Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keluarga. Show all posts

10 Dec 2016

TOLAK UKUR KEBERHASILAN DALAM RUMAH TANGGA

"APA SIH TOLAK UKUR KEBERHASILAN RUMAH TANGGA"?

Sebagian besar masyarakat mengatakan, ada DUA hal yang jika terjadi maka rumah tangga tersebut terbilang sukses:
1) Punya Anak,
2) Banyak Harta.
Bukan itu, Buktinya:
1. Rumah Tangga 'Aisyah Radhiallaahu 'anha tidak dikaruniai anak, lalu apakah kita akan berkata Suami-Isteri tersebut tidak harmonis? Tidak bahagia?
2. Rumah Tangga Fatimah Radhiallaahu 'anha sangat minim harta. Beliau pernah menahan laparnya selama beberapa hari hingga kuninglah wajah beliau. Lalu, apakah kita berani mengatakan bahwa rumah tangga mereka hancur berantakan diujung tombak? TIDAK.
Bahkan Suami beliau adalah salah satu penghuni Surga Allah
Masyaa Allah...
BENAR, sebagai seorang Isteri jangan ber-mudah-mudahan untuk menuntut kalimat perpisahan hanya karena sebab-sebab diatas.
SEBAB ummahatul mukminin tidak pernah memberatkan suaminya dengan perkataan tercela.
Juga, sebagai seorang Suami jangan ber-mudah-mudahan mengatakan "aku tak punya harta, aku tak pantas untukmu Duhai Isteriku.."
Innalillaahi wa inna ilayhi rooji'un...
Tahukah para Suami, kalimat tersebut justru enggan didengar oleh Istri kalian.
Sebab para sahabat tidak tercermin dalam diri mereka sifat keputus-asaan.
TOLAK UKUR KEBERHASILAN RUMAH TANGGA seorang Muslim adalah, KETIKA SETELAH MENIKAH, maka :
1. Bertambahlah TAQWA mereka kepada Alloh.
2. Bertambahlah AMALAN-AMALAN SUNNAH mereka.
3. Bertambahlah KESABARAN mereka dlm setiap taqdir Allah.
4. Bertambahlah Ghiroh/Semangat mendatangi majelis-majelis 'Ilmu Allah.
5. Bertambahlah TAKUT mereka sebab mengingat hari dimana mereka akan terpisah dan menghadap sidang Rabb-nya yang paling adil.
6. Bertambah BERHARAPLAH mereka kepada Rabb-nya agar bisa dinikahkan lagi dalam Jannah Alloh swt tanpa hisab...
Masyaa Allaah.. BaarakAllaahu fiikum..
- Ustadz DR.Safiq Riza Basalamah, MA...

23 May 2016

Bidadariku

Assalamu'alaykum warohmah wabarkah....
Sudah lama sekali, saya tidak posting di blog titipan Allah ini. Kali ini, ingin sekedar sharing saja, yup, sharing sebuah pengalaman yang sudah banyak orang alami & banyak orang belum alami, MENIKAH...

Yang belum menikah & ingin menikah, aku doakan, semoga segera menikah saudara/iku, dapat jodoh yang sholih/ha... Aamiin, yang sudah, aku doakan, semoga semakin sakinah... 

Saudaraku, alhamdulillah, aku diberi amanah oleh Allah, untuk menikah pada 29 Februari 2016, wanita yang kunikahi adalah Puput Oktaviyani. Doakan ya, kami bisa terus belajar menjadi orang sholih/ha, doain juga kami bisa selamat dunia & akhirat... Doa kami, juga selalu menyertai anda saudara/iku...

Singkat cerita, setelah menikah, aku berjanji ingin memberi hadiah istriku. Akhirnya aku beri hadiah yang muahal, apakah itu? Puisi, hehe, yup, puisi, judulnya Bidadariku... Sudah aku bacakan untunya, dan sudah boleh aku publish, agar bisa bermanfaat untuk yang lain, beginilah isinya...

