Showing posts with label Sepak Bolaku. Show all posts
Showing posts with label Sepak Bolaku. Show all posts

18 Jun 2013

Young Coach IM, profesi baruku!

Logo Indonesia Muda, sejak 1960, semoga semakin besar.
       Alhamdulillah, senin sore (29/4) tidak jadi interview di SSB Indonesia Muda, tapi tadi dapat kabar bagus, jumat (3/5) adalah kesempatan melatih SSB Indonesia Muda, emang Allah Maha Pengasih lagi Penyayang... semoga berkah, sampai saya jadi pelatih timnas Indonesia + bawa Indonesia juara piala dunia... amin :) 
       Hari pertama jadi coach di IM (Indonesia Muda), (3/5) masih duduk2 dipinggir lapangan. menyapa dulu matahari sore hangat di daerah Rampal, teringat ibu dan bapak. ketemu asisten pelatih, sharing2 banyak hal, mulai dari cara kepelatihan, teknis, motivasi, kisah masa muda, anak beliau, sampai kepada cita-cita saya dirikan IM di Magetan. 
       Banyak bakat2 luar biasa disana, salah satu yg U17 juga masuk timnas Indonesia U17. Belum bertemu pelatih kepala, Pak Musleh, mantan pemain Persema, Tenggarong & PSM. Tapi sudah mulai paham kepelatihan di IM. Sampai beberapa hari terakhir akhirnya saya sudah melatih IM, biasanya banyak yang kenal dengan Indonesia Mengajar, atau gerakan Indonesia Muda yang baru ada beberapa tahun terakhir. Padahal Sekolah sepakbola dan timnya Indonesia Muda sudah ada sejak 1960. 
       Saya begitu bahagia ketika setiap waktu saya sekarang banyak dihabiskan di lapangan sepakbola, itupun tentu diapit dengan waktu di masjid. Subhanallah, "kullu ardhin masjidun" (setiap2 bumi adalah masjid), membuat saya yakin, dimanapun saya, saya sedang berada di masjid. Sayang disayang, kebanyakan mereka yang ikut IM (anak-anak SSB) kehilangan sholat Asharnya, bahkan mungkin Magribnya juga. 
       Apalagi yang rumahnya jauh-jauh, semoga bisa dibenahi lah, mulai dari adik2 binaan saya dan saya sendiri. Alhamdulillah, sungguh Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ya Rabb. baru kemarin hamba berdoa, sekarang kau kabulkan, perbanyak sedekahnya, puasa sunahnya, ajak yang lain juga... insyaAllah semua doa pasti terkabul, ini janji Allah, bukan janji saya... Alllahu akbar... :)
       Lagi, saya pernah bermimpi jadi pemain sepakbola, tapi belum tercapai, saya pernah mimpi membawa Indonesia juara piala dunia. Lalu sekarang? Saya bermimpi jadi pelatih timnas Indonesia, lalu juara piala dunia, amin, ini mimpiku, salah satunya. Semoga terkabul, amin... Salam dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi

12 May 2013

Opa Fergie Pensiun

Mengangkat Piala, Terakhirnya Fergie melatih MU di kandang.
Salam perpisahan SAF at Old Traford, (12-5-2013)
       Sir Alex Ferguson Pensiun, *bener baru tahu aye! Masih ingat ketika dulu pertama saya lihat Liga Champion, Deportivo Lacoruna (Spanyol) Vs Man. United (Inggris), 0-2 (2 April, 2001). Yang cetak gol salah satunya van nistelrooy, waktu itu saya langsung jatuh cinta pada MU... ah, tapi tak saya ketahui waktu usia 10tahun itu tentang peran pelatih, seberapa berpengaruh dia, yang saya tahu waktu itu MU solid dari semua lini. 
       Fergie, jenius sebagai manager, mumpuni sebagai ayah, dan coach terfavorit sampai detik ini... banyak belajar ilmu managemen, kepelatihan sampai filosfi hidup dan dakwah dari opa. Secara tak langsung ataupun dari komentar2 & keputusannya.... Opa, tanks untuk semua, walau kau bukan muslim, tak doain moga jadi mu'alaf... amin, siapa tahu para pelatih diluar negeri sana banyak yang muslim, dan pelatih muslim Indonesia bisa ngelatih diluar negeri kelak (Utamanya MU)... amin... 
       Oya, peduli lu baca kagak, tapi Allah baca status ini Opa, doain ye, aye jadi pelatih timnas Indonesia, dan juara piala dunia, amin... alfatiha "Harus saya sampaikan terima kasih kepada keluarga saya, cinta dan dukungan mereka begitu esensial. Istri saya, Cathy, merupakan figur penting sepajang karier saya." Sir alex ferguson, waktu menyatakan diri pensiun... nah, masih pada ragu DIBALIK KEHEBATAN SEORANG PRIA, ADA WANITA HEBAT DIBELAKANGNYA! #gloryglorySAF Gelarnya sudah banyak, tapi caranya mengajari saya, dunia sepakbola semua, dan para pecinta sepakbola... Dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi... ^_^

