Showing posts with label entrepreneur. Show all posts
Showing posts with label entrepreneur. Show all posts

20 Mar 2017

Kenalkan, ini dia bolameter.com


Tyas Haryadi, alhamdulillah, agustus tahun lalu, saya dan beberapa teman-teman, mulai dari Khotibul Umam, Dimas Bayu Anggara, Safari Al Fajri, lalu di susul dengan Rio dan lain-lain membuat sebuah website tentang sepakbola, namanya bolameter.com. Lalu apa istimewanya? Sampai sekarang belum nemu juga sih keistimewaannya, hehe, bingung, hehe...

Tapi, mulai sedari dulu, kami membuatnya atas satu hal, inilah 'pession' kami, sepakbola. Kami adalah orang-orang yang suka dengan sepakbola, pernah punya cita-cita menjadi pemain sepakbola, pemain timnas Indonesia (tapi tidak terlaksana, hehe), dan masih ingin berkontribusi kepada dunia sepakbola. Well, inilah, kami mempersembahkan bolameter.com, sebagai wahana berbagi opini, data dan sudut pandang tentang sepakbola, dalam cakupan luas.

Tetapi, dari diri saya sendiri, kami memiliki cita-cita bersama, impian keberlanjutan, setelah gagal menjadi pesepakbola, pemain timnas, bahkan pemain Manchester United (saya sendiri). Umam contohnya, dia bercita-cita menjadi ketua PSSI (Gantikan pak Edy suatu saat nanti). Safari juga, ingin menjadi pelatih sepakbola, utamanya menjadi pelatih timnas Indonesia, gantikan Luis Milla. Dimas ingin memiliki bisnis yang berhubungan dengan sepakbola, akuisisi Nike atau Adidas mungkin. Rio ingin menjadi penulis dan pengamat sepakbola, kalau di luar sana ada Giggs dan lainnya. Sementara saya sendiri, Tyas Haryadi, ingin mengakuisisi Manchester United, dan salah satu klub besar di Indonesia.

Hehe, agak muluk-muluk ya? Cita-cita, mimpi, itu harus tinggi dan muluk, kalau realistis, itu namanya target. Apapun itu, menangani bolameter.com, sekarang ini, adalah salah satu puing mimpi kami, salah satu pelampiasan kami. Tapi, kalau saya pribadi, berharap, ini tak hanya sekedar mimpi, tapi juga proses, ikhtiar, untuk mendapatkan ridho Allah. 

Sekian, semoga bermanfaat... ^_^

4 Jul 2015

Egois?

Repost lagi, dari akun FBku ~> Tyas Haryadi, kali ini tentang sebuah kultum di pesantren entrepreneur, selamat membaca, semoga bermanfaat:

Beberapa tahun yg lalu saya bertemu dg atasan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan. Bos saya bertanya, "pak Bagus, setelah keluar kerja apa yg akan anda lakukan?". Saya menjawab, "saya akan berbisnis pak!". "Berbisnis?" tanyanya, "pak Bagus, saya mau kasih saran, jadi orang jangan neko-neko. Seperti saya ini, kalau dihitung-hitung maka penghasilan saya sekitar 2,5 juta perbulan, apa yg saya lakukan? Saya bersyukur dg apa yg Allah berikan kepada saya, menerimanya dg kesyukuran, saya nikmati dan saya tidak neko-neko." Dalam hati saya, orang ini begitu egois, dia hanya mementingkan dirinya sendiri. Kalau memang cukup dg 2,5 juta perbulan, kenapa tidak mencari 20 juta, yg 17,5 jutanya dikasih orang lain. Jika kita cukup dg penghasilan kita sekarang, kenapa tidak mencari lagi untuk bisa membantu orang lain? Masih banyak saudara-saudara kita yg membutuhkan bantuan kita. Sering kali cita-cita kecil, karena kita sangat-sangat egois. Kita sering bekerja hanya dg target untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Di suatu pelatihan, saya pernah bertanya kepada seorang peserta, "berapa penghasilan yg anda inginkan?". Ada yg menjawab, "saya tidak tahu pak, saya tidak tahu ingin punya penghasilan berapa. Tapi yg saya inginkan, saya ingin punya pesantren, yg minimal mampu menampung 100 santri yatim piatu atau fakir miskin, dan mereka semua free, mereka semua gratis. Kalau saya hitung-hitung, minimal saya harus punya penghasilan 100jt perbulan." Bagaimana dg cita-cita anda? Berapa penghasilan yg anda inginkan perbulan? Berapa banyak anda ingin punya anak asuh? Berapa banyak anda ingin punya anak yatim piatu? Bisa jadi penghasilan kita sekarang kecil, karena cita-cita kita memang masih kecil. Cita-cita kecil, karena kita hanya memikirkan diri sendiri, barang siapa membantu masalah orang lain, maka Allah akan membantu menyelesaikan masalahnya. Allah akan melipat gandakan rejeki dan di infakkan tanpa batas, dan sebaik-baik kamu adalah yg paling banyak manfaatnya. Saya Bagus Hernowo, Pesantren Entrepreneur untuk anda rekan Data

Harus Kaya

Posting kali ini aku ambil dari catatan pribadi di akun facebook ku sendiri, Tyas Haryadi. Adapun catatanku sebagai berikut: 

Suatu saat, saya bertemu dg kawan di rumahnya, sambil bersilaturohim saya ingin mengajaknya berbisnis. "Pak, ayo pak berbisnis dg saya" | "saya tidak mau pak" Jawabnya mantab | Kemudian saya tanya "kenapa?" | jawabnya "saya takut kaya!". Saat itu saya kaget, ternyata ada orang yg takut kaya. Dia sangat paham, kalau menjalankan bisnis resikonya adalah kaya. Lalu saya bertanya, "kenapa anda takut kaya?" | "saya takut hubbuddunya, saya takut cinta kepada dunia". Dalam hati saya, 'luar biasa kawan saya ini, dia orang yg sholeh'. Dalam hati saya saya berdoa, 'Yaa Allah, orang sholeh seperti inilah yg seharusnya kaya". Karena kalau kekayaan dipegang oleh orang-orang sholeh, insyaAllah rahmatanlil'alamin. Tapi sayangnya, orang sholehnya tidak mau kaya, orang kayanya tidak mau sholeh.