BIDADARIKU
Aku ingat, kala itu, dengan yakin, aku berkata;
"Saya terima nikahnya, Puput Oktaviyani Binti Samin,
dengan maskawin tersebut dibayar tunai"...
Sejak saat itu,
Kaulah cintaku,
Kaulah rinduku,
Kaulah kasihku,
Kaulah sayangku,
Kaulah bidadariku...
Bidadariku,
Kutanam cinta dengan akad,
Berharap berdamping denganmu dunia akhirat...
Bidadariku,
Mari terus belajar mencontoh Rosulullah,
Dan mendekatkan diri pada Allah...
Dari imammu, yang masih belajar nyolehin diri...

Coba deh, saudaraku, sesekali, sering kali juga boleh, puji wanita dalam keluarga kita, buatkan puisi juga boleh. Kalau sudah alhamdulillah, kalau belum yuk dicoba, semoga diberkahi Allah... ^_^

4 Jul 2015

Gendong Ibu untuk haji ke Mekah, bismillah

       Jumat (03/07/2015), pagi itu aku dan adik tengah bersiap-siap untuk berangkat ke rumah nenek di Mojokerto. Aku dan adik sudah sepakat untuk memenuhi 'dawuh' ibu & bapak untuk berangkat kerumah nenek dan kakek di Mojokerto. Keduanya tengah sakit, nenek terkena stroke, sementara kakek bermasalah dengan pendengaran, pengelihatan dan kaki beliau. Misi kami kali ini adalah silaturohim, sekali mengantarkan jamu, juga kacamata untuk nenek dan kakek. Mohon doanya ya, semoga beliau berdua segera sembuh, aku doakan saudara/i dan keluarga sehat selalu, jasmani & rohani. Jika ada yang sakit juga segera disembuhkan, aamiin, alfatihah
       Aku dan Adik akan berangkat setelah sholat jumat, kurang lebih jam 13.00 WIB, naik sepeda motor. Karena ingin sekalian wisata ke Waduk Bening Kab. Madiun dan Museum Majapahit di Trowulan Mojokerto. Kalau naik bus/kereta akan ribet nantinya, lagi pula naik sepeda motor lebih hemat, hehe. Mau naik mobil, juga belum dititipi oleh Allah, aku doain saudara/i yg belum punya mobil segera punya mobil. Dan mobil itu nanti mengantarkan kepada ke sholehan aamiin
       Kali ini aku membawa tas karier (itu yg buat mendaki gunung), karena bawaan kali ini cukup berat, walaupun tidak terlalu banyak. Ada dua pack jamu (lupa namanya), dengan kemasan botol, gula & kopi, pakaian dan barang-barang lain. Masuk dah semuanya ke tas karier, cukup berat kawan, adikku saja cukup kesulitan untuk menggendongnya. Lalu akupun mencobanya beberapa kali, lumayan juga memang, cukup berat jika dibandingkan dengan bawaan ketika mendaki gunung. *hek, agak bungkuk dah hehe
      Ketika duduk di dipan tempat kami menata barang, aku, ibu dan adik tengah bercanda. Akupun bercanda ke ibu, 'nyobi numpak pripun buk?' (arti: nyoba naik gimana bu?) Yang tak maksud adalah naik ke tas karier yang memang cukup besar, ibu bilang 'akupun bisa masuk tas ini' (dalam bahasa jawa). Lalu beliau naik keatas tas, kepundakku, langsung dah, aku gendong ibu, untuk jalan-jalan sebentar, sambil beliau tertawa. Hehe, senang sekali rasanya bisa gendong ibu, beliau tampak terhibur, semoga bisa haji kelak dengan ibu & keluarga besar juga, di awali acara gendong ini. aamiin | Ini mengingatkanku tentang sebuah kisah anak yg menggendong ibunya ketika melakukan ibadah haji.
       Setelah ibu turun, aku mau nyoba gendong adikku, awalnya dia nggak mau, tapi aku kan keras kepala, hehe. Tak tunggu sampai mau, akhirnya mau juga digendong, tak bawa kebelakang pula, ketemu nenek, aku tanya ke nenek, mau digendong sekalian atau tidak? Beliau bilang, masih bisa jalan kok digendong, hehe, tangguh bener dah nenek. Akhirnya kumpul dah berempat, di dipan itu, ritual biasa kawan, minta maaf ke nenek, ibu, adik, karena aku tahu, pasti banyak salahnya. Trus minta doa bareng-bareng, supaya bisa segera haji semua, sekeluarga besar, komplit paman bibi, juga keponakan. Ada juga banyak selipan doa lain, salah satunya, supaya aku segera nikah, dapat istri sholiha, punya anak tiga, belas (13), hehe, bantu doa juga ya.
       Mungkin sedikit nggak nyambung kali yah, tapi insyaAllah dari nyegengin ibu, gendong beliau, doa bareng, cita2 haji bareng juga terkabul. Itulah kenapa aku membuat judul, "gendong ibu untuk haji ke Mekah", nyenengin ibu dulu, sama juga nyenengin Allah, nyenengin ortu dulu, sama juga nyenengin Allah. Ridho Allah ada di ridho ortu, murka Allah ada di murka ortu, kalau ortu sudah ridho dg cita-cita kita, insyaAllah cepet dah, yakin, bismillah. Aku doakan, saudara/i semua bisa berhaji semua, komplit keluarga besar, juga keturunan kelak. Kalau sudah berhaji, semoga jadi haji yg mabrur, aamiin, alfatihah
       Sekian kisahku kali ini, maaf nggak ada foto sebagai data otentiknya, hehe, aku sertakan foto dari serching aja yah, biar cepet ketularan juga. aamiin | Pencintraan lagi, hehe, ini sedang berusaha meluruskan niat, semoga menjadi ajakan menuju kebaikan, di bulan Ramadhan ini. Semoga manfaat, Allahumma sholli'ala Muhammad. Labbaik Allahumma Labbaik, labbaika la syarika laka labbaik inna al hamda wa an ni'mata laka wa al mulk la syarika laka.... Tyas Haryadi ^_^

