Showing posts with label Cerita Inspiratif. Show all posts
Showing posts with label Cerita Inspiratif. Show all posts

4 Jul 2015

Gendong Ibu untuk haji ke Mekah, bismillah

       Jumat (03/07/2015), pagi itu aku dan adik tengah bersiap-siap untuk berangkat ke rumah nenek di Mojokerto. Aku dan adik sudah sepakat untuk memenuhi 'dawuh' ibu & bapak untuk berangkat kerumah nenek dan kakek di Mojokerto. Keduanya tengah sakit, nenek terkena stroke, sementara kakek bermasalah dengan pendengaran, pengelihatan dan kaki beliau. Misi kami kali ini adalah silaturohim, sekali mengantarkan jamu, juga kacamata untuk nenek dan kakek. Mohon doanya ya, semoga beliau berdua segera sembuh, aku doakan saudara/i dan keluarga sehat selalu, jasmani & rohani. Jika ada yang sakit juga segera disembuhkan, aamiin, alfatihah
       Aku dan Adik akan berangkat setelah sholat jumat, kurang lebih jam 13.00 WIB, naik sepeda motor. Karena ingin sekalian wisata ke Waduk Bening Kab. Madiun dan Museum Majapahit di Trowulan Mojokerto. Kalau naik bus/kereta akan ribet nantinya, lagi pula naik sepeda motor lebih hemat, hehe. Mau naik mobil, juga belum dititipi oleh Allah, aku doain saudara/i yg belum punya mobil segera punya mobil. Dan mobil itu nanti mengantarkan kepada ke sholehan aamiin
       Kali ini aku membawa tas karier (itu yg buat mendaki gunung), karena bawaan kali ini cukup berat, walaupun tidak terlalu banyak. Ada dua pack jamu (lupa namanya), dengan kemasan botol, gula & kopi, pakaian dan barang-barang lain. Masuk dah semuanya ke tas karier, cukup berat kawan, adikku saja cukup kesulitan untuk menggendongnya. Lalu akupun mencobanya beberapa kali, lumayan juga memang, cukup berat jika dibandingkan dengan bawaan ketika mendaki gunung. *hek, agak bungkuk dah hehe
      Ketika duduk di dipan tempat kami menata barang, aku, ibu dan adik tengah bercanda. Akupun bercanda ke ibu, 'nyobi numpak pripun buk?' (arti: nyoba naik gimana bu?) Yang tak maksud adalah naik ke tas karier yang memang cukup besar, ibu bilang 'akupun bisa masuk tas ini' (dalam bahasa jawa). Lalu beliau naik keatas tas, kepundakku, langsung dah, aku gendong ibu, untuk jalan-jalan sebentar, sambil beliau tertawa. Hehe, senang sekali rasanya bisa gendong ibu, beliau tampak terhibur, semoga bisa haji kelak dengan ibu & keluarga besar juga, di awali acara gendong ini. aamiin | Ini mengingatkanku tentang sebuah kisah anak yg menggendong ibunya ketika melakukan ibadah haji.
       Setelah ibu turun, aku mau nyoba gendong adikku, awalnya dia nggak mau, tapi aku kan keras kepala, hehe. Tak tunggu sampai mau, akhirnya mau juga digendong, tak bawa kebelakang pula, ketemu nenek, aku tanya ke nenek, mau digendong sekalian atau tidak? Beliau bilang, masih bisa jalan kok digendong, hehe, tangguh bener dah nenek. Akhirnya kumpul dah berempat, di dipan itu, ritual biasa kawan, minta maaf ke nenek, ibu, adik, karena aku tahu, pasti banyak salahnya. Trus minta doa bareng-bareng, supaya bisa segera haji semua, sekeluarga besar, komplit paman bibi, juga keponakan. Ada juga banyak selipan doa lain, salah satunya, supaya aku segera nikah, dapat istri sholiha, punya anak tiga, belas (13), hehe, bantu doa juga ya.
       Mungkin sedikit nggak nyambung kali yah, tapi insyaAllah dari nyegengin ibu, gendong beliau, doa bareng, cita2 haji bareng juga terkabul. Itulah kenapa aku membuat judul, "gendong ibu untuk haji ke Mekah", nyenengin ibu dulu, sama juga nyenengin Allah, nyenengin ortu dulu, sama juga nyenengin Allah. Ridho Allah ada di ridho ortu, murka Allah ada di murka ortu, kalau ortu sudah ridho dg cita-cita kita, insyaAllah cepet dah, yakin, bismillah. Aku doakan, saudara/i semua bisa berhaji semua, komplit keluarga besar, juga keturunan kelak. Kalau sudah berhaji, semoga jadi haji yg mabrur, aamiin, alfatihah
       Sekian kisahku kali ini, maaf nggak ada foto sebagai data otentiknya, hehe, aku sertakan foto dari serching aja yah, biar cepet ketularan juga. aamiin | Pencintraan lagi, hehe, ini sedang berusaha meluruskan niat, semoga menjadi ajakan menuju kebaikan, di bulan Ramadhan ini. Semoga manfaat, Allahumma sholli'ala Muhammad. Labbaik Allahumma Labbaik, labbaika la syarika laka labbaik inna al hamda wa an ni'mata laka wa al mulk la syarika laka.... Tyas Haryadi ^_^

Tips "Belajar Iri"

Repost lagi, bismillah dah, semoga akun FB Tyas Haryadi semakin bisa manfaat, mengajak pada kesabaran & kebenaran, aamiin. Kali ini ingin berbagi tips "belajar iri", yg dibolehkan oleh islam tentunya, langsung saja dibaca ya...

