15 Jun 2015

Mantren Keren, oleh-oleh Kelas Inspirasi Magetan

Sesi foto bersama, KI Magetan & guru-guru SDN Mantren 1
Sabtu 30 Mei 2015, bismillahirrohmanirrohim, kenalkan namaku Tyas Haryadi, biasa dipanggil Tyas. Eits, aku cowok lo, walaupun nggak macho-macho amat sih, tapi sangat percaya diri, penuh semangat, keras kepala & penuh pesona, hehe... Kali ini aku tak ingin berbagi cerita tentang diriku, yang sedikit misterius, eksentrik, dan terkadang juga melankolis. Kali ini aku ingin menceritakan tentang pengalaman menjadi relawan pengajar Kelas Inspirasi (KI) Magetan, yang diadakan di SDN Mantren 1, Kec. Maospati, Kab. Magetan. Sebenarnya aku sendiri tidak terlalu suka dengan kata-kata 'relawan pengajar', maklum kawan, aku merasa masih bodoh, belum layak mengajar. Dan realitanya, aku di SDN Mantren kemarin lebih banyak belajar dari pada mengajar, belajar dari banyak hal, mulai sebelum, ketika, dan setelah pelaksanaan.

Pagi itu, aplikasi whatsapp di smartphone terus berbunyi (biasanya masih aku matiin itu hp), koordinasi dari kakak-kakak KI Magetan, yang keren, insyaAllah. Sembari aku juga mempersiapkan beberapa alat untuk peraga hari itu, mengenalkan profesiku sebagai seorang wiraswasta, jasa multimedia dan teknologi informasi (TI). Geledah-geledah kardus di gudang, buka sana buka situ, geledah ini geledah itu, akhirnya ketemu juga, satu laptop dan tiga smartphone, dari modifikasi kardus. Barang-barang itu sebenarnya sisa pembuatan video 'stop motion' untuk iklan web ~> www.bismillah.co.id, sebuah search engine, tahun lalu, akhirnya berguna juga, alhamdulillah. Sudah janjian dengan mas Dayat, mbak Ratna, dan teman-teman KI lainnya sampai SDN Mantren 1 pukul 06.30, aku langsung menuju lokasi sendiri, karena daerahnya mudah dijangkau dari rumah ortu.

Dasar biasanya nggak suka berangkat pagi-pagi, akupun masih sempat olahraga ditempat, sejenis 'push up', 'pull up' dan kawan-kawan. Alhamdulillah sampai lokasi telat, sampai disana, langsung ada acara doa yang dipimpin salah seorang guru, varokah. Setalah itu, di hampirilah oleh mbak Ratna, untuk menuju depan, bersama para relawan pengajar yang lain. Lalu bertemulah dengan mas Angga, yang berprofesi pendamping dokter bedah, ada pula mbak Triana yang bekerja di puskesmas Kartoharjo, dan mbak Diyah yang kesehariannya menjadi pegawai bank BUMN. Sekilas langsung tahu betapa membara juga semangat mereka untuk berbagi inspirasi kali ini, yup, ditengah kesibukan mereka, meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dengan adik-adik Mantren. Seakan-akan mereka berkata, "kesuksesan itu bukan tentang apa yang kita dapat, tapi apa yang kita bagi, dan seberapa bermanfaat kita. Itulah kesuksesan yang sebenarnya." Ini kali pertama aku ikut roadshow KI Magetan, baru beberapa orang yang dikenal, ada mas Sagung (lebih cocok dipanggil pak, sudah tidak lajang), mbak Ratna, mas Dayat, mas Hedy, dan masih banyak lagi. Banyak belajar dari para inspirator ini, walaupun dalam pertemuan singkat, tapi semuanya sungguh istimewa. 

Lanjut ke acara hari itu, terlebih dahulu, adik-adik Mantren (panggilan akrab) diajak untuk melakukan 'ice breaking', ada beberapa permainan yang dipimpin bergantian oleh para fasilitator. Aha, saatnya bermain, waktu itulah aku kembali belajar, untuk menikmati proses dengan penuh bahagia. Anak-anak SD Mantren masih seperti anak-anak kecil kebanyakan, mereka dengan mudah menerima kami-kami yang baru ditemuinya, cukup tersenyum dan berpegangan tangan, maka sudah tak ada lagi jarak. Apalagi sudah bergerak bersama, bernyanyi bersama, tertawa bersama, joget bersama, itulah pentingnya sebuah kebersamaan, kawan.