Kemudian saya bertanya, "apakah hubbuddunya penyakitnya orang kaya saja?" | "tidak, orang miskinpun banyak yg menderita hubbuddunya". Masalahnya bukan dikaya atau dimiskinnya, tetapi bagaimana kita bersikap kepada kekayaan. Dengan alasan inilah banyak umat islam yg tidak mau bekerja keras, tidak mau berusaha menjadi orang kaya, dan tidak mau menjadi orang besar. Umat islam, terlalu besar untuk punya cita-cita kecil. Umat islam harus kaya, seperti kayanya Abu Bakar As-sidiq, seperti kayanya Umar bin Khatab, dan seperti kayanya Utsman bin Affan, karena kekayaannyalah islam bisa berjaya.

Rasulullah mengajarkan kita untuk berdoa, "Yaa Allah aku berlindung kepada Mu dari kekufuran dan kefakiran, aku berlindung kepada Mu dari azab kubur". Yang menjadi masalah bukan seberapa banyak kita mendapatkan uang, tp uang itu dari mana dan untuk apa. Sabda Rosulullah, "kita tidak boleh iri kecuali kepada 3 orang. Pertama, orang yg berilmu yg mengamalkan dan mengajarkannya. Yang kedua, orang yg mati syahid. Dan yang ketiga, orang kaya yang dermawan.". Ingatlah, kita adalah harapan masa depan umat, bangkit mulai sekarang, harapan itu pasti ada, Allah bersama kita. Bagus Hernowo pesantren entrepreneur

Tentu berbeda, jika orang sholeh yg punya hotel, dg orang bukan islam yg punya hotel. Sah-sah saja, di hotel bintang 5 misal, yg terdengar di lorong-lorongnya adalah murottalnya Syaikh Misyari Rasyid Alafasy, karena yg punya sholeh. Di SPBU, di minimarket, di mall, di studio, di apotek, toko bangunan, restoran, wajib tutup waktu sholat wajib tiba, semuanya sholat jamaah. Dan tidak ada itu SPG yg buka aurot, kalau yg punya dealer itu orang sholeh, pake hijab syar'i semua, malah bisa tidak ada lagi SPG (Sales Promotion Girl), diganti SPB (Sales Promotion Boy). Yakinlah, karena kita punya Allah Yang Maha Kaya, yg punya seluruh alam semesta....

Sumber: https://www.facebook.com/notes/tyas-haryadi/harus-kaya/1093309457352116

31 Dec 2013

Wira muslim

Ilustrasi menuju jalan menjadi wirausaha
#WiraMuslim 
       Akhir pekan, kata beberapa orang, tapi ini awal pekan untuk saya dan usaha, karena liburnya hari jumat... Mau membahas sedikit tentang Rasulullah sebagai pedagang, beruntung benar saya pernah diberi amanah di Masjid Al-hasan, Jl. Sasando no 185 Malang, masjid sebelah rumah Abah (Imam Suprayogo, mantan Rektor UIN Maliki Malang). 
       Waktu bulan puasa lalu, hampir tiap hari denger ceramah beliau, yang terus baru, salah satunya, tentang Rasulullah sebagai seorang pedagang. Rasulullah adalah seorang pedagang yang jujur, buruk dibilang buruk dengan harga murahnya, baik juga dibilang baik dengan harga mahalnya, harga 'kulakan' (apa bahasa bakunya?), keuntungan, tempat beli barang untuk dijual lagi, kalau ada yang tanya, pasti diberi tahu. 
       Yang membuat saya selalu ingat, adalah ketika beliau jualan barang sudah laku hari ini 9 buah, lalu ada pembeli ke-10 datang, ingin membeli. Beliau malah bilang, silakan beli disebelah, barangnya sama (kualitas), harga juga sama, tapi saya sudah laku 9 dari pagi, sebelah belum satupun. Subhanallah, beliau dagang bukan untuk sukses sendiri, tapi untuk sukses bersama, keinginan berbagi yg sungguh tinggi. 
       Lalu saya berkesimpulan, jangan pernah ragu untuk menyukseskan orang lain walau kita sendiri belum sukses (dalam hal harta). Jangan pernah ragu menyukseskan bisnis orang lain, walau bisnis kita juga belum laris2 amat, jangan ragu. Yakinlah, suksesin orang lain, dan biarkan Allah yang nyuksesin kita serta usaha kita, ini janji Allah, pasti ditepati. 
       Maksudnya juga tidak meninggalkan usaha sendiri, tetap usaha (yang wajar), jangan terlalu ngebut, sampai lupa teman, lupa keluarga, lupa Allah. Sambil promoin usaha orang lain juga, jangan mau kaya sendiri, semua untung mau diembat sendiri, itu nafsu dari setan, bukan dari hati. Ya Allah, suksesin kami, suksesin usaha kami, sukses dunia & akhiratnya, semoga bisa jadi syiar agama Mu pula. jadikan kerja kami, bisnis kami sebagai media untuk semakin dekat pada Mu, semakin bermanfaat bagi umat manusia, makin bersaudara. dan kalaupun kami mati dalam kerja ini atau bisnis ini, matikan kami dalam keadaan khusnul khotimah, aamiin, Alfatihah.... Sekian, semoga bermanfaat, dari saya Tyas Haryadi, #SangPenggembala
         Oya, sekalian promo usaha teman-temanku, ada www.ongistravel.com (spesialis travel paket wisata Malang & Jatim), ada www.traveljuandamalang.com & www.nahwa.co.id (spesialis travel Malang Juanda PP), ada Donat Bakar Ngawi, jejaring sosial www.kwikku.com, dan masih banyak lagi. Ini dahulu saja :D

15 Dec 2013

Prinsipku

Prinsip hidup, ku, kamu, dia...
       Bukan kerja sambilannya usaha, tapi usaha tujuannya ngabdi.... #prinsip kalau kebanyakan orang mikir, kerja dulu, nanti kalau sudah ada modal baru bukan usaha, itu bukan Tyas Haryadi... Aku terlalu banyak modal, jadi aku pilih untuk buka usaha, dan tujuan tetep ngabdi, ngabdi ke Allah... Aku masih bermimpi (berdoa) untuk jadi Bupati Magetan, Presiden Indonesia, Pelatih Timnas Indonesia, dan Pesantren Rakyat, tapi tidak akan mencari uang dari situ, aku mengabdi di mimpi2 itu, dari bisnisku sudah membludak insyaAllah... Ngabdi ke siapa? ke Allah!
       Trus ada yang tanya, bisnis cuma gitu apa bisa buat kaya? Kamu aja otak & mimpinya nggak sampai... Dari usaha ini aku bakal punya komplek di bukit bancak, IT & Multimedia, terbesar di dunia, tiap provinsi ada juga, tiap kabupaten cabangnya... Masih ada juga mau akuisisi PERSEMAG, mau diganti nama jadi PERSETAN, distro muslim CMD, Library terbesar di dunia CML, resto JAWA, semuanya, wajib mendekatkan diri kepada Allah, mau karyawannya, programnya, pemimpinnya, yang dititipin juga! 
       Jika ada gunung menghalang kan ku belah, jika samudera jd rintang kan ku keringkan! Semua yg ada di bisnisku wajib sholat 5 waktu jamaah, wajib dhuha, wajib sedekah, wajib tahajud, wajib baca Al-quran, g'mau? pecat! Semua punya salah dan dosa, kalau aku banyak banget, maafin ya twips, semoga Allah mengampuni kita, aamiin Keras itu diprinsip, tp hati tetep lembut, tingkah laku tetep santun, muka murah senyum, bibir murah dzikir dan doa... ^_^ Salam buat keluarga, dr Tyas haryadi #sangpenggembala, barokallah dulur.. ^_^