4 May 2013

Cintai Sepakbola Indonesia

Pendukung Timnas Indonesia, negeri paling loyal sepakbola.
       Alhamdulillah, Hore, semen padang tekuk warrios FC, 0-2. lolos ke 16 besar AFC cup sbg juara grup (yang terakhir juga menang 3-1, lupa dengan mana)... :) bagaimanapun sepakbola Indonesia harus sering dibahas juga, walau Munchen menang 4-0 atas barca (leg ke 2, 0-3, agregate 0-7)/ Dortmun menang 4-1 atas Real Madrid (leg ke dua, 2-0, agregate 3-4) lebih menarik. 
      Ingat, dunia sepakbola tidak melulu tentang prestasi, tapi juga publikasi(marketing)! sebagai IT Marketer,saya tak rela liga Indonesia kalah pamor dengan lagi lain (liga Inggris, Itali, Spanyol, dll), terlebih di negara sendiri. itu Edward Junior Wilson juga lumayan keren, cetak 6 goal, masuk runder up top score! salut juga buat striker Indonesia lain, macam Boaz Salosa (baru masuk pemain terbaik asia bulan April), Van Dijk, Syamsir Alam, Bepe, Jajang Mulyana, dll. lebih cinta dari pada klub2 negara lain, timnas2 negara lain, krn ini negara kita... #cintaisepakbolaIndonesia salam, dari Tyas Haryadi Sang Penggembala... ^_^

11 Jan 2013

Selorejo, Kesamben, Selopuro, Talun, KANIGORO

Mas Fauzi at depan pintu rumahnya.
       Dulur, lama tak berpetualang, keliling-keliling kota hendak melihat-lihat keramaian yang ada. Saya baru saja beberapa waktu lalu menuju Blitar again, untuk mengunjungi acara nikahan kakak PESMA (Pesantren Mahasiswa) Darul Hijrah. Nama beliau adalah MUSTAKIM, simple tapi bermakna dan penuh arti. Kawan, manusia haruslah punya cara untuk menghargai yang lain, termasuk undangan mereka, beliau ngundang saya untuk hadir pada minggu 23/12/12. (baca Mas Taqim U 24, semoga saya U 23). 
       Dan tanpa terlupa saya pun mampir kerumah Mas Fauzi (nama lengkap Nanang Fauzi, cek FBnya), beliau adalah kakak (kamar sebelah walau jadi satu) di PESMA AL HIJRAH. Mas yang tinggi lebih dari 180cm ini juga panutan dengan kepolosan dan 'blak-blakan ala kulonan' (terbukaan ala baratan [jawa wilayah barat maksudnya, yang pakai bahasa lebih halus]). Rumah beliau di daerah KANIGORO, BLITAR, desa Santren, dengan banyak rambutan dan beberapa kolam ikan. Disini saya mulai memahami rute masuk Blitar mulai dari daerah Malang. 
       Yang pertama adalah Selorejo (tempatnya waduk karang kates, itu tempat romantis juga lo apa lagi kalau sun set, saya pernah sunset disana). Lalu ada lagi Kesamben, daerahnya lebih banyak hutan, tikung sana tikung sini, liak liuk, tapi menarik lah, lumayan. Berlanjut ke Selo lagi, kali ini Selopuro (daerah perumahan warga, kiri kanan, sedikit hutan jati memecah arah ke pantai atau kota). Lalu bersua Talus (kecamatan yang didampinggi pegunungan pantai nan indah. Berakhirlah ke Kanigoro, kecamatan tempat tujuan menginap satu malam saya. Kehidupan, belajar ilmu, belajar agama, seperti proses ke kanigoro ini, selalu ada proses untuk mencapai sesuatu, dengan melewati yang lain. 
       Saya belajar sangat banyak dari pria ini (nanang fauzi) dan keluarga beliau. Kali ini saya belajar cara untuk selalu terbuka dengan berbagai pihak, menjadi diri sendiri, tanpa perlu takut untuk menunjukkan 'It's Me' atau menolak dengan cara 'Its'not Me'. "Mau jadi istimewa, jadilah dirimu sendiri, jangan pernah jadi yang lain", itulah kata-kata kakak saya ini. Sama-sama pecinta olahraga sepakbola, tapi mas ini lebih menyukai sebagai penonton, komentator dan gamers, saya masih suka jadi pemain dan pelatih. Tim kesukaannya adalah Real Madrid (jika di spanyol), lalu Manchester City (di Inggris), dan Italia saya lupa. hehe 
       Sedikit berbeda dengan saya, saya lebih suka Barcelona (Spayol, suka karena gaya permainan dan sistem pembinaan), Manchester United (Inggris, suka karena gaya bermain serta managemen yang sedikit menjadi panutan saya, opa ferghie), serta Juventus (Italia, cinta pertama saya untuk sepak bola, sangat berkesan, del piero pula). Lah, saya jadi curhat sola sepak bola lagi, hehe, maaf ya semoga curhatan saya menjadi berkah untuk anda semua. amin 
        Nah, the next, kita bahas belajar bisnis dan makanan khasnya rumah dan sekitar Kanigoro ya. Semoga anda masih bisa keliling Indonesia, seperti Lampung (baca cerita tentang Lampung), jawa timur (baca di labelnya), jawa tengah (label juga) dll. Salam dari Tyas Haryadi Sang Penggembala... ^_^