Setelah selesai semua acara awal, mulailah adik-adik diajak masuk kelas yang sudah ditentukan oleh teman-teman relawan KI Magetan. Aku kebagian kelas 5, dengan fasilitator mas Hedy, mbak Ita, dan mbak Vita, nih fasilitator keren-keren, semoga sukses selalu. Berdasarkan data sharing dengan mbak Ratna, mas Dayat, dan mbak-mbak lain waktu kumpul koordinasi KI Magetan beberapa hari sebelumnya, kelas 5 termasuk mereka-mereka yang mudah untuk memberikan respon. Jadi, ada orang baru saja mereka sudah langsung tertarik, apalagi orang barunya semenarik diriku? Hehe, mereka pastilah tersepona (terpesona sengaja disalah ketik). Yang menjadi masalah adalah di kelas 1 dan 2, biasanya mereka ramai tidak ketulungan, dan cukup sulit untuk dikendalikan kondisinya (maklumlah belum pernah mengenyam kuliah jurusan pendidikan).

Alhamdulillah, adik-adik kelas 5 di SDN Mantren ini memberi respon positif, aku menyukai proses mengajar seperti ini, otak kanan kembali bekerja. Mereka begitu antusias, mendengarkan tiap pemaparan yang aku sampaikan, dengan seksama dan tawa  bahagia, tetapi juga tetap ada satu dua anak yang kurang semangat atau berceloteh sendiri. Anak-anak itu bisa menerima materi yang berat sekalipun, asalkan disampaikan dengan penuh canda dam membuat suasana menjadi bahagia. Kebahagiaan akan membuat sesuatu yang berat akan menjadi ringan, dan itulah yang terkadang orang dewasa lupa (belajar lagi kan, dari adik-adik Mantren). Aku kan punya usaha, yang ingin aku kembangkan menjadi sebuah kerajaan bisnis, namanya Cah Magetan (CM) Grup, sampai sekarang terdiri dari studio, distro, wisata, dan library. Tetapi menurut adik-adik kelas 5 ini, CM Studio bukanlah Cah Magetan Studio, CM Distro bukanlah Cah Magetan Distro, CM Library bukan Cah Magetan Library, tapi Cah Mantren. Yup, Cah Mantren, ini mengajarkan, siapapun, atas nama individu, kelompok atau organisasi, secara naluri, selalu ingin diakui, belajar lagi, Mantren keren. Tak lupa, di menit-menit perpanjangan waktu di kelas 5 ini, kami berdoa bersama, untuk adik-adik, kakak KI Magetan, guru-guru, saudara, keluarga, pemimpin negeri ini, negeri ini, dan semua orang, plus foto bareng, klik. :D

Setalah selesai, kami istirahat dahulu, sudah disediakan ruangannya, ada kesempatan dah untuk mencari-cari informasi dari para relawan pengajar lain. Secara tidak langsung, mereka berbagi ilmu secara tersirat, juga tersurat, alhamdulillah. Selesai beristirahat, berlanjutlah ke kelas 2, alhamdulillah, anak-anaknya kocak pol, gile lu ndro, ini seperti masa ketika dengan mudah aku teriak-teriak di kelas, sekencangku. Situasi seperti ini pernah aku alami ketika mengajar anak-anak TPA, tapi jumlahnya tak sebanyak ini, lebih dari 30 anak, alhamdulillah. Di kelas ini, harus belajar tentang berbagai cara menyampaikan materi, kalau dalam dunia bisnis, pelanggan itu berbeda-beda, pendekatannya juga harus berbeda. Mereka lebih suka hal-hal abstrak, penuh kejutan, disamping juga harus mendengarkan mereka, memberi apresiasi dan respon cepat. Tapi mereka mengajariku tentang dunia anak, semakin kecil anak dia semakin butuh perhatian lebih, alhamdulillah, bisa untuk bekal merawat anak kelak.