Mari Jadi Pedagang

Mari berdagang, gaes
       Sarjana itu adalah nikmat, tapi kadang2 bisa jadi beban, apalagi yang memilih jalur berbeda, kali ini ingin membahas tentang #dagang. Ada sebuah hadist, Rasulullah bersabda “Hendaklah kalian berdagang karena berdagang merupakan sembilan dari sepuluh pintu rizki.” Diriwayatkan oleh Ibrahim Al Harbi dalam Ghorib Al Hadits dari hadits Nu’aim bin ‘Abdirrahman, tapi oleh beberapa ulama' dianggap Dho’if.... Tapi, poinnya, Rasulullah adalah pedagang, walaupun beliau juga pemimpin pemerintahan, pemimpin agama, pemimpin kegiatan sosial,dll.... 
       Sewaktu seseorang punya pendidikan tinggi, sarjana, master, doktor, lalu tanpa terjun ke dunia kerja dia memilih untuk bisnis? akan banyak sekali singgungan, ketidak setujuan, saran2 (untuk tidak total di bisnis), bahkan menentang dengan tegaspun ada... apa lagi dia baru saja menolak banyak tawaran kerja, hanya untuk berpendirian TOTAL DI BISNIS.... 
       Salah ya jadi pengusaha? salah ya berdagang? salah ya kalau balik kampung? salah ya menolak banyak peluang kerja? TIDAK, yg salah itu muslim lalu jd kafir, yg salah itu muslim g'sholat, yg salah itu muslim tp selalu maksiat, yg salah itu muslim g'ibadah.... kamu pebisnis pemula, aku lo sudah 10th dibisnis (tp gitu2 aja), aku lo pemenang lomba entrepreneur nasional (5th lalu), aku punya aset 5M (sekarang), yg ini datangnya dari para pengusaha, yg sudah mapan dan lama,,,,, 
       Saranku PERHATIKAN SUNGGUH2, ucapin terimakasih dulu, senyum semanis mungkin, doain terbaik buat mereka, lalu? LUPAKAN.... bagaimana mungkin kita sampai puncak jika kita tidak pernah memulai dg langkah pertama? Bagaimana mungkin kita sampai puncak kalau baru dibilang "anda g'dapat sunrise dipuncak!" lalu anda kembali? Jangan pernah berhenti padahal belum memulai, jangan pernah berhenti jika belum sampai! kalau capek? Kalau tak ada tenaga lagi? Kalau sudah pol, nyerah, g'ada teman? Terjatuh, terluka, tersayat? Duduk, tarik nafas, liat langit, ada Allah bersama kita, Allah memberi qt kekuatan, Allah bs mengubah segala, Allah, Allah, Allah, bismillah... 
       Buka peluang, jd pengusaha, walau jd pekerja jg g'papa, yang penting halal... tp yg milih dagang, pengusaha, semangkA = semangat krn Allah... janjian yuk di surga nanti ketemuan di wilayah khusus pengusaha muslim, yg dana berlimpahnya untuk agama dan negara, untuk umat, agar berkah dunia akhirat... dari saya, Tyas Haryadi, Sang Penggembala...

