Showing posts with label Gagasan dan Opini. Show all posts
Showing posts with label Gagasan dan Opini. Show all posts

1 Oct 2013

Lupa cara menulis

Cara menulis? Agak lupa, diingat lagi nih
       Bismillahirrohmanirrohim, selasa (1/10/2013), alhamdulillah kembali nulis 'dulur'. Benar-benar nulis untuk blogku ini, tidak di jejaring sosial FBku, ataupun Twitterku. Mungkin aku sedang kena penyakit, 'Lupa cara menulis'. 
       Beberapa hari ini aku menyepi dari blog yg telah menemahi sebagian besar perjalanan hidup ini (waktu jd mahasiswa). Bahkan tak menyempatkan diri untuk menulis spesial dalam laman koran tyasharyadi.blogspot.com ini. Masih ingat gimana dahulu aku akan bersanding lg dengan pak Romi Satriyo Wahono, beliau akan mewakili wordpress.com sementara aku mewakili blogger.com. 
      Bahkan untuk sekedar share ke temen-temen saja aku masih sangat kurang. Lalu kemana saja kalau tidak nulis selama ini? Kalau tidak tidur ya melek, dua itu aja sih. hehe 
       Sebenarnya aku mulai puasa (bulan Ramadhan) nyoba manfaatin karunia Allah yg lain, dititipi buku agenda th 2013. Buku ini sejarahnya waktu jadi panitia 'Penulisan Jurnal Ilmiah terakreditasi' di hotel Cakra Malang, akhir th 2012. Acaranya yg ngadain Allah, lewat perantara Infopub UIN Maliki Malang, alhamdulillah aku bisa renang pertama di Malang (bukan laut) di sini, tp jangan bilang siapa-siapa yo, ini rahasia umum saja. 
       Nah, apa hubungannya? Aku menulisnya di buku itu. Buku diary? Bukan masak buku 'mencret', bolak balik ke toilet dong. hehe, bercanda sob, bener ini jadi buku catatan harian. Isinya curhatan dong? Bener sekali, curhatan sama Allah, sekaligus evaluasi diri. Ternyata diri ini lebih banyak dosa dari pada pahalanya, astaghfirullah, 'ngono iku manungso, gampang gawe duso' <~ bahasa Belandanya gini. 
       Bagaimana dengan kamu? Suka nulis juga kah? Suka berbagi juga kah? Minimal berbagi dengan Allah, jangan sampailah kita 'lupa cara menulis'. Why? (sebenarnya aku paling nggak suka pake istilah asing macam ini) Karena waktu kecil lo kita diajari, menulis, membaca, berhitung. Jadi kalau kita tidak lagi menulis, kita sudah lupa ajaran waktu kecil dulu, waktu SD dulu, TK dulu, begitu juga dengan membaca dan menulis. Semoga bermanfaat sob, salam hangat untuk keluargamu dirumah, dari Tyas Haryadi #SangPenggembala. ^_^

3 Sept 2013

Hidup Petani, maturnuwun petani, Jadilah petani

Inilah petani Indonesia, (sumber foto: google.com)
       Hari ini bursa transfer pemain sepakbola di eropa 'katanya' di tutup, terjadi beberapa kejutan transfer, banyak duit berterbangan, bikin tergelitik mau ngebahas sesuatu.... 
       PETANI, yup pengen deh ngebahas PETANI, pahlawan tanpa tanda jasa.... ituh hobi makan tahu & tempe bisa-bisa lenyap kalau kedelai terus-terusan impor, blm lagi harganya selangit, kalau para PETANI tidak mau menanam, gimana coba efek domino pada kebutuhan pangan & stabilitas ekonomi? kita yang tinggal makan, terkadang sedikit berlebih waktu makan, kadang juga suka menyia-nyiakan makanan, cb qt lihat betapa berharga segenggam beras untuk petani... penghidupan itu bos... 
       Belum lagi makin banyak petani yang 'lenyap', mending kalau di 'transfer', masalahnya di klub pertanian jg bukan klub bertabur uang untuk mebeli petani handal dengan bayaran selangit! #HidupPETANI, #AkuTresnoSliramu #SuwunMbah_Pak_Bu_Bro (mbahku, bapak2, ibu2, saudaraku2 masih banyak yg petani).... 
       Jadi kalau ada halaman dikit, jgn buru2 dibeton, di paving, jd petani dirumah sendiri, tanami,,,, kalau nggak punya tanah? ada polyback, ada vertical garden... Dari Tyas Haryadi, Sang Penggembala ^_^

18 Jun 2013

Luangkan Waktu untuk Keluarga

Bulik, keponakan, nenek, ibu, adik, dari kanan.
Sesibuk2nya kita, luangkan waktu untuk keluarga, jangan sampai karena harta/organisasi kita lupa keluarga... 
Walau itu keyboard, layar LED, koneksi lebih menangtang, pastikan bersama keluarga lebih indah kawan... 
Saya orang IT (baru hampir 4th sih), & orang IT pada umumnya, biasa tidak tidur sehari semalam, buat bikin project, didapan monitor, ama kopi, dan seharusnya kita luangin juga waktu, cukup 1jam, untuk mendengarkan curhatan keluarga, anda akan benar merasa pny keluarga... 
Sering kita lupa dengan keluarga, apalagi untuk urusan mendengarkan keluh kesalnya, rumah bukan tempat mampir tidur... 
Rasulullah, adalah pemimpin pemerintahan, seorang pedagang, pemimpin umat, tetapi beliau selalu memperhatikan keluarganya... 
"Lakodkaana fi Rosulillahi uswatun hasanah!", yuk nyontoh Rosul, beri waktu kepada keluarga, rumah bukan cuma tempat mampir tidur, sering2 smsin kalau jauh, sering2 telfon, pasangin fotonya di wallpaper handphone, laptop, taruh dompet, cintai keluarga karena Allah. jgn berlebih, tp di pas in, semoga keluarga kita semua selalu diberkahi Allah... amin

10 May 2013

Demo, Naikkan harga BBM!