Di kelas 2 ini, yang paling membuat mereka senang, dan mau diperintah apapun, adalah ketika mereka diberi kesempatan untuk berkompetisi, mendapatkan smartphone dan laptop, dari kardus. Mereka dengan jujur mengatakan ingin, mereka berusaha dengan gigih ketika disuruh diam, 'anteng-antengan', yang paling anteng menang. Mendapat kesempatan praktik menjadi wirausaha dibidang multimedia dan TI, kemudian alat peraganya menjadi milik mereka. Mantren keren, mereka mengajari lagi, tentang kegigihan, dan semangat untuk mencoba. Tak lupa pula ditutup dengan doa, tapi tanpa foto bareng, dan mereka ada beberapa yang minta gendong, alhamdulillah, kelak juga ada masanya aku gendong anak sendiri, atau anakku digendong pemuda/i lain. 

Setelah itu masih ada sesi berbagi cerita, aku hanya mengawali, inti materi disampaikan oleh mas Dayat, ini di kelas 3. Akhirnya berlanjut ke sesi menulis dan menempel cita-cita di pohon cita-cita, dan di tutup dengan foto bersama. Sesi foto berlangsung cukup lama, maklum, selalu ada hal-hal menarik dan berbau anak muda, itulah pemuda, dengan segala warna-warninya. Kalau aku sih, muda, tapi menjelang om-om, hehe. Hari itu, aku pamit pulang duluan, karena sudah ada job yang tidak bisa diatasi tim, begitulah nikmatnya jadi wirausaha, alhamdulillah. Terimakasih tak terkira untuk saudara/i KI Magetan, guru-guru dan adik-adik SDN 1 Matren, anda memang luar biasa, Mantren Keren. Aku doakan, semua yang terlibat dalam dalam roadshow KI Magetan di SDN Mantren 1 kemarin, sukses dunia akhiratnya, beserta keluarga & anak keturunan kelak, aamiin.... Apalah bumi tanpa matahari, apalah malam jika tak berhias rembulan. Teruslah menginspirasi teman-teman KI, umumnya dunia khususnya Magetan. Salam rindu dalam jamaah yang haus akan ilmu, Tyas Haryadi

13 Feb 2015

Berjamaah (catatan gerakan Indonesia Membaca)