SMS an dengan adik tercinta

Selamat malam/siang para pembaca, kali ini ingin repost kembali catatanku via akun FB ~> Tyas Haryadi. Kali ini tentang isi smsku dg adik tercinta, Reni Haryati. Sebenarnya, sebelumnya tengah mendengarkan tausiyah untuk mengungkapkan segala hal dengan terbuka, langsung praktik dah. Adapun catatannya sebagai berikut:

aku : Adik yang cantik, mas njaluk sepuro sing akeh ya, mas urung iso dadi kakak yang baik buat pean. Mas durung iso wenehi contoh sing apik, durung iso ngajak pean nyang becik. Ilmune mas sik cetek, durung iso ngayomi pean, isik sering ngecewakno pean, nglarani ati pean, kasar neng pean, kurang peka, bentak, lan sak piturute...

adik : nggeh

aku : Mas nyuwun ngapuro sak gedhe-gedhene dik, urung iso dadi kakak impian pean :'( | Mas nyuwun tulung, pean bantu masmu ben dadi mas luwih sholeh, tambah ilmu, iso ngayomi pean & keluarga, iso ngajak neng kabecikan. Suwun ya adik tercinta, atas semuane, pean sudah begitu banyak ngebantu mas, nemenin mas, dengerin serewetku...

adik : Enggeh mas

aku : Mari dik, kita doakan untuk ibu tercinta, bapak tercinta, semoga diampuni Allah, diberi sisa umur yang berkah & manfaat, kelak dijauhkan dari neraka Nya, di masukkan dalam surga Nya. Kita dijadikan anak keturunan yang sholih/a, juga untuk para orang tua saudara/i kita se islam, juga saudara/i kita. Aamiin, alfatiha, cium dari masmu...

adik : Enggeh mas......

