Showing posts with label Malang tempatku mencari ilmu. Show all posts
Showing posts with label Malang tempatku mencari ilmu. Show all posts

15 Jun 2015

Mantren Keren, oleh-oleh Kelas Inspirasi Magetan

Sesi foto bersama, KI Magetan & guru-guru SDN Mantren 1
Sabtu 30 Mei 2015, bismillahirrohmanirrohim, kenalkan namaku Tyas Haryadi, biasa dipanggil Tyas. Eits, aku cowok lo, walaupun nggak macho-macho amat sih, tapi sangat percaya diri, penuh semangat, keras kepala & penuh pesona, hehe... Kali ini aku tak ingin berbagi cerita tentang diriku, yang sedikit misterius, eksentrik, dan terkadang juga melankolis. Kali ini aku ingin menceritakan tentang pengalaman menjadi relawan pengajar Kelas Inspirasi (KI) Magetan, yang diadakan di SDN Mantren 1, Kec. Maospati, Kab. Magetan. Sebenarnya aku sendiri tidak terlalu suka dengan kata-kata 'relawan pengajar', maklum kawan, aku merasa masih bodoh, belum layak mengajar. Dan realitanya, aku di SDN Mantren kemarin lebih banyak belajar dari pada mengajar, belajar dari banyak hal, mulai sebelum, ketika, dan setelah pelaksanaan.

Pagi itu, aplikasi whatsapp di smartphone terus berbunyi (biasanya masih aku matiin itu hp), koordinasi dari kakak-kakak KI Magetan, yang keren, insyaAllah. Sembari aku juga mempersiapkan beberapa alat untuk peraga hari itu, mengenalkan profesiku sebagai seorang wiraswasta, jasa multimedia dan teknologi informasi (TI). Geledah-geledah kardus di gudang, buka sana buka situ, geledah ini geledah itu, akhirnya ketemu juga, satu laptop dan tiga smartphone, dari modifikasi kardus. Barang-barang itu sebenarnya sisa pembuatan video 'stop motion' untuk iklan web ~> www.bismillah.co.id, sebuah search engine, tahun lalu, akhirnya berguna juga, alhamdulillah. Sudah janjian dengan mas Dayat, mbak Ratna, dan teman-teman KI lainnya sampai SDN Mantren 1 pukul 06.30, aku langsung menuju lokasi sendiri, karena daerahnya mudah dijangkau dari rumah ortu.

Dasar biasanya nggak suka berangkat pagi-pagi, akupun masih sempat olahraga ditempat, sejenis 'push up', 'pull up' dan kawan-kawan. Alhamdulillah sampai lokasi telat, sampai disana, langsung ada acara doa yang dipimpin salah seorang guru, varokah. Setalah itu, di hampirilah oleh mbak Ratna, untuk menuju depan, bersama para relawan pengajar yang lain. Lalu bertemulah dengan mas Angga, yang berprofesi pendamping dokter bedah, ada pula mbak Triana yang bekerja di puskesmas Kartoharjo, dan mbak Diyah yang kesehariannya menjadi pegawai bank BUMN. Sekilas langsung tahu betapa membara juga semangat mereka untuk berbagi inspirasi kali ini, yup, ditengah kesibukan mereka, meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dengan adik-adik Mantren. Seakan-akan mereka berkata, "kesuksesan itu bukan tentang apa yang kita dapat, tapi apa yang kita bagi, dan seberapa bermanfaat kita. Itulah kesuksesan yang sebenarnya." Ini kali pertama aku ikut roadshow KI Magetan, baru beberapa orang yang dikenal, ada mas Sagung (lebih cocok dipanggil pak, sudah tidak lajang), mbak Ratna, mas Dayat, mas Hedy, dan masih banyak lagi. Banyak belajar dari para inspirator ini, walaupun dalam pertemuan singkat, tapi semuanya sungguh istimewa. 

Lanjut ke acara hari itu, terlebih dahulu, adik-adik Mantren (panggilan akrab) diajak untuk melakukan 'ice breaking', ada beberapa permainan yang dipimpin bergantian oleh para fasilitator. Aha, saatnya bermain, waktu itulah aku kembali belajar, untuk menikmati proses dengan penuh bahagia. Anak-anak SD Mantren masih seperti anak-anak kecil kebanyakan, mereka dengan mudah menerima kami-kami yang baru ditemuinya, cukup tersenyum dan berpegangan tangan, maka sudah tak ada lagi jarak. Apalagi sudah bergerak bersama, bernyanyi bersama, tertawa bersama, joget bersama, itulah pentingnya sebuah kebersamaan, kawan.