foto bersama kegiatan awal, berdirinya CM Library, Juli 2012
       Bismillahirrohmanirrohim, Magetan, 13 Februari 2014, oleh Tyas Haryadi :) | Selamat malam saudara/i, kronologi penulisan ba'da Magrib. Alhamdulillah, hari cukup indah, di kota Magetan, Kalian sudah kenal Kota Magetan belum? Baik yang sudah atau belum, mungkin anda melihat keblog ~> Kunjungi Magetan. Ini adalah artikel keduaku tahun 2015 yang diposting di blog, sebelumnya ada artikel "(Masih) Belajar Nulis". Kali ini ingin membahas tentang berjamaah, yang aku kolaborasikan dengan catatan gerakan Indonesia Membaca. 
       Semua berawal ketika dahulu, aku dan teman-teman alumni SMAN 1 Kawedanan, Magetan, Jatim, membuat sebuah tempat ngumpul buku, kecil-kecilan, untuk pinjam-pinjaman kalangan sendiri. Yang kemudian, dari hari ke hari, atas izin Allah, dan doa teman-teman semua, semakin berkembang, bisa beli rak buku, bisa mengadakan lomba-lomba, pelatihan-pelatihan, bahkan juga buletin (tiap 2 bulan), yang semuanya gratis, 100%. Alhamdulillah, mulai nyadar, gerakan apa yang cocok untuk komunitas kecil kami ini, akhirnya kami beri nama "GERAKAN INDONESIA MEMBACA" dari CAH MAGETAN LIBRARY, dengan kelompok karyanya disebut NGANGSU KAWERUH (menimba ilmu dalam bahas Indonesia). 
       Setelah sekian lama, kira-kira akhir 2013 (setelah aku lulus dari jurusan Teknik Informatika UIN Maliki Malang, baca testimoninya disini) sampai akhir tahun kemarin, "laa yamutu walaayahya", tidak bermutu dan tidak berdaya. Kalau digambarkan, yang penting ada, buku acak-acakan, kegiatan bulanan sepi, buletin tak berproduksi, alhamdulillah, buku masih sering berdatangan, dan juga banyak peminjaman. Kemarin juga sempat beberapa bukunya ikut dalam misi, isi rak di masjid Al-qudus, kawedanan, yang dikelola Rohis SMAN 1 Kawedanan, lewat bantuan mas Septian & mas Bayu, itupun juga tidak banyak. 
       Alhamdulillah, hari ini tadi, eksekusi, penataan buku-buku, yang jumlahnya lebih dari seribu disebuah rak kayu jati di Cah Magetan Library, dibantu tim KKN (Kuliah Kerja Nyata) dari UIN Sunan Ampel Surabaya. Di desa saya, Kuwonharjo, ada anak-anak KKN (Kalau dalam bahasa UIN Malang namanya PM (Pengabdian Masyarakat), yang kebetulan ingin mengangkat tema pendidikan agama & umum. Akhirnya mereka kok melihat ada perpustakaan di desa, sehingga membuat mereka tertarik dan kagum, ah aku jadi malu. hehe | Kenapa di desa butuh rumah pintar? Apakah tidak ada orang pintar? Oh, banyak, tapi sangat sedikit orang pintar yang mau berbagi dengan orang lain, secara gratis. 
       Nah, mendengar itu, tentu aku langsung bilang "acc", mereka bilang, aku ownernya, bukan, bukan sama sekali, aku cuman dititipi. Ini sebenarnya kerja keras banyak orang, para admin, pejuang muda, donatur, keikut sertaaan banyak orang, banyak tangan, banyak sumbangan, juga banyak doa. Sebelumnya sudah ada 'rerembugkan' dengan tetua desa, kepala desa & beberapa perangkat, mereka semua setuju. InsyaAllah, akan diadakan "Rumah Pintar Cah Magetan", yang bertempat di desa Kuwonharjo, RT 24, RW 05, Kec. Takeran, Kab. Magetan, tepate di rumah ortuku, Bapak Supiran Pujo Hartono, dan Ibu Yatmi. InsyaAllah, kegiatan yang akan diselenggarakan disini adalah, peminjaman buku gratis untuk semua orang, cukup ninggal identitas + no telp, anda bisa pinjam buku. Biasanya untuk yang sekolah SMP/SMA sederajat, tidak perlu beli buku, bisa pinjam disini, ada 1000 buku lebih lo. 
       Juga akan ada pembelajaran seni kaligrafi, dan mengaji, juga gratis, insyaAllah dilaksanakan setiap hari jumat, sabtu, minggu. Untuk pemuda/inya, akan belajar banyak hal, kita akan kumpul rutin setiap seminggu sekali, bisa saling sharing banyak hal. Nanti utamanya juga mengaji, sekalian belajar jurnalistik & fotografi, insyaAllah juga akan menjadi reporternya rumah pintar Cah Magetan. Kan keren tuh, insyaAllah berkah, gimana kita bisa mempermudah orang lain untuk belajar, untuk membaca, karena titah Tuhan yang pertama adalah "Bacalah". Nah, bagi saudara/i, yang ingin menyumbang buku, usahakan buku bacaan/majalah yang layak baca, jangan LKS/buku tulis bekas ya. hehe | Atau ada yang mau menyumbang dana, belikan rak, hibah komputer untuk belajar adik-adik di rumah pintar, atau malah ada yang mau hibah rumah + tanahnya untuk dijadikan rumah pintar. Kami sangat tersanjung & bersyukur, bisa hubungi, 085235455717 an: Tyas Haryadi 
        Impian kami sederhana, kami ingin menjadi perpustakaan terbesar & terlengkap di dunia, dengan islam sebagai dasarnya. InsyaAllah, besok pagi giliran para pendiri awal CM Library nih, ada de Fitri, Fitria, Heni, Dwi PL, Ayu, Rahayu, ada juga Wahyu & Eko, mau kumpul lagi, temu kangen. Dulu susah senangnya banyak di CM Library, berbagi ilmu, hunting, pelatihan, buat buletin, rujakan, dll. Besok mau buat proposal ke gramedia, lagi ada bagi-bagi buku ke perpus swadaya, atau komunitas, dengan 500judul, lumanyan, mohon doanya ya. Kalau bersama pasti bisa, itulah kuatnya jamaah, ya jamaah pendiri, ya jamaah KKN, ya jamaah volunter, pokok jamaah dah, 27 derajat. Sekian, sukses dunia akhirat untuk anda semua dan keluarga.... salam #IndonesiaMembaca ^_^