Bismillahirrohmanirrohim, pagi ini saya ingin berbagi sedikit tentang tips "belajar iri". Tentu belajar iri yg dimaksud ini dalam tanda kutip, yaitu iri yang positif. Seperti sebuah hadits, di mana Rosulullah tidak memperbolehkan iri kecuali kepada dua hal. Dari Abdullah bin Mas‘ud RA, ia ber­kata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidak boleh iri hati kecuali pada dua hal: (iri ter­hadap) orang yang dikaruniai Allah dengan harta kemudian membelanja­kannya dalam kebenaran dan (iri terha­dap) orang yang dikaruniai Allah dengan ilmu kemudian mengamalkannya dan mengajarkannya’.” (Muttafaq ‘Alaih).

Nah, itulah yg seharusnya kita pelajari, iri kepada mereka yg berharta lalu membelanjakannya dalam kebenaran, dan iri kepada mereka yg berilmu kemudian mengamalkan dan mengajarkannya. Menurut beberapa definisi, Iri hati adalah suatu sifat yang tidak senang akan rizki / rejeki dan nikmat yang didapat oleh orang lain dan cenderung berusaha untuk menyainginya. Terkadang dg mudah kita terbersit sifat iri ketika ada teman yg penghasilannya bepuluh, ratus, bahkan ribu kali lipat dari kita. Terkadang dg moleknya sifat iri berjalan-jalan di hati kita, ketika orang lain mempunyai karya hebat, mempunyai ketenaran, dapat rejeki, dan lain sebagainya.

Ini ada beberapa tips, agar kita bisa belajar iri, yaitu iri yg diperbolehkan oleh Allah SWT :

1. Berdoa, sesering mungkin kita berdoa untuk dijauhkan dari segala penyakit hati. Mungkin, kita sering berdoa untuk sehat jasmani, terhindar dr segala penyakit jasmani, tetapi kita kurang berdoa untuk sehat rohani, terhindar dr segala penyakit hati. Menurut Aa'Gym dan Yusuf Mansur, kalau berdoa pakai bahasa arab/bahasa Al-quran belum mengerti, pakai bahasa Indonesia saja, Allah Maha Tahu.

2. Ingat hadits diatas, ketika ada bersitan dalam hati "wah, enaknya temanku itu, uangnya banyak, kenapa kok yang dapat dia, bukan aku?". Bisa bahaya ini, bisa jadi ini bisikan setan, "astaghfirullah, ya Allah, ampuni hamba, ampuni hamba, seharusnya tak boleh ada iri. Hamba hanya boleh iri, dg teman-teman hamba yg kaya yg dermawan, yg kaya yg hartanya untuk jalan kebenaran." Dengan mengingat-ingat hadits diatas, kita bisa menstimulus diri untuk selalu belajar iri yg diperbolehkan. Agak keblinger dikit, ingatkan diri sendiri, doa lagi.

3. Minta untuk diingatkan, bukankah Allah memperintahkan kita untuk saling mengingatkan dalam kesabaran & kebenaran? Nah, minta tolong dong, sama orang2 sekitar kita "ibu, bapak (misal ortu), tolong ingatkan aku kalau salah, pasti bakal ada salahnya, mohon di ingatkan!". Begitu juga ke saudara, sahabat, teman, guru, rekan kerja, terutama orang-orang yg lebih sholih dan alim.

4. Minta untuk di doakan, kita sering minta di doakan "doakan aku sukses ya!" ini keren, coba ditambahi "doakan aku sukses dunia akhirat ya, kamu juga!" ini lebih keren juga. Lalu kenapa kita juga tidak minta di doakan, "doakan aku sehat jasmani rohani ya, terhindar dari penyakit jasmani dan rohani juga!". Atau boleh minta di doakan, ke siapa saja yg di jumpai, "doakan aku terhindar dari iri ya, hanya iri yg diperbolehkan Allah saja!"

5. Mendoakan orang lain, Dari Abu Darda’ ra. bahwasannya ia mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tiada seorang muslim yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya, kecuali malaikat berkata: “Dan untukmu pula seperti itu.” (HR Muslim)

Semoga kita semua sehat jasmani rohani, terhindar dr segala penyakit fisik dan hati, selamat dunia akhirat, aamiin. Sekian, pasti ada salahnya, mohon dimaafkan, ambil baiknya, semoga bermanfaat, wallahu'alam bishowab ^_^

Egois?