5 Sept 2013

Modal Bisnis penting

Bisnis saya, mohon doanya saudaraku.
BISNISKU, IBADAHKU, DAKWAHKU,,,
       Kambingan, Magetan, 12 Syawal 1434H (19/8/'13M).... Barusan sharing dengan bapak tercinta, Supiran Pujo Hartono nama beliau. Tentang keinginan total saya di dunia bisnis, beliau membuka cakap-cakap hangat 1jam 12 menit kami dengan pertanyaan "sampean ora golek modal disik mas?" tanya bapak sambil pelemasan otot kaki beliau. "Hehe, kan pun gadah pak, saking jenengan lo pun katah!" jawab saya sambil nerusin push up.... 
       "Yo maksud bapak kerja le, golek duit, gawe modal usaha," sahut bapak masih dg aktivitas tadi. "Wingi pun pados KUR ten tiga bank, tapi kaleh ingkang radi cocok, nembe nawaraken investasi ugi ten 13 kenalan, niki 3 ingkang paring respon positif, ngentosi sanes." Jawab saya sambil istirahat push up dulu. Bapak menganggap kalau modal utama adalah uang, yah, maklum bapak saya sudah lama bergelut sebagai karyawan, beliau adalah mekanik kapal laut, kapal barang jalur nusantara. 
       Lalu saya bertanya pada bapak, lalu sekarang kalau bapak pindah ke usaha bagaimana? Beliau menjawab kalau sudah terlalu tua, ndak bisa ngubah pemikiran. Nah begitu pula dengan saya, kalau saya kerja dulu pasti saya keenakan dan tidak berminat di dunia usaha lagi nantinya. Bapak berujar sama, "emang kaya ngono le, yo'apa maneh nek bapak iki yo isone kerja melu wong, mugo cita-cita pean terkabul... aamiin".... 
       Lalu sampai kepada sesi terseru, tentang modal penting seorang pengusaha. Saya pikir MODAL TERPENTING seorang pengusaha BUKAN UANG, BUKAN ILMU, BUKAN JARINGAN, tapi YANG TERPENTING adalah KEBERANIAN. Saya kemudian cerita kepada bapak tentang pengalaman2 dagang saya, jadi makelar, jatuh bangun, sampai cita-cita bisnis di dunia sepakbola pula. Ini sesi gantian, ketika beberapa waktu lalu bapak yang cerita tentang pengalaman berlayar, susah payah beliau, dan kakunya lidah beliau belajar bahasa inggris.... 
       BERANI BUAT USAHA, sebagian orang menunggu modal duit untuk mulai usaha, padahal bisa aja minta ke Allah, ikhtiarnya bisa pinjem bank, bisa buka investasi, bisa patungan, bisa ikut lomba, bisa jual itu perabot pribadi/barang berharga. Yang jadi pertanyaan, BERANI KAGAK? Selanjutnya jika belum paham tentang hal itu, ya belajar, toh SEMUA ORANG ITU BODOH, tapi jarang ada ORANG NGAKU BODOH, itu masalahnya, BERANI KAGAK NGAKU BODOH? 
       Bapak juga nyinggung tentang JUJUR, beliau bilang, kalau jaman sekarang banyak orang ingin kaya mengandalkan banyak cara, termasuk bohong. Banyak orang TAKUT JUJUR, karena baginya JUJUR ITU AJUR, tapi sangat sedikit orang yg BERANI JUJUR, karena JUJUR ITU MUJUR, LUHUR DAN DERAJATNYA TIDAK BISA LUNTUR. "itu motto saya pak, dulu waktu jadi makelar sampai sekarang, insyaAllah saya pegang pak, kan itu pesen Eyang, juga Bapak." timpal saya, dengan bahasa jawa, yang ini sudah translate. 
       Terpenting adalah BERANI MENDEKATKAN DIRI PADA ALLAH, kenapa saya buat terakhir? Baru inget sob, hehe, astaghfirullah, seharuse pertama nih. Jarang sekali orang bisnis, deketin diri pada Allah, alasannya APA ADA HUBUNGANNYA? BISNIS HARUS PROFESIONAL, nah ini masalahnya, terkadang para pengusaha atau calon pengusaha terlalu PENGECUT untuk MENGHUBUNGKAN BISNISNYA DENGAN ALLAH. Lebih banyak lagi mereka PENGECUT untuk BERBISNIS PROFESIONAL BERSAMA ALLAH. Allah yang punya bumi seisinya, Allah yang punya semua uang didunia, Allah pula yang dapat melancarkan semua bisnis kita, berdoa pada Allah dah, BERANI KAGAK? 
       Di akhir khisah, saya mengajak anda untuk jadi PEMBERANI, berani membenahi diri, berani melayakkan diri, berani berniat mulia, BERANI KARENA BENAR, TAKUT KARENA SALAH. Salam untuk keluarga anda semua, semoga kita jadi manusia berani, dalam kebenaran. Terimakasih Bapak Tercinta untuk ilmu dan wejangannya hari ini, semoga kita semua selalu dalam lindungan Nya, semangat cari rejeki ya sob... Salam dari #SangPenggembala , Tyas Haryadi #IndonesiaMembaca GERAKANKUN... #RI1 IMPIANKU, MERDEKA, ALLAHUAKBAR....

20 May 2013

CMS ku!!

       Kemarin baru main dakon sama adik2 TPQ Al-hasan (aye suruh sih sebenarnya), ternyata mereka pada nggak tahu gimana itu aturan main "dakon". Belum lagi itu permain "egrang" yang sudah sangat langka, atau "ingkling" (dibaca engkleng). Mereka lebih kenal Angry Birds, atau mungkin LS, dan game2 lain.... ah, sampai permainan tradisionalpun mereka lupa... 
       Sebagai mahasiswa TI (Teknik Informatika), yang belum Sarjana (doain ye, buruan, bosen jadi mahasiswa), saya tidak suka coding, seakan bukan dunia saya! Saya lebih suka, ngonsep, ngerancang, menilai hal2 detil, proyeksi, penggebrak, analisa, dan setimnya, tapi bukan make 'if else' dan sekutunya! Lagi, saya emang dikit2 ngembangin CMS Cahmagetanstudio, GJ (nGgak Jelas) sih awalnya, karena motto saya "Qulhu ae lik, kesuen!" Saya memilih action, sebisa saya, senekat saya, dari pada duduk nunggu bulan jatuh, tapi juga baca mantra (doa). 
       Sekarang sudah mulai kebentuk sih mau bikin apa, studio Multimedia + IT. Kepengen Mulmed + IT Indonesia maju, sekaligus mandiri, mulai dari game2nya harus mengandung nilai budaya, yang lebih utama adalah agama! Ada sih yang sudah ada, tapi tidak dikemas dalam bisnis, hanya dikemas dalam IT. hasilnya? "hanya ketemu di Google, itupun jarang yang search, apa lagi dunlud!" 
       Sudah ada beberapa teman yang seiya sekata, Yonhie Chouul'n (setalah lulus mau pindahan ama ni saudara, doanya), Maika Noa, Dimas Bayu Anggara Poenva, Dedy Dork Streetteam (nih orang2 besar kelak pula, mereka punya sentuhan maut)... 
       Masih jauh dari Industri Mulmed + IT sebenarnya, jauh, jauh sekali, dilihat dari SDA (untuk Aset), SDM, patnership, tp sangat dekat, krn yg kasih jalan Allah... mohon doanya n dukungannya kawan, kalau mau join silakan, investasi? kami terima, cm mau ngelempar kerikil? kami terima juga! NB : ini ngerintis lo ya 
       Nih nama CMS saya ambil sejak akhir th 2010, bikin video pertama atas bantuan om Helga Aditya Rizqi Geovani, dalam berjalannya banyak yang telah ngebantu... makasih... barokallah semua, project gagal juga ada (walau saya masih yakin bisa dilaksanakan, tp nampaknya bkn dg tim yg sama)... saya mohon maaf sebesar2nya, dan mengucapkan terimakasih... 
       Om Asasun Najakh, Bambang Saputro, Zeta Anggie, yang ngebantu ambil video macam Rinda Wahyuni dll, juga banyak membantu, tanks... dan berbagai elemen yg tidak kami sebutkan satu persatu, barokallah all, insyaALlah kami akan lebih besar dari Google.com amin!! ini untuk ibadah kami, dg KEJUJURAN, TOTALITAS, & KREATIF TANPA BATAS KAMI BERKARYA!

5 May 2013

Renungan Malam Minggu

       Beberapa tahun lalu saya pernah ketemu dengan teman yang sudah mapan (bekerja, yang satu jd PNS, satunya lg jadi karyawan BUMN). 
Dia bertanya, "mari kuliah arep kerja nang ndi yas?" 
Saya jawab, "mau jadi pengusaha, punya CV, PT, pesantren, klub bula, perpus, studio, mall!" 
Beliau jawab lanjut, "dadi wong iku aja neko2, kaya aku ngene ini wae, dadi PNS, cukup gawe anak bojo mbesok!" "yo walaupun ora pada kaya gajine DPR, tapi kerja neng BUMN mesti warek gawe mangan keluarga!" 
       Bagi saya, itu egois, kenapa? QT bisa dapat 2500juta, lalu kenapa puas dg 2,5 juta? qt bisa memberi nafkah untuk 100 keluarga dg usaha kita, knp puas dg keluarga sendiri.... PENGUSAHA itu bukan hny mau kaya, tp gimana bisa kaya bersama2. manusia itu bukan tentang harta, tp tentang seberapa manfaat dia... mari jadi pengusaha!!!! :) , Salam dari Tyas Haryadi, Sang Penggembala... ^_^

25 Apr 2013

Apa Uang itu?