29 Jan 2015

(Masih) Belajar Nulis

Ini jenggotku, mana jenggotmu? :D
Bismillahirrohmanirrohim, gimana kabar kamu semua, para pembaca blog cah magetan ini, ciye yg setia hehehe. Mohon maaf nih, sudah lama banget tidak ketik-ketik, nulis-nulis, cerita-cerita, ngelempar ide, terimakasih sudah menunggu selama 1 tahun (aku hitungin, bahwa 1 th terakhir aku jarang banget ngeblog). "Kok, jarang nulis, padahal dulu hobi banget nulis?" Mungkin akan ada yg tanya semacam ini dihatinya. Kalau kamu nggak tanya, bacalah ketikan hatiku ini, ah, kali ini sok mellow.
Semuanya berawal ketika jiwa entrepreneur menyerang (bisa dibaca ~> motivasi dan ajakan jadi pengusaha), dimana 'take action' lebih layak diakui daripada cuap2 di dumai, ngetik2 di blog, atau yang sejenisnya. Jadi selama satu tahun ini, emang dipaksa, sepaksanya, untuk tidak nulis, ah, ternyata bukan aku banget, gimana gitu rasanya. Alhamdulillah, hari ini bisa mulai ngetik lagi, belajar nulis lagi, belajar nulis terus, bismillah. Belajar nulis kali ini akan bercerita alur terbalik, dari belakang kedepan, nah, laptop/smartphone/monitornya jangan dibaling juga, mentang2 alur terbalik. hehehe
Alhamdulillah, sekarang lebih dari setahun usahaku Cah Magetan Studio mbuka kantor, tempatnya di Magetan, kalian tahu kan Magetan? Itu tempat lahir dan besarnya pak Dahlan Iskan, itu jg tempat besar dan lahirnya si Tyas Haryadi. Hah? Kalian banyak yg nggak tahu siapa itu Tyas Haryadi? Kenalkan, saya Tyas Haryadi, pria yang berhati mulia dan bijaksana, itulah doa ortu saya dengan nama ini *senyum ramah. Ah, jangan terpesona gitu deh, aku kan Malu. hehe | sudah2, kita balik ke Cah magetan Studio, bentuk lembaganya ada commanditaire vennootschap (CV), dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Persekutuan Komanditer.
Kami melayani jasa Multimedia dan IT, seperti buah video company profile, dokumenter, dan juga pembuatan website. Nah, misal kalau kamu semua, atau tetangga ada yang butuh, monggo hubungi kami, dengan sangat senang hati kami akan membantu, KARENA MELAYANI ANDA ADALAH IBADAH KAMI. *ciye promosi hehe | Sampai saat ini, kami juga terkadang mendapat job dokumenter prewedding & widding, desain logo, pelatihan IT & multimedia (Blogging, fotografi, linux, marketing online, dll), nyetak undangan, jasa SEO, dan banyak lagi, banyak ya hehe | Maklum, ketika dilepas tanpa perbekalan yang cukup, maka kami harus survival, mempertahankan diri dilingkungan tanpa harus merusak alam sekitarnya, awoh. :D
Dulunya nggak pengen nulis lagi, pengen take action saja, walau memang ada teman-teman yang bilang, tulisanku lumayan keren. Dan jujur saja, aku lebih banyak mendapat pujian orang lain ketika menulis sesuatu atau berbicara di depan umum, mungkin ini jalan dari Allah. Setahun ini fokus pengen belajar bisnis, pengen jadi pengusaha, berusaha sampai dihentikan sendiri sama Allah. Berhenti ngetik-ngetik sementara, berhenti ngomel ngoceh sementara, padahal dulu aku getol banget bilang "nulis & ngomong itu juga take action!". MASA LALU ADALAH MASA LALU, JANGAN DITANGISI, CUKUP DISYUKURI & DIAMBIL HIKMAHNYA, ALHAMDULILLAH. ^_^
Sekilas saja mau cerita kesibukan terkini, sekarang sedang ngedealkan dana hibah untuk telecentre, ngebantu UMKM dan pemuda sekitar Kec. Takeran. Ini program dari Jawa Timur, lewat dishubkominfo Magetan, dapat kenalan waktu ngenalkan Komunitas LIMA (LInux MAgetan). Kemudian sedang belajar kaligrafi dengan pak Ali, ceritanya diajakin ikut lomba kaligrafi tingkat Jawa Timur (wakil Magetan) di Banyuwangi, insyaAllah bulan Mei nanti. Masih hobi futsal, main futsal dengan anak muda satu desa & desa lain, beda kecamatan juga. tetangga kecamatan. Sekarang juga intens pelihara bibit, berkebun dibelakang rumah, daripada nganggur itu tanah nenek. Di kebun yg luasnya kurang lebih 750m2 itu, ditanami terong, kangkung, cabai, jagung, ketela pohon, pisang, juga kacang tanah.
Untuk kesibukkan lain tunggu aja ya, aku doain anda semua, pembaca, sekeluarga sukses dunia akhirat. Yang belum nikah segera nikah, dapet yg sholih/ha, yg banyak utang segera lunas, yg pengen haji disegerakan haji oleh Allah, rejekinya lancar, yg pengen jadi penghafal Alquran bisa disegerakan juga. aamiin, alfatihah...
Udah dulu, lanjut lain kali, itu diatas, tak kasih foto jepretan terbaru yo, foto jenggot merah hitam. hehe, salam dari Tyas Haryadi, Sang Penggembala
;)

