untuk jalan kebenaran." Dengan mengingat-ingat hadits diatas, kita bisa menstimulus diri untuk selalu belajar iri yg diperbolehkan. Agak keblinger dikit, ingatkan diri sendiri, doa lagi.

3. Minta untuk diingatkan, bukankah Allah memperintahkan kita untuk saling mengingatkan dalam kesabaran & kebenaran? Nah, minta tolong dong, sama orang2 sekitar kita "ibu, bapak (misal ortu), tolong ingatkan aku kalau salah, pasti bakal ada salahnya, mohon di ingatkan!". Begitu juga ke saudara, sahabat, teman, guru, rekan kerja, terutama orang-orang yg lebih sholih dan alim.

4. Minta untuk di doakan, kita sering minta di doakan "doakan aku sukses ya!" ini keren, coba ditambahi "doakan aku sukses dunia akhirat ya, kamu juga!" ini lebih keren juga. Lalu kenapa kita juga tidak minta di doakan, "doakan aku sehat jasmani rohani ya, terhindar dari penyakit jasmani dan rohani juga!". Atau boleh minta di doakan, ke siapa saja yg di jumpai, "doakan aku terhindar dari iri ya, hanya iri yg diperbolehkan Allah saja!"

5. Mendoakan orang lain, Dari Abu Darda’ ra. bahwasannya ia mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tiada seorang muslim yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya, kecuali malaikat berkata: “Dan untukmu pula seperti itu.” (HR Muslim)

Semoga kita semua sehat jasmani rohani, terhindar dr segala penyakit fisik dan hati, selamat dunia akhirat, aamiin. Sekian, pasti ada salahnya, mohon dimaafkan, ambil baiknya, semoga bermanfaat, wallahu'alam bishowab ^_^

Egois?

Repost lagi, dari akun FBku ~> Tyas Haryadi, kali ini tentang sebuah kultum di pesantren entrepreneur, selamat membaca, semoga bermanfaat:

Beberapa tahun yg lalu saya bertemu dg atasan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan. Bos saya bertanya, "pak Bagus, setelah keluar kerja apa yg akan anda lakukan?". Saya menjawab, "saya akan berbisnis pak!". "Berbisnis?" tanyanya, "pak Bagus, saya mau kasih saran, jadi orang jangan neko-neko. Seperti saya ini, kalau dihitung-hitung maka penghasilan saya sekitar 2,5 juta perbulan, apa yg saya lakukan? Saya bersyukur dg apa yg Allah berikan kepada saya, menerimanya dg kesyukuran, saya nikmati dan saya tidak neko-neko." Dalam hati saya, orang ini begitu egois, dia hanya mementingkan dirinya sendiri. Kalau memang cukup dg 2,5 juta perbulan, kenapa tidak mencari 20 juta, yg 17,5 jutanya dikasih orang lain. Jika kita cukup dg penghasilan kita sekarang, kenapa tidak mencari lagi untuk bisa membantu orang lain? Masih banyak saudara-saudara kita yg membutuhkan bantuan kita. Sering kali cita-cita kecil, karena kita sangat-sangat egois. Kita sering bekerja hanya dg target untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Di suatu pelatihan, saya pernah bertanya kepada seorang peserta, "berapa penghasilan yg anda inginkan?". Ada yg menjawab, "saya tidak tahu pak, saya tidak tahu ingin punya penghasilan berapa. Tapi yg saya inginkan, saya ingin punya pesantren, yg minimal mampu menampung 100 santri yatim piatu atau fakir miskin, dan mereka semua free, mereka semua gratis. Kalau saya hitung-hitung, minimal saya harus punya penghasilan 100jt perbulan." Bagaimana dg cita-cita anda? Berapa penghasilan yg anda inginkan perbulan? Berapa banyak anda ingin punya anak asuh? Berapa banyak anda ingin punya anak yatim piatu? Bisa jadi penghasilan kita sekarang kecil, karena cita-cita kita memang masih kecil. Cita-cita kecil, karena kita hanya memikirkan diri sendiri, barang siapa membantu masalah orang lain, maka Allah akan membantu menyelesaikan masalahnya. Allah akan melipat gandakan rejeki dan di infakkan tanpa batas, dan sebaik-baik kamu adalah yg paling banyak manfaatnya. Saya Bagus Hernowo, Pesantren Entrepreneur untuk anda rekan Data

Harus Kaya

Posting kali ini aku ambil dari catatan pribadi di akun facebook ku sendiri, Tyas Haryadi. Adapun catatanku sebagai berikut: 

Suatu saat, saya bertemu dg kawan di rumahnya, sambil bersilaturohim saya ingin mengajaknya berbisnis. "Pak, ayo pak berbisnis dg saya" | "saya tidak mau pak" Jawabnya mantab | Kemudian saya tanya "kenapa?" | jawabnya "saya takut kaya!". Saat itu saya kaget, ternyata ada orang yg takut kaya. Dia sangat paham, kalau menjalankan bisnis resikonya adalah kaya. Lalu saya bertanya, "kenapa anda takut kaya?" | "saya takut hubbuddunya, saya takut cinta kepada dunia". Dalam hati saya, 'luar biasa kawan saya ini, dia orang yg sholeh'. Dalam hati saya saya berdoa, 'Yaa Allah, orang sholeh seperti inilah yg seharusnya kaya". Karena kalau kekayaan dipegang oleh orang-orang sholeh, insyaAllah rahmatanlil'alamin. Tapi sayangnya, orang sholehnya tidak mau kaya, orang kayanya tidak mau sholeh.

