Showing posts with label Nasionalisme. Show all posts
Showing posts with label Nasionalisme. Show all posts

17 Sept 2016

Semarak FesTIK 2016 Jogja, CAN DO RI (Kenduri)

Suasana pembukaan acara FesTIK 2016 

Assalamu’alaykum wr wb, selamat membaca semuanya, kali ini aku pengen cerita sedikit (banyak) tentang sebuah acara yang seru (banget). Apa itu acaranya? Yuk, aku ulas sedikit-sedikit ya (lama-lama jadi bukit), bismillah. Acaranya adalah “Festival TIK 2016” di Jogjakarta, pasti sebagian orang yang belum tahu bertanya-tanya, apa itu Festifal TIK? Festifal TIK (kedepan pake FesTIK saja ya) adalah sebuah acara, yang pada intinya bisa anda baca di website ini ~> http://festival-tik.web.id/ hehehe.

Acara ini adalah kegiatan tahunan dari Relawan TIKIndonesia, digunakan sebagai ajang upgrade ilmu, silaturohim, kongkow, evaluasi dan musyawarah nasional (munas) RTIK se Indonesia. Lah, masih ada yang belum tahu apa itu RTIK Indonesia? Monggo (silakan dalam Bhs Indonesia), lihat di web nya ~> http://relawan-tik.or.id

Acara FesTIK sudah dilaksanakan sejak tahun 2012, selalu ada setiap tahunnya, sampai sekarang. FesTIK 2016 kali ini bertema“TIK SEBAGAI PILAR PEMBANGUNAN DAN PERADABAN NUSANTARA”.  Sementara nama acaranya adalah CAN DO RI, Apa Yang Dapat Kau Lakukan untuk RI. “BERSAMA MEMBANGUN MASYARAKAT INFORMASI INDONESIA”. Acara ini diadakan pada tanggal 16-17 September, bertempat di Grhatama Pustaka Jogjakarta. Mau tahu seperti apa Grhatama Pustaka Jogjakarta? Sudah, browsing saja, mau artikel, foto, atau videonya, sudah ada semua kok, hehe. Tempatnya nyaman dah, jauh dari kebisingan kendaraan, yang terpenting (bagi kaum muda), banyak spot yang cocok untuk foto (baik selfie, grufie, dkk).

Salah satu tempat keren untuk foto di FesTIK 2016
Trus ada apa saja sih di FesTIK 2016? Ada aku gaes, hehe... Kenalin dulu, aku adalah Tyas Haryadi, Relawan TIK Kab. Magetan (bukan Magelang ya, BUKAAAAN) Prov. Jawa Timur. Tampang pas-pas an (pas banget gantengnya ckckckc), orangnya manis, baik hati, jujur bertanggung jawab dan dapat dipercaya, garansi seumur hidup, ah bahas apa aku ini, hehehe.

Mari kembali ke topik, keseruan dalam acara ini dapat dilihat dari beberapa elemen (sok nulis serius, hehe). Pertama adalah peserta, bagaimana nggak seru, pesertanya itu adalah RTIK pusat, provinsi, dan kota/kabupaten seluruh Indonesia raya. Dari Sabang sampai Meraoke, Miangas sampai pulau Rote, semua hadir di sini (minimal perwakilan lah, ada juga yang diwakilin salam). Belum lagi banyak Kadin atau yang mewakili, baik dari kabupaten maupun provinsi.

Kedua, pemateri, ada siapa saja, wow, banyak sekali pembacah, ada bapak Presiden Republik Indonesia (diwakili foto, kata-kata dan program-programnya), ada menteri Kominfo (diwakili), ada Gubernur DIY (diwakili wagub), Bupati atau Walikota berprestasi dalam bidang TIK dan banyak lagi, lengkapnya ada di sini ~> http://festival-tik.web.id/kegiatan/pembicara-narasumber/.

Ketiga adalah materi, masyaAllah, materi begitu banyak, bervariasi. Bagaimana tidak, ada 5 ruangan, semua ada materi yang berbeda-beda dengan isi yang luar biasa, kadang saya sendiri bingung mau pilih yang mana, BAGUS-BAGUS SEMUAAA. Sehari ada 3-4 materi di setiap ruangan, wow bukan? MasyaAllah banget.

Keempat adalah Fasilitas, fasilitas apa saja yang di dapatkan pada acara FesTIK 2016 ini? Banyak sekali, dari kami para relawan, dapat akomodasi dari bandara, stasiun, dll. Para rewalan TIK juga dapat penginapan, komplit makannya, gratis camilannya, kopinya, tehnya, kalau yang nge-rokok juga sering dapet gratisan rokok atau korek. Belum lagi hadiah hiburan, kenang-kenangan, bahkan hadiah bukan hiburan (seperti sekarang ini nih, lomba blog, jangan bilang siapa-siapa ya ;) ). Fasilitas musik, panggung hiburan, tempat selfie atau berfoto ria, internet, tempat ibadah, toilet, parkir, AC, apa lagi ya? Buanyak pokoknya.

Kelima, adalah plus-plus, plus silaturohim dengan para relawan, dinas, pihak sponsor, dan masih banyak yang lain. Plus ilmu secara tersurat maupun tersirat, bisa jadi dari pemateri, dari lingkungan, situasi, peserta lain, bahkan alam. Plus wisata, baik wisata mata, wisata pikiran, wisata mental, wisata musik, pokoknya wisata jasmani dan rohani lah. Plus nambah relasi, teman, bahkan saudara, mungkin ada juga yang nambah anggota keluarga (bakal calon suami/istri untuk yang jomblo, atau calon menantu). Plus jumlah foto dan video bertambah banyak, akun medsos aktif terus, terus-terusan aktif, hehe

Plusnya masih banyak sekali yang lain, tapi segitu saja dulu lah, ceritanya. Plus doa yah, biar acara macam seperti ini makin banyak, makin berkualitas, makin meriah, makin seru. Semoga acara TIK yang lain, di negeri ini lancar dan berkah, aamiin. Kalian semua dapat salam keseruan FesTIK 2016 Jogja, sekian, dari aku, orang paling ganteng sedunia (kata istriku), wassalamu’alaykum ^_^

4 Jul 2015

Angkutan Umum Gratis?

Masih dalam masa repost semua catatan di akun FB ku, kali ini ingin repost tentang sebuah ide, yaitu tentang angkutan umum gratis. Langsung cek saja isinya, sebagai berikut:

Bismillahirrohmanirrohim, selamat jumat sore saudara, gimana kabar anda dan keluarga? Semoga selalu diberkahi Allah, sehat jasmani ruhani, dan selamat dunia akhirat. aamiin... Hari ini hari jumat, tgl 24 April 2015, bertepatan dg #HariAngkutanNasional, tahu dari akun twitternya @KompasTV tadi pagi. Kebetulan sedang ingin bersilaturohim di twitter, ketemu mbak @risqaini, beliau lagi berbagi semangat pagi kepada yg lain. Sambil bertanya, kemarin hari bumi, kemarinnya lagi hari Kartini, hari ini hari apa lagi? Ah, akhirnya jadi ingat sebuah gagasan yg muncul di pikiran, yaitu 'angkutan umum gratis', dengan semua pekerjanya (sopir & kernek), tidak ada wajib setoran, gaji tetap. Begitu pula langsung aku sampaikan ke beliau, tentu anda semua tahu apa pertanyaan pertama yg muncul, "dari mana uang untuk membayari?"

Hehehe, ya dari Allah lah, perantaranya bisa via CSR, bisa via iklan, dan lain sebagainya. Saya teringat, ketika dulu masih bergerilya ide-ide usaha, dimana saja, kapan saja. Ada  buku di perpustakaan kampus, yg menceritakan tentang sebuah jasa fotocopy gratis di Jepang. Tempat fotocopy ini berada di daerah pendidikan, dekat dengan kampus-kampus, namanya sulit diingat, hehe. Lalu dari mana uang untuk biayanya? Keuntungannya dari mana? Ternyata, pendapatannya dari iklan, yaitu dibagian belakang kertas fotocopy itu sudah ada fotocopy lain, fotocopy sang pemberi iklan. Dan ini bukan keseluruhan fotocopy nya gratis, tetapi ada pula yg berbayar, walaupun prioritas para pelanggan adalah yg gratis. Dengan kata lain, pemberi iklan dikenai biaya fotocopy tiap lembarnya, bolak-balik, tetapi hanya satu halaman. Sementara target promosinya adalah para pengguna jasa fotocopy gratis ini.

Waktu itu, sempat terlintas dipikiranku, seharusnya juga bisa dong buat angkutan umum gratis? Sistemnya nyontek dari fotocopy gratis itu, bisa diterapkan di angkutan kota, kereta, atau bahkan kapal laut. Mungkin akan jadi perdepatan di beberapa pihak, terutama mereka yg punya usaha yg sama, kecuali kereta, hanya di miliki oleh BUMN ya kalau tidak salah? Negara maju adalah negara yg bisa membuat masyarakatnya lebih memilih untuk menggunakan transportasi umum, bukan transportasi pribadi. Nah, di hari angkutan nasional ini, saya iseng-iseng ingin memaparkan gagasan, Indonesia, melalui pemerintah terkait, bekerjasama dg BUMN atau swasta, bisa mewujudkan angkutan gratis. Bukan berarti semua gratis, seperti fotocopy gratis diatas, ada pula angkutan yg berbayar.