Demo, haruskah BBM turun? naikkan saja!
       Saudara, ada yang lagi pengen demo nggak? kemarin ngeliat anak demo di sekitar jalan veteran (Kota Malang), cuma segelintir orang sih sebenarnya, tapi mereka demo bodoh, yang tidak punya pemikiran jenius ala pemikir "jangan naikkan harga BBM", terus ada tulisan, BBM Naik = SBY turun (yang paling saya liat), emang lu mau jadi presidennya, setelah SBY turun? (tanya saya dihati) kalau saya IYA, tapi belum sekarang! 
       Kalau yang mau demo, mana tadi yang teriak "aku", ayo demo "SEGERA NAIKKAN BBM SUBSIDI", kecuali kendaraan umum. yang g'mampu beli bensin/solar gimana? biar jual kendaraannya, naik kendaraan umum, jujur dah, murahan mana naik kendaraan umum ama sendiri? itungin juga biaya beli kendaraan, rawat, bensin, nyuci, modifikasi, sevice, dll.... "kalau para pelaut gimana? mereka tergantung pada BBM subsidi untuk mencari makan!" nelayan beli BBM eceran harganya lebih mahal dari pertamax. 
       Trus yang diluar pulau gimana? saya belum pernah nyampe jauh2, paling jauh sumatera, tapi di papua (kata temen + Gubernurnya) perliter bensin eceran bisa 100rb. Itu bukan daerah pusat kota sih, macam jayapura, tapi liat, disana mereka bisa idup dengan perliter 100rb, kita dijawa? pasti lebih bisa sob! satu lagi, dana yang digunakan untuk subsidi BBM, (lagi-lagi) digunakan untuk tunjangan rakyat miskin (katanya), tapi kenapa tunjangannya pas waktu deket pemilu aja? belum lagi itu tunjangan pada disunat dibeberapa (banyak tepatnya) pos! sudahlah pak, liat itu ibu2, bapak2, yang dikasih uang tunjangan, (contoh nenek saya), beliau tidak bisa baca tulis, saya ajari belum mau. 
       Pak @SBYudhoyono mohon melek ke rakyat se rakyatnya, jangan asal denger kata orang2 anda, tak semua baik, juga tak semua buruk. kami tahu pak @SBYudhoyono kerja maksimal, tapi masih kurang, pancasila pak, pancasila, kemana dia sekarang? Allah diatas segalanya pak! kami cinta bapak sebagai rakyat, karena bapak pemimpin kami, tapi kami siap ngingetin bapak pakai pedang kalau bapak salah @SBYudhoyono. Balik lagi kawan, nenek saya (mbok saya manggil, ikut2 ibu) itu mapan, punya banyak kambing, sawah, subsidi dari anak, tapi karena beliau janda... Beliau dapat tunjangan itu, akhirnya tunjangannya untuk apa? beli cincin bro! bukti tidak tepat sasaran, tanpa ngurangi rasa cinta + sayang untuk embok. 
       Buat yg lebih berguna dana itu, misal : untuk industri strategis yang belum terpikirkan negara ini (industri umat muslim yg sholih/ha), buat ngitung potensi impor ekspor kita, masak nggak malu itu 100% produk mie instan yg kita makan, semua hasil impor (bahan bakunya)? 99,5% kapas (bahan baku baju) kita impor, data2 ini, pada tahu nggak DPR kita? kayaknya pada tahu soal santet di eropa geh! mana tahu masalah ginian. ah, kok lari kemana2, "Naikkan harga BBM, kecuali kendaraan umum", eceran juga naik! 
       Cerdaskan juga akhlaknya pak,cerdaskan juga para pemimpin negeri ini, semua harus belajar, tak terkecuali bapak2 para pemimpin @SBYudhoyono salam hormat dari anak negeri, terimakasih untik pengorbanan pak SBY & pemimpin lain negeri ini, semoga diberkahi Allah.amin :) RT @SBYudhoyono. Salam dari Tyas Haryadi sang Penggembala... :)

15 Mar 2013

Tytos

       Jika kita punya Mall, bilang saja itu MATOS (Malang town square) jadi milik Tyas Haryadi, amin.... Terus semua karyawan wajib menutup aurot (baik cew/cow, khusus muslim), waktu sebelum adzan, speaker bunyi noh! 
       "Bagi para pengunjung tytos, wkt sholat dzuhur segera tiba, mohon umat muslim segera merapat ke masjid untuk sholat, agar belanja jd berkah." Abis itu, semua toko wajib tutup, mereka harus ikut sholat (yg muslim), di lantai 2... (tuh lantai 2 jadi masjid sekarang), sejak jadi tytos...
       Yang non muslim, boleh dimanapun, tp semua speaker senyap dalam waktu 30 menit, spesial untuk sholat + kultum... setelah itu balik dah kegiatan semula entar tiap seminggu sekali ada tausiah untuk para karyawan, kerjasama juga wajib produk halal, musik di tytos jg g'boleh cuma pop, impor aja, tapi harus ada tradisionalnye, nasionalisnye, jadulnye, terpenting lagu islaminye! itulah tytos, tyas town square... *loh :D
      Dari Tyas Haryadi, Sang Penggembala, kunjungi juga :
- Kunjungi Magetan
- Tyas Haryadi RI 1
- Cah Magetan Distro
- Cah Magetan Studio