Jika anda memfokuskan diri untuk mengumpulkan uang, anda materialistik.
Jika anda berusaha namun tidak mendapatkan uang, Anda pecundang.
Jika Anda mendapatkan banyak uang dan menyimpannya, anda kikir.
Jika anda mendapatkannya & membelanjakannya, anda boros.
Jika anda tidak memusingkan uang, anda tidak ambisius.
Jika anda dpt bnyk uang & menyimpannya ketika anda mati, anda bodoh, krn mencoba membawanya.
"Uang adalah hamba yg mengagumkan namun majikan yg mengerikan. Jika anda dikuasai oleh uang, anda akan menjadi budaknya"
dari Tyas Haryadi Sang Penggembala... ^_^

28 Feb 2013

Pesan Ibu

Animasi tentang Ibu, yang cintanya tiada tara.
       Suatu hari, tampak seorang pemuda tergesa-gesa memasuki sebuah restoran karena kelaparan sejak pagi belum sarapan. Setelah memesan makanan, seorang anak penjaja kue menghampirinya, "Om, beli kue Om, masih hangat dan enak rasanya!" "Tidak Dik, saya mau makan nasi saja," kata si pemuda menolak. Sambil tersenyum si anak pun berlalu dan menunggu di luar restoran. 
       Melihat si pemuda telah selesai menyantap makanannya, si anak menghampiri lagi dan menyodorkan kuenya. Si pemuda sambil beranjak ke kasir hendak membayar makanan berkata, "Tidak Dik, saya sudah kenyang." Sambil terus mengikuti si pemuda, si anak berkata, "Kuenya bisa dibuat oleh-oleh pulang, Om." Dompet yang belum sempat dimasukkan ke kantong pun dibukanya kembali. Dikeluarkannya dua lembar ribuan dan ia mengangsurkan ke anak penjual kue. "Saya tidak mau kuenya. Uang ini anggap saja sedekah dari saya." Dengan senang hati diterimanya uang itu. Lalu, dia bergegas ke luar restoran, dan memberikan uang pemberian tadi kepada pengemis yang berada di depan restoran. 
       Si pemuda memperhatikan dengan seksama. Dia merasa heran dan sedikit tersinggung. Ia langsung menegur, "Hai adik kecil, kenapa uangnya kamu berikan kepada orang lain? Kamu berjualan kan untuk mendapatkan uang. Kenapa setelah uang ada di tanganmu, malah kamu berikan ke si pengemis itu?" "Om, saya mohon maaf. Jangan marah ya. Ibu saya mengajarkan kepada saya untuk mendapatkan uang dari usaha berjualan atas jerih payah sendiri, bukan dari mengemis. Kue-kue ini dibuat oleh ibu saya sendiri dan ibu pasti kecewa, marah, dan sedih, jika saya menerima uang dari Om bukan hasil dari menjual kue. Tadi Om bilang, uang sedekah, maka uangnya saya berikan kepada pengemis itu." Si pemuda merasa takjub dan menganggukkan kepala tanda mengerti. 
       "Baiklah, berapa banyak kue yang kamu bawa? Saya borong semua untuk oleh-oleh." Si anak pun segera menghitung dengan gembira. Sambil menyerahkan uang si pemuda berkata, "Terima kasih Dik, atas pelajaran hari ini. Sampaikan salam saya kepada ibumu." Walaupun tidak mengerti tentang pelajaran apa yang dikatakan si pemuda, dengan gembira diterimanya uang itu sambil berucap, "Terima kasih, Om. Ibu saya pasti akan gembira sekali, hasil kerja kerasnya dihargai dan itu sangat berarti bagi kehidupan kami." Salam dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi... ^_^
Baca juga berbagai kisah motivasi dan menyentuh lainnya :
kunjungi pula blog saya yang lain --> Kunjungi Magetan , Tyas Haryadi RI 1, dan usaha saya at Cah magetan Distro... terimakasih... ^_^

13 Jan 2013

Ikan di KM, lele disebelah rumah, kotak buah, dan sayung bong

Kolam lele, disamping rumah, ini nih, sampai ke dalam KM.

       Kamar mandi ada ikannya, mengingatkan tempat mandi sewaktu masih SD. Ada ikan yang berenang kesana kemari sewaktu mengambil air dengan 'cebok' (gayung), saya sewaktu Pengabdian Masyarakat (PM) juga menemukan hal serupa di KM masjid. Alam selalu bermanfaat untukmu kawan, itulah hikmahnya. Selain itu disamping rumah orangtua mas Fauzi ada sawah, juga ada kolam lele dan gurami. Intinya apa potensi disekitar anda, manfaatkan semanfaat mungkin. Karena di daerah ini air masih cukup berlimpah (walau harus dengan sumur) disana saya sedikit belajar kembali tentang pengolahan lele dan jenis ikan lain. 
       Dahulu semester 5, saya sering bermain dengan lele, bergelut, memberi makan dan lain sebagainya. Belajar membuat tempat lele bertingkat, mengukur PH (kadar asam basa air), membuat pakan sendiri, memberikan plankton (bukan yang di spongebob) sendiri dengan alami. Yah, cukuplah nanti kalau ketemu masalah lele, saya dapat bekal sedikit. :), tapi saya juga pernah ternak lele sendiri waktu SMA, mati sebagian besar, belum tahu apa-apa, modal dari bayar penyiar radio swasta. | Nah, beliau juga punya usaha kotak buah, ini dahulunya usaha kakaknya, lalu dilanjutkan ibunya. Masalah klasiknya adalah mereka tergantung pesanan, bukan mencari pemesan atau membuat pemesan. 
Tempat produksi kotak buah, di usaha milik keluarga.
       Masa jaya banyak sekali pemesan, sampai menolak dan kualahan padahal banyak mengerjakan orang lain. Sekarang hanya ada satu pemesan (paman beliau sendiri) itupun juga jarang-jarang. Inovasi seharusnya terus berkembang, bahkan braind (nama produk) mereka masih sangat sulit untuk membuat, yang sederhanapun belum ada, misal "KOTAK BUAH BU RIKAH". Ini penting kawan, membuat braind. Tapi yang paling saya rindu adalah suguhan sayur "bung pring + pete". Tahukan anda 'bung pring', yaitu tunas bambu muda, bambu ori atau petung, yang masih muda dan besar. Disayur, tinggi protein dan enak lo kawan, saya ketagihan berkali-kali. 
        Sayang kalau dirumah jarang yang masakin :D, wahai Calon ibu dari anak2ku, nanti kapan2 kita masak bareng ya 'bung pring' :D. Nah, ada pula pete rebus, pete yang bikin bau kencing dan bau mulut wow. Tapi khasiatnya juga subhanallah lo, apapun makannya utamakan yang lebih alami. OK? hidup alami, salam dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi... ;)