Pertanyaan selanjutnya, darimana dananya? Kan bisa diambilkan dari cana CSR BUMN atau perusahaan swasta lokal maupun asing. Lha wong pemerintah yg punya wewenang buat undang-undang, dibuat dong undang-undang yg mendukung. Tentu akan keren, jika Indonesia punya kereta gratis, di tiap rute, minimal sehari dua kali, dan diubah sistem dan pelayanannya. Kalau masalah yg dana, dari mana dapetnya, kan ada Allah Yang Maha Kaya, teknis itu bukan masalah, asalkan ada niat, kerja keras & cerdas, disertai doa. Jangka panjangnya, fasilitas seperti ini, nantinya bisa lo bekerjasama dg perusahaan lain, mendatangkan wisatawan ke Indonesia (kan murah transportasinya, ada yg gratis lagi). Mengurangi beban masyarakat, utamanya yg kurang mampu, dalam hal ongkos transportasi mereka. Kalau suruh milih, tentu milih yg gratis dan pelayanan memuaskan bukan? Bisa juga angkutan gratis ini jd angkutan ke surga juga, bila dibuatkan donasi untuk angkutan gratis ini. Kalau misal ada masalah lg, itu tantangan, ya harus diselesaikan, justru yg bikin greget itu masalah yg buanyak hehe... Itu saja dah, apapun, kalau memang bisa memberi manfaat pada orang lain, dan mendekatkan diri ke Allah, bisa dicoba. Semoga Indonesia dapat yg terbaik, jika ada yg deket tp tdk baik, semoga dijauhkan, diganti Allah dg yg lebih baik... aamiin ^_^

sumber: https://www.facebook.com/notes/tyas-haryadi/angkutan-umum-gratis/1090999120916483

31 Dec 2013

Subhanallah, nggak ikut ah

Kerusakan ini, jangan dijaga.
       Kebejatan pemimpin negeri ini berbanding lurus kok dg kebejatan rakyatnya (aku jg rakyat), kalau kita masih mengaku rakyat, jujur saja dah dg hati. Masihkah menolak suap 1juta untuk memilih seseorang calon pemimpin? Adapula yg diterima duitnya, milih lain, ini lebih parah! yang keren, mau sedikit atau banyak, mau dari siapapun, tolak! 
       SIAP-SIAPLAH UNTUK HANCUR JIKA RELA MEMILIH PEMIMPIN KARENA UANG YANG DIBERIKAN PADAMU, SIAP-SIAPLAH MENDERITA DUNIA AKHIRAT KALAU BAJINGAN BERDUIT LEBIH DIPILIH DARIPADA ALIM KERE. 
        Sekarang bajingan berduit jg bnyk mengubah diri jd Alim, krn duitnya, sementara Alim kere tetap dilihat KEREnya. Juga, karena seorganisasi, sedaerah, saudara, sealiran, mau bejatpun masih dipilih. Sementara yg lebih amanah beda timbola kesayangan juga ditolak mentah2. Negeri ini mau rakyatnya, mau pemimpinnya, masih cocok kok di playgrup, berantem krn hal2 kecil, disuap permen mau saja nampar temannya! 
       JANGAN PERNAH HARAP BISA JD MACAN ASIA, JD BANGSA YG LEBIH DEWASA SAJA SUSAH, PLAYGRUP. YANG BELAJAR DEWASA MALAH DIKETAWAIN, YANG NGAJAK DEWASA MALAH SAMA2 DI 'ceditti'.... Ampuni kami ya Rabb, jadikan orang2 amanah jd pemimpin kami selanjutnya, yg Alim, mengajak kami sukses dunia akhirat, bkn bajingan. aamiin, alfatihah Tyas Haryadi #SangPenggembala :)

3 Sept 2013

Hidup Petani, maturnuwun petani, Jadilah petani

Inilah petani Indonesia, (sumber foto: google.com)
       Hari ini bursa transfer pemain sepakbola di eropa 'katanya' di tutup, terjadi beberapa kejutan transfer, banyak duit berterbangan, bikin tergelitik mau ngebahas sesuatu.... 
       PETANI, yup pengen deh ngebahas PETANI, pahlawan tanpa tanda jasa.... ituh hobi makan tahu & tempe bisa-bisa lenyap kalau kedelai terus-terusan impor, blm lagi harganya selangit, kalau para PETANI tidak mau menanam, gimana coba efek domino pada kebutuhan pangan & stabilitas ekonomi? kita yang tinggal makan, terkadang sedikit berlebih waktu makan, kadang juga suka menyia-nyiakan makanan, cb qt lihat betapa berharga segenggam beras untuk petani... penghidupan itu bos... 
       Belum lagi makin banyak petani yang 'lenyap', mending kalau di 'transfer', masalahnya di klub pertanian jg bukan klub bertabur uang untuk mebeli petani handal dengan bayaran selangit! #HidupPETANI, #AkuTresnoSliramu #SuwunMbah_Pak_Bu_Bro (mbahku, bapak2, ibu2, saudaraku2 masih banyak yg petani).... 
       Jadi kalau ada halaman dikit, jgn buru2 dibeton, di paving, jd petani dirumah sendiri, tanami,,,, kalau nggak punya tanah? ada polyback, ada vertical garden... Dari Tyas Haryadi, Sang Penggembala ^_^

22 Jun 2013

Itu gedung bukan haknya DPR/MPR RI, tp haknya CONEFO. #efekbaca

        Membaca membuka jendela dunia, sekiranya kalimat ini memang sangat tepat. Terutama firman Allah yg pertama, "Bacalah, dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Menciptakan" (QS. Al-'alaq : 1). Dari membaca pula saya tahu sebenarnya apa yang ditujukan oleh para pendiri negeri ini (Indonesia) mendirikan gedung yg sekarang dikenal dengan gedung DPR/MPR RI. 
       Gedung DPR/MPR RI saat ini, yang beberapa waktu lalu sempat mau dibangun yang baru dan megah, dibangun pada tahun 1965 (tiang pertama dipancangkan pada 19 April 1965). Ditargetkan rampung dalam waktu 1th, Ir. Sutami sebagai Ketua Pelaksana Menyanggupinya. Dahulunya gedung ini akan dibuat Conference of The New Emerging Forces (CONEFO), yang merupakan gagasan Presiden Soekarno untuk membentuk suatu kekuatan blok baru yang beranggotakan negara-negara berkembang untuk menyaingi 2 kekuatan blok sebelumnya (Blok Uni Soviet dan Blok Amerikat Serikat). 
       Setelah Indonesia keluar dari PBB tahun 1964, tahun 1966 Indonesia hendak mengadakan CONEFO ini, sebagai tuan rumah dan menyaingi PBB sendiri, Indonesia sebagai penggerak dan pendiri, bisa jadi pula menjadi markasnya kelak. Poros dunia bukan lagi di USA dengan PBBnya, tapi Indonesia dengan CONEFOnya, itulah harapannya. 
sumber : wikipedia, buku Bung Karno diantara saksi dan peristiwa (gramedia), worddetail.org, all-acronyms.com 
       Saya setuju, jika DPR/MPR mau membangun gedung baru, yg besar, megah, tapi dengan tujuan membuat lebih dari CONEFO, menaungi semua negara di dunia, dg Indonesia sbg payung utamanya. pertanyaannya, BERANI TIDAK? jangan jauh-jauh ke kata "BISA ATAU TIDAK?" YANG BISA ADALAH MEREKA YANG BERANI!! tapi kalau hanya pindah tempat dunlud, pindah tempat tidur (waktu rapat), gedung sekarang terlalu bagus! 
        Kami selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian pemimpin kami, wakil kami, tapi jika kalian tidak segera tobat, ingat azab Allah sangat keji. Dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi... ^_^

13 May 2013

Pesan Bung Karno dan Bung Hatta

"Masa depan bangsa Indonesia (het volk van Indonesie) sepenuhnya tergantung pada susunan pemerintahan yang berdasarkan kedaulatan rakyat dalam arti yang sesungguhnya, karena hanya lembaga seperti itulah yang berkenan bagi rakyat. Untuk mencapainya setiap orang Indonesia harus berjuang sesuai kemampuan dan bakatnya (vermorgen en aanleg), dengan tenaga dan kekuatan sendiri (eigen kracht en eigen kunnen), tanpa tergantung pada bantuan asing. Setiap upaya memecahkan kekuatan bangsa Indonesia, dalam bentuk apapun juga, harus ditolak dengan tegas, karena hanya pertalian kukuh antara putra putri Indonesia itulah yang dapat mencapai tujuan-tujuan bersama." HINDIA POETRA, BUNG HATTA, 3 Maret 1923, sumber : buku "Bung Karno, diantara saksi dan peristiwa" hal 40, 
Bangkai merebut Bangkai, 
Bangkai makan Bangkai, 
Anjing makan Bangkai, 
Bangkai jadi Bangkai, 
Bangkai jadi Sampar, (Open, Jalan Lain ke Roma, 1965) Salam dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi

10 May 2013

Demo, Naikkan harga BBM!