10 Dec 2012

Runder Up

TIM Kelas F, juara 2 IT CUP 2010, nyeker bro!
       Futsal, ini merupakan olahraga adobsi dari sepakbola, peraturan hampir sama, tetapi cara bermain dan taktik memang cukup beda. Sekedar flash back kawan, dahulu pada semester 3 (semoga tidak keliru, memang tidak pada kenyataannya) teman-teman HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) TI Mengadakan Gebyar ICT (Information, Communication ang Technologi) yang mengadakan berbagai macam lomba. Lombanya mulai dari yang berbau TI sampai futsal dan seminar nasional. Dan yang tidak kalah penting, pemateri seminarnya adalah Romi Satriyo Wahono (baca, tyas dan ahli komputer). 
        sekarang kita langsung ke permainan futsal, tim yang mengikuti cup kali ini (IT CUP 2010) adalah wajib orang-orang mahasiswa TI UIN Maliki Malang. Dengan tim seadanya, dan juga persiapan yang minim, kamipun maju dengan nama tim TI 09 kelas F. Dengan jumlah keseluruhan tim 16 tim, kamipun bermain sehari sampai tiga kali, dan melawan musuh-musuh yang tidak bisa dianggap enteng. Mulai dari si tim A, si tim B, tim-tim lain. Kami hanya menang dengan goal-goal krusial, tetapi sungguh dibumbui berkah dari Allah SWT. InsyaAllah... :) 
        kami di pertandingan pertama melawan tim gurem, dari angkatan 2008, tetapi dari tim yang buruk. Kami memang dengan skor 3-0 dengan saya mencetak 2 gol diantaranya. Lalu di babak 8 besar, kami melawan adik kelas, angkatan 2010, kamipun menang dengan skor 3-0, dengan ketiga goal diborong oleh ben-ben. Ternyata kemenangan ini cukup menstimulus kami, alhasil di babak semifinal kami harus bermain sampai babak perpanjangan waktu. Kami tertinggal terlebih dahulu dengan skor 1-0, lalu kami membalas dengan satu goal penyama kedudukan, dan saya membuat satu goal kemenangan dan melakukan selebrasi dengan membuka baju dan menepuk-nepuk perut, sampai pemain lawan terpancing emosi. 
         Tepat di akhir pertangdingan, kami harus kalah 3-1, dengan satu goalnya dicetak oleh dandi. Kami menjadi runder up, setelah bermain di lapangan becek pada finalnya. Inilah perjuangan kawan, mungkin anda akan pupus jika tak berjuang terus, terus dan terus. Jika punya keyakinan tentu anda punya kesempatan untuk mendapatkan kemenangan, maka pertahnkan keyakinan untuk menang. Sekian, semoga sukses dunia akhirat untuk semua, salam dari Tyas Haryadi Sang Penggembala... ^_^