Repost lagi, dari akun FBku ~> Tyas Haryadi, kali ini tentang sebuah kultum di pesantren entrepreneur, selamat membaca, semoga bermanfaat:

Beberapa tahun yg lalu saya bertemu dg atasan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan. Bos saya bertanya, "pak Bagus, setelah keluar kerja apa yg akan anda lakukan?". Saya menjawab, "saya akan berbisnis pak!". "Berbisnis?" tanyanya, "pak Bagus, saya mau kasih saran, jadi orang jangan neko-neko. Seperti saya ini, kalau dihitung-hitung maka penghasilan saya sekitar 2,5 juta perbulan, apa yg saya lakukan? Saya bersyukur dg apa yg Allah berikan kepada saya, menerimanya dg kesyukuran, saya nikmati dan saya tidak neko-neko." Dalam hati saya, orang ini begitu egois, dia hanya mementingkan dirinya sendiri. Kalau memang cukup dg 2,5 juta perbulan, kenapa tidak mencari 20 juta, yg 17,5 jutanya dikasih orang lain. Jika kita cukup dg penghasilan kita sekarang, kenapa tidak mencari lagi untuk bisa membantu orang lain? Masih banyak saudara-saudara kita yg membutuhkan bantuan kita. Sering kali cita-cita kecil, karena kita sangat-sangat egois. Kita sering bekerja hanya dg target untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Di suatu pelatihan, saya pernah bertanya kepada seorang peserta, "berapa penghasilan yg anda inginkan?". Ada yg menjawab, "saya tidak tahu pak, saya tidak tahu ingin punya penghasilan berapa. Tapi yg saya inginkan, saya ingin punya pesantren, yg minimal mampu menampung 100 santri yatim piatu atau fakir miskin, dan mereka semua free, mereka semua gratis. Kalau saya hitung-hitung, minimal saya harus punya penghasilan 100jt perbulan." Bagaimana dg cita-cita anda? Berapa penghasilan yg anda inginkan perbulan? Berapa banyak anda ingin punya anak asuh? Berapa banyak anda ingin punya anak yatim piatu? Bisa jadi penghasilan kita sekarang kecil, karena cita-cita kita memang masih kecil. Cita-cita kecil, karena kita hanya memikirkan diri sendiri, barang siapa membantu masalah orang lain, maka Allah akan membantu menyelesaikan masalahnya. Allah akan melipat gandakan rejeki dan di infakkan tanpa batas, dan sebaik-baik kamu adalah yg paling banyak manfaatnya. Saya Bagus Hernowo, Pesantren Entrepreneur untuk anda rekan Data

SMS an dengan adik tercinta

Selamat malam/siang para pembaca, kali ini ingin repost kembali catatanku via akun FB ~> Tyas Haryadi. Kali ini tentang isi smsku dg adik tercinta, Reni Haryati. Sebenarnya, sebelumnya tengah mendengarkan tausiyah untuk mengungkapkan segala hal dengan terbuka, langsung praktik dah. Adapun catatannya sebagai berikut:

aku : Adik yang cantik, mas njaluk sepuro sing akeh ya, mas urung iso dadi kakak yang baik buat pean. Mas durung iso wenehi contoh sing apik, durung iso ngajak pean nyang becik. Ilmune mas sik cetek, durung iso ngayomi pean, isik sering ngecewakno pean, nglarani ati pean, kasar neng pean, kurang peka, bentak, lan sak piturute...

adik : nggeh

aku : Mas nyuwun ngapuro sak gedhe-gedhene dik, urung iso dadi kakak impian pean :'( | Mas nyuwun tulung, pean bantu masmu ben dadi mas luwih sholeh, tambah ilmu, iso ngayomi pean & keluarga, iso ngajak neng kabecikan. Suwun ya adik tercinta, atas semuane, pean sudah begitu banyak ngebantu mas, nemenin mas, dengerin serewetku...

adik : Enggeh mas

aku : Mari dik, kita doakan untuk ibu tercinta, bapak tercinta, semoga diampuni Allah, diberi sisa umur yang berkah & manfaat, kelak dijauhkan dari neraka Nya, di masukkan dalam surga Nya. Kita dijadikan anak keturunan yang sholih/a, juga untuk para orang tua saudara/i kita se islam, juga saudara/i kita. Aamiin, alfatiha, cium dari masmu...

adik : Enggeh mas......

Sungguh, adikku ^_^

Sumber: https://www.facebook.com/notes/tyas-haryadi/sms-an-pagi-ini-dg-adik/1092209110795484

Harus Kaya

Posting kali ini aku ambil dari catatan pribadi di akun facebook ku sendiri, Tyas Haryadi. Adapun catatanku sebagai berikut: 

Suatu saat, saya bertemu dg kawan di rumahnya, sambil bersilaturohim saya ingin mengajaknya berbisnis. "Pak, ayo pak berbisnis dg saya" | "saya tidak mau pak" Jawabnya mantab | Kemudian saya tanya "kenapa?" | jawabnya "saya takut kaya!". Saat itu saya kaget, ternyata ada orang yg takut kaya. Dia sangat paham, kalau menjalankan bisnis resikonya adalah kaya. Lalu saya bertanya, "kenapa anda takut kaya?" | "saya takut hubbuddunya, saya takut cinta kepada dunia". Dalam hati saya, 'luar biasa kawan saya ini, dia orang yg sholeh'. Dalam hati saya saya berdoa, 'Yaa Allah, orang sholeh seperti inilah yg seharusnya kaya". Karena kalau kekayaan dipegang oleh orang-orang sholeh, insyaAllah rahmatanlil'alamin. Tapi sayangnya, orang sholehnya tidak mau kaya, orang kayanya tidak mau sholeh.

Kemudian saya bertanya, "apakah hubbuddunya penyakitnya orang kaya saja?" | "tidak, orang miskinpun banyak yg menderita hubbuddunya". Masalahnya bukan dikaya atau dimiskinnya, tetapi bagaimana kita bersikap kepada kekayaan. Dengan alasan inilah banyak umat islam yg tidak mau bekerja keras, tidak mau berusaha menjadi orang kaya, dan tidak mau menjadi orang besar. Umat islam, terlalu besar untuk punya cita-cita kecil. Umat islam harus kaya, seperti kayanya Abu Bakar As-sidiq, seperti kayanya Umar bin Khatab, dan seperti kayanya Utsman bin Affan, karena kekayaannyalah islam bisa berjaya.