Demo, haruskah BBM turun? naikkan saja!
       Saudara, ada yang lagi pengen demo nggak? kemarin ngeliat anak demo di sekitar jalan veteran (Kota Malang), cuma segelintir orang sih sebenarnya, tapi mereka demo bodoh, yang tidak punya pemikiran jenius ala pemikir "jangan naikkan harga BBM", terus ada tulisan, BBM Naik = SBY turun (yang paling saya liat), emang lu mau jadi presidennya, setelah SBY turun? (tanya saya dihati) kalau saya IYA, tapi belum sekarang! 
       Kalau yang mau demo, mana tadi yang teriak "aku", ayo demo "SEGERA NAIKKAN BBM SUBSIDI", kecuali kendaraan umum. yang g'mampu beli bensin/solar gimana? biar jual kendaraannya, naik kendaraan umum, jujur dah, murahan mana naik kendaraan umum ama sendiri? itungin juga biaya beli kendaraan, rawat, bensin, nyuci, modifikasi, sevice, dll.... "kalau para pelaut gimana? mereka tergantung pada BBM subsidi untuk mencari makan!" nelayan beli BBM eceran harganya lebih mahal dari pertamax. 
       Trus yang diluar pulau gimana? saya belum pernah nyampe jauh2, paling jauh sumatera, tapi di papua (kata temen + Gubernurnya) perliter bensin eceran bisa 100rb. Itu bukan daerah pusat kota sih, macam jayapura, tapi liat, disana mereka bisa idup dengan perliter 100rb, kita dijawa? pasti lebih bisa sob! satu lagi, dana yang digunakan untuk subsidi BBM, (lagi-lagi) digunakan untuk tunjangan rakyat miskin (katanya), tapi kenapa tunjangannya pas waktu deket pemilu aja? belum lagi itu tunjangan pada disunat dibeberapa (banyak tepatnya) pos! sudahlah pak, liat itu ibu2, bapak2, yang dikasih uang tunjangan, (contoh nenek saya), beliau tidak bisa baca tulis, saya ajari belum mau. 
       Pak @SBYudhoyono mohon melek ke rakyat se rakyatnya, jangan asal denger kata orang2 anda, tak semua baik, juga tak semua buruk. kami tahu pak @SBYudhoyono kerja maksimal, tapi masih kurang, pancasila pak, pancasila, kemana dia sekarang? Allah diatas segalanya pak! kami cinta bapak sebagai rakyat, karena bapak pemimpin kami, tapi kami siap ngingetin bapak pakai pedang kalau bapak salah @SBYudhoyono. Balik lagi kawan, nenek saya (mbok saya manggil, ikut2 ibu) itu mapan, punya banyak kambing, sawah, subsidi dari anak, tapi karena beliau janda... Beliau dapat tunjangan itu, akhirnya tunjangannya untuk apa? beli cincin bro! bukti tidak tepat sasaran, tanpa ngurangi rasa cinta + sayang untuk embok. 
       Buat yg lebih berguna dana itu, misal : untuk industri strategis yang belum terpikirkan negara ini (industri umat muslim yg sholih/ha), buat ngitung potensi impor ekspor kita, masak nggak malu itu 100% produk mie instan yg kita makan, semua hasil impor (bahan bakunya)? 99,5% kapas (bahan baku baju) kita impor, data2 ini, pada tahu nggak DPR kita? kayaknya pada tahu soal santet di eropa geh! mana tahu masalah ginian. ah, kok lari kemana2, "Naikkan harga BBM, kecuali kendaraan umum", eceran juga naik! 
       Cerdaskan juga akhlaknya pak,cerdaskan juga para pemimpin negeri ini, semua harus belajar, tak terkecuali bapak2 para pemimpin @SBYudhoyono salam hormat dari anak negeri, terimakasih untik pengorbanan pak SBY & pemimpin lain negeri ini, semoga diberkahi Allah.amin :) RT @SBYudhoyono. Salam dari Tyas Haryadi sang Penggembala... :)

3 Dec 2012

Arjuna menek kates

Tokoh Janaka dalam pewayangan jawa.
       Pernah dengar nama Arjuna dulur? Bukan saya, nama saya Tyas Haryadi, orang yg berhati mulia dan bijaksana bukan arjuna. ARJUNA adalah nama seorang tokoh protagonis (ngertos protagonis tidak?) dalam wiracarita Mahabharata. Ia dikenal sebagai sang Pandawa yang menawan parasnya dan lemah lembut budinya. sosok tokoh yang kaya akan pengetahuan dan ilmu (Jw: buntas ing kawruh lawan ngelmu), kaya akan senjata dan mantera (Jw: sungih gaman lan mantram), kaya akan istri (Jw: sugih bojo) <~ yg ini semoga jangan ke manusia. Arjuna kaya akan ilmu. Di mana ada pendeta sakti (Jw: pandhita sing gentur tapane, mateng semadine, sidik paningale) didatangi, ditimba ilmunya sampai tuntas/habis. 
       Akan tetapi berbicara tentang Arjuna, saya ingin berbagi cerita tentang sebuah cerita. Dahulu sewaktu kecil, entah ibu, nenek, atau bulik-bulik saya (bibi), sering menyebut "Arjuna menek kates". Entah apa maksudnya, tetapi akhir-akhir ini saya mulai berpikir. Seharusnya saya juga belajar tentang janaka, siapa dia, apa pembelajaran yang dapat diambil dari tokoh ini sampai apa hubungannya dengan menek kates? Hal yang mungkin sederhana, bahkan terkesan tidak penting (menek kates, atau manjat pohon pepaya). Nah, terkadang menjadi orang besar juga harus menjadi orang jenaka yang bisa menghibur dan melakukan hal-hal kecil. 
       Kembali lagi ke Arjuna, Arjuna merupakan teman dekat Kresna, yaitu awatara (penjelmaan) Batara Wisnu yang turun ke dunia demi menyelamatkan dunia dari kejahatan. Arjuna juga merupakan seorang yang sempat menyaksikan "wujud semesta Kresna" menjelang perang Bharatayuddha berlangsung. Ia juga menerima ajaran Bhagawadgita atau "Nyanyian Dewata", yaitu wejangan suci yang disampaikan oleh Kresna kepadanya sesaat sebelum perang Bharatayuddha berlangsung karena Arjuna mengalami keragu-raguan untuk menunaikan kewajibannya sebagai seorang Ksatria dimedan perang. 
       Tentu masih banyak lagi hikmah dari kisah Arjuna, jadi jangan sampai kita lupa dengan budaya sendiri. Terutama adalah tokoh pewayangan, salah satunya adalah Arjuna dengan segala pembelajarannya. Salam cinta budaya sendiri dari sang Penggembala, Tyas Haryadi... ^_^

24 Oct 2012

mau sedikit atau banyak, tetap namanya korupsi

Simulasi Gambar korupsi... :)
       saya anti korupsi, mending pakai baju sobek dari pada menggunakan anggaran untuk beli baju. jangan gunakan bolpoin untuk nulis jadwal harian, karena itu milik rakyat, seharusnya hny untuk nulis kebutuhan rakyat. jangan ambil anggaran seribu untuk parkir motor qt sewaktu perjalanan pribadi, krn itu juga korupsi. ingatkah Kholifah Abdul Aziz? sewaktu beliau mengerjakan tugas negara di ruang kerjanya, anaknya mengetuk pintu "tok tok tok". beliau bertanya: "wahai anakku, kau mau membahas masalah negara atau membahas masalah negara?" anaknya menjawab: " masalah keluarga wahai ayahku" Kholifah menjawab: "akan ku matikan dulu lampu penerangan, karena ini menggunakan uang rakyat, hanya untuk keperluan rakyat dan negara." setelah lampu itu masuk, anaknyapun dipersilakan masuk... MAU SEDIKIT ATAU BANYAK, NAMANYA TETAP KORUPSI! dari Tyas Haryadi Sang Penggembala .... ^_^