9 Feb 2013

TPA juga tempat les

Tidak hanya belajar Agama, tapi juga belajar ilmu eksata.
       TPA (Taman Pendidikan Al-quran) biasanya sangat identik dengan yang namanya ilmu agama Islam. Hal ini memang benar, akan tetapi tidak wajib menjadi acuan hanya dengan mengandalkan hal itu saja. Kenapa? Akhir-akhir ini banyak TPA sudah mulai sepi, bukan karena yang mengajar minim, melainkan yang diajar kurang bahkan terkadang tidak ada. Selidik punya selidik, salah satu contohnya adalah di TPA Al- Hasan tempat saya mengajar. Dahulu banyak sekali anak-anak yang belajar disini (kurang lebih setahun yang lalu), sekarang anak-anak itu lebih disuruh oleh orangtuanya untuk ikut les mata pelajaran. 
       Parahnya lagi, mereka tidak diperbolehkan untuk belajar ke TPA, melainkan lebih baik belajar dirumah atau istirahat jika tidak ada les. Nah, seharusnya TPA tidak hanya untuk tempat belajar agama, yaitu dengan menambahkan les gratis. Misal belajar agamanya ba'da sholat ashar, maka lesnya bisa dilaksanakan ba'da sholat magrib sampai sholat isa'. Selain itu beri kegiatan yang lebih divariatifkan, misal kesenian islam, cerita tentang taulad yang menarik, dan perlombaan sampai mabit (malam bina iman dan taqwa). Tentu ini akan menjadi hal menarik bagi santri dan terpenting orangtua santri, apalagi embel- embel paling besarnya adalah gratis. 
Tyas Haryadi, Pengajar TPA, Bawang, Lowokwaru Malang. 
       Nah, yang ini alhamdulillah langsung tembus dulur. Cair lagi dah, alhamdulillah, semoga anda semua juga dapat yang lebih ya. Mari semangat menulis dan berbagi ide, pasti banyak manfaat dan faedahnya. Tulisan ini bisa di baca Koran Jawapos hal 4, kolom Gagasan tanggal 4 Februari 2013, salam dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi.... ^_^

31 Jan 2013

Budaya SKS, Sistem Kebut Semalam

MAHASISWA adalah status yang cukup memiliki nilai prestis, apalagi dengan embel-embel agen of change. Mahasiswa juga menjadi tonggak perubahan, sebagai penerus kepemimpinan bangsa. Akan tetapi dalam kenyataannya, mendekati Ujian Akhir Semester atau sedang menjalaninya, mahasiswa memiliki budaya yang tidak mencerminkan calon pemimpin. Jika mengenyam bangku kuliah tentu tidak asing dengan istilah SKS (Sistem Kredit Semester). Istilah ini sudah bergeser, mahasiswa menjadi hobi menggunakan istilah SKS untuk singkatan dari Sistem Kebut Semalam. Ini berhubungan dengan tugas, terutama belajar dalam menghadapi UAS. Kebanyakan, memilih untuk santai dari awal semester, masih santai sampai UTS (Ujian Tengah Semester), dan terus santai sampai hari tenang. Ketika malam UAS datang, jurus SKS pun digunakan, baik untuk mengerjakan tugas dan juga belajar. Sayangnya SKS ini hanya diterapkan pada waktu-waktu genting saja, seharus sistem SKS dilakukan setiap hari, baik ada ulangan atau tidak. Tentu mahasiswa akan lebih produktif, dengan setiap hari selalu menggunakan sistem ini. Jadi bukan lagi Sistem Kebut Semalam, tapi Sistem Kebut Setiap Malam. TYAS HARYADI, Mahasiswa Teknik Informatika UIN Maliki Malang.

31 Dec 2012

@CM_Library tutup tahun

Indahnya berbagi, nih, temen2 ngangsu kaweruh sedang share.
       Yang mau nyumbang buku bacaan monggo, drpd buku anda dimakan kutu, daripada buku itu mrh krn hny ditumpuk? @CM_Library utk #IndonesiaMembaca senang juga liat ibu2 di desa saya keluar masuk rumah ortu, walau cm utk baca buku resep makanan, pinjem trus g'balik. hehe @CM_Library dan akhirnya ibu2 itu baca juga buku tentang khasiat buah2an, buku tentang peternakan, buku tentang agama juga... @CM_Library :') adik2 SMA jadinya g'harus beli buku paket, cukup pinjam disini ( @CM_Library ) dg perpanjangan tiap 2 minggu, senang liat mereka senyum :') 
       Di @CM_Library lebih banyak yg sekedar numpang baca n numpang pinjem aja sekarang, tp alhamdulillah dah, orang desa sy (minimal) hobi baca tujuan utamanya disini adl bikin PR (Pesantren Rakyat), alhamdulillah di @CM_Library mulai rutin ada kegiatan PR bulanan. :D pertanyaan muncul, PRx mcm mn? di @CM_Library kn ada kumpul rutin kelompok karya "ngangsu kaweruh" disini nih pesantren rakyatnya... :) di @CM_Library kami mengajak untuk sukses dunia akhirat, dg gerakan #IndonesiaMembaca semoga diberkahi Allah. amin :) | mari sholat magrib di @CM_Library ada buletin "ngangsu kaweruh" ada yg nyaranin jd majalah n koran, dipertimbangkan dah... :) @CM_Library insyaAllah akan jadi perpus terbesar di dunia, n pusat karya + ilmu non formal. amin, alfatihah... :)
         Salam ya dari Tyas Haryadi Sang Penggembala, like page FB kami Tyas Haryadi, follow twitter @tyasharyadi mugo2 ketemu neng suargo dulur. amin... barokallah all ^_^

30 Nov 2012

Do’a bersama dihari perdamaian Internasional

Ilustrasi untuk perdamaian, mari saling berjabat tangan.
       DAMAI- menjadi kata yang sangat langka akhir-akhir ini, terlebih untuk umat antar agama. Belum lagi dengan adanya film “innocence of muslim” yang membuat perpecahan antar umat beragama, terutama umat muslim dengan golongan yang membuat film tersebut. Tanggal 21 September telah ditetapkan sebagai hari perdamaian Internasional, yang tentu bertujuan untuk menjaga perdamaian dunia. Dalam memperingati hari-hari besar, biasanya para aktivis lebih suka untuk melakukan demo, walau demo itu dilabeli damai, tetap saja namanya demo. 
       Saya adalah santri di PESMA (Pesantren Mahasiswa) Darul Hijrah Malang memiliki solusi yang berbeda. Alangkah lebih indah jika hari perdamaian Internasional ini diperingati dengan do’a bersama antar umat beragama. Semua umat beragama berkumpul pada suatu tempat dengan para pemimpinnya, lalu berdo’a dengan kepercayaan dan keyakinan masing-masing. Tentu ini akan menjadi hal aneh, tetapi akan sangat menstimulus perdamaian antar umat beragama. Terlebih selain antar umat, tentu akan semakin banyak pula ragam suku, budaya, bahasa sampai warna kulit. Jadi, perdamaian itu akan lebih mudah tercipta jika saling do’a, bukan saling demo. (*) Oleh: Tyas Haryadi, Sang Penggembala... ^_^