Rasulullah mengajarkan kita untuk berdoa, "Yaa Allah aku berlindung kepada Mu dari kekufuran dan kefakiran, aku berlindung kepada Mu dari azab kubur". Yang menjadi masalah bukan seberapa banyak kita mendapatkan uang, tp uang itu dari mana dan untuk apa. Sabda Rosulullah, "kita tidak boleh iri kecuali kepada 3 orang. Pertama, orang yg berilmu yg mengamalkan dan mengajarkannya. Yang kedua, orang yg mati syahid. Dan yang ketiga, orang kaya yang dermawan.". Ingatlah, kita adalah harapan masa depan umat, bangkit mulai sekarang, harapan itu pasti ada, Allah bersama kita. Bagus Hernowo pesantren entrepreneur

Tentu berbeda, jika orang sholeh yg punya hotel, dg orang bukan islam yg punya hotel. Sah-sah saja, di hotel bintang 5 misal, yg terdengar di lorong-lorongnya adalah murottalnya Syaikh Misyari Rasyid Alafasy, karena yg punya sholeh. Di SPBU, di minimarket, di mall, di studio, di apotek, toko bangunan, restoran, wajib tutup waktu sholat wajib tiba, semuanya sholat jamaah. Dan tidak ada itu SPG yg buka aurot, kalau yg punya dealer itu orang sholeh, pake hijab syar'i semua, malah bisa tidak ada lagi SPG (Sales Promotion Girl), diganti SPB (Sales Promotion Boy). Yakinlah, karena kita punya Allah Yang Maha Kaya, yg punya seluruh alam semesta....

Sumber: https://www.facebook.com/notes/tyas-haryadi/harus-kaya/1093309457352116

13 Feb 2015

Berjamaah (catatan gerakan Indonesia Membaca)

foto bersama kegiatan awal, berdirinya CM Library, Juli 2012
       Bismillahirrohmanirrohim, Magetan, 13 Februari 2014, oleh Tyas Haryadi :) | Selamat malam saudara/i, kronologi penulisan ba'da Magrib. Alhamdulillah, hari cukup indah, di kota Magetan, Kalian sudah kenal Kota Magetan belum? Baik yang sudah atau belum, mungkin anda melihat keblog ~> Kunjungi Magetan. Ini adalah artikel keduaku tahun 2015 yang diposting di blog, sebelumnya ada artikel "(Masih) Belajar Nulis". Kali ini ingin membahas tentang berjamaah, yang aku kolaborasikan dengan catatan gerakan Indonesia Membaca. 
       Semua berawal ketika dahulu, aku dan teman-teman alumni SMAN 1 Kawedanan, Magetan, Jatim, membuat sebuah tempat ngumpul buku, kecil-kecilan, untuk pinjam-pinjaman kalangan sendiri. Yang kemudian, dari hari ke hari, atas izin Allah, dan doa teman-teman semua, semakin berkembang, bisa beli rak buku, bisa mengadakan lomba-lomba, pelatihan-pelatihan, bahkan juga buletin (tiap 2 bulan), yang semuanya gratis, 100%. Alhamdulillah, mulai nyadar, gerakan apa yang cocok untuk komunitas kecil kami ini, akhirnya kami beri nama "GERAKAN INDONESIA MEMBACA" dari CAH MAGETAN LIBRARY, dengan kelompok karyanya disebut NGANGSU KAWERUH (menimba ilmu dalam bahas Indonesia). 
       Setelah sekian lama, kira-kira akhir 2013 (setelah aku lulus dari jurusan Teknik Informatika UIN Maliki Malang, baca testimoninya disini) sampai akhir tahun kemarin, "laa yamutu walaayahya", tidak bermutu dan tidak berdaya. Kalau digambarkan, yang penting ada, buku acak-acakan, kegiatan bulanan sepi, buletin tak berproduksi, alhamdulillah, buku masih sering berdatangan, dan juga banyak peminjaman. Kemarin juga sempat beberapa bukunya ikut dalam misi, isi rak di masjid Al-qudus, kawedanan, yang dikelola Rohis SMAN 1 Kawedanan, lewat bantuan mas Septian & mas Bayu, itupun juga tidak banyak. 
       Alhamdulillah, hari ini tadi, eksekusi, penataan buku-buku, yang jumlahnya lebih dari seribu disebuah rak kayu jati di Cah Magetan Library, dibantu tim KKN (Kuliah Kerja Nyata) dari UIN Sunan Ampel Surabaya. Di desa saya, Kuwonharjo, ada anak-anak KKN (Kalau dalam bahasa UIN Malang namanya PM (Pengabdian Masyarakat), yang kebetulan ingin mengangkat tema pendidikan agama & umum. Akhirnya mereka kok melihat ada perpustakaan di desa, sehingga membuat mereka tertarik dan kagum, ah aku jadi malu. hehe | Kenapa di desa butuh rumah pintar? Apakah tidak ada orang pintar? Oh, banyak, tapi sangat sedikit orang pintar yang mau berbagi dengan orang lain, secara gratis. 
       Nah, mendengar itu, tentu aku langsung bilang "acc", mereka bilang, aku ownernya, bukan, bukan sama sekali, aku cuman dititipi. Ini sebenarnya kerja keras banyak orang, para admin, pejuang muda, donatur, keikut sertaaan banyak orang, banyak tangan, banyak sumbangan, juga banyak doa. Sebelumnya sudah ada 'rerembugkan' dengan tetua desa, kepala desa & beberapa perangkat, mereka semua setuju. InsyaAllah, akan diadakan "Rumah Pintar Cah Magetan", yang bertempat di desa Kuwonharjo, RT 24, RW 05, Kec. Takeran, Kab. Magetan, tepate di rumah ortuku, Bapak Supiran Pujo Hartono, dan Ibu Yatmi. InsyaAllah, kegiatan yang akan diselenggarakan disini adalah, peminjaman buku gratis untuk semua orang, cukup ninggal identitas + no telp, anda bisa pinjam buku. Biasanya untuk yang sekolah SMP/SMA sederajat, tidak perlu beli buku, bisa pinjam disini, ada 1000 buku lebih lo. 
       Juga akan ada pembelajaran seni kaligrafi, dan mengaji, juga gratis, insyaAllah dilaksanakan setiap hari jumat, sabtu, minggu. Untuk pemuda/inya, akan belajar banyak hal, kita akan kumpul rutin setiap seminggu sekali, bisa saling sharing banyak hal. Nanti utamanya juga mengaji, sekalian belajar jurnalistik & fotografi, insyaAllah juga akan menjadi reporternya rumah pintar Cah Magetan. Kan keren tuh, insyaAllah berkah, gimana kita bisa mempermudah orang lain untuk belajar, untuk membaca, karena titah Tuhan yang pertama adalah "Bacalah". Nah, bagi saudara/i, yang ingin menyumbang buku, usahakan buku bacaan/majalah yang layak baca, jangan LKS/buku tulis bekas ya. hehe | Atau ada yang mau menyumbang dana, belikan rak, hibah komputer untuk belajar adik-adik di rumah pintar, atau malah ada yang mau hibah rumah + tanahnya untuk dijadikan rumah pintar. Kami sangat tersanjung & bersyukur, bisa hubungi, 085235455717 an: Tyas Haryadi 
        Impian kami sederhana, kami ingin menjadi perpustakaan terbesar & terlengkap di dunia, dengan islam sebagai dasarnya. InsyaAllah, besok pagi giliran para pendiri awal CM Library nih, ada de Fitri, Fitria, Heni, Dwi PL, Ayu, Rahayu, ada juga Wahyu & Eko, mau kumpul lagi, temu kangen. Dulu susah senangnya banyak di CM Library, berbagi ilmu, hunting, pelatihan, buat buletin, rujakan, dll. Besok mau buat proposal ke gramedia, lagi ada bagi-bagi buku ke perpus swadaya, atau komunitas, dengan 500judul, lumanyan, mohon doanya ya. Kalau bersama pasti bisa, itulah kuatnya jamaah, ya jamaah pendiri, ya jamaah KKN, ya jamaah volunter, pokok jamaah dah, 27 derajat. Sekian, sukses dunia akhirat untuk anda semua dan keluarga.... salam #IndonesiaMembaca ^_^