2 Aug 2012

Kunci Kemenangan katak lawan kangguru, Motivasi Bisnis

Ilustrasi, katak buta, pemenang lari.
       Alkisah di sebuah padang rumput Australia (karena saya lebih cinta dalam negeri, jadi saya ubah tak apalah. :D) *baca cinta produk dalam negeri*, yang saya ganti di padang rumput papua, Indonesia. Terjadilah perdebatan antara berbagai macam binatang, tentang siapakah yang paling jauh dan paling cepat melompat diantara semua binatang. Setelah menimbang, memilih, dan memutuskan, maka keluarlah dua nominasi terbaik, yaitu kangguru dan katak. 
       Tetapi dari kedua binatang tersebut, mereka ragu, siapakah yang memang tercepat dari kedua hewan tersebut. Akhirnya, diputuskanlah (entah dengan musyawarah mufakat atau voting) bahwa perlu diadakan lomba antara kedua jenis hewan tersebut. Maka, berkumpullah semua katak dan kangguru (tentunya yang sudah cukup umur untuk mengikuti lomba serta kredibel, kan tidak mungkin katak hamil ikut lomba ini, atau kangguru kena obesitas). Dilihat dari posturnya saja mungkin sudah kelihatan, siapa yang akan menang dari keduanya. 
       Selanjutnya banyak suara-suara minor yang merendahkan kemampuan katak, dan menjagokan kangguru untuk menang. Ada yang bilang “mana mungkin katak bisa menang dengan kangguru, tidak terinjak saja sudah beruntung”. Ada pula yang memprediksi “satu lompatan kangguru sama dengan empat lompatan katak, sudah tidak ada harapan untuk katak”. Bahkan, juga ada yang mengkritik habis-habisan “sejak kapan hewan dua dunia (air dan darat, seperti katak) menjadi raja lompat di daratan, mungkin nanti dia tak akan kembali ke air jika menjadi pemenang (semacam meragukan kemampuan).” Dan suara-suara minor lainnya. 
       Akan tetapi hal itu tidak berlaku untuk salah satu katak yang terus melompat, dia tidak peduli dengan cacian pononton. Sorak sorai penonton tak dipedulikannya sama sekali, bahkan dia seperti malah termotivasi. Satu, dua, tiga, empat, sampai kangguru terdepanpun ia lewati dengan sangat gagah berani. “Maju tak gentar!” mungkin itu jargon yang cocok untuk katak sewaktu mengikuti perlombaan itu. Sehingga pada akhirnya dialah yang memenangkan perlombaan itu, katak menang dari kangguru. 
       Semuanya bergegas mendekati katak itu, ingin tahu apa rahasia dia bisa memenangkan lomba itu. Karena banyak yang terkagum-kagum, mereka bertanya banyak sekali, “ngalor ngidul” (keutara keselatan), tapi katak itu hanya diam saja. Rahasia kemenangan sang katak sangatlah sederhana, karena katak itu tuli. 
       Jadi apa yang seharusnya dilakukan seorang pengusaha/pebisnis ketika mendengar cacian, sorakan, atau ketidak sepakatan orang lain? Yups, benar, anda cukup menjadi tuli (bukan harus merusak gendang telinga segala). Anda cukup tidak menganggap dia berkata itu, tapi anggap dia sedang memotivasi anda. Ini hidup anda, bukan hidup mereka, ini bisnis anda, bukan bisnis mereka. Belajar tuli untuk memenangkan pertandingan (baca tips jadi sukses), seperti katak ini. semoga bermanfaat, salam dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi. ^_^

31 Jul 2012

Kubilang ini smart work

Tyas Haryadi, waktu jd Pemateri training.