2 Oct 2012

Rindu Pancasila

Garuda Pancasila, Rindu dasar Negara.
       “Rindu Pancasila”, begitulah judul buku yang diterbitkan oleh kompas. Buku ini sudah ada dikumpulan koleksi CML (lihat blognya Cah Magetan Library). Tetapi ada hal yang lebih penting, yaitu dimana Pancasila itu sekarang? Masihkah ada di Negeri ini? Silahkan dijawab oleh tiap pribadi dengan hati nurani terdalam. Dasar Negara kita adalah Pancasila, sudahkah semuanya diterapkan? Bahkan kata Pancasila juga jarang ada gaungnya. Fakta-fakta sekarang ini juga semakin bermunculan, dimana banyak yang lupa dengan teks Pancasila. Parahnya lagi itu terjadi kepada para pejabat-pejabat teras Negara. Lalu bagaimana cara mengobati kerinduan kepada Pancasila ini? Jawab dengan kejujuran hati (baca, jujur itu mujur, luhur dan derajatnya tanpa bisa luntur)!  
       Rindu Pancasila, kemana Pancasila sekarang? Sudahkah lupa dengan ideologi Negara ini? Pemuda sekarang lebih sibuk dengan hura-huranya, lebih cinta dengan alat-alat importnya. Yang tua lebih fokus pada cari uang (baca 17 agusuts 2010). Bagaimanapun caranya, bukan menanamkan Pancasila pada setiap kerjanya. Guru lebih penting kenaikan gaji atau tunjangannya, bukan mengajarkan Pancasila. Mahasisiwa lebih bahagia dapat nilai bagus, bukan dapat mengamalkan dan menggalakkan jiwa Pancasialis (baca Label Nasionalisme). Anak-anakpun lebih hafal lagu cinta daripada Pancasila, lebih tahu sejarah artis daripada Pancasila. Tidak semua, tapi mayoritas. Mau sampai kapan? Sampai Negeri ini digadaikan? Atau dikontrakkan? Mana ke Tuhanan? Mana kemanusiaan? Mana persatuan? Mana kerakyatan? Mana keadilan? Kalau hatimu tak terketuk, mungkin hatimu sudah mati. Untuk apa lagi status WNI? Lebih baik terkubur tanah, ditancapi batu nisan diatasnya! 
       Sedikit kawan, tentang pentingnya cinta kembali apa yg telah didasarkan dan dibuat oleh para leluhur kita semua. Manusia Indonesia sekarang masih sangat kurang mengenal apa tujuan Negara ini, apa cita-cita bangsa ini, apa harapan para leluhur yang telah memerdekakan Negara ini. Mungkin kita akan sulit, karena para pemimpin negeri ini juga sangat bingung, linglung, payah diri, tak memahami jatidiri negeri ini. Bagaimana cara terbaiknya, lihatlah Pancasila, rinduilah Pancasila, dengan segala filosofinya, aturan dan aplikasinya. Pancasila adalah dasar Negara, tetapi bagaimana jika semua lupa akan dasar Negara ini?  Bagaimana juga dengan nasib barang-barang buatan Indonesia bisa mencerminkan jatidiri bangsa pula? (baca, nasib label made in Indonesia)
       Sedikit curcol kawan, sewaktu kecil, saya adalah anak yang sangat cinta dengan Negara ini juga dengan Pancasilanya. Ibu dan Ayah saya bukanlah orang yang selalu menyuruh saya dan membuat saya untuk sangat mencintai Negara. Tetapi Ibu dan Ayah saya selalu member fasilitas saya, mulai dari peta, yang saya lihat tiap harinya, saya perhatikan, saya bolak-balik. Sampai tanpa sadar rasa cinta itu semakin tumbuh besar, cinta kepada Negara ini, Indonesia. Mari obati kerinduan kita dengan Pancasila, kita pahami, resapi, dan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Saya semakin ingat tentang tujuan bangsa ini, ketika sedang melakukan aktivitas di depan layar (baik komputer/laptop/hp) saya sering play pidato-pidato Ir. Soekarno serta lagu kebangsaan. Tentu selain Al-quran, pengajian dari ustadz-ustadz, sholawat, dan lagu islami + rap, campusari, juga pop. Sekian dulu kawan, rindulah pada Pancasila, semoga bermanfaat, salam dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi. ^_^

27 Jun 2012

Berbeda

Berbeda, tapi semua bisa bersama.
semua akan istimewa jika kau lalui dg senyuman... ^_^ 
membaca Al-quran tiap abis sholat tuh, menentramkan hati kawan, lbh membuatmu bijak dlm kata, tindakan dan kehidupan... :) 
berbeda, ketika diniatkan untuk dapat apa, dg untuk bisa memberi apa. :) 
berbeda, kantong isix penuh uang tapi itu untuk dihambur2kan. tp dengan dikantong 5M (marebu, maratus, mapulu), tp buat sedekah. :) 
berbeda, sewaktu kau teriaki orang yg teriak2, dg dekati dia, lalu berucap lembut ditelinganya. "lbh istimewa berbicara lembut dan sopan" :)  
berbeda, kau beredar di seluruh penjuru negeri dg muka cemberut, dan kau berkeliaran penuh senyum dan keceriaan... :) 
berbeda, kau mengucapkan apa yg kau capai, lalu membanggakannya, dg mencontohkan teman yg baik. dan kau mencontohnya... :) 
berbeda, saat kau melihat segala kekuranganmu menjadi kelebihanmu dan melihat segalanya dg miskin kepercayaan dan keyakinan... :) 
berbeda, saat kau mempersulit diri sendiri agar kau tak manja, dg mempersulit orang lain agar mereka sepertimu... :) 
berbeda, saat kau menjelaskan penuh dengan semangat, dengan hanya berkata senyap2 dan seadanya saja untuk hal kebaikan... :) 
berbeda, saat kau menilai orang lain dihadapan orang banyak, dg menilainya dg baik & sopan saat bertatap muka didepannya saja. :) 
berbeda, saat kau membagi ambisi, pikiran2 cemerlang,tips trik brilian, yg penuh senyum & tawa,dg membaginya dlm keseriusan spt di otakmu :) 
berbeda, saat kau menuangkan bubuk cabai di sariawanmu, dg memberikan obat sariawan saat temanmu terkena sariawan. :) 
berbeda, saat kau kejam dan menghukum berat dirimu, dg tetap memberi semangat dan percaya pd kemampuan temanmu saat tak memenuhi target.. :) 
berbeda, saat kau mendiamkan saudaramu kapan harus di diamkan, dg selalu mendiamkannya sepanjang waktu... :) 
berbeda, saat kau selalu memaksakan kehendak, dg mencari solusi terbaik dg menghargai dan menerima setiap masukan... :) 
berbeda, saat kau tetap total memberi, dg setengah-setengah dan tak sepenuh hati untuk memberi... :) 
berbeda, saat kau memberi tahukan kepada semua dengan apa yg telah kau berikan dan lalukan, dg langsung melupakan apa yg kau berikan td. :) 
berbeda, saat kau melupakan semua kebaikan oranglain, dg selalu mengingat kebaikan mereka dari waktu ke waktu... :) 
berbeda, saat kau melihat dunia ini penuh dg +, dg kau melihat dunia ini penuh dg -. :) 
berbeda, ketika kau selalu bicara A, B, C, D, tentang hal yg lalu, dg kau berucap 'Alhamdulillah', cukup itu. :) 
berbeda, saat kau berucap terkadang kau melukai, walau tujuanmu baik, lalu kau diam, dg menjelaskan dan minta maaf. :) 
berbeda, saat kau mengucapkan terimakasih dan minta maaf, dg mengucapkan sumpah srapah kepada yg lain. :) 
berbeda, saat kau mengannggap perbedaan adl sebuah berkah, dan perbedaan adl sebuah perdebatan. :) 
sekian twips, mohon maaf jika perbedaan kita selama ini terjadi gesekan dan terkadang nyakitin ati. tiada niat dari dalam hati saya... :) 
sy hny ingin tetap jd diri sy, spt anda tetap jd diri anda. jd pelangi perbedaan, menjadi tetap berkah, indah kita karena berbeda. :) 
#Bhineka_Tunggal_Ika itu kan motto negeri kita... ;) | barokallah saudara, utk yg berbeda itu, sekian dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi... ^_^