31 Dec 2013

Tyas sok sibuk aja kok!

Kesibukan? Bukan, aku hanya sok sibuk saudara.
#NamparDiri 
       Sering ditanya oleh teman/saudara "kamu sibuk banget ya kayaknya?", aku jawab "hehe, ah sok sibuk saja itu." Mungkin banyak yang kurang paham maksudnya, apa mungkin tyas cuma sok kelihatan sibuk saja? Sok banyak kegiatan, biar dibilang sibuk? 
       Sebenarnya waktu aku bilang "ah sok sibuk saja" ini tengah ngomong sama hati sendiri, nampar diri sendiri. Aku mau bilang kediriku sendiri, aku tengah tidak sibuk. Pun aku bilang ke diri sendiri "tyas, kamu jangan sibuk dengan dunia, sibukin akhiratmu, duniapun jg untuk akhiratmu." *sambil nampar muka sendiri 
       Kesibukan yang dimaksud banyak orang adalah sibuk dalam kegiatan dunia, walaupun aku berusaha niatkan untuk ibadah, tetap saja terbawa nafsu dapat dunia lebih. Biar setiap waktunya aku selalu meniatkan untuk melakukan aktifitas dunia untuk akhirat. Bukan untuk dapat duit, dapat tenar, dapat megah, junjungan, tapi bisa manfaat lebih untuk semuanya. 
       Aku sekarang dititipi usaha di CV. CMS (Cah Magetan Studio), CMD (Cah Magetan Distro), alhamdulillah hanya punya investasi sedikit & tak ikut ngurus. CML (Cah Magetan Library) masih hibernasi, Komunitas Linux Magetan hanya mendampingi. Masih mau nulis buku, tapi belum-belum kelar, alhamdulillah. Jadi tyas sibuk banget ya? | ah, sok sibuk aja.   
       Semoga kita nggak sibuk mengejar-ngejar dunia, jangan jadikan dunia di hati kami, buat dunia di tangan kami. Biarkan hati kami tetap mengejar akhirat, mengejar ridho Mu, jadikan kami makin bermanfaat bagi seluruh alam. alfatihah