7 Dec 2012

2-0, Serasa Menang

Ilustrasi pemain menendang bola futsal.
       Selamat siang, sore, malam, pagi dulur (suka-suka anda bacanya kapan), baru saja beberapa hari yang lalu (ada seminggu lalu mungkin) saya kembali ikut kompetisi. Bukan kompetisi paper ilmiah semacam youthpower di UGM (baca,"Cuma 11, 12" pengalaman di youth power 2011.), atau duta-duta macam duta bahasa jawa timur (baca, antropologi bahasa dan budaya jawa timur). Atau beberapa kompetisi berbau IT apalagi berbau jurnalistik dan fotografi seperti hobi dan profesi sekarang ini (baca, jurnalis profesiku). Tetapi tentang sebuah permainan dilapangan, dimana dimainkan dua tim, tim pemenang adalah tim yang paling banyak menciptakan goal. Yups, itulah sepakbola kawan, olahraga paling populer di bumi, tetapi saya akan sedikit bergeser, yaitu ke futsalnya. 
        Dengan tim yang berbeda, kami pernah menjadi juara, walau hanya juara 2, sebuah kompetisi futsal jurusan TI (teknik informatika) UIN Maliki Malang. Walau dahulu memang sedikit berbau keburuntungan, tapi itulah sepakbola ataupunn futsal, semua punya kesempatan untuk menang (baca, runder up). Ini adalah cup kesekian kalinya kami, saya dengan teman-teman TI UIN Maliki Malang seangkatan (2009). Kali ini kami iku kompetisi Psyco CUp, yaitu pialan psikologi yang diadakan oleh fakultas psikologi UIN Maliki Malang. Dalam pembagian lawan, kami mungkin sedikit tidak beruntung, karena langsung mendapatkan lawan anak UNIOR (Unit Olahraga) di UIN Maliki Malang. 
       Istilah kerennya "sang bayi melawan embahnya", yah, banyak yang pesimis, walau itu objektif. Tapi dengan keras kepala saya menyatakan tidak setubuh, karena saya sangat teramat optimis bisa memenangkan pertandingan ini. Hari pertandingan sudah hampir datang, kami melakukan sparing dengan salah satu tim yang beberapa kali kami lawan, anak Universitas Brawijaya, di daerah dieng Malang. Jelas saja, kami yang bermain dengan tim inti menang lumayan telak, walau sering ditekan, tetapi keeper kami cukup handal sehingga mental kalau ingin membobol gawang kami. 
        Hari pertandinganpun datang, semua sudah diingatkan, karena jadwal tanding maju 1jam. Dari jam 14.30 menjadi pukul 13.30, ini cukup riskan, karena mengingat jam molor semua anggota tim, tak terkecuali saya kawan. Tetapi kali ini saya tidak molor, malahan kawan-kawan setim yang molor. Alhamdulillah, ternyata pertandingan juga molor, panitia juga ikut molorin jadwal, selamat lah, emang Tuhan sayang banget ama kita punya tim. *ngusap air mata dulu dulur... :') 
       Masalah selanjutnya adalah kami kekurangan pemain, setelah telfon sana telfon sini, sms semua. Akhirnya 5 orang yang datang, standart minimum 1 tim tanpa ada pemain cadangan dah. Alhamdulillah dah, dengan begini semua main full, lagi pula kalau semua komplit biasanya saya juga cadangan, main ketika sudah unggul jauh atau ketinggalan jauh saja. :D | Ini masalah yang tidak bisa tanpa masalah, selain saya memang koordinator (anak2 manggil manager), tetapi saya juga pemain. Saya sebenarnya lebih memahami tentang strategi kombinasi pemain dengan objektif, serta formasi yang harus digunakan saat melawan tim lain, cepat menganalisa pula. Sayang teman-teman belum terlalu percaya dengan kemampuan ini. 
         Kembali ke permainan kawan, kami bermain dengan formasi 2-2, yaitu dua pemain bertahan dan dua pemain menyerang. Seharusnya kami menggunakan formasi 4-0, semua pemain bertahan dan dua orang menyerang serta satu ditengan dan satu dibelakang, ini formasi total football lah istilahnya kalau disepakbola. Tetapi kami memakai yang 2-2, dengan begitu sangat mudah untuk membobol gawang kami. Babak pertama kami tertinggal 2-0, dan sedikit sekali menyerang. Saya bermain sebagai pemain bertahan, sedikit kurang nyaman, tetapi dibuat nyaman saja, kerena masih kekurangan pasukan. Dibabak kedua, kami bermain semakin membaik, bahkan berkali-kali memberi ancaman, akan tetapi skor 2-0 untuk kekalahan kami tetap terjadi. 
        Kekalahan 2-0 ini seakan menjadi sebuah kemenangan bagi kami, karena dengan tim seadanya dan lawan semaksimalnya. 2 gol itupun adalah kesalahan pertahanan, bukan karena kerjasama yang apik dari mereka. Apalagi di final tim lawan kami menang dengan skor 1-0 atas lawannya, itung-itungannya kalau kami tidak lawan mereka di awal, bisa jadi kami sampai final untuk bertemu mereka. Itulah bola kawan, bundar bisa bergulir kemana saja, itulah kemenangan bisa diperoleh siapa saja. Inilah olahraga yang paling saya gemari, selain olahraga-olahraga lain. skor 2-0 juga dialami timnas Indonesia yang berlaga di ajang AFF cup, serasa menang, karena untuk pertama kalinya kita mengalahkan Singapura lalu kalah dengan Malaysia. 
        Inilah sepakbola atau futsal kawan, kemenangan dalam sejarah ada pada skor, tapi kemenangan hakiki letaknya ada di hati, di hati kawan. Maka jagalah selalu kemenanganmu, anggap semua seperti friendly match, karena semua permainan, walau tak mau dipermainkan. Kita harus fair, mengucapkan selamat pada yang menang, memberi semangat kepada yang kalah. Salam dari Sang Penggembala Tyas Haryadi... ^_^