Setelah selesai semua acara awal, mulailah adik-adik diajak masuk kelas yang sudah ditentukan oleh teman-teman relawan KI Magetan. Aku kebagian kelas 5, dengan fasilitator mas Hedy, mbak Ita, dan mbak Vita, nih fasilitator keren-keren, semoga sukses selalu. Berdasarkan data sharing dengan mbak Ratna, mas Dayat, dan mbak-mbak lain waktu kumpul koordinasi KI Magetan beberapa hari sebelumnya, kelas 5 termasuk mereka-mereka yang mudah untuk memberikan respon. Jadi, ada orang baru saja mereka sudah langsung tertarik, apalagi orang barunya semenarik diriku? Hehe, mereka pastilah tersepona (terpesona sengaja disalah ketik). Yang menjadi masalah adalah di kelas 1 dan 2, biasanya mereka ramai tidak ketulungan, dan cukup sulit untuk dikendalikan kondisinya (maklumlah belum pernah mengenyam kuliah jurusan pendidikan).

Alhamdulillah, adik-adik kelas 5 di SDN Mantren ini memberi respon positif, aku menyukai proses mengajar seperti ini, otak kanan kembali bekerja. Mereka begitu antusias, mendengarkan tiap pemaparan yang aku sampaikan, dengan seksama dan tawa  bahagia, tetapi juga tetap ada satu dua anak yang kurang semangat atau berceloteh sendiri. Anak-anak itu bisa menerima materi yang berat sekalipun, asalkan disampaikan dengan penuh canda dam membuat suasana menjadi bahagia. Kebahagiaan akan membuat sesuatu yang berat akan menjadi ringan, dan itulah yang terkadang orang dewasa lupa (belajar lagi kan, dari adik-adik Mantren). Aku kan punya usaha, yang ingin aku kembangkan menjadi sebuah kerajaan bisnis, namanya Cah Magetan (CM) Grup, sampai sekarang terdiri dari studio, distro, wisata, dan library. Tetapi menurut adik-adik kelas 5 ini, CM Studio bukanlah Cah Magetan Studio, CM Distro bukanlah Cah Magetan Distro, CM Library bukan Cah Magetan Library, tapi Cah Mantren. Yup, Cah Mantren, ini mengajarkan, siapapun, atas nama individu, kelompok atau organisasi, secara naluri, selalu ingin diakui, belajar lagi, Mantren keren. Tak lupa, di menit-menit perpanjangan waktu di kelas 5 ini, kami berdoa bersama, untuk adik-adik, kakak KI Magetan, guru-guru, saudara, keluarga, pemimpin negeri ini, negeri ini, dan semua orang, plus foto bareng, klik. :D

Setalah selesai, kami istirahat dahulu, sudah disediakan ruangannya, ada kesempatan dah untuk mencari-cari informasi dari para relawan pengajar lain. Secara tidak langsung, mereka berbagi ilmu secara tersirat, juga tersurat, alhamdulillah. Selesai beristirahat, berlanjutlah ke kelas 2, alhamdulillah, anak-anaknya kocak pol, gile lu ndro, ini seperti masa ketika dengan mudah aku teriak-teriak di kelas, sekencangku. Situasi seperti ini pernah aku alami ketika mengajar anak-anak TPA, tapi jumlahnya tak sebanyak ini, lebih dari 30 anak, alhamdulillah. Di kelas ini, harus belajar tentang berbagai cara menyampaikan materi, kalau dalam dunia bisnis, pelanggan itu berbeda-beda, pendekatannya juga harus berbeda. Mereka lebih suka hal-hal abstrak, penuh kejutan, disamping juga harus mendengarkan mereka, memberi apresiasi dan respon cepat. Tapi mereka mengajariku tentang dunia anak, semakin kecil anak dia semakin butuh perhatian lebih, alhamdulillah, bisa untuk bekal merawat anak kelak.

Di kelas 2 ini, yang paling membuat mereka senang, dan mau diperintah apapun, adalah ketika mereka diberi kesempatan untuk berkompetisi, mendapatkan smartphone dan laptop, dari kardus. Mereka dengan jujur mengatakan ingin, mereka berusaha dengan gigih ketika disuruh diam, 'anteng-antengan', yang paling anteng menang. Mendapat kesempatan praktik menjadi wirausaha dibidang multimedia dan TI, kemudian alat peraganya menjadi milik mereka. Mantren keren, mereka mengajari lagi, tentang kegigihan, dan semangat untuk mencoba. Tak lupa pula ditutup dengan doa, tapi tanpa foto bareng, dan mereka ada beberapa yang minta gendong, alhamdulillah, kelak juga ada masanya aku gendong anak sendiri, atau anakku digendong pemuda/i lain. 