8 Apr 2012

Hanya Rakyat Jelata yang Belajar Nasionalisme

Nasionalisme dari ujung negeri.
       Rakyat-adalah status saya sekarang, kedepan, dan selama-lamanya (itulah filosofi hidup saya), agar diri ini tetap dan selalu merakyat! Walau saya bermimpi menjadi presiden Indonesia kelak (kalau targetnya sih, th 2020), tapi saya harus tetap jadi rakyat agar merakyat, mulai sekarang, kedepan, dan akan datang. Ini dia kawan, yang sulit dipikirkan dan dilakukan oleh orang-orang sekarang ~> “rendah hati, bukan rendah diri!”. Saya juga sedang belajar, sungguh saya belajar menjadi orang paling tidak punya, menjadi orang paling sederhana, dan mencoba berbagai posisi, sebanyak mungkin, sejauh mungkin. 
      Dan kali ini, saya ingin berbagi tentang satu hal, NASIONALISME. Kadang seorang rakyat seperti saya, yang masih punya KTM (kartu tanda mahasiswa). Dibilang mandiri kadang masih dikirimi, dibilang minta terus ya sesekali menghidupi diri sendiri (hitungannya bulan), yang ngerintis usaha tapi masih dalam taraf nyari tanah dan nyiapin batu pertama (logika pembangunan). Memang cukup riskan, ketika saya bilang NASIONALISME, lalu mengajak mereka (tu orang yg ketemu dg saya) untuk mencintai negeri ini. Kebanyakan mlengos (berpaling tanpa menganggap, b.jawa), tak sedikit pula yang memberi pujian (kali ini makna berlawanan, mereka mencela atw mengejek), tapi saya anggap itu adalah pujian, karena saya ingat sebuah motto kakak PRAMUKA di SMA (kriwil julukannya) ~> “anggaplah pujian sebagai kritikan dan kritikan sebagai pujian”.
        Hal saya ketahui tentang NASIONALISME hanya satu hal, yaitu rasa cinta. Banyak yang menjelaskan secara ilmiah, melalui literature-literature yg komplit, sampai dalil-dalil para manusia (bukan Rasul). Tapi nasionalisme sangatlah dekat dengan rasa cinta, yaitu cinta pada tanah air, negeri ini, INDONESIA. Dan hal itu menumbuhkan nasionalisme dalam jangka panjang, serta continue. Kawan, nasionalisme bagi rakyat jelata seperti saya ini adalah cukup sederhana, cukup melakukan terbaik yang mampu saya lakukan sekarang. Tak perlu terlalu berlebih dan kekurangan (karena yg berlebih dan kekurangan itu tak baik). Wal hasil, saya mulai dengan menanamkan, bahwa jika KTP saya, paspor saya, dan tanda pengenal lain masih WNI. Maaf, NKRI HARGA MATI!
        Lalu, saya tanamkan pada diri ini untuk cinta pada produk dalam negeri. Dalam hal ini bersifat global, produk dalam negeri ini memiliki banyak subtansi (cabang2, dan sub2, bukan sayur itu). Mulai barang dagangan (makanan minuman, pakaian, kendaraan, alat2 elektronik, dkk), lanjut ke barang hiburan (musik, film, animasi, lan sak piturute [dan lain sebagainya, b.jawa]), mengkol ke olahraga, menikuk tajam ke jodoh juga (produk dalam negeri). Sebenarnya masih banyak lagi subtansi yang lain, tapi ambil sedikit lalu amalkan, ilmu itu harus aplikatif bukan hanya jadi persepektif. Saya masih berteriak kesana-kemari tentang nasionalisme, dan belajar sedikit demi sedikit, yg kelak akan jadi samudera.
        Nah, kali ini saya ingin bercerita sedikit tentang kisah kasih hati saya dalam belajar Nasionalisme kawan. Saya mulai dengan no telp, beberapa kali saya meyakinkan diri dan kawan2, bahwa saya tak akan semuda itu untuk ganti nomor. Tetapi, setelah saya lihat, saya pilah dan pilih, hanya Telkom dan Telkomsel yg merupakan kepemilikan dalam negeri (walau tak 100%, minimal sahamnya maksimal di Indonesia) apalagi ini BUMN. Walhasil saya ganti nomor, mendapat protes, dukungan, dan lain sebagainya. Saya mulai sadar, seberapa nasionalisme itu memang sudah mulai berkurang di Negeri ini, bahkan mulai hilang tanpa bekas kawan. Terbaru, saya juga membeli sebuah kaos, sepatu, kaoskaki, sampai tas karier, juga mencari yang made in Indonesia. Yang paling menyita perhatian adalah baju merah putih, Indonesia, baju yang dipakai p. Andi Malaraeng (MENPORA). Baju itu beberapa kali saya buat kuliah, dan kawan2 sampai dosenpun juga komentar tentang kostum ini. Satu hal kawan, mereka mengakui seberapa dibutuhkan Nasionalisme, rasa cinta akan negeri ini!
        Saya memang belum tahu zaman dahulu seperti apa, tapi ketika Indonesia meredeka, sebenarnya kita punya ideologi dan nasionalisme yang tinggi. Dapat dilihat dr pengakuan bangsa-bangsa lain dan beberapa pimpinan memiliki peran penting dalam dunia internasional. Terbaru saya mendengarkan MP3, tentang pidato-pidato yang membakar nasionalisme dari Bung Karno. Sesuatu yang sangat jarang dilakukan para pemimpinan negeri ini, sungguh sangat ironis. Maka, marilah belajar nasionalisme, dari hal kecil yaitu cinta. Begitulah kami rakyat jelata yang belajar nasionalisme. Semoga bermanfaat, salam dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi…. ^_^

26 Feb 2012

Nasib Label "Made in Indonesia"

100% Made in Indonesia.
       Sudah lama saya melihat Indonesia mulai lari estafet dan lari marathon dalam merintis kemajuan ekonomi. Dalam sudut pandang kehidupan saya sebagai mahasiswa juga membuat saya makin sadar, dunia pendidikan negeri ini juga semakin semarak dan menggeliat. Lalu ketika melihat diri sebagai anggota masyarakat sosial, ternyata Indonesia mulai kehilangan sebagai bangsa yang sosialis. Sebelum simpul otak saya berpikir ketika diri ini mulai merintis sebuah usaha, tepatnya dua buah usaha yang saya beri label CM (cah magetan), produk dalam negeri.
        Nasib produk dalam negeri yang berlabel “Made in Indonesia” sekarang ini sungguh memprihatinkan. Bagaimana tidak? Kita lihat saja barang-barang yang dijual di Mall-mall, minimarket dan pasar modern, sekarang lebih identik dengan barang import. Agak bergeser sedikitlah, kita lihat saja makanan cepat saji, buah-buahan, jajanan, dan warung kaki lima. Sekarang mulai dijajaki oleh label “Made in Negara tetangga” atau “Made in Negara nan Jauh disana”. Lalu bagaimana dengan produk dalam negeri?
        Produk dalam negeri memang masih diproduksi dengan jumlah yang cukup besar, akan tetapi lebih banyak berkutat di pasar becek (pasar tradisional). Produk dalam negeri dianggap barang murahan dengan kualitas nol! Memang tidak semuanya, tapi sebagian besar dianggap seperti itu. Ada beberapa produk bangsa ini mutunya bagus, bahkan menembus eksport ke berbagai Negara besar. Tapi itu jumlahnya sangat sedikit dibandingakan dengan jumlah import kita. Celakanya lagi yang di import ternyata bahan pokok, seperti beras, gula, sayur-sayuran sampai garam. Padahal, saya waktu kecil dulu (sekarang imut) sering dengan Indonesia ini Negara agraris, kaya akan kekayaan alam dan penduduknya mayoritas petani. Ini membuat saya “ngelus dada”.
     Alangkah lebih baik jika mulai sekarang kita cinta produk negeri ini sendiri, mungkin kualitasnya tidak sepadan. Tapi ketahuilah, bahwa negeri ini memang belum layak memiliki sesuatu yg super indah. Mari hargai hasil karya dan kerja saudara-saudara kita apa adanya, lalu mereka akan bekerja lebih keras agar mampu melampaui hasil kerja Negara tetangga atau Negara seberang sana. Jadi kecintaan kepada produk berlabel “Made in Indonesia” itu sangat bagus untuk berkembangnya negeri ini menjadi maju jangan jalan ditempat. Mari mulai dengan baca dan menghargai karya tulis orang-orang amatiran tp “Made in Indonesia”… Salam dari Sang Penggembala Tyas Haryadi.

13 Dec 2011

Seribu Rupiah untuk Hutang Indonesia.

Seceng, seribu rupiah.
       Baru saja saya mendapat inspirasi kawan, inspirasi untuk mendapat pemasukan baru, yaitu menulis satu dua kata untuk dimuat di Koran (surat kabar). Dari teman yang sudah dapat fee, dari gagasan yang masuk ke redaksi JawaPos. Subhanallah, emang kantong akhir-akhir ini kembang kempis, jarang ngembang lebih sering ngempis. Yah, itung-itung makin banyak ibadah yang semoga dicatat malaikat rakid. Amin,,,, saya berPIKIR, kenapa saya tidak membuat GAGASAN dengan cara saya sendiri, salah satunya adalah tentang HUTANG Negara kita tercinta, INDONESIA raya, yang dibilang orang tanah subur, sampai insinyur pertanian jual bubur *lirik. Demikianlah singkat saya yang dikirim ke e-mail JawaPos, semoga saja tembus, sudah hutang 3,4 juta, belum dicicil, malah semakin nambah. Alhamdulillah, masih semakin semangat cari duit… ^_^, ni dia tentang SECENG yg berguna untuk negeri ini. -->
        HUTANG Negara Indonesia saat ini membuat masyarakat tercengang. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mencatat total hutang pemerintah per 31 Desember 2010 mencapai Rp 1.676 triliun. Pernah saya membaca sebuah kisah tentang banyaknya hutang Negara Cina, sehingga pemerintah menggalakan satu butir beras tiap orangnya tiap kali makan. Dan hasilnya hutang Cina pun berkurang, bahkan lunas dengan beras satu butir. Lalu kenapa kita tidak menggalakan seribu rupiah perhari untuk hutang Indonesia.
        Dalam pendataan penduduk oleh Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk Indonesia terhitung 31 Desember 2010 mencapai 259.940.857. Jika setiap kepala memberikan seribu maka sehari Indonesia bisa mendapat Rp.259.940.857.000,- jika setahun? Kalikan saja 356, dan bisa jadi tidak perlu waktu lama maka hutang negeri ini akan segera tutup buku. Tentu dengan syarat terpenting, tidak dikorupsi. Efek dari uang seribu ini tidak hanya untuk menutup hutang Negeri tercinta, tetapi juga meningkatkan rasa memiliki Negeri dan Nasionalisme.
TYAS HARYADI, Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika UIN Maliki Malang.
        Keren juga tu nama TYAS HARYADI, mampang lagi di JawaPos. Masih inget waktu SMA dulu, wajah nampang di RADAR MADIUN, senengnya orang tua oe,,, belum lagi waktu akhir SMA jg sempat masuk TV di acara jejak petualang. Sekeluarga besar mpe luangin waktu khusus buat nonton, sampai ada yg beli HP komplit TV. Ngaco sedikit tapi semoga bermanfaat kawan, salam dari Sang Penggembala. Tyas Haryadi…. ^_^