16 Oct 2012

Obrigado Timnas (Mahasiswa) Timorleste

Timnas IT 09 (mini timnas futsal Ina) juara II IT CUP 2010.
       Kawan, tahukan anda olahraga yang paling popular di muka bumi ini? Yups, jawabannya adalah sepakbola, bola yang disepak dengan kaki (baca sepakbolaku). Saya kawan, Nama Lengkap Tyas Haryadi, nama panjang Tyassssssssssssssss (ampe capek dah bilang ‘s’nya) :D. Seperti lelaki kebanyakan (sekarang yang namanya cowok sedikit sob, karena cewek jadi-jadian makin banyak juga), saya cinta beud dengan namanya sepakbola. “Sepakbola itu mah filosofi hidup, sepakbola mengajari saya tentang kerendahan hati, kerjasama tim, dan menerima kekalahan tak sombong dengan kemenangan, dan itulah sebuah ibadah untuk saya.” (catet, bold, buat miring n tebal) :D 
       Nah, saya pernah cerita belum kawan, noh, mau jadi pemain timnas Indonesia, masuk piala dunia dan mengantarkan Indonesia Juara Piala Dunia (mbois bukan). Itu mimpi saya sewaktu masih SD dahulu (Sekolah Dasar, bukan Madrasah Ibtida’iah), satu lagi, saya ingin jadi pemain Indonesia yang main di MU (Manchester United), Old Trafford lah. Alhamdulillah sampai sekarang belum kesampaian kawan (ingat ini mah, metode bersyukur, banyak2 hamdallah). Sekarangpun saya merintis mimpi jadi mini timnas futsal dah, dengan tanding antar Negara di Negeri sendiri. Salah satunya adalah lawan tim mahasiswa dari Timor Leste, yups, lumayanlah, pertama lawan tetangga dan saudara sendiri. 
       Saya kenalnya dengan Nicho (nama aslinya agak susah, Portugal banget, tp bukan Cristiano Ronaldo), beliau (cara mengapresiasi orang lain, apresiasi anda mencerminkan diri anda) adalah panitia ILC (Indonesia Linux Conference) 2012 (lihat puisi saya tentang ILC 2012 disini, dan webnya resmi disini). Nah, disini saya sebenarnya mau jadi keeper (baca, kecilku dulu adalah goal keeper), tapi sudah ada keeper utama supardianto dan keeper cadangannya gomes (nama beken). Ini adalah tim pengembangan kawan, setelah juara 2 di IT CUP 2010 (kompetisi futsal anak TI UIN Maliki Malang tahun 2010), kami membenahi tim, karena lawan-lawan yang sekarang semakin berkembang, kami tentu ingin menaikkan tingkatan lebih elit. Nah, sewaktu bertanding dengan timorleste pada malam sabtu (28/9/12), kami main jam 8 malam (ini mah strategi saya juga, jangan malam jumat, itu waktunya saya banyak-banyakin sholat malam habis isa’, dzikir, ngaji + sholawat. Kenapa jam 8 malam, tahulah, sholat isa’ jama’ah tidak boleh hilang boy!). 
       Tim futsal kami yang baru terdiri dari 9 orang (no kesukaan saya, noh pernah mampang di PP dan ava juga), saya (second striker, tp lebih sering dipakai sbg striker tunggal ke 2), aji (striker tunggal pertama), Benben (baihaqi, sayap kanan), Iyus (sayap kiri), Syauqil (full back), Nawir (sayap dan juga back), fahri (sayap juga back), Supardi (keeper utama), gomes (Misbah, keeper ke2 dan back juga). Loh kok 9? Ya iyalah, ini futsal sob, beda hal kalau lapangan luas, lebih banyak main kerjasama dan kurang sprint. Dalam pertandingan kali ini kami diajari kerjasama tim dan kedisplinan serta fisik yang harus mungkuni oleh mahasiswa timor leste. 
        Pada hasil akhir memang kami menang, skor akhirnya adalah 9-5 untuk tim kami, ArTI 09 (Arek Teknik Informatika 09). Tetapi ada beberapa teman tak sepaham, akhirnya pake nama TI 09 FC, tak apalah, ini bukan tim saya sendiri lage. Yups, disini posisi saya adalah manager (walau saya lebih suka bilang koordinator), paling sederhanapun juga harus ada pimpinannya dan ini pilihan teman-teman sendiri. Lanjut ke pertandingan, di awal-awal pentandingan kedua tim masih hati-hati (maklum, belum pernah mengertahui kemampuan satu sama lain). Hampir 20 menit lebih hanya 2 gol yang tercipta, satu untuk TI 09 Indonesia (tak tambahin sendiri, biar mbois, internasional jeh :D), dan satu untuk mahasiswa Timorleste. 