18 Nov 2012

Masjid Bukan tempat Pacaran

Bagaimana jika masjid ini dipenuhi tempat pacaran?
       MASJID merupakan tempat beribadah yang sakral, sekarang semakin berubah fungsi seiring dengan kepadatan pemukiman, utamanya di perkotaan. Banyak yang menyalah gunakan masjid dari fungsi utamanya sebagai tempat ibadah. Seperti yang sering saya jumpai di kota Malang, kota ini sangat padat pemukiman dan penduduk. Sebagian besar mereka adalah pendatang dan lebih dari separuhnya adalah mahasiswa. Penyalah gunaan masjid yang sering terjadi antara lain, tempat ibadah ini dipakai untuk acara makan-makan, hanya untuk makan-makan saja. Beberapa kali pula masjid digunakan untuk tidur, walau terkadang ini diperbolehkan. 
       Tetapi ada hal yang tidak bisa ditolerir, masjid digunakan sebagai tempat pacaran. Bagaimana tidak? Cewek cowok berduaan disudut masjid, bercanda sambil bercumbu, terkadang mereka malah masuk masjid. Kalau masuk masjid mampir sholat jamaah mungkin tak masalah, tetapi kalau masuk masjid untuk berdua-dua saja? Ada yang bilang bisa jadi mereka suami istri, tapi itu teman saya sendiri jadi saya tahu. Nah, mungkin tempat untuk pacaran yang murah meriah serta sepi di kota sudah berkurang. Tapi bukan majid tempat alternatifnya? Mau memang nanti di godho (pukul) malaikat? Ingat, masjid bukan tempat pacaran, tapi tempat ibadah. 
       Saya mewakili kaum muslimin dan sebagai ta’mir baru (nah, kalau ini cerita yang lain ya dulur, coming soon) :D. Saya memang benci namanya pacaran (walau tak terang2an angkat tangan dan menantang), walau dahulu saya ahlul pacaran (baca, Rabbit head kisah masa putih abu-abu). Semoga masjid akan menjadi tempat istimewa, bahkan bahas tentang uang saja dikatakan tidak baik dimasjid. Masjid itu tempat kita bersua dengan Allah, tempat kita mengadu kepada Allah, dan disanalah rumah Allah. Wallahu ‘alam bissyowaf, salam dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi… ^_^

1 Nov 2012

Menggalakkan Sastra melalui dunia maya

Salah satu peninggalan sastra.
       Sastra-adalah hal yang sangat langka akhir-akhir ini, baik di kalangan akademisi atau dikalangan masyarakat. Entah kenapa dan faktor apa, sampai-sampai nama pujangga ternama di Negeri ini juga sudah mulai pudar, bahkan terkesan tidak ada. Yang terpenting adalah di dunia kademisi, anak-anak SD, SMP, SMA dan sederajat rata-rata tidak memiliki pandangan baik tentang sastra. Lebih parahnya lagi, mereka tidak mau untuk berkecimpung dalam hal sastra, misalkan Puisi dan Pantun. 
        Hal ini dapat dilihat dari minimnya perlombaan puisi (baca puisi) dan berpantun (baca pantun). Kalaupun ada itu adalah lomba menulis puisi untuk dibukukan atau ditulis di media cetak lain (Koran atau majalah). Hal ini sungguh miris, dimana sastra merupakan sebuah cerminan martabat sebuah bangsa. Mungkin sudah waktunya untuk menggerakkan kembali sastra negeri ini, sudah saatnya pula gurindam, sajak yang sudah lama tak terdengar itu mulai di galakkan kembali. Yang paling mudah salah satunya lewat jejaring sosial ataupun blog, tak perlu sering-sering cukuplah seminggu sekali membuat puisi, pantun, sajak, gurindam dan lain-lain. Lalu posting di berbagai jejaring sosial dan di blog, ini adalah cara yang sangat mudah serta efisian untuk menggalakkan sastra, melalui dunia maya. TYAS HARYADI Sang Penggembala, Teknik Informatika UIN Maliki Malang.

19 Sept 2012

Lumbung Jerami, atasi masalah tanpa masalah

Jerami di daerah persawahan.
       Lumbung biasanya lebih identik dengan hasil panen, berupa padi, gandum, ketela dan lain sebagainya. Tetapi bagaimana kalau ada lumbung sisa-sisa hasil panen itu sendiri (biasanya sering disebut barang limbah). Sebagaimana diketahui bahwa di Indonesia sangatlah banyak petani padi, begitu pula banyak jerami yang dihasilkan, dan lumbung jerami bisa jadi solusi. Lumbung jerami pada dasarnya akan memberikan solusi masalah bagi para peternak dan petani. Petani sekarang ini kesulitan dalam hal menyalurkan jerami kemana, seperti yang ada di desa saya (Kambinga, Kuwonharjo, Kab. Magetan) baca Kambingan dusunku. Kebanyakan para petani memilih membakar jerami mereka di sawah, karena dianggap tidak berguna, dan mereka tidak memiliki ternak untuk diberi pakan jerami (biasanya sapi atau kerbau). 
       Begitu pula dengan peternak, mereka terkadang kesulitan mencari pakan berupa jerami. Karena panen satu desa dan desa lainnya berbeda, atau telat mengetahui, akhirnya jerami dibakar. Dengan adanya lumbung jerami, para petani tak perlu risau menyalurkan jerami agar tetap menghasilkan yaitu berupa uang. Begitu juga dengan peternak, jika mereka butuh pakan tinggal datang ke lumbung jerami untuk membeli. Selain itu di lumbung jerami juga harus dikelola agar bisa memaksimalkan jerami menjadi lebih bernilai, misal menjadi jamur, pupuk, dan lain sebagainya. Jadi kesejahteraan para peternak dan petani juga bisa meningkat dengan adanya lumbung jerami ini, tidak hanya berakhir pada pembakaran. TYAS HARYADI, Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika UIN Maliki Malang. semoga bermanfaat, dari Sang Penggembala... ^_^