Kemudian saya bertanya, "apakah hubbuddunya penyakitnya orang kaya saja?" | "tidak, orang miskinpun banyak yg menderita hubbuddunya". Masalahnya bukan dikaya atau dimiskinnya, tetapi bagaimana kita bersikap kepada kekayaan. Dengan alasan inilah banyak umat islam yg tidak mau bekerja keras, tidak mau berusaha menjadi orang kaya, dan tidak mau menjadi orang besar. Umat islam, terlalu besar untuk punya cita-cita kecil. Umat islam harus kaya, seperti kayanya Abu Bakar As-sidiq, seperti kayanya Umar bin Khatab, dan seperti kayanya Utsman bin Affan, karena kekayaannyalah islam bisa berjaya.

Rasulullah mengajarkan kita untuk berdoa, "Yaa Allah aku berlindung kepada Mu dari kekufuran dan kefakiran, aku berlindung kepada Mu dari azab kubur". Yang menjadi masalah bukan seberapa banyak kita mendapatkan uang, tp uang itu dari mana dan untuk apa. Sabda Rosulullah, "kita tidak boleh iri kecuali kepada 3 orang. Pertama, orang yg berilmu yg mengamalkan dan mengajarkannya. Yang kedua, orang yg mati syahid. Dan yang ketiga, orang kaya yang dermawan.". Ingatlah, kita adalah harapan masa depan umat, bangkit mulai sekarang, harapan itu pasti ada, Allah bersama kita. Bagus Hernowo pesantren entrepreneur

Tentu berbeda, jika orang sholeh yg punya hotel, dg orang bukan islam yg punya hotel. Sah-sah saja, di hotel bintang 5 misal, yg terdengar di lorong-lorongnya adalah murottalnya Syaikh Misyari Rasyid Alafasy, karena yg punya sholeh. Di SPBU, di minimarket, di mall, di studio, di apotek, toko bangunan, restoran, wajib tutup waktu sholat wajib tiba, semuanya sholat jamaah. Dan tidak ada itu SPG yg buka aurot, kalau yg punya dealer itu orang sholeh, pake hijab syar'i semua, malah bisa tidak ada lagi SPG (Sales Promotion Girl), diganti SPB (Sales Promotion Boy). Yakinlah, karena kita punya Allah Yang Maha Kaya, yg punya seluruh alam semesta....

Sumber: https://www.facebook.com/notes/tyas-haryadi/harus-kaya/1093309457352116

31 Dec 2013

Tyas sok sibuk aja kok!

Kesibukan? Bukan, aku hanya sok sibuk saudara.
#NamparDiri 
       Sering ditanya oleh teman/saudara "kamu sibuk banget ya kayaknya?", aku jawab "hehe, ah sok sibuk saja itu." Mungkin banyak yang kurang paham maksudnya, apa mungkin tyas cuma sok kelihatan sibuk saja? Sok banyak kegiatan, biar dibilang sibuk? 
       Sebenarnya waktu aku bilang "ah sok sibuk saja" ini tengah ngomong sama hati sendiri, nampar diri sendiri. Aku mau bilang kediriku sendiri, aku tengah tidak sibuk. Pun aku bilang ke diri sendiri "tyas, kamu jangan sibuk dengan dunia, sibukin akhiratmu, duniapun jg untuk akhiratmu." *sambil nampar muka sendiri 
       Kesibukan yang dimaksud banyak orang adalah sibuk dalam kegiatan dunia, walaupun aku berusaha niatkan untuk ibadah, tetap saja terbawa nafsu dapat dunia lebih. Biar setiap waktunya aku selalu meniatkan untuk melakukan aktifitas dunia untuk akhirat. Bukan untuk dapat duit, dapat tenar, dapat megah, junjungan, tapi bisa manfaat lebih untuk semuanya. 
       Aku sekarang dititipi usaha di CV. CMS (Cah Magetan Studio), CMD (Cah Magetan Distro), alhamdulillah hanya punya investasi sedikit & tak ikut ngurus. CML (Cah Magetan Library) masih hibernasi, Komunitas Linux Magetan hanya mendampingi. Masih mau nulis buku, tapi belum-belum kelar, alhamdulillah. Jadi tyas sibuk banget ya? | ah, sok sibuk aja.   
       Semoga kita nggak sibuk mengejar-ngejar dunia, jangan jadikan dunia di hati kami, buat dunia di tangan kami. Biarkan hati kami tetap mengejar akhirat, mengejar ridho Mu, jadikan kami makin bermanfaat bagi seluruh alam. alfatihah

