5 Sep 2013

Modal Bisnis penting

Bisnis saya, mohon doanya saudaraku.
BISNISKU, IBADAHKU, DAKWAHKU,,,
       Kambingan, Magetan, 12 Syawal 1434H (19/8/'13M).... Barusan sharing dengan bapak tercinta, Supiran Pujo Hartono nama beliau. Tentang keinginan total saya di dunia bisnis, beliau membuka cakap-cakap hangat 1jam 12 menit kami dengan pertanyaan "sampean ora golek modal disik mas?" tanya bapak sambil pelemasan otot kaki beliau. "Hehe, kan pun gadah pak, saking jenengan lo pun katah!" jawab saya sambil nerusin push up.... 
       "Yo maksud bapak kerja le, golek duit, gawe modal usaha," sahut bapak masih dg aktivitas tadi. "Wingi pun pados KUR ten tiga bank, tapi kaleh ingkang radi cocok, nembe nawaraken investasi ugi ten 13 kenalan, niki 3 ingkang paring respon positif, ngentosi sanes." Jawab saya sambil istirahat push up dulu. Bapak menganggap kalau modal utama adalah uang, yah, maklum bapak saya sudah lama bergelut sebagai karyawan, beliau adalah mekanik kapal laut, kapal barang jalur nusantara. 
       Lalu saya bertanya pada bapak, lalu sekarang kalau bapak pindah ke usaha bagaimana? Beliau menjawab kalau sudah terlalu tua, ndak bisa ngubah pemikiran. Nah begitu pula dengan saya, kalau saya kerja dulu pasti saya keenakan dan tidak berminat di dunia usaha lagi nantinya. Bapak berujar sama, "emang kaya ngono le, yo'apa maneh nek bapak iki yo isone kerja melu wong, mugo cita-cita pean terkabul... aamiin".... 
       Lalu sampai kepada sesi terseru, tentang modal penting seorang pengusaha. Saya pikir MODAL TERPENTING seorang pengusaha BUKAN UANG, BUKAN ILMU, BUKAN JARINGAN, tapi YANG TERPENTING adalah KEBERANIAN. Saya kemudian cerita kepada bapak tentang pengalaman2 dagang saya, jadi makelar, jatuh bangun, sampai cita-cita bisnis di dunia sepakbola pula. Ini sesi gantian, ketika beberapa waktu lalu bapak yang cerita tentang pengalaman berlayar, susah payah beliau, dan kakunya lidah beliau belajar bahasa inggris.... 
       BERANI BUAT USAHA, sebagian orang menunggu modal duit untuk mulai usaha, padahal bisa aja minta ke Allah, ikhtiarnya bisa pinjem bank, bisa buka investasi, bisa patungan, bisa ikut lomba, bisa jual itu perabot pribadi/barang berharga. Yang jadi pertanyaan, BERANI KAGAK? Selanjutnya jika belum paham tentang hal itu, ya belajar, toh SEMUA ORANG ITU BODOH, tapi jarang ada ORANG NGAKU BODOH, itu masalahnya, BERANI KAGAK NGAKU BODOH? 
       Bapak juga nyinggung tentang JUJUR, beliau bilang, kalau jaman sekarang banyak orang ingin kaya mengandalkan banyak cara, termasuk bohong. Banyak orang TAKUT JUJUR, karena baginya JUJUR ITU AJUR, tapi sangat sedikit orang yg BERANI JUJUR, karena JUJUR ITU MUJUR, LUHUR DAN DERAJATNYA TIDAK BISA LUNTUR. "itu motto saya pak, dulu waktu jadi makelar sampai sekarang, insyaAllah saya pegang pak, kan itu pesen Eyang, juga Bapak." timpal saya, dengan bahasa jawa, yang ini sudah translate. 
       Terpenting adalah BERANI MENDEKATKAN DIRI PADA ALLAH, kenapa saya buat terakhir? Baru inget sob, hehe, astaghfirullah, seharuse pertama nih. Jarang sekali orang bisnis, deketin diri pada Allah, alasannya APA ADA HUBUNGANNYA? BISNIS HARUS PROFESIONAL, nah ini masalahnya, terkadang para pengusaha atau calon pengusaha terlalu PENGECUT untuk MENGHUBUNGKAN BISNISNYA DENGAN ALLAH. Lebih banyak lagi mereka PENGECUT untuk BERBISNIS PROFESIONAL BERSAMA ALLAH. Allah yang punya bumi seisinya, Allah yang punya semua uang didunia, Allah pula yang dapat melancarkan semua bisnis kita, berdoa pada Allah dah, BERANI KAGAK? 
       Di akhir khisah, saya mengajak anda untuk jadi PEMBERANI, berani membenahi diri, berani melayakkan diri, berani berniat mulia, BERANI KARENA BENAR, TAKUT KARENA SALAH. Salam untuk keluarga anda semua, semoga kita jadi manusia berani, dalam kebenaran. Terimakasih Bapak Tercinta untuk ilmu dan wejangannya hari ini, semoga kita semua selalu dalam lindungan Nya, semangat cari rejeki ya sob... Salam dari #SangPenggembala , Tyas Haryadi #IndonesiaMembaca GERAKANKUN... #RI1 IMPIANKU, MERDEKA, ALLAHUAKBAR....