Sungguh, adikku ^_^

Sumber: https://www.facebook.com/notes/tyas-haryadi/sms-an-pagi-ini-dg-adik/1092209110795484

5 Sept 2013

Keinginan ibu bapak

Foto akad nikah ibu dan bapakku, th 1989.
       Kemarin waktu puasa sempet buat tulisan di fanspage saya sendiri Tyas Haryadi, ini nih isinya: "Saudaraku, ibu bapak kita juga ingin dimanja, juga ingin diperhatikan, juga ingin dicium, dipuji, dipijitin, dirayu, diajak bercanda, didingarkan curhatannya oleh kita anak-anaknya.... 
       Terkadang kita belum memberi kedua ortu tercinta hal-hal diatas, sekedar menyadari, bahkan mikir kersitu aja belum. kenapa? karena kita blm pernah punya anak, kita belum sampai kepada usia mereka, kita belum punya anak yg besarnya seperti kita sekarang.... harapan ibu bapak kita itu ya kita, siapa lg? 
       Mereka mencurahkan segalanya untuk kita, untuk masa depan kita, pendidikan, kerjaan, jodoh, bahkan sampai rumah jg diusahakan. Tetapi terkadang kita sering lupa kepada mereka, tak usah jauh-jauh, meluangkan waktu untuk mereka, mendengarkan hobi mereka, dan cerita mereka tentang induk ayamnya yg baru netesin 9anak ayam. padahal dahulu ortu selalu setia mendengarkan ocehan kita tentang pengalaman pertama di sekolah, yg kita ulang-ulang, beliau-beliau mendengarkan dg seksama, lalu bagaimana dg kita? 
       Ingat, ridho Allah ada di ridho kedua orangtua, murka Allah ada di murka kedua orangtua, jikalau kita pandai mendekatkan diri dan meluangkan waktu pada Allah, tentu kita akan pandai pula mendekatkan diri dan meluangkan waktu pada orangtua, kelak kita juga jadi orang tua, adakah yg tidak ingin? mari maksimalkan bulan puasa yg tinggal sedikit ini, dari saya #SangPenggembala , Tyas Haryadi..."

31 Aug 2013

Jika kelak Tyas Junior Nongol

Ilustrasi Tyas Junior.
Saya ngebayangin, kelak kalau si tyas junior sdh nongol, pagi hari, gendong si dia di depan, aye pegang quran kecil sambil murojaah.... 
Sore hari, sapu2 halaman perusahaan (emang g'boleh owner nyapu hlmn perusahaan?), sambil gendong tyas junior, sambil sholawat + asmaul husna... 
Ngajar ni junior lari2, gimana kalau dia blm bisa lari? digendong, diajak lari, sambil dzikir, biar keringat yg ia rasa jg disertai dzikir... 
Mengarinya bernyanyi, menari, terpenting ngajari sholat + baca Al-quran, akhlak, dan cinta pada Allah + Rasul... semoga qt jadi keturunan yg sholih/ha, jg dikaruniai keturunan yg sholih/ha... amin, alfatiha... 

18 Jun 2013

Luangkan Waktu untuk Keluarga

Bulik, keponakan, nenek, ibu, adik, dari kanan.
Sesibuk2nya kita, luangkan waktu untuk keluarga, jangan sampai karena harta/organisasi kita lupa keluarga... 
Walau itu keyboard, layar LED, koneksi lebih menangtang, pastikan bersama keluarga lebih indah kawan... 
Saya orang IT (baru hampir 4th sih), & orang IT pada umumnya, biasa tidak tidur sehari semalam, buat bikin project, didapan monitor, ama kopi, dan seharusnya kita luangin juga waktu, cukup 1jam, untuk mendengarkan curhatan keluarga, anda akan benar merasa pny keluarga... 
Sering kita lupa dengan keluarga, apalagi untuk urusan mendengarkan keluh kesalnya, rumah bukan tempat mampir tidur... 
Rasulullah, adalah pemimpin pemerintahan, seorang pedagang, pemimpin umat, tetapi beliau selalu memperhatikan keluarganya... 
"Lakodkaana fi Rosulillahi uswatun hasanah!", yuk nyontoh Rosul, beri waktu kepada keluarga, rumah bukan cuma tempat mampir tidur, sering2 smsin kalau jauh, sering2 telfon, pasangin fotonya di wallpaper handphone, laptop, taruh dompet, cintai keluarga karena Allah. jgn berlebih, tp di pas in, semoga keluarga kita semua selalu diberkahi Allah... amin