3 Dec 2013

Kisah 3 sahabat di perang yarmuk

Ilustrasi perang yarmuk
Saya pernah di ceritai tentang Perang Yarmuk, bukan tentang pemimpinnya, atau tentang strategi pasukan muslim dalam menghadapi musuh. Tapi yang diceritakan adalah tentang kemauan untuk mengutamakan orang lain, mengutamakan kebutuhan orang lain, walau diri ini dalam keadaan sangat membutuhkan. 
       Ada tiga sahabat yang tengah syakaratul maut, mereka adalah Ikrimah bin Abu jahl, Suhail, Haris. Ikrimah hendak meminum air, karena dia tengah haus dalam keadaan detik-detik terakhir nafasnya. Lalu dia melihat Suhail yg juga memberikan tanda kehausan dan memandangi air, dia mengisyaratkan untuk Suhail meminum dahuluan. Akan tetapi Suhail juga melihat Haris yang juga ingin meminum air tersebut, dan mengisyaratkan untuk mendahulukan Haris. Alhasil, Ketiga-tiganya tak ada yang meminum air tersebut, sampai akhir hayat, dan merekaa wafat dalam keadaan syahid. 
       Sungguh, indah sekali keinginan untuk berbagi, semoga ini menjadi pembelajaran bagi kita, terutama sy sendiri yang masih belajar dari nol. Semoga Allah selalu memberkahi kita, menjadikan kita ahli ibadah, ahli berbagi, ahli mengutamakan orang lain, karena Allah... alfatiha... :)

31 Aug 2013

Gini to Rasanya?

Wisuda, alhamdulillah
       Ternyata gini ya rasanya kalau sudah daftar wisuda, tinggal nunggu yudisium nanti (30/7) ama saudara/i..... Saya mengenang ketika dahulu jatuh cinta pada kunjungan pertama dengan UIN Maliki, tuh yang bikin pengen di sini adl Masjid At-tarbiyah sama Ma'dah Sunan Ampel Al-alinya... 
       Rasanya ayem banget deket masjid, suasana kondusif + dingin Ma'hadnya, terus banyak denger bacaan Al-quran. ketika dahulu ikut SNMPTN (sekarang SBMPTN), ini kali pertama sy nyoba masuk PTN, dulunya 2 PTK + TNI AU (KARBOL AAU) yg alhamdulillah gagal semua. Lewat jalur IPC, ngambil [1] Teknik Informatikan (TI) UIN Maliki (krn suka browsing), [2] Pend. Olahraga UM (hobi olahraga), [3] Managemen UIN Maliki (kalau sdh gedhe mau jd bos perusahaan), akhirnya saya kuliah di TI UIN Maliki, masih jadi olahragawan & manager juga... 
       Singkat cerita UIN Maliki kelak pasti akan jadi kampus Islam terbesar di Dunia (overlap Universitas Al-azhar), patut jadi tempat menuntut ilmu putra putri anda, atau anda sendiri, yg mau kuliah jurusan dunia akhirat (rekomendasi 99% dari saya). insyaAllah salah satu lulusan UIN Maliki nanti juga ada yg jadi presiden Republik Indonesia (mimpi saya noh). aamiin.... 
       Saya Lulusan UIN Maliki, saya bangga dengan kampus hijau ini, dengan segala kekurangan dan kelebihannya, kampus Ulul Albab.... #terimakasihUINMaliki, dari Tyas Haryadi Sang Penggembala

30 Jul 2013

Gini-gini Aku Pendekar

Pencak silat, khas Indonesia.
       Ngeliat adik2 TPQ Al-Hasan semangat banget pengen belajar pencak silat, saya teringat waktu duduk di bangku SMP dahulu (Takeran, Magetan). Saya dan temen2 se-sub 'Kambingan' (nama dusun saya, jgn ketewa!) semangat sekali belajar pencak silat, di perguruan PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate), ekstra dari PSM (Pesantren Sabilil Muttaqin). Pencak silat pada dasarnya adalah seni, kesehatan, beladiri, PERSAUDARAAN & AGAMA.... 
      2 terakhir tuh yang penting, saya belum pengalaman sih ke perguruan pencak silat lain, tp saya rasa tiap Pencak silat tentu punya landasan yang kuat untuk PERSAUDARAAN untuk semua, seperguruan atau bukan... Juga dalam AGAMA, tentu yg utama itu nyiptain para pesilat yang AGAMIS... 
       Sekarang banyak banget tuh para pendekar (bukan pendek dan kekar), tp kebanyakan tidak punya jiwa pendekar, yg bisa lapang dadanya, dingin pikirnya, mulia akhlaknya, mumpuni silatnya, hangat perangainya... nggak jauh2 amat kayak sarjana sekarang, yg kebanyakan tidak diimbangi dengan hal2 diatas. ah, bukan sok-sokan, sy sendiri jg masih jauh dari kata itu, tp berusaha ingetin diri + berusaha,,,, 
       Sekarang, lebih banyak nyari gelar (sama juga sih, saya juga nyari gelar buat nyenengin ibu bapak noh!), dan semoga nggak cuma ingin dapat gelar pendekar/sarjana saja! tahukah anda, kalau di PSHT jika disahkan, maka akan dapat kain 'mori' (kafan) bertuliskan nama + ttl masing2. Tujuannya? Jelas, "ELINGO MATI" (ingatlah mati), ah siapa tahu mori itu bisa buat bungkus kita punya jasad kalau koid ntar, yakin lu idup terus? Kalau di sarjana dapetnya kertas ya? (saya kan belum dapet tuh sarjana), kertas itu kan mudah rusak ya, hancur lebih mudah, kena air mudah sobek, kena api dikit angus jadi abu dah, kena panas juga pudar tulisannya. Maknanya? "pikiren dewe talah!" (pikir sendiri dong!), semoga lah kita nggak cuma dapat kertas + kafannya aja, tp lebih dapat makna, pesan, dan menjiwainya dalam kata, tingkah dan pikir... amin... 
dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi...