Wira muslim

Ilustrasi menuju jalan menjadi wirausaha
#WiraMuslim 
       Akhir pekan, kata beberapa orang, tapi ini awal pekan untuk saya dan usaha, karena liburnya hari jumat... Mau membahas sedikit tentang Rasulullah sebagai pedagang, beruntung benar saya pernah diberi amanah di Masjid Al-hasan, Jl. Sasando no 185 Malang, masjid sebelah rumah Abah (Imam Suprayogo, mantan Rektor UIN Maliki Malang). 
       Waktu bulan puasa lalu, hampir tiap hari denger ceramah beliau, yang terus baru, salah satunya, tentang Rasulullah sebagai seorang pedagang. Rasulullah adalah seorang pedagang yang jujur, buruk dibilang buruk dengan harga murahnya, baik juga dibilang baik dengan harga mahalnya, harga 'kulakan' (apa bahasa bakunya?), keuntungan, tempat beli barang untuk dijual lagi, kalau ada yang tanya, pasti diberi tahu. 
       Yang membuat saya selalu ingat, adalah ketika beliau jualan barang sudah laku hari ini 9 buah, lalu ada pembeli ke-10 datang, ingin membeli. Beliau malah bilang, silakan beli disebelah, barangnya sama (kualitas), harga juga sama, tapi saya sudah laku 9 dari pagi, sebelah belum satupun. Subhanallah, beliau dagang bukan untuk sukses sendiri, tapi untuk sukses bersama, keinginan berbagi yg sungguh tinggi. 
       Lalu saya berkesimpulan, jangan pernah ragu untuk menyukseskan orang lain walau kita sendiri belum sukses (dalam hal harta). Jangan pernah ragu menyukseskan bisnis orang lain, walau bisnis kita juga belum laris2 amat, jangan ragu. Yakinlah, suksesin orang lain, dan biarkan Allah yang nyuksesin kita serta usaha kita, ini janji Allah, pasti ditepati. 
       Maksudnya juga tidak meninggalkan usaha sendiri, tetap usaha (yang wajar), jangan terlalu ngebut, sampai lupa teman, lupa keluarga, lupa Allah. Sambil promoin usaha orang lain juga, jangan mau kaya sendiri, semua untung mau diembat sendiri, itu nafsu dari setan, bukan dari hati. Ya Allah, suksesin kami, suksesin usaha kami, sukses dunia & akhiratnya, semoga bisa jadi syiar agama Mu pula. jadikan kerja kami, bisnis kami sebagai media untuk semakin dekat pada Mu, semakin bermanfaat bagi umat manusia, makin bersaudara. dan kalaupun kami mati dalam kerja ini atau bisnis ini, matikan kami dalam keadaan khusnul khotimah, aamiin, Alfatihah.... Sekian, semoga bermanfaat, dari saya Tyas Haryadi, #SangPenggembala
         Oya, sekalian promo usaha teman-temanku, ada www.ongistravel.com (spesialis travel paket wisata Malang & Jatim), ada www.traveljuandamalang.com & www.nahwa.co.id (spesialis travel Malang Juanda PP), ada Donat Bakar Ngawi, jejaring sosial www.kwikku.com, dan masih banyak lagi. Ini dahulu saja :D

15 Dec 2013

Prinsipku

Prinsip hidup, ku, kamu, dia...
       Bukan kerja sambilannya usaha, tapi usaha tujuannya ngabdi.... #prinsip kalau kebanyakan orang mikir, kerja dulu, nanti kalau sudah ada modal baru bukan usaha, itu bukan Tyas Haryadi... Aku terlalu banyak modal, jadi aku pilih untuk buka usaha, dan tujuan tetep ngabdi, ngabdi ke Allah... Aku masih bermimpi (berdoa) untuk jadi Bupati Magetan, Presiden Indonesia, Pelatih Timnas Indonesia, dan Pesantren Rakyat, tapi tidak akan mencari uang dari situ, aku mengabdi di mimpi2 itu, dari bisnisku sudah membludak insyaAllah... Ngabdi ke siapa? ke Allah!
       Trus ada yang tanya, bisnis cuma gitu apa bisa buat kaya? Kamu aja otak & mimpinya nggak sampai... Dari usaha ini aku bakal punya komplek di bukit bancak, IT & Multimedia, terbesar di dunia, tiap provinsi ada juga, tiap kabupaten cabangnya... Masih ada juga mau akuisisi PERSEMAG, mau diganti nama jadi PERSETAN, distro muslim CMD, Library terbesar di dunia CML, resto JAWA, semuanya, wajib mendekatkan diri kepada Allah, mau karyawannya, programnya, pemimpinnya, yang dititipin juga! 
       Jika ada gunung menghalang kan ku belah, jika samudera jd rintang kan ku keringkan! Semua yg ada di bisnisku wajib sholat 5 waktu jamaah, wajib dhuha, wajib sedekah, wajib tahajud, wajib baca Al-quran, g'mau? pecat! Semua punya salah dan dosa, kalau aku banyak banget, maafin ya twips, semoga Allah mengampuni kita, aamiin Keras itu diprinsip, tp hati tetep lembut, tingkah laku tetep santun, muka murah senyum, bibir murah dzikir dan doa... ^_^ Salam buat keluarga, dr Tyas haryadi #sangpenggembala, barokallah dulur.. ^_^

