9 Mar 2010

Strategi melewati ujian hidup

     Artikel satu ini saya persembahkan untuk anak-anak yang akan atau sedang menghadapi peperangan, baik peperangan internal maupun eksternal. Setiap orang pasti pernah mengalami konflik, yang bersifat uotside or inside, jasadyah au batiniah (artinya sama dengan lahir atau batin). Kadang kita punya masalah yaang paling berat didunia ini, bukan masalah kita yang paling berat tapi semua manusia akan diberi cobaan (itu hikmahnya). Sedangkan cobaan yang diberikan allah kepada manusia tidaklah sama, ada yang diuji dengan sakit, diuji finansialnya, diuji keutuhan keluarganya, tapi ada pula yang diuji dengan kekayaan dan kesehatan agar terlihat mana hamba yang benar-benar bersyukur.
Sebentar lagi SMU/MA, SLTP/MTS, dan SD/MI akan melaksanakan ujian nasional. Suatu sistem yang dianggap tidak mewakili proses belajar mengajar selama 3 dan 6 th.

      Anggap saja sekarang ini kita terzalimi oleh system, lalu apa pandangan dalam islam? Nabi pernah berfirman “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Tidak boleh menzalimi dan membiarkannya (dizalimi). Apa yang kita lakukan jika saudara kita dalam kesusahan, dalm keadaan terzalimi? Sudah sewajibnya kita membantu dan menolongnya, begitu pula jika hal itu terjadi pada kita, wajib bagi umat muslim lain membantu. Betapa indah islam, dengan agama ini kita dapat dunia dan akhirat. Jika seseorang punya saudara kandung 24(bisa jadi dua tim sepak bola beserta pelatihnya), dan saudara itu tersebar dimana-mana, dia bisa hidup ditempat saudaranya itu secara bergantian. Tapi jika dia umat muslim, dimanapun dia bertemu umat muslim maka mereka adalah saudara. Sekarang anda sudah punya satu strategi menghadapi ujian. Mudah saja, anada punya teman, punya saudara, berbagilah dengan mereka. Mereka kikir dalam berbagi ilmu? Atau berbagi jawaban?

      Kalaupun protes tiap tahun belum tentu menyelesaikan masalah, maka para siswalah yang harus belajar strategi pertempuran. Dalam hal ini saya juga kurang berpengalaman, tapi tidak ada salahnya satu dua kata saya mengisi otak dan sebagian strategi para pelajar yang mau menempuh ujian. Bagi siswa-siswi SMU/MA yang ujiannya hanya menunggu hari (tanggal 22 maret), sering dikatakan telat untuk belajar. Memang kalau anda mau mengusai 80-100% materi ujian padahal anda baru hafal 7 rumus, itupun pada himpunan, menghitung jangka sorong, asam basa zat, permintaan pasar dan past tense. Saya juga mengatakan anda telat, tapi telat untuk menguasai semua materi itu, bukan telat untuk belajar. Karena menuntut ilmu adalah sebuah ibadah yang harus dilakukan mulai ketika kita lahir kedunia sampai liang lahat. Tapi targetnyalah yang harus kita sesuaikan, yaitu paham hal-hal yang belum dipahami teman-teman anda. Itu akan bermanfaat pada saat teman anda tidak bisa, tetapi anda bisa dan saling mengisi. Itulah mengapa mannusia diciptakan oleh allah dengan berbagai suku, bahasa, kemampuan, dan keadaan fisik yang berbeda. Bukan untuk mencari yang terbaik, terkuat apalagi untuk bermusuhan. Melainkan diciptakan manusia bersuku-suku dengan banyak bahasa agar saling mengenal, dan karena kenal kita bisa jadi saudara karena sesama muslim itu adalah saudara.

      Janganlah takut menghadapi pertempuran ini, segala sesuatu itu perlu pengorbanan. Hasilnya kita serahkan pada allah swt. yang peting bagi kita adalah berusaha. Bantulah teman kita jika kita bisa, tanpa memandang dari manakah dia, dari keluarga mana, berwarna kulit apa
Sebelum mengoreksi orang lain marilah kita lihat diri kita sendiri, jika dia g’mau memberi bantuan kepaada kita mungkin kita punya salah. Kita harus memberi jika ingin diberi, kita harus menghormati jika ingin dihormati, bagitu pula dalam bantuan pada waktu ujian. Bisa bantuan moril (dukungan untuk proses belajar kita), material (sandi-sandi jawaban saat ujian), atau spiritual (doa, agar anda semua bisa melewati ujian dengan lancar). Anda semua punya kemampuan, hanya anda kurang yakin dengan kemampuan anda itu. Ketahuilah kebanyakan orang hanya mengunakan 1% dari otaknya, bahkan orang sejenius einsten baru menggunakan 4-5% otaknya. Janganlah kita bilang “aku g’bisa, minta bantuan yang lain saja.”, itu menunjukan anda tidak mampu dan hanya pasrah. Tapi berbeda jika kita jawab “maaf, untuk sementara saya belum bisa sampean tanya ke yang lain dulu.”, berarti kita punya niat untuk bisa. Hanya saja ini masih dalam proses, jadi kita perlu mempelajarinya lagi.

      Kapankah kegagalanterbesar itu muncul? Yaitu ketika kita menyarah sebelum mencoba, berusaha, dan berdoa. Yang kedua siapakan mental anda, fisik, dan bersikaplah baik kepada penyihir yang paling handal (orang tua kita). Bagaimana tidak dianggap penyihir yang paling handal? Malinkundang jadi batu karena ibunya, anak bernama SBY sekarang bisa jadi presiden tentu karena doa dan didikan orangtuanya. Begitu pula dengan kita, bahkan ridhonya orangtua itu adalah ridho allah, dan murkanya orang tua adalah murkanya allah. Saat kita mengirimkan doa kepada orangtua kita, allah pasti membuat ikatan hati kita dan orangtua kita semakin dekat. Tanpa ada suatu halangan yang berarti. Jadi keberhasilan kita juga dipengaruhi restu orang tua, itulah salah satu strateginya. Yang perlu dilakukan sekarang adalah yakin bisa melewati pertempuran ini dan pasti bisa menang. Jangan lupa doa dan usaha, jadi? SEMANGAT!!!!!!!!

0 komentar:

Post a Comment

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com