13 Nov 2011

Caraku dan Ajakanku untuk Mencintai Indonesia

Kenali dan cintai negeri ini.
       Indonesia adalah sebuah Negara besar, Negara kepulauan, Negara agraria, Negara yang memiliki lambang garuda dan Negara kita. Sebagai warga Negara tentu setiap individu punya cara sendiri untuk menunjukkan kecintaan kepada tanah airnya. Begitu pula dengan saya, anak pinggiran kabupaten Magetan, yang ingin menunjukkan bagaimana cara saya untuk mencintai negeri ini. Jika berbicara kata cinta, tentu kita harus memahami dahulu apa itu cinta? Cinta adalah sesuatu yang berawal dari hati, mempengaruhi pola pikir di otak dan teraplikasi oleh tindakan, ucapan, serta sifat kita sebagai individu.
         Cinta itu memang sangat indah, cinta itu membuat yang buruk menjadi indah, keluarnya darah seperti keluarnya keringat. Dengan mencintai negeri ini, buruknya negeri ini menjadi suatu keindahan untuk pribadi kita. Buruknya sikap pemuda menjadi sebuah tantangan untuk merubah berpikirnya para pemuda di negeri ini. Bencana dimana-mana menjadi sesuatu yang menjadi khasnya negeri ini, belum tentu dinegara lain juga terus-terusan kena musibahkan? Apapun, asalkan itu di negeri ini, maka akan tetap indah. Itulah sedikit hal tentang bagaimana sebuah rasa cinta Indonesia.
        Bagaimana saya mencitai Indonesia? Inilah cara saya untuk mencintai Negara tumpah darah, Negara tempat saya terlahir, dan saya harapkan disini pula saya kelak mati. Saya mencintai Indonesia saya mulai dari hati, saya memulainya dari apa yang saya rasakan. Mencintai Indonesia karena apa yang ada di hati ini, bukan hanya menang dan kalah, bukan karena kaya dan miskin, bukan karena didukung atau dihina. Hati adalah pondasi dasar, sesuatu yang akan sangat berharga, karena dari hati itu sesuatu yang bisa mengubah segala hal.
        Dalam hal ini, saya mencintai Indonesia dengan tiga M. yaitu memulai dari diri sendiri (hati), memulai dari hal-hal sederhana, dan mulai sekarang juga. Kenapa kok tiga M? M yang pertama adalah memulai dari diri sendiri, saya masih ingat ketika seorang bijak berkata “jika anda ingin mengubah dunia, maka mulailah mengubah diri anda sendiri!”. Dalam hal ini, mencintai negeri ini adalah sesuatu yang mulia dan pastinya akan memperngaruhi semua peduduk negeri ini, bisa jadi! Karena ketika kita mengawali hal-hal itu dari diri sendiri itu akan menjadi nilai plus, agar orang lain mengikuti kita, apa yang kita kerjakan, dan apa yang kita kerjakan. Sehingga cinta kepada Indonesia mampu menyebar dengan lebih cepatnya. “orang pertama yang harus berubah adalah orang yang saya lihat di cermin!”, begitu pula kata alm. Michael jakson. Jadi, saya mencintai Indonesia dengan memulainya dari diri sendiri.
        Setelah M yang pertama lalu lanjutkan dengan M yang kedua, yaitu mulai dari hal-hal sederhana. Karena pemimpin besar adalah mereka yang tidak lupa akan hal-hal kecil dan memulai sesuatu dari hal-hal kecil pula. Bisa saja kita sering-sering mendengarkan lagu nasional, menonton timnas waktu bertanding, menyandang kaos bertuliskan Indonesia, sampai selalu merasa bangga dengan negeri ini. Sebuah hal besar itu berasal dari hal kecil, sederhana tapi luar biasa. Sesekali wallpaper handphone kita pakailah bendera merah putih, atau lambang garuda, pancasila, dan segala hal tentang Indonesia. Begitu juga dengan background laptop kita, sesekali harus ada waktunya ada penyemangat untuk negeri. Apalagi waktu ada hari-hari besar, wajib kita memberi sebuah apresiasi walau itu hanya dengan kata “selamat”.
        Memulai dengan hal kecil juga bisa diaplikasikan dengan mencintai Indonesia sebagai bumi yang harus dijaga. Mengambil sampah kita sendiri lalu memasukkannya ke tong sampah juga menjadi bukti kecintaan kita. Seperti sebuah motto “buanglah sampah disembarang tempat sampah”. Dengan membeli produk-produk dalam negeri, juga menjadi sebuah bukti kecintaan kita kepada Negeri ini, Indonesia. Cukuplah kita mulai dengan hal-hal kecil yang kelak menjadi luar biasa.
        M yang terakhir adalah mulai sekarang juga. Waktu yang paling baik untuk memulai suatu hal adalah mulai sekarang juga. Mencintai Indonesia (entah kita sudah mendarah dagingkan, atau belum sama sekali), patut mulai detik ini kita evaluasi kembali. Kita harus semakin mencintai Indonesia mulai sekarang, saat ini, detik ini dan dengan kedipan mata ini. Siapa tahu, besok-besok kita akan mati, bahkan siapa tahu, semenit lagi kita sudah tiada. Karena menunda-nunda suatu hal adalah menumpuk masalah pada keesokan harinya. Masihkah kitra mau menumpuk-numpuk cinta yang tak keturutan di waktu yang akan datang?
        Beginilah caraku, dan ajakanku mencintai Indonesia. Cukup dengan tiga M, memulai dari diri sendiri (from heart), mulai dari hal-hal kecil (sederhana dan menghasilkan sesuatu yang luar biasa), serta mulai sekarang juga (mulai detik ini, karena siapa tahu didetik berikutnya kita akan mati). Demikian kawan, semoga yang saya awali dari tulisan untuk diri sendiri ini, dari hal sederhana berupa dokumen dengan font Arial, size 12 ini, dan saya awali sekarang bisa bermanfaat kawan. Salam dari Sang penggembala, Tyas Haryadi ^_^

10 Sept 2011

Kode Plat Nomor Kendaraan Di Indonesia.

Plat Nomor Indonesia.
       Kalau berbicara Nasionalisasi terasa kurang jika tidak dilengkapi dengan segala yang ada di Negeri ini. Kali ini mari kita sama-sama pelajari Kode Plat nomor Kendaraan di Indonesia, yang bisa menjadi trend baru untuk menggambarkan wilayah atau sebuah rasa kepemilikan daerah. Ini dia kawan, semoga jd media pembelajaran Antropologi jg ==>  
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat

A = Banten: Kabupaten/Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak, sebagian Kabupaten Tangerang

B = DKI Jakarta, Kabupaten/Kota Tangerang, Kabupaten/Kota Bekasi(B-K**), Kota Depok

D = Kabupaten/Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat

E = eks Karesidenan Cirebon: Kabupaten/Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan (E - YA/YB/YC/YD)

F = eks Karesidenan Bogor: Kabupaten/Kota Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten/Kota Sukabumi

T = Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, sebagian Kabupaten Bekasi, Kabupaten Subang

Z = Kabupaten Garut, Kabupaten/Kota Tasikmalaya, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar

Jawa Tengah dan DI Yogyakarta

G = eks Karesidenan Pekalongan: Kabupaten (G - B)/Kota Pekalongan (G - A), Kabupaten (G - F)/Kota Tegal (G - E), Kabupaten Brebes, Kabupaten Batang (G - C), Kabupaten Pemalang (G - D)

H = eks Karesidenan Semarang: Kabupaten/Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Kendal (H - D), Kabupaten Demak

K = eks Karesidenan Pati: Kabupaten Pati (K - A), Kabupaten Kudus (K - B), Kabupaten Jepara (K - C), Kabupaten Rembang (K - D), Kabupaten Blora, Kabupaten Grobogan

R = eks Karesidenan Banyumas: Kabupaten Banyumas (R - A/H/S), Kabupaten Cilacap (R - B/K/T), Kabupaten Purbalingga (R - C), Kabupaten Banjarnegara

AA = eks Karesidenan Kedu: Kabupaten/Kota Magelang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo

AB = DI Yogyakarta: Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo

AD = eks Karesidenan Surakarta: Kota Surakarta (AD), Kabupaten Sukoharjo (AD - B), Kabupaten Boyolali (AD - D), Kabupaten Sragen (AD - E), Kabupaten Karanganyar (AD - F), Kabupaten Wonogiri (AD - G), Kabupaten Klaten (AD - C)

Jawa Timur

L = Kota Surabaya

M = eks Karesidenan Madura: Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Sampang, Kabupaten Bangkalan

N = eks Karesidenan Malang: Kabupaten/Kota Malang, Kabupaten/Kota Probolinggo, Kabupaten/Kota Pasuruan, Kabupaten Lumajang, Kota Batu

P = eks Karesidenan Besuki: Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi

S = eks Karesidenan Bojonegoro: Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten/Kota Mojokerto, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Jombang

W = Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik

AE = eks Karesidenan Madiun: Kabupaten/Kota Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan

AG = eks Karesidenan Kediri: Kabupaten/Kota Kediri, Kabupaten/Kota Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Trenggalek

Catatan:

1.Daerah dengan kode wilayah Z sebelumnya memiliki kode wilayah D (eks Karesidenan Parahyangan)
2.Jombang memiliki kode wilayah S sejak tahun 2005, sebelumnya memiliki kode wilayah W
3.Daerah dengan kode wilayah W sebelumnya memiliki kode wilayah L (eks Karesidenan Surabaya)

SUMATERA

BL = Nanggroe Aceh Darussalam

BB = Sumatera Utara Bagian Barat (Tapanuli)

BK = Sumatera Utara

BA = Sumatera Barat

BM = Riau

BP = Kepulauan Riau

BG = Sumatera Selatan

BN = Kepulauan Bangka Belitung

BE = Lampung

BD = Bengkulu

BH = Jambi


Bali dan Nusa Tenggara

DK = Bali

DR = NTB I (Pulau Lombok: Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah)

EA = NTB II (Pulau Sumbawa: Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, Kabupaten/Kota Bima)

DH = NTT I (Pulau Timor: Kabupaten/Kota Kupang, Kabupaten TTU, TTS, Kabupaten Rote Ndao)

EB = NTT II (Pulau Flores dan kepulauan: Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Alor)

ED = NTT III (Pulau Sumba: Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Timur)


KALIMANTAN

KB = Kalimantan Barat

DA = Kalimantan Selatan

KH = Kalimantan Tengah

KT = Kalimantan Timur


SULAWESI

DB = Sulawesi Utara Daratan (Kota Manado, Kota Tomohon, Kota Bitung, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan)

DL = Sulawesi Utara Kepulauan (Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud)

DM = Gorontalo

DN = Sulawesi Tengah

DT = Sulawesi Tenggara

DD = Sulawesi Selatan

DC = Sulawesi Barat


MALUKU DAN PAPUA

DE = Maluku

DG = Maluku Utara

DS = Papua dan Papua Barat

Semoga bermanfaat infonya. salam dari Sang Pengembala, Tyas Haryadi... ^_^

10 Apr 2011

Merah Darahku, Putih Tulangku.

Dunia ini terdiri dari berbagai suku bangsa serta agama,
Yang menjadi sesuatu yang kompleks dengan nama Negara.
Dimulai dari individu, keluarga, RT, RW, dusun, desa, sampai kata Negara.
Mulai dari balita, anak-anak, remaja, dewasa, sampai orang tua.
Jika agama adalah pedoman kehidupan, maka Negara adalah panji kebanggaan.
Masih banyak Negara perkasa, Negara besar serta adikdaya.
Tapi tak sespektakuler Negeri kita, Indonesia Raya.
Jika di Eropa dimulai dari Portugal sampai rusia, dan finlandia sampai turkey.
Maka Indonesia bisa di lihat dari sabang sampai merauke, dan minangas sampai rote.
Ini Negeri kita, pribumi tencinta yang tiada duanya.
Merah putih warna benderanya, mempunyai makna keberanian dan kesucian.
Indonesia Raya lagu kebangsaan yang akan membuat berdiri jika mendengarnya.
Menjadi lebih berkobar semangat untuk memberikan yang terbaik.
Indonesia, sudah terlalu lama kita dijajah.
Dijajah secara fisik, mental dan politik, sampai masalah agama.
Saatnya kembalikan macan asia yang tertidur, mati suri.
Mengembalikan statuta sebagai Negara besar yang patut menjadi super power.
Mari kawan, kita bahu membahu membangun negeri.
Berat sama dipikul, ringan sama di jinjing.
Garuda ada di dada kita, semangat 45 menjadi rahasia.
Karena dalam diri kita mengalir darah nenek moyang pemerjuang kemerdekaan.
“Merah darahku, putih tulangku.”
Itu kata yang membuat kita menjadi lebih satu.
Ingat pancasila dan bineka tunggal ika.
Beri kontribusi untuk negeri ini, tanah air kita, tempat kita dilahirkan dan menutup mata.

21 Oct 2010

Ganyang malaysia again

     Lagu kebangsaan adalah suatu kebanggaan suatu negeri, ketika lagu kebangsaan dikumandangkan bulu kudukpun berdiri, badan tegap menyatakan inilah negaraku, bangsaku. Lalu bagaimana jika lagu kebangsaan itu dijadikan bahan ejekan, bahkan diubah liriknya sesuka hati? Apa yang dilakukan bangsa itu (masyarakat umum), marah besar itu sudah pasti dalam bahasa lainnya mengatakan untuk siap tempur. Hal ini sedang dialami negeri kita tercinta, Indonesia. Lirik lagu Indonesia raya ciptaan W.R. Supratman diubah sesuka hati oleh orang negeri jiran “Indonesia tanah cairku….”, siapa yang tidak marah, masih harus dipertanyakan tentang status WNInya.
     Bukan hanya lagu ini saja yang menjadi pemicu kemarahan bangsa ini, milik Indonesia mulai dulu sampai sekarang di klaim satu-satu. Sebut saja budaya, budaya mana yang tidak mereka akui? Mulai reog, lagu daerah, bahkan sampai batik dan keris mereka mengakui itu budaya mereka. Pulau mana yang tidak ingin mereka miliki? Mulai dari dua buah pulau di kalimantan yang sudah mereka miliki, sampai terakhir pulau ambalat yang mempunyai aset minyak bumi luar biasa. Tetangga mana yang tidak marah dengan tingkah laku seperti itu? Sudah berapa kali kita mengatakan “ganyang malaysia”? apakah itu berarti untuk mereka? Itulah pertanyaan yang seharusnya kita pikirkan ketika berdemo, berdebat, atau mengolok-olok mereka. Itu tandanya kita masih belum ada bedanya dengan mereka, masih suka komentar daripada bertindak, apakah ada manfaatnya untuk kita?
      Sedikit kita melakukan flashback, moment “ganyang malaysia” juga pernah terjadi pada masa bung Karno. Tetapi tindakannya sangat real, Indonesia dengan gagah berani menyatakan keluar dari PBB dan dengan serempak tidak kontak dengan malaysia. Dulu malaysia belajar dari kita, tetapi sekarang mereka mulai membodohi gurunya. Jika kita mau menyalahkan siapa, yang paling tepat adalah diri kita sendiri. Sudah bukan waktunya untuk menyesal, tak ada peluang untuk lari, dan kita sudah menghapus kata menyerah dan takut dari kamus bahasa Indonesia, karena kita macan Asia, ingat “macan Asia”. Sementara Malaysia hanya negara boneka, yang sekarang mulai bersolek untuk mendapatkan perhatian dunia.
      Sekarang kita mulai galakan “ganyang malaysia again”, jangan ragu untuk mengatakan itu, tapi sudah bukan zamannya kita bakar bendera mereka, sudah tidak waktunya TKI dan TKW demo di malaysia. Sekarang waktunya kita balas dengan karya, jauhi semua yang berbau negeri jiran. Upin-Ipin, hapus semua file jpg, video, dan mp3 dari alat elektronik kita, sudah saatnya kita cinta kartun milik negeri ini seperti unyil, si kabayang, dan gatotkaca misalnya. Berapa besar pemasukan orang Malaysia ketika film Upin-Ipin disiarkan di Indonesia? Main-mainan, baju, tas, sepatu, sampai buku dan lain sebagainya. Buang jauh-jauh pikiran untuk jadi TKI dan TKW di negeri jiran. Saatnya kita mengelola negeri kita sendiri, kenapa kita mau ke Malaysia untuk jadi pegawai kasar, buruh, atau pedagang kecil untuk mendapatkan uang banyak? Negeri kita sudah banyak peluang kerja, kalau tidak ada kita buat pekerjaan itu (dagang atau usaha), minimal kita bisa hidup sendiri.
     Kalau para TKI dan TKW yang sudah bekerja di jiran, saya sarankan mudik lebaran ini tidak usah balik lagi ke Malaysia, tidak usah bawa barang-barang berbau Malaysia. Mari kita bangun negeri ini, walaupun jualan gorengan, hanya jadi tukang potong rambut, atau jualan sayur di pasar. Tapi yang membeli dagangan kita orang Indonesia, yang kita jual barang-barang Indonesia, yang kita potong rambut-rambut orang pribumi. Ini negeri kita bung, saatnya kita yang menjaga, supaya Indonesia raya kembali berjaya. Boikot semua barang malaysia, jika tidak ada konsumen dari Indonesia mereka akan kembali jadi boneka, hanya duduk termenung. Jangan tonton tayangan malaysia, ada artis malaysia? Buat apa, artis indonesia lebih sensasional, lebih punya kreatifitas. Kita adalah bangsa yang berbudi luhur, biarkan mereka mendebat ke dunia, kita balas dengan tindakan. Ingatkan teman, tetangga, saudara kita untuk aksi “ganyang malaysia again”. Selamat berjuang bangsaku untuk membangun negeri.