Mari Jadi Pedagang

Mari berdagang, gaes
       Sarjana itu adalah nikmat, tapi kadang2 bisa jadi beban, apalagi yang memilih jalur berbeda, kali ini ingin membahas tentang #dagang. Ada sebuah hadist, Rasulullah bersabda “Hendaklah kalian berdagang karena berdagang merupakan sembilan dari sepuluh pintu rizki.” Diriwayatkan oleh Ibrahim Al Harbi dalam Ghorib Al Hadits dari hadits Nu’aim bin ‘Abdirrahman, tapi oleh beberapa ulama' dianggap Dho’if.... Tapi, poinnya, Rasulullah adalah pedagang, walaupun beliau juga pemimpin pemerintahan, pemimpin agama, pemimpin kegiatan sosial,dll.... 
       Sewaktu seseorang punya pendidikan tinggi, sarjana, master, doktor, lalu tanpa terjun ke dunia kerja dia memilih untuk bisnis? akan banyak sekali singgungan, ketidak setujuan, saran2 (untuk tidak total di bisnis), bahkan menentang dengan tegaspun ada... apa lagi dia baru saja menolak banyak tawaran kerja, hanya untuk berpendirian TOTAL DI BISNIS.... 
       Salah ya jadi pengusaha? salah ya berdagang? salah ya kalau balik kampung? salah ya menolak banyak peluang kerja? TIDAK, yg salah itu muslim lalu jd kafir, yg salah itu muslim g'sholat, yg salah itu muslim tp selalu maksiat, yg salah itu muslim g'ibadah.... kamu pebisnis pemula, aku lo sudah 10th dibisnis (tp gitu2 aja), aku lo pemenang lomba entrepreneur nasional (5th lalu), aku punya aset 5M (sekarang), yg ini datangnya dari para pengusaha, yg sudah mapan dan lama,,,,, 
       Saranku PERHATIKAN SUNGGUH2, ucapin terimakasih dulu, senyum semanis mungkin, doain terbaik buat mereka, lalu? LUPAKAN.... bagaimana mungkin kita sampai puncak jika kita tidak pernah memulai dg langkah pertama? Bagaimana mungkin kita sampai puncak kalau baru dibilang "anda g'dapat sunrise dipuncak!" lalu anda kembali? Jangan pernah berhenti padahal belum memulai, jangan pernah berhenti jika belum sampai! kalau capek? Kalau tak ada tenaga lagi? Kalau sudah pol, nyerah, g'ada teman? Terjatuh, terluka, tersayat? Duduk, tarik nafas, liat langit, ada Allah bersama kita, Allah memberi qt kekuatan, Allah bs mengubah segala, Allah, Allah, Allah, bismillah... 
       Buka peluang, jd pengusaha, walau jd pekerja jg g'papa, yang penting halal... tp yg milih dagang, pengusaha, semangkA = semangat krn Allah... janjian yuk di surga nanti ketemuan di wilayah khusus pengusaha muslim, yg dana berlimpahnya untuk agama dan negara, untuk umat, agar berkah dunia akhirat... dari saya, Tyas Haryadi, Sang Penggembala...

3 Dec 2013

Kisah 3 sahabat di perang yarmuk

Ilustrasi perang yarmuk
Saya pernah di ceritai tentang Perang Yarmuk, bukan tentang pemimpinnya, atau tentang strategi pasukan muslim dalam menghadapi musuh. Tapi yang diceritakan adalah tentang kemauan untuk mengutamakan orang lain, mengutamakan kebutuhan orang lain, walau diri ini dalam keadaan sangat membutuhkan. 
       Ada tiga sahabat yang tengah syakaratul maut, mereka adalah Ikrimah bin Abu jahl, Suhail, Haris. Ikrimah hendak meminum air, karena dia tengah haus dalam keadaan detik-detik terakhir nafasnya. Lalu dia melihat Suhail yg juga memberikan tanda kehausan dan memandangi air, dia mengisyaratkan untuk Suhail meminum dahuluan. Akan tetapi Suhail juga melihat Haris yang juga ingin meminum air tersebut, dan mengisyaratkan untuk mendahulukan Haris. Alhasil, Ketiga-tiganya tak ada yang meminum air tersebut, sampai akhir hayat, dan merekaa wafat dalam keadaan syahid. 
       Sungguh, indah sekali keinginan untuk berbagi, semoga ini menjadi pembelajaran bagi kita, terutama sy sendiri yang masih belajar dari nol. Semoga Allah selalu memberkahi kita, menjadikan kita ahli ibadah, ahli berbagi, ahli mengutamakan orang lain, karena Allah... alfatiha... :)

30 Jul 2013

Gini-gini Aku Pendekar

Pencak silat, khas Indonesia.
       Ngeliat adik2 TPQ Al-Hasan semangat banget pengen belajar pencak silat, saya teringat waktu duduk di bangku SMP dahulu (Takeran, Magetan). Saya dan temen2 se-sub 'Kambingan' (nama dusun saya, jgn ketewa!) semangat sekali belajar pencak silat, di perguruan PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate), ekstra dari PSM (Pesantren Sabilil Muttaqin). Pencak silat pada dasarnya adalah seni, kesehatan, beladiri, PERSAUDARAAN & AGAMA.... 
      2 terakhir tuh yang penting, saya belum pengalaman sih ke perguruan pencak silat lain, tp saya rasa tiap Pencak silat tentu punya landasan yang kuat untuk PERSAUDARAAN untuk semua, seperguruan atau bukan... Juga dalam AGAMA, tentu yg utama itu nyiptain para pesilat yang AGAMIS... 
       Sekarang banyak banget tuh para pendekar (bukan pendek dan kekar), tp kebanyakan tidak punya jiwa pendekar, yg bisa lapang dadanya, dingin pikirnya, mulia akhlaknya, mumpuni silatnya, hangat perangainya... nggak jauh2 amat kayak sarjana sekarang, yg kebanyakan tidak diimbangi dengan hal2 diatas. ah, bukan sok-sokan, sy sendiri jg masih jauh dari kata itu, tp berusaha ingetin diri + berusaha,,,, 
       Sekarang, lebih banyak nyari gelar (sama juga sih, saya juga nyari gelar buat nyenengin ibu bapak noh!), dan semoga nggak cuma ingin dapat gelar pendekar/sarjana saja! tahukah anda, kalau di PSHT jika disahkan, maka akan dapat kain 'mori' (kafan) bertuliskan nama + ttl masing2. Tujuannya? Jelas, "ELINGO MATI" (ingatlah mati), ah siapa tahu mori itu bisa buat bungkus kita punya jasad kalau koid ntar, yakin lu idup terus? Kalau di sarjana dapetnya kertas ya? (saya kan belum dapet tuh sarjana), kertas itu kan mudah rusak ya, hancur lebih mudah, kena air mudah sobek, kena api dikit angus jadi abu dah, kena panas juga pudar tulisannya. Maknanya? "pikiren dewe talah!" (pikir sendiri dong!), semoga lah kita nggak cuma dapat kertas + kafannya aja, tp lebih dapat makna, pesan, dan menjiwainya dalam kata, tingkah dan pikir... amin... 
dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi...