22 May 2012

Ujian tanpa Pengawas

Animasi Ujian Nasional.
       UJIAN NASIONAL-memang sudah berakhir, tetapi PRnya masih sama, yaitu tentang penyelenggaraan UN (Ujian Nasional) itu sendiri. Mulai dari perannya sebagai penentu kelulusan, sampai perannya dalam mendidik penerus bangsa untuk jujur dan percaya akan dirinya sendiri. Sungguh ironis ketika sekarang ini UN juga menjadi sebuah kewajiban untuk para guru berbuat curang pula. Sudah banyak terungkap disini disana, dan masih banyak pula yang belum terungkap. 
       Ujian tanpa pengawas bisa jadi salah satu solusi permasalahan diatas, tentu tak hanya itu. Tetapi juga dengan penetapan UN bukan sebagai nilai ukur utama, bahkan satu-satunya dalam penentu kelulusan. Melainkan lebih kepada kegiatan dan aktivitas sehari-hari siswa itu sendiri. Sehingga para siswa juga akan merasa lebih bersemangat untuk melakukan aktivitas belajar setiap hari. Bukan pula para siswa ketakutan dengan UN, dan menjadikan UN sebagai media melatih diri serta menunjukan kujujuran. Bisa juga hasil UN ini sebagai syarat untuk masuk perguruan tinggi, jadi tidak perlu ada SNMPTN, jadi satu saja dengan UN. Ini akan menghemat biaya dan juga kerja keras para siswa. Jadi Ujian tanpa pengawas bisa menjadi elemen penting untuk mengubah konsep UN dan ujian-ujian lainnya di negeri ini. Cukup Tuhan yang mengawasi, seperti itu pesan pancasila sila pertama. (*) 
       Tentang gagasan kali ini saya terinspirasi dengan buku yang saya baca kemarin kawan, judulnya mah “Murid Goblok ketemu Guru Goblok”. Buku itu berisi tentang motivasi dan pengajaran tentang entrepreneur, istimewa, dan di buku itu saya makin yakin tentang pentingny sebuah kejujuran. Semangat mengajarkan kejujuran itupun kembali lagi, dan ini tertuang dalam gagasan “ujian tanpa pengawas!” Mungkin memang sangat terlalu berani, tapi butuh keberanian lebih untuk mengajarkan kejujuran kawan. Dan itu pula yang ingin diajarkan ketika kita mengadakan ini “ujian tanpa pengawas”. 
       Kedepan ini akan lebih memiliki efek yang luar biasa, apakah itu? Itu adalah efesiensi kerja masa depan. Karena kedepan tidak perlu lagi ada badan-badan pengawas yang terlalu berlebih, karena akhlak kejujuran sudah baik. Selain itu juga tak perlu menghabiskan waktu yang lama dalam birokrasi yang berbelit untuk mengetes sebuah kejujuran, karena semua sudah tertanamakan tentang sebuah kejujuran itu sendiri. Jujur itu Mujur, Luhur, dan Derajatnya tanpa bisa Luntur kawan, yakinlah. Salam dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi…. ^_^

14 May 2012

Car Free Day, Awal Kota Sejuk

Ikon Car Free Day.
        Polusi- menjadi hal yang sangat lazim di daerah perkotaan, mulai dari polusi udara, air, tanah, sampai polusi hati (baik oleh rokok atau akhlak tak terpuji). Tetapi polusi udara kadang menjadi masalah utama setiap kota. Tetapi polusi udara dan polusi lain sebagainya sekarang ini makin sulit diatasi, baik oleh pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Tetapi akhir-akhir ini sudah ada beberapa trobosan, seperti yang dilakukan di kota Malang, yaitu dengan adanya Car Free Day (CFD). 
       Car Free Day adalah sebuah gerakan hari tanpa kendaraan bermotor (utamanya yang menggunakan BBM). Di kota Malang, CFD diadakan pada hari minggu, tepatnya pukul 05.00 sampai 09.00 di daerah perumahan Ijen. Tetapi dari gerakan ini memberikan stimulus dan mengajak pada masyarakat untuk sama-sama berkunjung ketempat ini serta menggalakkan cinta lingkungan. Selain itu banyak juga yang mencurahkan kreatifitas serta banyak pula yang menyemarakkan kegiatan dengan kegiatan penghijauan. Hasilnya lumayan, ternyata makin banyak orang melakukan kegiatan peduli lingkungan, dan itu dicurahkan pada acara CFD ini. Keuntungan yang lain adalah makin sedikitnya pengguna kendaraan pribadi kesana, melainkan jalan kaki, bersepeda, atau menggunakan kendaraan umum. Jadi, efek dari CFD ini sangatlah luas, mungkin dari kegiatan ini akan menjadi awal kota sejuk, minimal di tempat pelaksanaan CFD dan bertepatan pada waktunya pula. (*)
TYAS HARYADI Jurusan TEKNIK INFORMATIKA UIN Maliki Malang. 
       Seperti itu kawan tulisan kemarin saya kirim ke opini@jawapos.co.id , dan Alhamdulillah belum tembus juga. :D | ah, tak apa, semua perlu disyukuri saja, dan tentu ada hikmah yang lebih dalam dan besar tentunya. Dari gagasan diatas, memang perlu sebuah moment untuk menggerakkan masyarakat luas, terlebih lagi hal itu datang dari gagasan pemerintah. Karena yang berperan lebih besar dalam sebuah pembangunan dan penyejukkan kembali kota adalah pemerintah kota itu sendiri. Jikalau ada peran dari masyarakat lain itu adalah sebagai pelengkap saja, karena yang paling berhak dan memiliki kewajiban penuh adalah pemerintah. 
       Nah, postingan seperti ini nantinya turut membantu pemerintah untuk mengambil tindakan. Toh, kalaupun ada presiden atau ketua DPR yang membaca postingan ini belum tentu mengadakan car free day di area Istana Merdeka atau bahkan gedung DPR sekalipun. Kita sebagai rakyat kecil perlu melakukan terbaik saja, jangan memaksakan kehendak, apa yang mampu diraih tangan kita maka raihlah. Sekian, semoga kita bisa memulai dari rumah kita sendiri, yaitu car free day at home dari keluarga untuk bangsa. Semoga bermanfaat, salam dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi…. ^_^