3 Jun 2014

Setelah Lulus Kuliah...

mau dibawa kemana? 
Bismillahirrohmanirrohim, selamat siang menjelang sore saudara sekakek Adam alaihisalam, dan senenek Siti Hawa. Alhamdulilllah bisa ngeblog lagi, setelah sekian lama mandul, tak mencetak tulisan lagi di blog ini, terakhir kapan ya? hehe | Kali ini hanya ingin berbagi sedikit tentang setelah lulus kuliah, #MauDibawaKemana, begitu hastag yg ada di FB adik tingkat, sebut saja 'kumbang', berserta link yg dia bagikan. Ah, siapapun pasti mengalami hal serupa, tanya saja ibu bapak kita, walau tidak kuliah, tp lulus sekolah juga mengalami hal yang sama. Setelah lulus mau kemana, dan kali ini agak-agak spesifik ke kuliah, yg belum kuliah biar tahu, yg sedang mengalami bisa jadi referensi, yg sudah mengalami itung-itung nostalgia. :)


Ok, kita mulai bahas dari bab pertama, pendahuluan, dahulunya masalah ini tentu tidak muncul, bilamana 'kumbang' tidak kuliah, betul bukan? Atau dia memilih tindakan super, untuk kuliah tp tidak usah lulus, jadi tidak bergelar sarjana, cukup MA (Mahasiswa abadi) atau DO (Drop out). Jadi masalah utamanya, "mau kemana setelah ini?" sebatas itu saja, tujuannya, agar tahu mahu kemana setelah itu. Manfaatnya nanti apa? Agar tidak galau, bingung, linglung, dan akhirnya sepatu dijadikan kalung (stress keterlaluan). Karena aku dulu pernah kuliah dijurusan Teknik Informatika (walau aku lebih suka sebut jurusan sastra sih, bagiku TI itu adalah sastra *ngepalin tangan), akan ku bahas dengan metode decision tree. Yang bukan anak TI coba searching dulu, yg anak TI, tp KW sekian, boleh searching juga (bisa nyoba juga search engine iseng2 ~> bismillah.co.id), lha wong aku juga barusan searching dulu (memastikan). :D