8 Jul 2013

Manusia yang Bahagia

Keluarga, bahagia, kebahagiaan yang hakiki
       Sebagai manusia, kita tentu mencari kebahagiaan. Akan tetapi kita terkadang salah mengerti maksud dari kebahagiaan itu sendiri. Apakah bahagia itu harus kaya? Harus pangkat tinggi? Punya jabatan tinggi? Berpengaruh di masyarakat? Kecantikan, Ketampanan, Keperkasaan? Itu hanya hiasan dunia, fana, bersifat sementara. 
       Bahagia sebenarnya adalah rasa syukur, yang mampu bahagia dikala tidur tanpa alas. Menikmati kehidupan dengan apa adanya, tanpa mengada-ada. Lalu bagaimana bisa menjadi orang bahagia, yg dicerminkan dari syukur tadi? 
       Ada 3, pertama adalah orang yg selalu ingat dosa-dosanya. Alangkah indah jika yg kita ingat adalah dosa2, membuat kita tidak berbuat dosa lagi. Dan akan selalu mendekatkan diri kepada Allah, setelah itu tentu akan bahagia nantinya. 
       Kedua adalah orang yang melupakan semua kebaikannya. Kebaikan bukanlah untuk diingat dan dihitung2, tetapi untuk segera dilupakan, sehingga kita segera mungkin untuk berbuat kebaikan sebanyak-banyak. Jika kita seperti orang yg belum berbuat baik sama sekali, tentu sebuah kebahagiaan untuk selalu berbuat baik yang pertama. 
       Ketiga adalah orang yang selalu mengutamakan agama disetiap urusannya. Tentu ini akan menjadikan batin seseorang terpuaskan, bahagia sesungguhnya letaknya di hati, bukan di nafsu. Sehingga orang2 yang selalu menyertakan agama sebagai pedoman dalam setiap urusannya akan selalu bahagia. semoga kita disampaikan pada bulan Ramadhan, yang penuh berkah dan maghfiroh. amin 
#kutbahJumat, #MasjidAlhasan_TunggulWulungMalang, dari Tyas Haryadi Sang Penggembala... :)

6 Serdadu Muda,

       Saya punya teman, Said namanya, dia adalah teman sebaya saya, muda penuh energi dan jiwa ingin mengajar. Dia sudah mengajar di TPQ (Taman Pendidikan Quran) sejak masih duduk di bangku SMP (Sekolah Menengah Pertama). Sekarang dia juga tengah kuliah di salah satu universitas Negeri di luar kampung halamannya. 
       Dia juga seperti masa SMPnya, masih ngajar TPQ, katanya "mengajar itu adalah waktu saya inget diri waktu kecil, dan seperti mendidik anak-anakku sendiri." Dia juga pernah berkisah, bagaimana doa anak-anak polos itu sangat mudah di ijabah oleh Allah. 
       Rejeki yang makin lancar, 'study' juga tak ada halangan berarti, sampai dia sadar, bahwa adik2 TPQ itu adalah anak angkatnya. Kali ini saya bercerita tentang orang berilmu yang mengamalkan Ilmunya, serta orang belum kaya yang dermawan. Beberapa kali adik2 TPQ itu dia belikan makanan, kalau tidak begitu ya dimasakkan makanan, lalu makan bersama. 
       Sering pula yang cowok, tidur bersama dengan dia dan para ustadz lain di tempatnya jika hari libur/ kemalaman pulang. Mereka harus izin dahulu ke ortu, "takutnya di khawatirin," jelas Said. Tidur sekasur berdua sudah biasa, sekasur bertiga sering pula, di malah gembira, seperti merawat anak-anak sendiri, yang banyak. 
       Anak-anak diajari Fikh, ngaji, tauhid, akhlak, sholawatan, dan Olah raga, semua ada jadwalnya sendiri-sendiri. Mulai dari senin sampai sabtu, dan ada tambahan les gratis bagi yang berminat tiap ba'da Magrib. Ditempat yang sekarang, Said bersama 5 teman yang lain, saling menopang satu dengan yang lain. Dan semuanya para pemuda yang sholih2 penuh jiwa ingin berbagi. 
       Belum lagi ketika ba'da Magrib juga ada ibu2 yang belajar baca Al-quran kepada ustadz2 muda ini. Said berujar, dia terkadang merasa malu, karena ibu2 yang setua itu masih sangat semangat untuk belajar membaca Al-quran. Sementara yg muda2 seperti dia, ada yg gratis dan gurunya datang, malah ogah-ogahan. Said juga berbagi tips dengan saya, kali ini dia ngebet banget punya anak. Dia sering tuh kasih coklat buat adik2 TPQ, tapi sendiri-sendiri waktunya, kapan cowok, kapan cewek. 
       "Kalau cowok biasanya syaratnya harus sholat jamaah, ngaji, atau hafalan surat pendek," jelas Said. Baru setelahnya dia beri coklat, di ajak doa bareng sekalian doain dia dan doain semuanya. Kalau cewek, dia minta buat mimpi2, buat puisi tentang tauhid, atau sedekah, barudah dia kasih coklat. Setelah itu doa bareng, "pakai bahasa Indonesia aja yg banyak, biar mereka jg tahu kalau diajak baik!". Terbaru Said minta di doakan punya anak, saya tanya, "emang lu udah punya bini'?", Saidpun senyum sebentar, lalu jawab "ntu dia tong, sekalian bini'nya dulu maksudnya." Aminnnnn 
       Saya bayangin, kalau semua anak-anak muda, yang lagi ngerantau atau dikampung halaman kayak si Said dan kelima temennya ini. Saya rasa nggak ada ceritanya orang tua nggak bisa baca Al-quran, nggak ada ceritanya pemuda negeri ini bejak tanpa pendidikan. Yuk, kita lebih berguna lagi dengan lingkungan, saya juga lagi belajar. Belajar dari saudara saya si Said ini, barokallah... 