        Setelah itu pertandingan mulai terbuka, saling serang, saling melakukan body (adu fisik), saling mengeluarkan tips trik jitu. Mereka (tim timorleste) punya kemampuan fisik yang mungkuni kawan, walau fisik mereka kecil (rata2 tingginya 150-160an cm, belum ada yang lebih tinggi dari saya, apalagi sebanding, saya 170cm). Tapi kawan, saya benar-benar diajari oleh mereka tentang arti sebuah perjuangan. Yups kawan, mereka penuh perjuangan untuk dianggap sebagai seorang bangsa yang diakui. Mereka memang kalah dengan kami dalam hal skill, mental, dan juga kreatifitas, karena SDM (sumber daya manusia) Indonesia memang lebih unggul, apalagi dari daerah jawa. Tetapi mereka punya fisik prima, tidak ada yang gemuk, keceng-keceng tapi berisi, disiplin mereka tingkat tinggi. Pertahanan cukup ketat, tetapi juga punya ritme tersendiri, inilah yang saya kagumi dari mereka, para pejuang dari bagian terlepas dari Indonesia. 
        Dalam pertandingan itu semua dari tim kami memang saya rotasi dalam semua posisi, tujuannya adalah supaya mereka saling tahu bagaimana rasa menjadi posisi disana. Disini (tim TI 09), saya adalah manager (hasil pemilihan kawan-kawan sendiri tahun lalu, 2011), jadi saya punya hak prioritas untuk mengambil keputusan, dengan masukan dari teman-teman semua. Keeper kami punya nilai plus dan minus masing-masing, Ody (nama keren Supardianto), anak NTB (Nusa Tenggara Barat) ini punya talent dalam hal reflek, wow. Kalau ada power shot, dia yang handal ngeblok, bola berbalik arahpun dia handal, hanya, terlalu monoton dalam memberi umpan (dalam bahasa saya kurang cerdas, memang orang luar jawa kekurangan dlm hal ini). Keterampilan kaki juga kurang, apalagi mentalnya, inilah yang harus dibenahi, lalu saya pasang dia jadi striker, supaya merasakan bagaimana bola mudah yang diterima striker dan dikonversi jadi goal. Memang canggung, tapi itulah pembelajaran, biarkan dia belajar sendiri dengan caranya sendiri, seperti itu pula kehidupan. 
       Keeper ke dua, gomes, punya kemapuan kaki luarbiasa, keberanian yang prima dan mental mumpuni. Tetapi keterampilan tangannya minim kawan, dia keeper bagaimana mau hebat kalau tangannya cuma buat pajangan? Nilai plusnya, dia multi talent, bisa bermain sebagai bek, bisa pula sebagai sayap. Dalam permainan ini, dia kebobolan empat goal, tak apalah, ini hanya pertandingan persahabatan, biarkan mental semua naik. Goal-goal kami dikemas oleh Aji, Bemben, dan Iyud, nah saya kemana? Aih, dalam tim ini, selain sebagai manager saya juga player, walau tak sebegitu cemerlang teman-teman lain. Saya lebih cocok di second striker, umpan-umpan akurat dan kemampuan melihat serta kreatifitasan tingkat tinggi. Merusak pertahanan lawan, dan membuat dua sampai tiga pemain mengejar saya karena saya gesit, pandai mempertahankan bola. Tetapi saya juga lemah dalam finishing serta naluri mencetak goal, tak terlalu terasah mungkin karena lama tak latihan bola di pesma. Biasanya saya selalu pegang bola tiap hari, untuk sekedar drible, shoot, dan berbagai teknik lain. 
       Sauqil, adalah bek handal, ketenangannya sob, maut banget, kejeliannya gan, bek banget pokoknya. Dahulu saya kenal dia sebagai striker pula, tetapi ternyata talentnya ada di beck, lebih maut daripada canavaro (bek timnas italia yang sudah pension). Iyud, dia pekerja keras, saying bola sering lepas, dan stamina masih kurang maksimal, tapi menyusuri bagian kiri lapangan adalah kemampuannya. Bemben, bodybalancenya kawan, mbois, kemampuan akurasi dan power shootnya, wow! Sementara fahry juga punya ketenangan, dengan tendangan spekulasi yang baik, tapi memang dia sedikit lambat, tipikalis lebih mirip carick (gelandang MU dan timnas Inggris). Nawir, seharunya dia punya kemampuan bek kanan atau gelandang kanan, tetapi akhir-akhir ini dia mulai menurun peformanya. Tendangannya cukup bagus, daya mempertahankan bola maksimal, tetapi sekali lagi, fisik perlu dijaga. 
       Selain pertandingan itu, kami juga belajar bahasa Portugal kepada mereka. Obrigado salah satunya, mereka mengajari saya dan kami bagaimana harus menjaga konsistensi, berani berfisik ria. Obrigado Mahasiswa Timorleste, semoga bermanfaat dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi… ^_^