20 Oct 2010

Magetan bukan ibu kota

     Siapa yang tidak mengenal kota jakarta, ibukota negara tercinta (Indonesia raya). Ironisnya, sekarang kota yang memutarkan uang di Indonesia kurang lebih 70%nya ini sangat tidak nyaman untuk tempat tinggal. Bagaimana tidak, kadar debu di kota berpenghuni hampir 10juta jiwa ini sudah sangat melampaui standart yang ditetapkan oleh WHO. Selain itu ketinggian kota ini mulai bersaing dengan belanda, karena berada dibawah permukaan air laut. Hari bertambah hari makin banyak air tanah yang diambil dan tekanan dari gedung-gedung pencakar langit menyebabkan tiap tahun permukaan tanah jakarta turun sekitar 6-10 cm. Belum lagi masalah kemacetan yang menjadi menu wajib di kota paling padat se-Indonesia ini. Walaupun banyak juga sisi kelebihannya, diantaranya pusat pemerintahan, ekonomi, industri dan banjir tentunya.
     Lain halnya dengan sebuah kabupaten kecil di Jawa Timur, kabupaten Magetan. Sebuah daerah yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah dan diayomi gunung Lawu ini memang tak semenarik ibu kota, jika dilihat dari kemegahan bangunan, kemajuan ekonomi, industri, ataupun sarana prasarana. . Akan tetapi, cobalah anda melihat dari sudut pandang yang berbeda. Sesuatu yang ramah dan nyaman untuk semua orang, mulai dari orang-orangnya yang lebih nyaman menggunakan bahasa jawa sebagai alat komunikasi (dari yang kecil sampai tua) dengan murah senyum untuk menyambut semua orang, budaya berpakaian, berbelanja, membangun rumah,dan tentunya tidak ada macet di kabupaten penghasil kerajinan kulit ini. Lalu apa lagi? Transportasi umum adalah sesuatu yang cukup sulit didapati, ini adalah sesuatu yang sangat bagus untuk mantan penduduk kota besar terutama jakarta. Mengapa? Bagaimana tidak, yang mempunyai kendaraan pribadi tentu tidak kesulitan untuk melakukan perjalanan dengan jaminan “tidak perlu macet!”. “Magetan kota hijau” sebuah andalan yang sudah terealisasi, karena hampir 60% daerahnya masih berupa hutan lindung dan kalau hobi berburu pasti bisa berburu dengan menyenangkan.
      Ada hitam ada putih, malam datang karena sebelumnya siang, kelebihan magetan juga dihiasi dengan kekurangannya. Lalu apa kekurangannya? Sebelum mengetahui kekurangannya akan lebih afdol kalau kelebihannya kita lanjutkan dahulu! Magetan adalah kabupaten yang mengandalkan pariwasata serta pertanian sebagai penopang utama ekonomi. Bagaimana tidak, jika anda ingin berkunjung ke air terjun ada kurang lebih lima tempat (belum termasuk yang belum dibuka menjadi tempat wisata). Sudah terkaget-kagetkah? Belum waktunya, adapula telaga sarangan yang menjadi ikon kabupaten yang bermotokan “MITRA” (Magetan Indah Tertib Rapi Aman), dan beberapa telaga lainnya yang berada di kaki gunung lawu. Bagi pecinta alam, hobi berkemah, mencari perkebunan yang sejuk, atau ingin tahu flora fauna langka yang jarang-jarang ditemui? Ada gunung lawu yang selalu laris manis dikunjungi para pendaki gunung, kawasan pintu masukpun sudah sangat menbuat mata, lidah, dan mulut termanjakan. Pernah mendengar lagunya didi kempot “cemoro sewu sarangan”? Kabupaten magetanlah tempatnya. Lebih dari 10 tempat yang sangat ideal untuk berkemah, mau yang fasilitas MCK memadai dan penduduknya sangat ramah atau memilih daerah ekstrim yang belum disentuh dengan penduduk, semua ada.
      Perkebunan, pertanian, peternakan juga menjadi hal yang perlu anda perhitungkan untuk membandingkan dengan kemewahan jakarta. Ada perkebunan jeruk di daerah kecamatan Bendo, mulai dari jeruk bali, manalagi, sampai jeruk sangkis. Adapula perkebunan bakau dan kopi di daerah cemoro sewu, sarangan, plaosan, sampai panekan. Kalau di bidang pertanian saya pastikan ketika masuk sampai keluar kabupaten magetan mata akan termanjakan suasana hijau dari padi, jagung, tebu, kedelai, kacang, wortel, sawi, sampai kangkung. Peternakanpun tidak kalah taji, sapi, kambing, ayam, dan paling magetan sekali adalah kelinci di daerah ngancar yang biasanya digunakan untuk bahan dasar pembuatan sate kelinci. Pendidikan memang belum bisa dianggap setara dengan di jakarta apalagi menyaingi. Tapi ada universitas negeri di bidang perbidanan cukuplah sebagai identitas dari magetan yang bisa ja identitas seperti UI untuk jakarta.
     Langsung aja kepada kekurangan kabupaten ini, adalah transportasi yang cukup semrawut, karena kurang ada tidakan dari pemerintah sendiri. Belum lagi dengan penduduk yang kurang merata, dan fasilitas umum yang masih minim. Itu bukan kekurangan secara hakiki tetapi sesuatu yang harus dipandang berbeda dan dicarikan solusi terbaik dan memotifasi diri pribadi untuk lebih fokus dan bersemangat. Salah satunya, dengan membuat perusahaan transportasi, tentu sesuatu yang sangat menjanjikan untuk kita. Selain itu juga tempat tinggal yang tidak merata membuat kita bisa memilih dengan mudah ingin bermukim di daerah mana, dan kalau fasilitas inilah yang membuat masyarakah bahu-membahu dan bergotong royong membuat fasilitas itu sendiri. Satu poin penting jakarta adalah ibukota negara kita dengan segala kelebihan dan kekurangannya, begitupula magetan yang punya seluk beluk yang indah. Tetapi seindah dan senyamannya, magetan bukan ibu kota.

16 Aug 2010

17 Agustus 2010

"Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku. Disanalah aku berdiri, jadi pandu ibuku. Indonesia kebangsaanku, bangsa dan tanah airku. Marilah kita berseru indonesia bersatu. Hiduplah tanahku, hiduplah negeriku, bangsaku, rakyatku, semuanya. Bangunlah jiwanya bangunlah raganya untuk indonesia raya. indonesia raya merdeka-merdaka tanahku negeriku yang kucinta, indonesia raya merdeka-merdeka hiduplah indonesia raya. 2X"
Terimakasih anda sudah menyanyikan lagu kebangsaan kita untuk negara, bangsa, pahlawan, rakyat indonesia, dan yang terpenting adalah diri anda sendiri! Kita sudah tahu, 65 tahun lalu (tepatnya 17 agustus 1945), kemerdekaan indonesia diserukan oleh bung karno! Sekedar memberi tepukan di pipi, kalau kita tidak merdeka belum tentu wanita sekarang bisa sebebas ini. Belum tentu juga saya bisa ngeblog seperti saat ini, apalagi anda bisa baca blogging saya (rasanya agak berat). Lalu apakah yang harus kita lakukan untuk kemerdekaan ini, atau minimal membalas jasa para pejuang Negeri ini?
Kita boleh menyingsingkan lengan baju lebihi siku, atau mengikatkan tali dikepala. Tapi ingat, kita adalah macan asia, jadi sudah waktunya kita bangkit dari kubur dan mati suri ini. Kita singsingkan lengan baju untuk menggapai ilmu, kita ikat tali agar kita berkonsentrasi menggapai cita-cita bangsa. Jadi apapun kita lakukan yang terbaik untuk bangsa ini, bukan kenapa-kenapa karena ini bangsa kita Indonesia raya. Dan ilmu agama itu harus kita kembangkan agar dapat bergerak kedepan dengan didampingi akhlak yang bagus.
Semangat 45 harus selalu kita teruskan, walaupun sekarang sudah menjadi 2010. Apa arti usia kemerdekaan ketika bangsa ini masih penuh cercaan. Betapa penting arti perjuangan para pahlawan, ketika mendengar Indinesia munculah rasa kebanggaan. semoga 17 agustus 2010 menjadi hari yang membuat kita lebih nasionalis, berjuang untuk bangsa ini!
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com