#KultumPagi dari Tyas Haryadi Sang Penggembala... like = support, komen = tim sukses, share = dakwah, semua dapat pahala insyaAllah....

Kisah Gadis SMA dan Neneknya

       Ada seorang gadis tengah menginjak SMA, hari-harinya selalu dihiasi dengan mengurus neneknya. Neneknya sekarang lumpuh, dia hanya bisa berbaring ditempat tidur tanpa melakukan apapun. Lalu dia sering protes kepada ibunya, "ibu, kenapa yang merawat nenek hanya aku, kenapa tidak ibu, kenapa tidak ayah, kakak, atau adik?" lalu ibunya menghibur, merawat nenek adalah tindakan mulia nak, harus dilakukan seikhlas mungkin. 
       Gadis itu sesekali menurut, tapi dilain waktu dia protes keras. Ibunyapun menjawab, "Baiklah nak, kamu sekarang sudah besar, kamu harus tahu sebenarnya!" anak itupun mengiyakan. "Nak dulu waktu bayi, rumah kita kebakaran, semua orang2 menyelamatkan barang2 yg bisa diselamatkan dan keluarga yang ada didalam. Ayah dan Nenek menggendok kakak-kakakmu, dan ibu menggendong kamu." 
       Setelah kami sampai bawah, Ayahmu bertanya, "Dimana bayinya?" Saat itu ibu baru sadar kalau yang ibu gendong adalah guling kecil, dan kamu masih ada di dalam rumah yang terbakar, di lantai dua. Lalu ada orang yang berlari menerobos dari belakang, dia Nenekmu, dia naik kelantai 2, menggendongmo, lalu lompat dari lantai 2. Mulai saat itulah nenekmu lumpuh nak! 
       Gadis itu hanya terdiam, meneteskan air mata tanpa suara. Mulai saat itu dia makin rajin merawat neneknya, bahkan dia sanggat bahagia dengan kegiatan itu. Tiada hal yang lebih indah selain merawat Neneknya, dia sangat mencintai Neneknya, karena dia tahu betapa Neneknya mencintainya. 
       Itulah kita, terkadang kita sering lupa untuk mengabdi kepada orang2 yg mencintai kita, kepada orang2 yg kita cintai. Kita pasti akan melakukan apapun untuk orang yg kita cintai, dan orang2 yang mencintai kita akan melakukan apapun untuk kita. Maka cintailah semuanya sepenuh hati, seikhlas mungkin, didasarkan rasa cita kepada Allah dan Rasul Nya, karena Allah sangat2 mencintai kita, dan kita mencintai Allah. Begitupula Rasulullah yang sangat mencintai kita, diajalnya yang disebut2 adalah kita, "Ummatiy, Ummatiy, Ummatiy" seharusnya kita juga sangat mencintai Rasulullah. 
       Semua yang diperintahkan Allah dan RasulNya itu karena bukti cinta kepada kita, semua yang dilarang oleh Allah lewat RasulNya adalah karena besarnya rasa cinta kepada kita. Maka hendaknya kita melakukan perintah dan menjaduhi larangannya dengan penuh rasa cinta dan bahagia. Salam dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi... 