       “KERJA KERAS ADALAH LANGKAH MENUJU KESUKSESAN” tahu ini kata bijak siapa, tapi intinya tentang KERJA KERAS. Sudah kawan, zaman sudah berkembang, sudah waktunya kita KERJA CERDAS, bukan KERJA KERAS. Sekarang sudah waktunya berubah pikiran (mindset kawan), kalau berpikir menjadi seorang pengusaha, anda harus bekerja lebih efisien, tak hanya kerja lebih keras. Saya mendengar kata “smart work” adalah dari dosen saya, Totok Chamidy nama beliau. Dari waktu itu saya selalu mengingat dan berusaha mengembangkan kata-kata ini, perlahan demi perlahan tetapi semakin cerdas. 
       Orang juga sering bilang, “sambil menyelam minum air”. Tetapi saya berpikir berbeda, kenapa harus minum air? Karena kita nyelam di air kah? Bukan, seharusnya motto itu sudah berganti “sambil menyelam minum susu, sekalian makan roti” ini baru langkah maju, baca ‘satu langkah kebelakang untuk maju’. Jadi harus cerdas, saya memulai sesuatu dari hal-hal simple, misal, ketika saya berjalan ke kampus dari ma’had (karena asrama dan kampus berada di satu area) saya komplitkan dengan zikir, banyak-banyakin juga mencari ide, berpikir tentang langkah selanjutnya, lanjut-lanjut. Hari ini saya mau apa saja, nanti setelah ini saya akan kemana, kemudian, besok saya mau apa, ingat kembali mimpi saya. Semua sudah terencana, terprogram ketika saya berjalan sampai ke kampus. *satu masalah selesai, ketika yang lain hanya berjalan membahas bla-bla, tetapi kita sudah punya rencana yang subhanallah. SMART WORK. 
       Ketika memulai sesuatu kita juga harus cerdas, seperti ketika memilih sebuah usaha (baca, cara memulai bisnis baru dengan cerdas). Ada pula kecerdasan ini juga harus dibawa kesemua waktu dan kondisi, ingat yang kan lebih cepat hilang itu waktu, jadi manfaatkan waktu sebaik-baiknya kawan. Ketika sedang berjalan, terkadang kita hanya fokus dengan jalan, padahal selain fokus dengan jalan kita bisa memikirkan dan merencanakan hal-hal lain, misal membuat strategi untuk ujian (baca, strategi melewati ujian hidup). Nah, itu salah satu alternative, tetapi ada beberapa orang yang tidak bisa memecah pikiran dan konsentrasi, anda bisa membawa headset, dengarkan lagu-lagu yang membantu, dengarkan pengajian, dengarkan Al-quran, sholawat, dan mungkin materi-materi lain. SMART WORK 
       Dalam melakukan perjalanan biasanya hanya satu tujuan yang kita ambil, kenapa tidak 3 atau 5 tujuan sekalian? Satu lompatan 3 atau 5 pulau terlampaui. Biasanya dua tiga pulau terlampaui, sekarang ubah, kerja harus lebih efisien, lebih menghasilkan. Ketika kuliah, mungkin orang akan berpikir untuk lulus saja, kenapa tidak sekalian mendapatkan kerja/membuat lapangan kerja? Kenapa tidak sekalian mendapatkan jodoh? Kenapa tidak sekalian menambah ketakwaan? Itu kawan, hal ini juga membuat kita jadi pribadi menarik (baca, 7 tips menjadi orang menarik). Jadi, ketika kita melakukan perjalanan ke pulau Madura misal, yang rumahnya asli Jawa Barat. Tentu kita ada saudara, disekitar perjalan, kenapa tidak silaturohim sekalian. “sekarang sudah ada telpon, sudah ada 3G,” tapi berbeda kawan ketika datang kepada saudara itu sendiri. Juga silaturohim kepada teman-teman, sekalian juga itu cari sesuatu yang berbeda, bisa ditulis untuk teman, bisa bermanfaat untuk yang lain, bisa ditambah lagi untuk mencari uang juga. SMART WORK. 
       Ini juga saya alami, ketika kemana saja, saya harus bawa Al-quran dan buku (bacaan dan tulis). Kenapa? Disaat kita kemanapun tentu akan ada waktu luang, nah, itu dimanfaatkan, pasang headset juga, dengarkan yang baik-baik pula kawan, ok? :D | hal lebih penting lagi adalah mencoba membelah konsentrasi, 2, 3, atau sampai lima kalau perlu. Bagaimana caranya? Latihan dong, saya pernah menulis tangan kanan dan kiri dengan tulisan yang berbeda juga membaca satunya menulis, satunya mengomentari status dan inbox dijejaring sosial, satunya makan dan juga mendengarkan MP3 (kebanyakan ceramah, motivasi, dll). Jadi, ketika yang lain di kelas hanya mendengarkan guru/dosen mengajar, kita bisa sekalian membaca, tanpa kehilangan apa yg dikatakan dosen, bahkan teman yang mengajak ngobrol juga masih terekam di otak kita. Ini memang perlu berlatih dengan tekun, sangat tekun (baca, bola karet pengasah ketekunan), tapi saya yakin akan berhasil. SMART WORK 
       Jika kita mampu kerja cerdas, tak hanya kerja keras, maka kita akan menjadi golongan kecil nan berkelas. Sebuah kelompok yang akan berbeda tetapi juga memiliki kelas istimewa, baca ‘pengusaha, kelompok minoritas yang berkelas’. Sekian kawan, semoga bermanfaat, “kita boleh kerja keras, tetapi sudah waktunya untuk lebih kerja cerdas, SMARK WORK”. Sekian dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi…. ^_^

11 Jul 2012

Saya tak mau kerja setelah lulus kuliah

tampang sewaktu semester 2.
       Kawan, sedikit berbagi tentang dunia bisnis. Saya sudah memutuskan untuk mengatakan, bahwa “BISNIS IS DAKWAH” dan diniatkan utama untuk ibadah. Tetapi untuk menatap dan merintis kehidupan sebagai pebisnis memang tidak semudah membali telapak tangan. Terlebih ketika meminta restu orangtua kawan, ingat “ridho Allah berada di ridho kedua orangtua, dan murka Allah berada di murka kedua orang tua”. Saya zaman SMA (masih jadul, suka kelayapan, dan serba suka-suka gue, baca Rabbit head, masa putih abu-abu), sangat mengidamkan posisi sebagai TNI AU, sampai kelas 3 SMA fokus untuk jadi prajurit Negara. Tetapi karena kegagalan yg dikehendaki Allah (keberhasilan tepatnya, berhasil mengambil takdir), saya memilih untuk kuliah. 
       Menempuh jalur studi Teknik Informatika (bukan pendidikan), itupun setelah mental STAN (Sekolah Tinggi Administrasi Negara) dan AMG (Akademi Meteorologi Geofisika). Tanpa sadar, saya telah menuju step untuk menjadi pengusaha sukses (sekarang dilihat dari omset belum). Tahukan anda, tantangan terberat pengusaha setelah dirinya sendiri adalah keluarga. Kenapa? Mencari restu dari keluarga terutama kedua orangtua tidaklah mudah kawan, apalagi dengan mindset pekerja. Ibu dan Bapak saya bukanlah pengusaha, beliau berdua adalah pekerja (Bapak karyawan perusahaan swasta, ibu bekerja di Badan Kredit Desa). 
       Beliau berdua masih berpikir bahwa kuliah nantinya harus menjadi pekerja, kerja di kantor besar dengan pekerjaan ringan (bukan mengandalkan otot) atau paling tidak jadi PNS (profesi idaman di Magetan). Sayapun pada awal tidak terlalu berani membangkang ketika beliau berdua berkata setelah lulus kuliah nanti kerja ya nak, kerja yang enak, jadi PNS atau di kantor pemerintahan. Itu hanya berlaku di semester 1 saya kuliah, walau disemester yang sama saya sudah bicara lain dihadapan teman-teman lain. Yups, saya tidak mau bekerja kepada orang, perusahaan, dan lain-lain (intinya pekerja), saya mau mempekerjakan orang setelah lulus nantinya. Jadi pengusaha kawan, bukan jadi pekerja, untuk apa kuliah jauh-jauh, habiskan biaya banyak kalau hanya untuk menjadi pekerja? *motivasi saya. 
       Tetapi orangtua berpikir lain, Ibu misal, beliau berpikir kalau menjadi pengusaha itu tak perlu pintar, tak perlu sekolah tinggi-tinggi, habiskan uang banyak. Bapak juga selalu mengatakan harapannya untuk melihat saya kerja ringan, tidak seperti beliau yang menjadi mekanik kapal laut, bergulat dengan oli dan mesin-mesin. Tetapi dengan yakin di semester 2, saya mengatakan kepada ibu dan bapak “setelah lulus saya tak mau bekerja, tapi saya mau mempekerjakan orang!” Hal ini sudah tak bisa ditawar, beliau berdua tetap kontra dengan pilihan saya. Dan dengan perlahan saya menjelaskan kepada ibu dan bapak, baik dengan ucapan ketika telpon (saya kuliah di UIN Maliki Malang, tapi 1 semester tidak pernah pulang sebelum libur panjang, misi efisiensi dan bisnis). Juga dengan tindakan dan usaha (menceritakan apa saja yang telah saya lakukan dan perbuat). 
       Hal ini ternyata mulai mengubah mindset Ibu Bapak saya, Alhamdulillah, sekarang beliau berdua mendukung saya menjadi pengusaha. Dan tahukah anda kawan, dari restu itu yang saya peroleh dengan perjuangan lebih dari 2 semester, Alhamdulillah sekarang bisnis mulai berjalan lancar. Walau terkadang Ibu Bapak lagi-lagi mengungkit masalah untuk kerja, terpengaruh keluarga lain atau lingkungan mungkin. Karena tergiur sebulan dapat 3juta, 4juta, dll, sementara sebulan saya belum bisa dapat income lebih dari 1juta sekarang ini. Tapi penting bagi sebuah pengusaha untu memiliki visi dari awal kawan, jangan tergiur, tetap fokus dengan apa yang anda inginkan, itulah pengusaha. 
       Mungkin akan banyak orang berkata “bukannya kamu jadi pekerja pula jika bekerja untuk perusahaanmu?” (sudah berlaku). Tapi maaf, saya hanya akan mendengarkan, membaca, mengapresiasi, tersenyum ( ^_^ ), tapi tak akan saya ikuti pikiran itu. Saya tak mau kerja setelah lulus, “kerja” jadi pekerja oranglain, saya hanya akan bekerja untuk aturan saya, pemikiran saya, ide saya, dalam bisnis saya yaitu CMS (Cah Magetan Studio), dan bisnis yang total untuk dakwah saya CML (Cah Magetan Library). Hidup itu harus tegas, keras, kalau tidak silahkan pulang, ngempeng lagi, tak butuh pengusaha pengecut. Walau bau kecut itu tak masalah, asal mental bukan pengecut. (pengusaha), sekian semoga bermanfaat, salam dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi…. ^_^