Setelah itu masih ada sesi berbagi cerita, aku hanya mengawali, inti materi disampaikan oleh mas Dayat, ini di kelas 3. Akhirnya berlanjut ke sesi menulis dan menempel cita-cita di pohon cita-cita, dan di tutup dengan foto bersama. Sesi foto berlangsung cukup lama, maklum, selalu ada hal-hal menarik dan berbau anak muda, itulah pemuda, dengan segala warna-warninya. Kalau aku sih, muda, tapi menjelang om-om, hehe. Hari itu, aku pamit pulang duluan, karena sudah ada job yang tidak bisa diatasi tim, begitulah nikmatnya jadi wirausaha, alhamdulillah. Terimakasih tak terkira untuk saudara/i KI Magetan, guru-guru dan adik-adik SDN 1 Matren, anda memang luar biasa, Mantren Keren. Aku doakan, semua yang terlibat dalam dalam roadshow KI Magetan di SDN Mantren 1 kemarin, sukses dunia akhiratnya, beserta keluarga & anak keturunan kelak, aamiin.... Apalah bumi tanpa matahari, apalah malam jika tak berhias rembulan. Teruslah menginspirasi teman-teman KI, umumnya dunia khususnya Magetan. Salam rindu dalam jamaah yang haus akan ilmu, Tyas Haryadi

8 Jul 2013

Teknik Informatika UIN Maliki Malang

Saya mengenakan Almamater tercinta, UIN Maliki Malang.
#testimoni 
       Saya mahasiswa TI (Teknik Informatika) UIN Maliki Malang angkatan 09. Saya akan bercerita sedikit tentang jurusan dan kampus saya. Jika dikampus lain mata kuliah agama hny 3sks dr 146 sks, maka dikampus kami 160 dari 160 sks. Semua keilmuan kamu haruslah berintegrasi dg islam, jd kalau kuliah (misal) pengolahan citra, sebelum dan sesudah dimulai materi ada kultum (nggak semua dosen sih, tp kebanyakan gitu). Tugasnya selalu ada hubungannya dg keislaman pula, dlm materi jg selalu ada unsur2 islam yang masuk. 
       Jika di kampus lain harus nyari guru ngaji, ustadz, atau guru spiritual tersendiri untuk nambah ilmu agama + konsumsi ruhani. Kami mahasiswa TI UIN Maliki nggak perlu deh kayaknya, dosen kami ustadz/ah semua (tentu dg kadar n spesialisasi masing2). Dalam hal TI kami mungkin sedikit tertinggal drpd jurusan2 TI yg lebih tua/kampus yg spesialis teknik (dari hal SDA [A untuk Alat] + SDM). Tapi maaf, dalam urusan spesialisasi integrasi TI dan ISLAM, kami lebih unggul dari anda2. Anda2 yg harusnya belajar dari kami, ini percaya diri. 
       Saya sekarang smt 8 (semoga nggak daftar semester 9), sudah nempuh 154 sks, 1 tahun tinggal di ma'had, 1 tahun ikut program khusus bahasa Arab (masuk hari senin-jumat, 14.00-20.00, break 16.30-18.30), 1 tahun ikut program khusus bahasa inggris. Yang saya sebut tadi bukan kegiatan diluar kampus, bkn ikut les privat dan sejenis, ini kegiatan kampus saya. Walaupun nggak banyak yg saya kuasai dari dua bahasa/baca2 kitabnya, minimal banyak yg saya dapat, saya tahu dan saya terapkan dalam hidup sehari-hari. 
       Di jurusan-jurusan lain UIN Maliki juga seperti ini, bahkan bisa jd lebih baik dari kami dlm hal integrasi agamanya. Saya juga baru ngerjain skripsi kemarin, mau ujian sidah nih (mohon doanya). Tahu isi pertama latar belakangnya? "Allah berfirman : .....", padahal saya bahas penghitungan luas daun umbi-umbian dg citra digital, UIN Maliki bro!!! Masih banyak jg yg jd hafidz/ah, subhanallah, TI hafidz/ah (doain sy juga biar jd hafidz, walau baru mulai). Memang masih bnyk kurang, misal akreditasi jurusan TI yg masih GEJE, atau kerjasama jurusan kami dg pihak luar yg masih minim, sarana yg belum maksimal, atau hubungan HMJ & jurusan yg kurang intens. 
       Tak apa, KAMI MENGEJAR AKHIRAT dengan keilmuan kami, insyaAllah dunia akan ikut, tunggu saja waktunya, mulai sekarang jg sudah terlihat. KAMI MENEGAKKAN AGAMA ALLAH DENGAN KEILMUAN KAMI, BIARKAN ALLAH YANG MENEGAKKAN & MENINGGIKAN DERAJAT KAMI. Kalau anda punya perusahaan, nyari yg ahli IT + ahlak mulia, insyaAllah lulusan kami begitu semua. Jika anda mau investasi, cari orang kredibel dan amanah, dari kampus kami berlimpah alumni seperti itu. Bahkan sampai cleaning service, security kami jg ahlul ibadah + ilmunya mumpuni, staf2 juga sholih/a. 
       Saya ingat, cita2 kampus kami adalah menjadi kampus islam terbesar di dunia, pusat studi islam yg dahulunya di Al-Azhar, sebentar lagi pindah ke UIN Maliki Malang. Kampus hijau kami, kampus ULUL ALBAB, dengan segala kekurangan dan kelebihannya. amin... saya bangga pernah ber almamater UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG, kelak ini akan jadi cerita spesial untuk anak, istri, cucu & mertuaku. kelak juga untuk bangsaku, ketika aku jadi RI 1... amin... ^_^ dari Tyas Haryadi Sang Penggembala