Like = setuju + ibadah, share = dakwah, semoga kita makin mencintai Allah dan RasulNya... amin... #kultumpagi

7 Jul 2013

Ridho Allah

       Dulu aku sering tidur dipangkuan ibu, dulu aku sering digendong bapak... kalau lagi belajar jln, mereka lo nyemangatin aku tak pernah nyindir apa lagi ngecokin. kalau agak besar, sering malam tidur diluar kamar, biasanya karena nonton bola. trus 'mlungker' deh tanda kedinginan, bangunnya saya sudah berselimut dan pakai bantal. tahukah siapa yang makein itu? dirumah cuma ada aku, ibu, adik yang masih umur 2th. 
       Beranjak SMA, ibu sering di adui tetangga karena gaya naik motor anaknya ini yang ugal-ugalan. tapi ibu tidak marah, tidak dilaporkan ke bapak, waktu akhir-akhir SMA ibu baru cerita "nek numpak motor ojo biyayakan le, iki dalane wong akeh, udu dalanmu dewe! ibu yo weruh jiwa enommu!" waktu kuliah, ibu dan bapak jarang sekali bilang kalau ada masalah, waktu ditanya kenapa? "ben awakmu ora kepikiran le, ben fokus karo kuliah ae sing bener, belajar agama ugo!" 
       Ah, tapi terkadang kita lo lebih sering ingat orangtua waktu ada masalah, kehabisan duit, dan sejinis. Tapi kalau ada rejeki, dpt seneng, sering kita lupa. Ada duit lebih diutamain buat main, daripada buat pulang ketemu ortu, telpon ortu, beliin sesuatu buat ortu. Bahkan parahnya setelah sholatpun qt sering lupa ortu. 
       Saya punya cita2 mau jadi pengusaha besar, dahulu saya selalu berjuan sendiri waktu SMA. ibu bapak saya bukan seorang pengusaha, keduanya karyawa, ibu kerja di Badan Kredit Desa (BKD), bapak adalah Kepala Mesin (KM) di sebuah Kapal Barang Domestik. saya sering jatuh bangun, lebih sering jatuhnya daripada bangunnya. Lalu? saya baru nemuin, Ridhallahi fii rodhiwalidain wasukhtuwallahi fii sukhtiwalidain, "Ridho Allah ada di ridho kedua orangtua, murka Allah ada di murka kedua orang tua." 
       Akhiranya saya cari dulu kata "iya", dukungan + doa dari ortu untuk jadi pengusaha, bukan karyawan. Akhirnya, dikit2 usaha mulai ngembang dan sekarang sdh punya aset + CV, alhamdulillah. Lalu, bagaiamana kita sering2 ngingat ortu, sering2 hubungi ortu, sering2 dengerin ortu? 
       Semoga nyawa kita sampai pada bulan Ramadhan 1434H. Gimana hubungan kita dengan ortu? gimana hubungan kita dengan Allah? sering2 ya ingat ortu, karena kita juga ingat Allah dari sana. Sering2 ya hubungi dan datangi ortu, karena ridho Allah ada disana. Jangan pula sakiti ortu, bahkan berkata "AH", ingat murka Allah juga ada disana. Dan jika kita melupakan ortu, ortu tak pernah lupa kita, seperti Allah yang tak pernah lupa hamba Nya. tapi ingat, Allah mungkin siap memberi azab. 
       Yuk, angkat tangan kita doa, bismillahirrohmanirrohim.... ya Rabb, ampuni orangtua kami, sayangi beliau berdua, berkahkan hidup beliau berdua, jadikan kami anak yang sholih & sholiha yang selalu mendoakan beliau berdua. masukkan keduanya di surgamu, jauhkan dari nerakamu, kami cinta keduanya, kamu juga sangat mencataimu ya Rabb... termakasih untuk semuanya, alhamdulillahirobbil'alamin, alfatiha... salam soko Cah Angon, Tyas Haryadi...

25 Jun 2013

Jangan Sampai Salah membuat Prioritas!

       Terkadang kita salah dalam membuat prioritas, saya sendiri kadang juga gitu, Astagfirullah. bangun tidur, telat belum sholat subuh, tapi kita milih nonton tv, atau buka JJS (jejaring sosial), astagfirullah. waktu buka HP, kita lebih milih tanya kabar temen2, kekasih (yg blm halal), TTM (teman tapi mesum). Kalau ortu? cuma pas butuh duit, atau kalau tidak gitu ya ada masalah butuh bantuan. Ingat ridho Allah = ridho ortu... 
     Waktu dapat rejeki, kita langsung mikir "eh, mau tak beliin apa ya?", padahal "ini sedekahin 10/50% ya, kemana yang lebih butuh nih?" lebih utama... waktu mau milih kerja, kampus, jurusan, pilihan kehidupan lain, lagsung mikir 'masa depanku nanti gimana ya kalau milih ini?', kita lupa ngadu sama Allah, istikoroh, doa aja lo lupa... 
     Bangun malem, kita malah nonton bola, ngerjain tugas, kita lupa untuk sholat malam... bahkan siang bolong, kita sering lupain itu sholat dhuha, lebih ingat agenda2nya dengan manusia, dari pada agenda dengan Allah.... yuk, benahi prioritas kita kawan... salam dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi ^_^