31 May 2012

kecilku dahulu adalah Goal Keeper

Animasi Goalkeeper.
        Tyas Haryadi- mungkin nama ini memang tak pernah tersiar di televisi, sampai detik ini minimal, dan apalagi sebagai pemain sepakbola professional. Kali ini kita akan membahas tentang filosofi penjaga gawang kawan, atau biasanya lebih dikenal dengan “GoalKeeper”. Masa kecilkan sangatlah terobsesi dengan sepakbola kawan, mungkin sampai sekarang dan sampai tua nantinya. Ketika saya kecil, duduk dibangku SD, sayalah striker diantara empat lelaki di kelas saya. Sangat sedikit, sangat minim, tetapi saya masih ingat saya selalu jadi pencetak goal untuk tim yang saya bela, sehingga saya sering diperebutkan untuk ikut tim lain. Tetapi ketika SD akhir dan awal SMP saya sedikit berubah haluan kawan, saya belajar dan menggeluti profesi sebagai penjaga gawang. 
        Itu semua bermula ketika saya masuk tim, saya tetap mencoba seorang striker, tetapi ternyata power tendangan saya sangatlah jauh dari harapan. Tepatnya tak bisa diandalkan untuk dikatan “jegerrr!” sayapun berpikir untuk pindah profesi menjadi goal keeper, terlebih ketika melihat beberapa pemain sepakbola yang ternyata pindah profesi dari striker menjadi keeper lalu menjadi keeper handal. Saya berlatih sendiri dirumah kawan, memang tak ada bola sepak, adapun bola plastik yang ringan, tak ada kawan pula. Mungkin ini juga kehendak Allah, tapi orangtua saya bukan basic olahragawan. Beliau berdua mungkin sudah menggadang-gadang saya menjadi PNS atau menjadi karyawan perusahaan besar sewaktu saya terlahir.
        Itu terlihat ketika saya begitu terobsesi sebagai pesepakbola, ibu adem ayem saya, tak merespon sama sekali. Bapak memang memberi respond an respek, tetapi karena beliau jarang pulang, akhirnya bakat itu bak diterpa angin begitu saja. Saya berlatih disebelah ruang tamu, dimana ada dinding yang saling berhadapan, jaraknya mungkin sekitar 3,5meter. Dengan lantai keramik hijau dan dinding cat putih, disitulah saya berlatih sepakbola sebagai keeper kawan. Aneh ya? Tidak aneh, saya baru sadar, saya cerdas dari kecil :D (pecaya diri dikit jeh). Saya memakai bola kasti sebagai bola sepak, bola itu saya lepas kulit kasar yang berwarna hijau, sehingga tinggal karet tengahnya. Pantulannya cepat, hebat, dan mantap, sehingga jika dilempar kedinding akan memantul bahkan lebih cepat dari lemparan terkadang. 
       Nah, dinding yang saya jadikan gawang adalah kamarnya ortu kawan, bentuknya persegi panjang. Saya ambil tingginya sejajar pintu, karena di setara pintu itu terjajar rapi foto, hiasan dinding (tiang atas). Untuk tiang samping ada gawang pintu (kayu rangka pintu) yang jadi gawang kiri, sementara kanannya adalah sudut tembok yang menyekat keruang tamu. Jadilah gawang di imajinasi yang sedikit perlu anda lihat lalu ubah sedikit kawan. Saya lempar bola kedinding, lalu saya atraktif menakapnya sebagai keeper, loncat sana loncat sini, jatuh sana jatuh sini. Setiap hari tanpa lelah, tanpa bosan saya melempar bola, menangkapnya, berkali-kali goal, berkali-kali terjatuh, saya masih bangun. Setelah itu saya mencoba menendang, ternyata lebih asik, dan saya makin menikmati. 
       Berkali-kali saya dimarahi ibu, karena membentur kaca, berkali-kali saya diteriaki karena berisik dan main bola dirumah. Berhenti sebentar lalu saya lanjut lagi, tak pernah kapok, ketika akhirnya dinding bagian bawah tembok yang saya buat untuk pantulan bola rusak. Semennya sudah lepas, tidak tahan mungkin ditendangi kawan. Sampai sekarangpun saya tak pernah jadi penjaga gawang dipertandingan persahabatan, hanya ketika latihan dan sparing terkadang saya mencoba posisi ini. Apalagi kalau sedang main futsal, semua bisa nyoba profesi itu kawan. :D 
       Hikmat dari goal keeper adalah setiap individu harus bisa mencegah dirinya kebobolan, baik kebobolan dari masalah, dari jatuh, dll. Dalam hal lain, goal keeper adalah sebuah pertahanan mirip TNI, ketika kita diserang, pertahanan terakhir adalah dia. Dalam kehidupan biasanya berhubungan dengan hargadiri, jika dihina, kita masih bisa menunjukkan kita tak kalah. Masih bisa berjuang menunjukkan siapa kita. Penjaga gawang itu tentang cara memandang kawan, bagaiman kita memandang sesuatu yang kan merugikan kinerja kita, yang menggagalkan mimpi kita, cita-cita kita. Dengan reflek, gerak cepat kita harus mengantisipasinya, harus seantisipasi mungkin. Apalagi sewaktu terjadi tendangan pinalti, nasib semua ada di keeper. Jangan pernah remehkan posisi ini kawan, jika tidak kebobolan maka minimal tim anda memperoleh 1poin, hasil seri. 
      Jika dalam melakukan sesuatu kita tidak menyerang dan tidak bertahan, maka kita akan setara dengan mereka, karena hasilnya 0-0. Itulah filosofi seorang penjaga gawang kawan. Penjaga gawang haruslah mereka yang bekerja keras, penuh insting, eksentrik, melakukan terbaik dan tak mau setengah-setengah. Itulah kenapa saya sempat cinta dengan posisi ini, Goal Keeper. Beberapa pemain yang saya sukai di posisi ini ada Hendro Kartiko, Fery Rotinsulu, Buffon, De Gea. Sampai saat ini ketika pulang tekadang saya bermain bola ditempat yang sama, mengingat masa kecil nan cerdas dan tak kenal lelah dulu. Pagi, siang, sore, malam aku bermain bola pada waktu kecil dulu. Ternyata tanpa aku sadari, sepakbola telah mengajariku, kerja yang total, tak kenal waktu, kerja keras, juga kerja cerdas. Sekian kawan, semoga bermanfaat. Saya masih punya cita-cita jadi pelatih timnas Indonesia ketika mimpi pemain bola sudah saya F2, amin… salam dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi…. ^_^