Bab kedua, meninjau dari pustaka, bahwa decision tree adalah model prediksi menggunakan struktur pohon atau struktur berhirarki. MANFAAT UTAMA dari penggunaan decision tree adalah kemampuannya untuk mem-break down proses pengambilan KEPUTUSAN YANG KOMPLEKS MENJADI LEBIH SIMPLE, SEHINGGA pengambilan keputusan akan LEBIH MENGINTERPRETASIKAN SOLUSI dari permasalahan. Buatlah lebih sederhana saja kawan, misal, sebagai analisa & perancangan, bab tiga ini, setelah lulus ada beberapa pilihan : 1. Melanjutkan studi, 2. Kerja. Lalu ada pertanyaan "Nanti kalau ambil S2 bayarnya mahal, kampus mana yg mau menerima jurusan dengan akreditasi pas-pasan, misal kerja aku mau kerja dimana, buka usaha juga belum punya modal?". Nah, belum-belum sudah tak membuat simpel, semakin membuat kompleks saja itu namanya. Kalau ingin belajar usaha, mungkin bisa baca artikelku yang ini ~> ajakan menjadi pengusaha.

Tanyakan hati (ini juga tentang kejujuran pada hati sendiri, baca ~> jujur itu mujur, luhur & derajatnya takan luntur), mau pilih 1 atau 2, ada yang mau dua-duanya, boleh, tp ingat hanya ada 1 prioritas, simple. Karena belum punya calon istri/suami akhirnya pilih no 1, jangan berpikir biaya kampus dan lain-lain, pikirkan dulu MELANJUTKAN STUDI, lalu cari solusi selanjutnya, barangkali S2 adalah jalan menemukan jodoh juga, simple. Atau sudah bosan kuliah, mau dapat uang, terlebih sudah siap untuk melamar gadis sholiha, akhirnya pilih no 2. Jangan pikirkan mau kerja apa, dimana, gaji berapa, atau enakan buka usaha, modal dari mana, brand nya apa, fokuslah pada KERJA, simple. Dan masalah anda setelah lulus kuliah mau kemana terjawab, OK FIKS. Sebenarnya sampai sini sudah menjawab pertanyaan diatas, kan batasannya hanya sampai mau kemana setelah lulus bukan? Nah, sudah terjawab. hehehe

Untuk selanjutnya silakan dipilih lagi, fokus, misal kerja, 1. Jadi karyawan, 2. Jadi pengusaha, fokus pada pilihan ini dulu. Lanjut, misal karyawan, 1. Swasta, 2. Pemerintah, jangan dimana atau kemana, pilih dahulu ini. Lalu fiks, kerja, karyawan, pemerintah, BUMN, BNI, Manager IT, daftar, terjawab, tak sulit bukan? Kita terbiasa membombardir semua masalah, selesaikan dahulu satu-satu, simpel. Ada pepatah mengatakan seribu langkah itu selalu dimulai dari langkah pertama, seperti seribu masalah itu dimulai selesaikan dengan membereskan masalah pertama. Itulah yang harus dipelajari banyak siswa, mahasiswa, para sarjana, utamanya aku. Belajar simpel, sederhana, dalam hidup, dalam bertindak, termasuk dalam berpikir, juga menyelesaikan masalah. Sederhana pulalah yang dicontohkan baginda Nabi Muhammad SAW, yang selalu dicinta umat islam di dunia.

Tapi ingat, terutama yg muslim, setelah lulus kuliah atau sekolah, mau jadi apapun, dibawa kemanapun, sampai kapanpun, SELALULAH DIJALAN ALLAH, DENGAN MENCONTOH SEBAIK2 TAULADAN YAITU ROSULULLAH. Jika kita melakukan segala sesuatu karena kerja, jd karyawan, BUMN, BNI, Manager IT, hanya sebatas itu yg kita dapat, tp jika kita melakukan segala sesuatu krn Allah atas contoh Rosulullah, maka Allah dan Rosul Nya yg kita dapat, bonusnya dunia beserta isinya, insyaAllah. Silakan dicoba sendiri, biar bisa tahu hasilnya sendiri, dan membuat pembahasan sendiri, dari Tyas Haryadi Sang Penggembala, alhamdulillah.... ^_^