18 Jun 2013

Luangkan Waktu untuk Keluarga

Bulik, keponakan, nenek, ibu, adik, dari kanan.
Sesibuk2nya kita, luangkan waktu untuk keluarga, jangan sampai karena harta/organisasi kita lupa keluarga... 
Walau itu keyboard, layar LED, koneksi lebih menangtang, pastikan bersama keluarga lebih indah kawan... 
Saya orang IT (baru hampir 4th sih), & orang IT pada umumnya, biasa tidak tidur sehari semalam, buat bikin project, didapan monitor, ama kopi, dan seharusnya kita luangin juga waktu, cukup 1jam, untuk mendengarkan curhatan keluarga, anda akan benar merasa pny keluarga... 
Sering kita lupa dengan keluarga, apalagi untuk urusan mendengarkan keluh kesalnya, rumah bukan tempat mampir tidur... 
Rasulullah, adalah pemimpin pemerintahan, seorang pedagang, pemimpin umat, tetapi beliau selalu memperhatikan keluarganya... 
"Lakodkaana fi Rosulillahi uswatun hasanah!", yuk nyontoh Rosul, beri waktu kepada keluarga, rumah bukan cuma tempat mampir tidur, sering2 smsin kalau jauh, sering2 telfon, pasangin fotonya di wallpaper handphone, laptop, taruh dompet, cintai keluarga karena Allah. jgn berlebih, tp di pas in, semoga keluarga kita semua selalu diberkahi Allah... amin

Kalian lebih cantik kalau menutup Aurot!

Yang penting ada niat, Qulhu ae, kesuen!

       Yup, pagi ini sebelum 'kula bidal dateng malang' (saya berangkat kemalang), mau nulis sedikit tentang beberapa temen yang punya niat mulia + semangat 45. Kemarin sore (31/5/'13), saya kembali lihat latihannya RESMAPALA (Remaja SMA Pecinta Alam) di SMAN 1 Kawedanan, Magetan. Intinya lagi nyiapin acara buat diklat, sama milih2 baju + slayer buat angkatan 19 ini. 
       Ah, lalu ada forum sharing di akhirnya, saya liat ada cewek semua ini (7 + 1 g'masuk)? "mana cowoknnya?" tanya saya, "keluar semua mas" jawab Catur (senior kelas 3), "alhamdulillah" jawab saya... "kok alhamdulillah mas?" sertak cewek2 ini. "Dari pada keluar semua? anda ber8 juga keluar?", "iya2, hehe, kan habis mas" jawabnya lagi. "Itu metode syukur, syukur dulu, syukur lagi, syukur lagi, baru kalau meninggal jg Alhamdulillah, tapi Innalillah!" pungkas saya.
       Pemeriksaan kuku nih, 2 cew panjang2 kukunya, saya antem pake ujung hanphone (maafkan daku adik2). Tapi perlu ada seperti ini, karena kali ini saya guru anda, tapi saya juga salah, astagfirullah. 
       Saya sudah lama ingin bilang, tapi baru bisa kemarin. "Adik semua disini muslim kah?" | "iya mas!" | "yang bertiga belum pakai jilbab, alangkah cantik jika kalian pakai kerudung, itu tuntunan agama lo!" | "sudah ada niatan mas, tp nanti dibicarain gini2, dahulunya gimana2" | "ah, biarkan saja, setiap orang punya sisi gelap. Anggaplah mereka katak bersiul." | "katak kok bersiul? kalian yg cantik & sholiha tetap berlalu" | "kataknya dimakan elang" | "jar no wis, arep ngomong opo" tambah catur... lalu segera pulang sebelum selesai, karena mereka mau UKK (ujian kenaikan kelas) pada seninnya... 
       Mungkinkah seperti ini rasanya cew mau pakai jilbab seterusnya? (saya kan belum pengalaman), mereka sudah punya niat baik, insyaAllah dapat pahala, tapi jangan lama2, "qulhu ae lik, kesuen". Ini nih yang hits & saya suka, kami kaum adam juga sering lupa nutup aurot, apalagi yang suka main bola + futsal, sering buka aurotnya (saya jg sedang berusaha istikomah masalah ini)... semoga diberkahi Allah yg berusaha nutup aurot.. 
        "Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat." (QS. Al-a'raaf : 26) | aurot laki2 itu pusar-lutut, aurot wanita itu semua anggota tubuh, kecuali muka, telapak tangan & telapak kaki... salam dari sang PenggembalaTyas Haryadi... ^_^

21 May 2013

Tips jitu Menggandakan Uang,,,

ini uang mau berganda? baca tipsnya.
       Barusan baca statusnye saudara aye Ilmi, tentang menggandakan uang. wah keren, ini sebenarnya lagi dagang, keren noh, yuk pada dagang, dikembangin jadi bisnis pula... aye mau ngingetin, diri sendiri jg agan2 semua, bahwa sebaik-baik pengganda uang itu Allah, dengan cara apa? Sedekah! 
       Akan dibalas 10x lipat (QS. Al-anam : 160), minimal. Belum lagi bisa dilipatkan 700x lipat (QS. Al Baqarah : 261). dan pelipatan yang banyak, nih terserah Allah (QS. Al Baqarah : 245). Jadi sok jor-joran dah sedekahnya, yang lagi bisnis, usaha, sedekahnya jangan lupa, yang g'punya duit ada barang, yg g'punya barang ada tenaga, kalau Indonesia Bersedekah semua, insyaAllah bakal ayem negeri ini, kebutuhan tercukupi pula... 
        Info jg nih, Cml CahmagetanLibrary jg nerima sedekah, baik itu buku (ini yg utama, usahain ang bermutu), dana (mau buat memberdayakan anak gelandangan + pemaksimalan gerakan Indonesia Membaca, baik buat mereka yg buta huruf, buletin, dan yg baru bljr membaca), atau tenaga (masih sangat butuh kalau yg ini) barokallah... Salam dari Tyas Haryadi Sang Penggembala... ^_^
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com