23 Apr 2012

Ayo Nyantri

Santri yang sedang mendikuti kajian.
       Pancasila-adalah sumber hukum utama serta pertama di Indonesia, seperti halnya Al-quran sebagai hukum utama dan pertama bagi umat islam. Hal lain yang perlu dipahami lagi yaitu sila pertama Pancasila, yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Dari sila pertama itu tentu kita bisa memahami seberapa pentingnya agama bagi negeri ini. Akan tetapi akhir-akhir ini begitu banyak orang yang sudah melupakan agama. Bahkan tragisnya dunia pendidikan sekarang pelajaran agama hanya untuk sambilan saja, bukan sebagai materi utama. 
        Ini pula yang menyebabkan banyak para pelajar yang paham tentang iptek tetapi tidak mengerti mana yang benar mana yang salah. Tidak pula peka akan budi pekerti yang baik, yang sebenarnya diajarkan di bidang agama. Saya yang sekolah di SD, SMP, SMA negeripun merasakan hal serupa, beruntung ketika kuliah saya mengenyam dunia pesantren (Pesantren Mahasiswa Darul Hijrah). Hal ini membuat para pelajar lebih arif dan bijaksana. Kita mungkin sering mendengar slogan “Ayo Sekolah!”, kenapa sekarang tidak menggunakan slogan “Ayo Nyantri!”. Karena sekarang nyantri tak hanya identik dengan agama islam, sekarang sudah ada asrama untuk agama-agama lain, yang tentu semuanya untuk mengajari akhlak dan budi pekerti. Dengan begitu para pelajar yang kelak jadi pemimpin itu tak hanya berpikir kritis dan logis, tetapi juga berpikir mulia, bijak, serta memiliki budi pekerti yang baik seperti cerminan sila pertama Pancasila. (*) 
TYAS HARYADI, Mahasiswa Teknik Informatika UIN Maliki Malang. 
       Semoga tulisan kali ini juga bermanfaat kawan, karena kita memang butuh para pemimpin dan juga rakyat yang paham akan agamanya. Bukan hanya yang pandai melogikakan kemenangan, melogikakan kekayaan dan kebijakan, tetapi mampu menata hati untuk semua elemen kawan. Semoga kelak makin banyak anak negeri ini yang mampu menyeimbangkan antara agama dan duniawi. Sesuai dengan sila pertama pancasila, semoga gagasan kali ini bermanfaat untuk sebuah gerakan. Terimakasih, salam dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi…. ^_^

17 Apr 2012

Hari Berbahasa Daerah

Bahasa Jiwa Bangsa.
       Bahasa-merupakan sebuah pencerminan dan jatidiri sebuah bangsa, dimana bahasa itu sendiri menjadi sesuatu yang penting. Pentingnya bahasa mungkin tidak hanya dalam hal berinteraksi sesama manusia, sampai mengutarakan isi hati. Tetapi dewasa ini, bahasa juga menjadi harkat dan martabat sebuah bangsa. Dimana, semakin banyak yang memperlajari dan menggunakan bahasanya tentu akan menjadikannya prestis tersendiri. 
       Begitu pula halnya dengan Indonesia, yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa, dan berbagai macam bahasa daerah. Kekayaan bangsa ini mulai terlupakan sekarang, karena banyak pendidikan baik formal atau non formal lebih menekankan pembelajaran bahasa asing, bukan bahasa daerah. Sehingga banyak anak-anak muda sekarang fasih berbahasa Inggris, arab, jepang, tetapi tak cakap dalam berbahasa daerah. Sudah waktunya diadakan hari berbahasa daerah, agar kekayaan bahasa negeri ini tidak hilang apalagi sampai punah. Selain karena faktor budaya ada faktor lainnya yaitu prestisnya, bagaimana bisa kita menjadi besar kalau tidak menghargai, memakai dan memahami bahasa sendiri. Dalam bahasa jawa ada istilah “wong jawa kudu jawani”, ini bisa diartikan bahwa orang jawa harus benar-benar menunjukkan jatidirinya sebagai orang jawa. Tentu dengan semakin banyak bahasa daerah yang digunakan akan meningkatkan prestis bahasa itu sendiri, termasuk Negara Indonesia.
TYAS HARYADI, Jurusan Teknik Informatika UIN Maliki Malang.
 