Keinginan ibu bapak

Foto akad nikah ibu dan bapakku, th 1989.
       Kemarin waktu puasa sempet buat tulisan di fanspage saya sendiri Tyas Haryadi, ini nih isinya: "Saudaraku, ibu bapak kita juga ingin dimanja, juga ingin diperhatikan, juga ingin dicium, dipuji, dipijitin, dirayu, diajak bercanda, didingarkan curhatannya oleh kita anak-anaknya.... 
       Terkadang kita belum memberi kedua ortu tercinta hal-hal diatas, sekedar menyadari, bahkan mikir kersitu aja belum. kenapa? karena kita blm pernah punya anak, kita belum sampai kepada usia mereka, kita belum punya anak yg besarnya seperti kita sekarang.... harapan ibu bapak kita itu ya kita, siapa lg? 
       Mereka mencurahkan segalanya untuk kita, untuk masa depan kita, pendidikan, kerjaan, jodoh, bahkan sampai rumah jg diusahakan. Tetapi terkadang kita sering lupa kepada mereka, tak usah jauh-jauh, meluangkan waktu untuk mereka, mendengarkan hobi mereka, dan cerita mereka tentang induk ayamnya yg baru netesin 9anak ayam. padahal dahulu ortu selalu setia mendengarkan ocehan kita tentang pengalaman pertama di sekolah, yg kita ulang-ulang, beliau-beliau mendengarkan dg seksama, lalu bagaimana dg kita? 
       Ingat, ridho Allah ada di ridho kedua orangtua, murka Allah ada di murka kedua orangtua, jikalau kita pandai mendekatkan diri dan meluangkan waktu pada Allah, tentu kita akan pandai pula mendekatkan diri dan meluangkan waktu pada orangtua, kelak kita juga jadi orang tua, adakah yg tidak ingin? mari maksimalkan bulan puasa yg tinggal sedikit ini, dari saya #SangPenggembala , Tyas Haryadi..."

3 Sep 2013

Hidup Petani, maturnuwun petani, Jadilah petani

Inilah petani Indonesia, (sumber foto: google.com)
       Hari ini bursa transfer pemain sepakbola di eropa 'katanya' di tutup, terjadi beberapa kejutan transfer, banyak duit berterbangan, bikin tergelitik mau ngebahas sesuatu.... 
       PETANI, yup pengen deh ngebahas PETANI, pahlawan tanpa tanda jasa.... ituh hobi makan tahu & tempe bisa-bisa lenyap kalau kedelai terus-terusan impor, blm lagi harganya selangit, kalau para PETANI tidak mau menanam, gimana coba efek domino pada kebutuhan pangan & stabilitas ekonomi? kita yang tinggal makan, terkadang sedikit berlebih waktu makan, kadang juga suka menyia-nyiakan makanan, cb qt lihat betapa berharga segenggam beras untuk petani... penghidupan itu bos... 
       Belum lagi makin banyak petani yang 'lenyap', mending kalau di 'transfer', masalahnya di klub pertanian jg bukan klub bertabur uang untuk mebeli petani handal dengan bayaran selangit! #HidupPETANI, #AkuTresnoSliramu #SuwunMbah_Pak_Bu_Bro (mbahku, bapak2, ibu2, saudaraku2 masih banyak yg petani).... 
       Jadi kalau ada halaman dikit, jgn buru2 dibeton, di paving, jd petani dirumah sendiri, tanami,,,, kalau nggak punya tanah? ada polyback, ada vertical garden... Dari Tyas Haryadi, Sang Penggembala ^_^
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com