30 Apr 2013

Pasar Minggu, Again

Suasana Pasar Minggu, kota Malang.
       (24/2), Setelah keluar dari masjid Al-Hasan jl. Casando 185 Malang (pukul 5.15an). Langsung menuju kamar ta'mir, setel TV liat Sport 7 + ganti-ganti chanel dg Wisata Hati. Saya sudah ada janji dengan anak-anak CMD (Cah Magetan Distro) dan anak2 PALEM (Perkumpulan Alumni Lembusuro, SMA saya dulu) jalan-jalan ke pasar Minggu, car free day jl. Ijen Malang. Ah, hampir pukul enam, saya cuci muka, sikat gigi, belum dhuha (astagfirullah, ya Allah seharusnya saya dhuha dulu). 
       Nah, beberapa anak2 TPQ (taman pendidikan Al-quran) tidur di kamar ta'mir baru bangun, sebagian saya suruh sholat subuh dulu, sebagian tidur lagi. Alhamdulillah dah, ngajak mereka barang kali bisa ada kesempatan mendidik + memberikan ilmu agama dg waktu berinteraksi. 2 anak saya ajak (Toing [nama asli Khoir] dan Bima), maklum naik motor, mampir dulu ke UB (Universitas Brawijaya) ada adik sholiha Fitria Dwi (nih paling getol bantu kegiatan sosial saya, subhanallah). 
       Jalan dah dari UB setelah ni anak berdua saya ajak putar-putar sebentar. Biarpun asli Malang, tetapi mereka belum pernah masuk UB, "tidak semua orang bisa jalan2 seperti kita". Next, aye parkir dulu, mereka tak suruh ngikutin de' Fitri jalan, sehat noh! :D | sebenarnya hari itu, saya ada undangan Lindri Land Rock, ini lintas alam yang memecahkan rekor MURI. Ah, tapi kan semua harus memilih. 
       Kami melanjutkan jalan, aku membuntuti dibelakang mereka dengan lari2 agak besar (bukan lari kecil), sampailah saya menyalip mereka. Nah, ketemu deh dengan Bachtiar (ni lulusan SMAN 1 Kawedanan tahun 2012), jurusan Teknik Mesin UB. Anaknya cukup terobsesi dengan ilmu mesin, mirip2 pak Habibie otak & cara pikirnya. 
      Lalu berlanjut jalan, kami ketemu dengan de' Rinda dan de' Novi, semua adik kelas, saya berasa paling 'tua'. Alhamdulillah dah jadi tetua. :D | Kami lanjutkan jalannya menuju pasar minggu, daerah Car Free Day. Yup, kami selalu membuat kumpul rutin bulanan, walau tak semua datang, tapi silaturohim haruslah selalu dijaga. Inget? "Silaturohim dawakno sembarang kalir" 
       Nah, kami emang cukup capek, kasian dah adik2 saya (toing n bima), mereka mudah lemas, banyak cerita kesini kesana, kelaparan pula. 'kalau saya ngajak anak saya nanti pasti mirip2 kayak gini' (pikir saya diotak dan ucap dihati), kamipun pulang mampir makan pecel + es teh, semoga anak2 ini menjadi sholih, saudara2 PALEM saya juga (perkumpulan alumni lembusuro). Sekian dari saya Tyas Haryadi Sang Penggembala... ^_^ 
kunjungi juga blog saya yang lain : 
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com