18 Apr 2012

Belajar Tiki-Taka

Permainan tiki taka.
       Mungkin sekian lama saya nulis di blog, saya belum pernah menuliskan seberapa saya cinta akan sebuah olahraga yang saya tekuni sejak kecil. Olahraga paling popular dijagad ini, olahraga yang pernah menjadi cita-cita saya sewaktu kecil, dan sekarang tetap menjadi cita-cita bisnis serta karier masa depan saya! Yups, SEPAKBOLA, sebuah cabang olahraga yang paling tenar pula dinegeri ini (selain bulu tangkis). Walau saya juga cinta akan bulutangkis, tapi tak sebesar cinta saya pada sepakbola kawan. Apalagi dengan sepakbola negeri ini sendiri, sepakbola merah putih. Bahkan saya pernah bermimpi menjadi pemain sepakbola professional, main di Manchaster United F.C. dan masuk timnas Indonesia. Lalu mengantarkannya juara piala dunia, sungguh special.
        Sampai sekarang mimpi ketika saya duduk dibangku SD dan SMP itu masih teringat, tetapi sudah saya F2 (di rename). Sekarang waktunya mengambil langkah realistis dan melanjutkan estafet sebagai pemain futsal saja, lalu berlanjut pada permainan sebagai pelatih kelak. ^_^ | ketika detik-detik itu terlewati saya mulai belajar menghikmahi hidup dari bermain sepakbola, lalu flashback2 itu datang kembali, memberi hikmah tiada batas. Sekarang saya sedang memikirkan tentang tiki taka (bukan teka-teki). Ini adalah sebuah permainan sepakbola yang mengandalkan pengusaan bola dalam waktu lama, operan-operan pendek, satu dua sentuhan, dan akhirnya mencari ruang untuk mencetak goal. Itulah sekilas tentang tiki-taka. Lalu apa hikmahnya? Silahkan baca TL (timeline) saya di twitter berikut ini… ^_^
tiki taka, kata temen itu adalah hafalan. hafal akan gerakan dan kebiasaan patner, cara mereka insting mereka. tiki taka tentang #pengertian
tiki taka, kata saya adalah tentang satu dua sentuhan, ini tentang peran kesemuax bukan satu saja, tiki taka tentang peran #kebersamaan
tiki taka itu membawa bola dg durasi waktu yg lama, mencari luang terbuka, selalu berusaha mencari celah dg sabar. tiki taka tentang #sabar
tiki taka tentang kedisiplinan dan mengetahui posisi masing2, mereka mengetahui kemampuan diri sendiri, tiki taka tentang #pahamiDiriSendiri
tiki taka mengalir dengan cepat, sewaktu-waktu bisa saja berpindah dari satu tempat ke tempat lain, smw itu jd mudah+indah krn #kerjasamatim
tiki taka tidak menonjolkan permainan individu, melainkan menonjolkan kemampuan melihat situasi, kesempatan, terpenting adl #analisis
tiki taka mungkin adalah sebuah teka teki yg sangat istimewa, kemana bola datang dan akan diberikan, bahkan sang pencetak goal, #kejutan
tiki taka bukan sekedar sebuah cara mengolah bola, tetapi menjadi cara mengolah tim sbg individu dan kelompok, ini jg jd managemen kerja.
tiki taka, sudah berkembang menjadi kesamaan diatas perbedaan, sm2 mampu menendang dan mengoper. ini tentang #penyamaan dr #perbedaan
tiki taka, sebuah cara untuk mencapai tujuan akhir sebuah kemenangan, itulah sepakbola #berorientasi_hasil_akhir
        Demikian kawan, sekilas tentang tiki taka, cara bermain yang dipraktekan oleh tim Barcelona. Sementara saya hanya belajar mengambil hikmah yang terpendam didalamnya dengan persepektif manusia dan pemain bola (belum professional). Semoga bermanfaat kawan, salam dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi…. ^_^
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com