       Ini pula yang saya kirim ke JAWAPOS kemarin kawan, Alhamdulillah g’tembus. Jadi punya hak untuk saya sebar luaskan ke khalayak banyak. Kenapa ini saya anggap menjadi penting? Karena bahasa adalah sebuah harga diri untuk suatu bangsa dan juga sebuah suku, lalu bagaimana jika suatu suku sudah tidak paham dan tidak menggunakan bahasanya sendiri? Dimana harga dirinya? (jangan dijawan dihatiku!) | Dalam hal ini adalah sangat erat hubungannya denga kearifan lokal, bagaimana barang made in Indonesia bisa dicintai, jika kita sendiri tidak mencintai produk lokal kita (bahasa salah satunya). Dalam hal ini (hari berbahasa daerah) tak hanya hal teknis yang perlu diperhatikan, tetapi lebih kepada hal mendasar yaitu CINTA.
        Nah, lagi-lagi kita ngebahas CINTA, cinta ini adalah kecintaan terhadap bahasa daerah itu sendiri. Yang pertama tentu bahasa daerah kita, yang selanjutnya adalah seluruh bahasa daerah di Indonesia. Kenapa? Perlu diingat, kekayaan negeri ini adalah keaneka ragamannya, termasuk bahasanya yang beraneka ragam. Layaknya kita tak hanya mengusai satu bahasa daerah, minimallah kita paham sedikit-sedikit tentang bahasa daerah disuatu wilayah. Jangan sampai kita tidak paham sama-sekali dan mengaku sebagai orang Indonesia. Mari membuat hari kita tak lepas dari bahasa daerah, menggunakan bahasa sendiri, berbagi dengan suku lain (saling belajar) dan tetap menjunjung tinggi bahasa persatuan. Yaitu bahasa Indonesia, semoga bermanfaat kawan. Salam dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi…. ^_^

10 Apr 2012

Polwan Cantik, Interogator Korupsi Handal

       KORUPSI-memang sudah meraja lela dinegeri ini, masalah ini sebenarnya tidak begitu berbeda dengan ketergantungan Negeri ini kepada BBM (Bahan Bakar Minyak). Kenapa tidak begitu berbeda? Karena sama-sama ada biang yang membuat masalah makin ruwet. Jika dimasalah BBM ada para pendemo yang kadang bertindak anarki dan tidak menyalurkan aspirasi tidak pada tempatnya. Kalau di korupsi ada aktornya (koruptor), yang selalu mengelak dan tak pernah jujur kepada interogator, saat persidangan bahkan dirinya sendiri. 
       Seharusnya kita belajar dari penyelesaian masalah demo pada saat kenaikan BBM. Pada saat pendemo memasuki masa-masa krusial, banyak polwan cantik yang dikerahkan untuk meminimalisir pelecehan seksual (tujuan polisi). Tetapi efeknya lebih lagi, karena para pendemo menjadi tidak anarkis, dan lebih bersemangat untuk orasi memperjuangkan aspirasi rakyat. Bagaimana jika interogasi para koruptor dilakukan oleh polwan cantik? Tentu tidak hanya cantik fisiknya, tetapi juga cantik perangai, ilmu dan akhlaknya. Bisa jadi para koruptor akan bisa berbicara jujur dan selepas-lepasnya tentang kronologi atau detil korupsi yang terjadi atau dia ketahui. Tentu menangani koruptor tidak harus dengan keras, mungkin kelembutan hati dari polwan yang cantik pula hatinya bisa menjadi pelunak pikiran koruptor. Memang wanita adalah mahluk yang lemah lembut dan terbuka, sehingga koruptor nantinya juga berhati kewanitaan (lemah lembut dan terbuka) setelah diinterogasi oleh wanita (polwan).
TYAS HARYADI, Jurusan Teknik Informatika UIN Maliki Malang.
 
       Dalam gagasan kali ini (yg saya kirim ke jawa pos juga), sebenarnya ingin berbagi satu hal. Yaitu ~> wanita itu spesial! Kenapa? Tahukan kita tentang surga ditelapak kaki ibu, lalu sahabat bertanya kepada Rasulullah tentang orang yang harus dipatuhi? Maka Rasul menjawab, ibumu, sahabat itu bertanya sampai empat kali, tahukan jawabnya? Ibumu, ibumu, dan yang keempat adalah ayahmu. Hal ini sudah mencerminkan seberapa istimewa wanita, ibu kita, istri kita, dan anak kita kelak. Anda tentu bisa berpikir, maka pikirkan tentang istimewanya wanita. Eksploitasi apa yg ada di otak anda, luapkan dalam doa, kata, tulisan, pujian, puisi, lagu, dan lain sebagainya. Dan pastikanlah anda bisa menghargai wanita, mengerti wanita, karena wanita ingin dimengerti kawan, dan sebagai umat muslim kita harus mengasihi kaum hawa, meluruskan pula bengkoknya. Semoga bermanfaat, salam dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi… ^_^

5 Apr 2012

Vertical Garden, solusi lahan minim

Masuk Gagasan di Jawa pos.
       TAMAN-mungkin menjadi hal yang sangat langka bagi mereka yang tinggal didaerah perkotaan, berbeda dengan yang tinggal di pedesaan, karena relatif memiliki halaman luas. Apalagi mereka yang tinggal di pemukiman padat penduduk, rumah susun, apartemen, atau perumahan yang sempit tentu akan kesulitan memiliki taman. Mengingat, pentingnya dalam rumah memiliki taman atau tanaman hijau sebagai sirkulasi udara dan penyedia oksigen bagi manusia. Maka, dewasa ini tentu Vertical Garden bisa menjadi solusi cerdasnya.
        Kenapa harus Vertical Garden? Karena taman jenis ini tidaklah terlalu membutuhkan tempat yang luas. Karena memang memanfaatkan media yang meninggi, dan bisa menggunakan bahan-bahan sederhana, seperti bambu, pipa paralon, dan juga botol minuman. Selain sederhana bahannya, perawatannya juga tidak ribet, air yang digunakan untuk menyirami jika berlebih akan turun langsung ke tanaman dibawahnya, begitu seterusnya. Dalam hal lain, taman ini bisa dipindah-pindah tempat tanpa kesulitan. Yang terpenting lagi, taman ini tidak harus berada diluar rumah, karena jenis tanamannya memang tidak terlalu membutuhkan sinar matahari. Jadi, sekarang punya rumah dikota yang sempit juga bisa punya taman yang hijau.
TYAS HARYADI, Jurusan Teknik Informatika UIN Maliki Malang.
 