31 May 2012

Pengusaha, mari belajar filosofi katak

Animasi Katak, filosofi entrepreneur.
       Kawan, baru saja saya dan tim A+ (nama Event organizer merangkap kelas mata kuliah kewirausahaan) mengadakan “PAMERAN INDUSTRI KREATIF & BAZAR”. Tepatnya pada tanggal 21-25 Mei 2012, di gedung B.J. Habibie lantai 1 Fakultas Sain dan Teknologi UIN Maliki Malang mulai jam 08.00-03.00. Sewaktu mengadakan pembukaan kami mengundang dekan Fakultas Saintek UIN Maliki Malang, beliau adalah Soetiman Bambang Soemitro (gelar tak saya tulis, tak hafal boy). Selain itu memang ada bapak dosen KWU (kewirausahaan) Fachrul Kurniawan, dan sekretaris Jurusan Teknik Informatika Faturrochman. 
       Tetapi yang mengambil tertarik saya sewaktu pembukaan adalah kata bijak bapak Dekan. Beliau memvisualisasi pengusaha dengan sifat katak (maklum beliau basicnya adalah biologi). “jadi pengusaha jangan seperti katak, ketika dia dipanaskan dalam wadah pemanas perlahan dia tidak akan bergerak sampai dia mati. Jangan pula menjadi kata yg dipanaskan dengan api, yang dia meloncat karena panas yang menyengat dari api itu dan akhirnya dia lompat keluar. Tapi jadilah nyaman dengan segala kondisi, lalu ciptakan peluang, beranilah tampil beda, itulah entrepreneurship!” itulah sedikit kutipan dari kata-kata beliau kawan. 
       Saya yang berlaku sebagai ketapel (ketua pelaksana) memang memberi sambutan, mengutamakan pada kontribusi “laskar Ulul Albab” dengan acara ini. Tetapi tetap kalah kelas dengan tausiah bisnis dari bapak Dekan. Dari itu saya mulai menyadari bagaimana cara berpikir bapak Dekan yang sempat terlupakan. Sekedar flashback, saya pernah bertatap muka dan sering berdialog dengan bapak ini sewaktu saya menjadi SC (stiring comite) dan Moderator seminar nasional. Yang waktu itu di isi oleh pak Romi Satrio Wahono, lulusan Jepang sampai program Doktor dan pemilik IlmuKomputer.com. Sewaktu itu saya sehari bersama pak Dekan, seperti lama saya bersama pak Romi, dan diwaktu penutupanpun kami sempat bercanda tawa, dengan gaya khas broadcast saya. 
       Pengusaha itu tentang sebuah konsep yang tak mau mati dalam keadaan yang sebenarnya membunuh anda secara perlahan. Ketika menjadi PNS atau pegawai biasa-biasa itu sebenarnya sebuah pembunuhan karakter. Bagaimana bisa? Itu karena anda tak bisa memaksimalkan kerja otak anda, yaitu memberikan segala kreatifitas, ide-ide, dan kerja yang dengan cara anda. Karena anda menjadi terkengkang, tidak punya tuntutan untuk kerja maksimal. Ini sangat berbeda ketika anda hidup sebagai pengusaha, maka anda kan dituntut untuk berkerja dengan penuh forsir, seforsirnya. Akhirnya anda akan menjadi seorang yang tak mau mati terebus seperti katak itu tadi. 
       Sementara untuk hal lain, ketika sebagai pengusaha kita dihentak masalah (api besar). Akankan kita akan lompat? Tentu tidak, kita harus menghadapi api itu, karena didalam api itu ada peluang kawan. Berbeda dengan katak, atau seorang karyawan yang harus bekerja di bawah underpresure, atau dengan situasi yang tidak dia inginkan, maka dia akan segera pergi. Tetapi tentu anda akan lebih tangguh jika anda menghadapinya dan membaca peluang dari masalah itu. Begitu pula para pengusaha harus membaca peluang dari api besar, padahal dari api besar itu kita bisa membuat wahana sate masal, bakar ikan, dll. Sekian dulu kawan, semoga bermanfaat, salam dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi… ^_^
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com