8 Jul 2013

6 Serdadu Muda,

       Saya punya teman, Said namanya, dia adalah teman sebaya saya, muda penuh energi dan jiwa ingin mengajar. Dia sudah mengajar di TPQ (Taman Pendidikan Quran) sejak masih duduk di bangku SMP (Sekolah Menengah Pertama). Sekarang dia juga tengah kuliah di salah satu universitas Negeri di luar kampung halamannya. 
       Dia juga seperti masa SMPnya, masih ngajar TPQ, katanya "mengajar itu adalah waktu saya inget diri waktu kecil, dan seperti mendidik anak-anakku sendiri." Dia juga pernah berkisah, bagaimana doa anak-anak polos itu sangat mudah di ijabah oleh Allah. 
       Rejeki yang makin lancar, 'study' juga tak ada halangan berarti, sampai dia sadar, bahwa adik2 TPQ itu adalah anak angkatnya. Kali ini saya bercerita tentang orang berilmu yang mengamalkan Ilmunya, serta orang belum kaya yang dermawan. Beberapa kali adik2 TPQ itu dia belikan makanan, kalau tidak begitu ya dimasakkan makanan, lalu makan bersama. 
       Sering pula yang cowok, tidur bersama dengan dia dan para ustadz lain di tempatnya jika hari libur/ kemalaman pulang. Mereka harus izin dahulu ke ortu, "takutnya di khawatirin," jelas Said. Tidur sekasur berdua sudah biasa, sekasur bertiga sering pula, di malah gembira, seperti merawat anak-anak sendiri, yang banyak. 
       Anak-anak diajari Fikh, ngaji, tauhid, akhlak, sholawatan, dan Olah raga, semua ada jadwalnya sendiri-sendiri. Mulai dari senin sampai sabtu, dan ada tambahan les gratis bagi yang berminat tiap ba'da Magrib. Ditempat yang sekarang, Said bersama 5 teman yang lain, saling menopang satu dengan yang lain. Dan semuanya para pemuda yang sholih2 penuh jiwa ingin berbagi. 
       Belum lagi ketika ba'da Magrib juga ada ibu2 yang belajar baca Al-quran kepada ustadz2 muda ini. Said berujar, dia terkadang merasa malu, karena ibu2 yang setua itu masih sangat semangat untuk belajar membaca Al-quran. Sementara yg muda2 seperti dia, ada yg gratis dan gurunya datang, malah ogah-ogahan. Said juga berbagi tips dengan saya, kali ini dia ngebet banget punya anak. Dia sering tuh kasih coklat buat adik2 TPQ, tapi sendiri-sendiri waktunya, kapan cowok, kapan cewek. 
       "Kalau cowok biasanya syaratnya harus sholat jamaah, ngaji, atau hafalan surat pendek," jelas Said. Baru setelahnya dia beri coklat, di ajak doa bareng sekalian doain dia dan doain semuanya. Kalau cewek, dia minta buat mimpi2, buat puisi tentang tauhid, atau sedekah, barudah dia kasih coklat. Setelah itu doa bareng, "pakai bahasa Indonesia aja yg banyak, biar mereka jg tahu kalau diajak baik!". Terbaru Said minta di doakan punya anak, saya tanya, "emang lu udah punya bini'?", Saidpun senyum sebentar, lalu jawab "ntu dia tong, sekalian bini'nya dulu maksudnya." Aminnnnn 
       Saya bayangin, kalau semua anak-anak muda, yang lagi ngerantau atau dikampung halaman kayak si Said dan kelima temennya ini. Saya rasa nggak ada ceritanya orang tua nggak bisa baca Al-quran, nggak ada ceritanya pemuda negeri ini bejak tanpa pendidikan. Yuk, kita lebih berguna lagi dengan lingkungan, saya juga lagi belajar. Belajar dari saudara saya si Said ini, barokallah... 

#KultumPagi dari Tyas Haryadi Sang Penggembala... like = support, komen = tim sukses, share = dakwah, semua dapat pahala insyaAllah....