        Tulisan inilah kawan yang terpampang dalam Gagasan di Halaman Koran harian Jawapos pada tanggal 03-04-2012. Dengan ilustrasi kencing ditoilet serasa kencing disemak belukar. Yups, inilah tulisan pertama saya yang tembus di Koran tingkat nasional kawan, terbesar di Indonesia (saat ini). Sekaligus duit aliran pertama dari sebuah sumber media cetak (Koran) untuk saya, tingkat nasional pula. Sebenarnya ide ini saya dapat sewaktu mewawancarai mahasiswa Arsitektur di kampus, dimana saya jadi reporter sebuah Majalah kampus di UIN Maliki Malang (yaitu GEMA). Dari dialog dengan beberapa mahasiswa itulah saya mulai memahami plus minusnya vertical garden. Namanya mahasiswa kawan, mereka terlalu asyik dengan dunia kemanjaannya (dimanja tugas, dimanja malas, dimanja galau dan dimanja kiriman orangtua). Terkadang membuat pikiran menjadi tidak terbuka, bahkan terkesan mati suri tak berarti dan tak memberi kontribusi.
        Inilah tujuan utama kenapa saya berjuang menembuskan tulisan ketingkat nasional, agar semua sadar, bahwa mahasiswa itu sudah waktunya untuk berpikir tentang karya. Jangan Cuma galau dan cinta, galau dan cinta itu boleh, tapi galau dan cinta yang menghasilkan karya. Bukan Cuma bakat yang terpenting. Tetapi ada yang lebih penting pula, yaitu sebuah kemauan serta niat nan ikhlas! Jangan kelamaan mikir, karena pikiran tanpa dituliskan atau disampaikan = kentut yang tak bau, hanya bermanfaat sedikit perkembangan untuk berpikir lebih lagi. Untuk kali ini yang ingin saya sampai adalah “MARI BERKARYA” ^_^ | semoga bermanfaat, salam dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi…. ^_^

1 Apr 2012

Kantin kejujuran untuk anak usia dini

KUA (kantin Ulul Albab)
       JUJUR-adalah sebuah kata sederhana yang memiliki nilai dan makna luar biasa. Sayang sekarang ini kejujuran sudah mulai dilupakan, dan menjadi sangat mahal harganya sehingga jarang ditemui. Mulai dari ujian akhir sekolah, ulangan harian, ujian skripsi, sampai para pemimpin yang akhir-akhir ini sangat suka bohong. Hal ini tentu menjadi cerminan seberapa buruk karakter masyarakat Indonesia saat ini.
        Ketika saya dan beberapa teman membuat kantin kejujuran dikampus, kami beri nama KUA (kantin ulul albab), sesuai motto kampus kami menciptakan generasi yang ulul albab. Namun dari hari ke hari semakin banyak saja kerugian yang dialami, mungkin memang dari kecil belum belajar untuk jujur. Seperti kata pepatah, “menulis diatas air itu mudah tetapi cepat hilang, berbeda menulis diatas batu, sulit tapi tak akan hilang.” Ini pula yang membuat kami berpikir kenapa tidak membuat kantin kejujuran untuk anak-anak usia dini? Anak-anak memiliki jiwa yang bisa menerima segala hal, sehingga akan sangat menerima pembelajaran kejujuran ini. Tentu dengan harapan 20 tahun lagi, anak-anak usia dini ini akan menjadi pemimpin negeri ini selanjutnya, dan semoga mereka masih ingat tentang pembelajaran kejujuran diwaktu kecilnya.
        TYAS HARYADI, Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika UIN Maliki Malang. Sang Penggembala, semoga bermanfaat kawan. Sekedar info, gagasan dan opini ini sebenarnya adalah karya saya yang dikirim ke redaksi surat kabar macam jawapos, kompas, macam macam lah (sebenarnya baru dua itu saja). Kalau tidak tembus ya disini tempatnya, karena dengan media surat kabar, ide ikhlas itu akan lebih banyak orang yg membaca. Tak apa, semua harus disyukuri "Alhamdulillah", the power of istiqomah pokoknya. semoga bermanfaat... ^_^

28 Mar 2012

Butuh Acara yang Menghibur dan Mendidik

       AKHLAK- bangsa ini sedang mengalami masa krisis, apalagi di daerah perkotaan yang semakin tidak kenal rasa sosialis serta cenderung hidup secara individualis. Hal ini terkadang juga merambah ke daerah pedesaaan. Semakin kurang bijak, kurang peka terhadap lingkungan, bahkan menjadi kurang rasa bhineka tunggal ikanya. Selama ini banyak hal-hal yang mempengaruhinya, diantaranya tontonan-tontonan di televisi yang tidak mendidik. Masih ada juga pasangan reklame, iklan atau mungkin bahkan tulisan-tulisan di dinding yang tidak mendidik. Tapi saya fokuskan pada tontonan di televisi yang merupakan sumber hiburan bagi lebih dari 100juta penduduk negeri ini.
        Alangkah baiknya jika di televisi disiarkan acara yang menhibur dan sekaligus mendidik. Jangan hanya mengejar rating semata, karena acara televisi sekarang terkesan terlalu dibuat-buat, tidak mendidik, bahkan munkin lebih mengarah kepada trend saja. Iklan-iklan juga seharusnya lebih kreatif serta selektif agar tak berkesan hanya asal bisa menjual tetapi juga mendidik. Jadi televisi yang merupakan media hiburan terbesar di Indonesia sekarang ini menjadi benar-benar menghibur dan mendidik. Entah itu acaranya anak-anak, remaja, ataupun orang dewasa, memenuhi kriteria memberi hiburan juga memberi informasi serta memberi pendidikan. Jadi orang kota dan desa tidak perlu ikut hiburan dan pendidikan terlalu berbelit agar terhibur dan terdidik.
         Apa yang kita lihat dan dilihat oleh adik-adik atau anak-anak kita sangatlah berpengaruh, semoga kita bisa selektif dalam memberikan tontonan yang benar-benar menghibur dan mendidik. salam dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi.... ^_^
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com