6 May 2013

Orang tua kelak hanya bisa cerita

       Jika kelak aku sukses, orangtuaku mungkin hanya bisa cerita, bahwa aku anaknya telah punya usaha d setiap provinsi Indonesia. Tapi aku kadang masìh lupa banggakan + menceritakan bapakku, seorang teknisi mesin kapal laut, yang tiap hari sering bersua air laut. Tangannya kasar, mengapal, sampai sering pulang dengan luka-luka disekitar jari jemari atau kaki lengannya. Bahkan untuk membagi kisah ibuku, seorang ibu rumah tangga yang penuh perjuangan, ada kerja sambilan jadi staff Badan Kredit Desa. Berdua adalah orang sukses, mendidik anak2 seperti aku, berilmu & sukses. 
        Kalau kita sudah bersuami/istri, apalagi beranak, orangtua bakal terbengkalai, terlupakan. Kalau aku mungkin ketika kelak sudah beristri apalagi punya anak2. Kalau sudah berumah sendiri, pasti jarang dikunjungi, padahal beliau berdua sangat mengharap dikunjungi anak2nya. Itulah fakta, sefaktanya, tiap manusia haruslah melek semeleknya! Ingat "ridho Allah ada di ridho kedua ortu, murka Allah ada di murka kedua ortu." jika kita mencintai, ridu bertemu, memuliakan Allah, seharusnya seperti itu diterapkan pula kepada kedua ortu, sampai kita mati! Walau keduanya bahkan tidak pernah sholat, ingat, orangtua itu adalah Al-quran, walaupun usang tetaplah Al-quran, harus kita muliakan. Salam dari Tyas Haryadi Sang Penggembala...

1 Dec 2012

SUKSES DARI KELUARGA!

Kartun sebuah keluarga dalam imajinasi, sukses dari keluarga.
       Wahai dulurku sing tak tresnani (saudaraku yang kau cintai), gimana kabar keluarga anda? Kali ini saya ingin mengajak para pembaca blog saya untuk kembali ingat, bahwa keluarga adalah hal pertama setelah Allah tentunya. Bagaimana dikeluarga itu ada Ibu dan Bapak kita, entah yang kandung (masih hidup atau sudah tiada), angkat, nenek kakek, atau yang mengasuh kita sejak kecil. Masih ingat "ridho Allah berada di ridho kedua orangtua, murka Allah berada di murka kedua orantua!" Ini akan menjadi hal yang penting untuk pribadi kita, baik dalam kehidupan sehari-hari, begitu pula dalam hal kesuksesan. 
       Sukses harus dimulai dari keluarga, jika sebagai anggota keluarga anda sukses maka sebagai individu insyaAllah juga sukses. Masih ragu? Ada seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah, "siapa yang harus saya patuhi didunia ini ya Rasulullah?". Rasul menjawab: "Ibumu!" Lalu sahabat itu bertanya sebanyak empat kali, Rasulpun menjawab secara beruntun "Ibumu", "Ibumu", "Ayahmu". Yups, artinya mereka yang harus kita patuhi (masuk empat besar) ada di keluarga, Ibu dan Ayah. 
       Selain itu, anggota keluarga kita yang akan memperhatikan setiap detik serta inci tentang kita. Hal ini akan sangat berpengaruh kepada tingkat kesuksesan tiap individu. Karena kesuksesan seseorang bisa dilihat dari interaksinya dengan orang-orang sekitar. Memang belum ada data tentang penelitian hal ini, tetapi yakinlah, karena keyakinan adalah modal yang sangat penting. Selain hal itu, jika orang sukses mengalami penurunan, jatuh lalu sulit bangun, siapa yang akan menolong? Pastilah jawabnya keluarga anda, bagaimana jika dia tidak respontif kepada keluarga? Tentu akan berbeda. Mari awali sukses kita dari keluarga dulur, salam dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi... ^_^
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com