Kisah Gadis SMA dan Neneknya

       Ada seorang gadis tengah menginjak SMA, hari-harinya selalu dihiasi dengan mengurus neneknya. Neneknya sekarang lumpuh, dia hanya bisa berbaring ditempat tidur tanpa melakukan apapun. Lalu dia sering protes kepada ibunya, "ibu, kenapa yang merawat nenek hanya aku, kenapa tidak ibu, kenapa tidak ayah, kakak, atau adik?" lalu ibunya menghibur, merawat nenek adalah tindakan mulia nak, harus dilakukan seikhlas mungkin. 
       Gadis itu sesekali menurut, tapi dilain waktu dia protes keras. Ibunyapun menjawab, "Baiklah nak, kamu sekarang sudah besar, kamu harus tahu sebenarnya!" anak itupun mengiyakan. "Nak dulu waktu bayi, rumah kita kebakaran, semua orang2 menyelamatkan barang2 yg bisa diselamatkan dan keluarga yang ada didalam. Ayah dan Nenek menggendok kakak-kakakmu, dan ibu menggendong kamu." 
       Setelah kami sampai bawah, Ayahmu bertanya, "Dimana bayinya?" Saat itu ibu baru sadar kalau yang ibu gendong adalah guling kecil, dan kamu masih ada di dalam rumah yang terbakar, di lantai dua. Lalu ada orang yang berlari menerobos dari belakang, dia Nenekmu, dia naik kelantai 2, menggendongmo, lalu lompat dari lantai 2. Mulai saat itulah nenekmu lumpuh nak! 
       Gadis itu hanya terdiam, meneteskan air mata tanpa suara. Mulai saat itu dia makin rajin merawat neneknya, bahkan dia sanggat bahagia dengan kegiatan itu. Tiada hal yang lebih indah selain merawat Neneknya, dia sangat mencintai Neneknya, karena dia tahu betapa Neneknya mencintainya. 
       Itulah kita, terkadang kita sering lupa untuk mengabdi kepada orang2 yg mencintai kita, kepada orang2 yg kita cintai. Kita pasti akan melakukan apapun untuk orang yg kita cintai, dan orang2 yang mencintai kita akan melakukan apapun untuk kita. Maka cintailah semuanya sepenuh hati, seikhlas mungkin, didasarkan rasa cita kepada Allah dan Rasul Nya, karena Allah sangat2 mencintai kita, dan kita mencintai Allah. Begitupula Rasulullah yang sangat mencintai kita, diajalnya yang disebut2 adalah kita, "Ummatiy, Ummatiy, Ummatiy" seharusnya kita juga sangat mencintai Rasulullah. 
       Semua yang diperintahkan Allah dan RasulNya itu karena bukti cinta kepada kita, semua yang dilarang oleh Allah lewat RasulNya adalah karena besarnya rasa cinta kepada kita. Maka hendaknya kita melakukan perintah dan menjaduhi larangannya dengan penuh rasa cinta dan bahagia. Salam dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi... 

Like = setuju + ibadah, share = dakwah, semoga kita makin mencintai Allah dan RasulNya... amin... #kultumpagi

6 Jul 2013

Kisah Romantis dimasa Senja

Ilustrasi, kakek dan nenek yang romantis
       Jaswadi dan Kiar, inilah salah satu pasangan yang masih romantis diwaktu usia senja dan penyakit mulai mengrogoti fisiknya. Jaswadi yang usianya lebih 80 tahun, dan Kiar kurang lebih 70tahun, mereka berdua sudah dikaruniai 9 cucu dan 4 cicit. 
        Di usia yang sudah renta ini, Jaswadi mengalami sakit di bagian kakinya. Jika untuk jalan tidak terlalu kuat, dan sekujur badannya sering mengalami pegal-pegal. Tetapi, dengan sabar Kiar selalu merawat Jaswadi, "yo iku bekti marang bojo!" itulah ucapan yang sering keluar dari bibir keriput Kiar. 
       Jika pada usia sekian, untuk tidur seranjang kebanyakan banyak pasangan tidak mau, lain halnya dengan mereka. Mereka masih tidur seranjang, kalau urusan jima' atau tidak itu belakang, tapi seranjangnya ini lo. Terlebih dibeberapa momen, mereka masih sempat saling bergurau, canda-candaan, layaknya ABG yang baru jatuh cinta, sambil mengingat masa keluarga muda mereka. 
      Suap-suapan? Cium-ciuman? Hal-hal sederhana ini masih sering dilakukan keduanya, bahkan didepan anak, cucu dan cicit. "Ngene iki jenenge muruki sayang marang keluarga!" jelas Kiar tanpa diminatai penjelasan. Jalan berdua sambil berpegangan tangan jg terkadang menjadi momen indah dari kedua pasangan senja ini. Lalu apa rahasia mereka bisa semesra itu sampai usia senja? 
       Keduanya hanya mengenal setelah menikah, zaman dahulu tidak ada istilah pacaran, yang lebih menjurus pada zina. Keduanya dijodohkan oleh orangtua, dengan jarak umur 10 tahunan. Bahkan Kiar bercerita, dahulunya dia belum tahu siapa Jaswadi dan belum paham apa maksudnya menikah itu. Ketika disuruh tidur bersama Jaswadipun, waktu itu Kiar memilih tidur dengan ibunya. 
       Hubungan yg dimulai dengan dosa2 akan menyebabkan hubungan itu tidak berkah selanjutnya. Bagaimana bisa laki-laki terhormat datang pada wanita terhormat, tapi tidak dengan cara terhormat? gerakan non pacaran itu keren, karena Rasul sudah mengajarkan, hidbah, ta'aruf, lalu nikahi. Pacaran bukanlah budaya kita, budaya kita itu dijodohkan, itu budaya kulon (barat). Kalau ajaran agama kita yg diatas tadi itu. 
       Emang tidak ingin punya pasangan yg harmonis sampai aki-aki dan nini-nini? Kalau punya pacar, lalu terlanjur cinta, putusi hari ini, nikahi besok pagi. Yang ngempet, segera cari saja, atau minta dicarikan orangtua. Semoga yg sdh punya suami istri bs harmonis sampai tua, yg belum dpt segera dapat dan romantis dunia akhirat... amin salam dr Sang Penggembala, Tyas Haryadi #kultumpagi
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com