11 Jan 2014

Pantun Rindu

Ilustrasi gambar untuk pantun Rindu
       Bismillahirrohmanirrohim, sabtu ini saya baru ngetik pertama 'damel' blog, setelah sekian lama copas dari fanspage fb (jangan lupa dilike)hehe. Nah, sekarang lagi-lagi mau berbagi pantun, judulnya pantun rindu. Kemarin sudah bikin pantun cinta (langsung baca), pantun senyum (ini yg sampai 1rb lebih pembacanya), salam pagi (lumayan yg baca), senyum hati dan cinta (minim pembaca), alhamdulillah. Sekarang? pantun rindu, selamat membaca.... ^_^ 

Ujung sungai air payau, sampai kelaut warnanya biru, 
jikalau hati gundah gulana galau, mungkin itu adalah rindu.

Bicara kotor dibilang saru, bicara bersih dibilang sok suci, 
hati-hati dengan kata rindu, terkadang itu berawal dari benci.

Tyas haryadi asli Magetan, lahir disebuah dusun namanya kambingan, 
jika kau selalu menyebut Tuhan, hakikinya Dia sumber kerinduan.

Hujan turun dimalam hari, terasa dingin diesok pagi, 
obat rindu bukan dicari, tapi bagaimana kita berjumpa lagi.

melihat warna kelabu di pematang sawah, menyuruhnya pergi seakan sakti, 
merasa rindu ibu serta ayah, berjumpa kembali untuk berbakti.

Dik Reni kucingnya tadi pagi mati, dia menangis karena haru, 
jika cinta bahan bakunya hati, maka resep rahasianya adalah rindu.

Jangan suka bekata bodoh, kata ibu itu adalah doa, 
jikalau kau rindu tentang jodoh, jangan khawatir akupun juga.

Di sebuah negara ada seorang ratu, hidup bahagia dengan sang raja, 
apapun itu yang kita rindu, semua cukup karena Allah saja. 

        Alhamdulillah, 'pungkasan' (selesai), semoga bermanfaat ya. Sedikit curcol tidak masalah, yang penting berkah untuk semua. Aku tresno marang sliramu sedoyo dulur, amargo Gusti Ingkang Andamel Gesang.... ^_^

31 Dec 2013

Subhanallah, nggak ikut ah

Kerusakan ini, jangan dijaga.
       Kebejatan pemimpin negeri ini berbanding lurus kok dg kebejatan rakyatnya (aku jg rakyat), kalau kita masih mengaku rakyat, jujur saja dah dg hati. Masihkah menolak suap 1juta untuk memilih seseorang calon pemimpin? Adapula yg diterima duitnya, milih lain, ini lebih parah! yang keren, mau sedikit atau banyak, mau dari siapapun, tolak! 
       SIAP-SIAPLAH UNTUK HANCUR JIKA RELA MEMILIH PEMIMPIN KARENA UANG YANG DIBERIKAN PADAMU, SIAP-SIAPLAH MENDERITA DUNIA AKHIRAT KALAU BAJINGAN BERDUIT LEBIH DIPILIH DARIPADA ALIM KERE. 
        Sekarang bajingan berduit jg bnyk mengubah diri jd Alim, krn duitnya, sementara Alim kere tetap dilihat KEREnya. Juga, karena seorganisasi, sedaerah, saudara, sealiran, mau bejatpun masih dipilih. Sementara yg lebih amanah beda timbola kesayangan juga ditolak mentah2. Negeri ini mau rakyatnya, mau pemimpinnya, masih cocok kok di playgrup, berantem krn hal2 kecil, disuap permen mau saja nampar temannya! 
       JANGAN PERNAH HARAP BISA JD MACAN ASIA, JD BANGSA YG LEBIH DEWASA SAJA SUSAH, PLAYGRUP. YANG BELAJAR DEWASA MALAH DIKETAWAIN, YANG NGAJAK DEWASA MALAH SAMA2 DI 'ceditti'.... Ampuni kami ya Rabb, jadikan orang2 amanah jd pemimpin kami selanjutnya, yg Alim, mengajak kami sukses dunia akhirat, bkn bajingan. aamiin, alfatihah Tyas Haryadi #SangPenggembala :)
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com