20 Mar 2017

Kenalkan, ini dia bolameter.com


Tyas Haryadi, alhamdulillah, agustus tahun lalu, saya dan beberapa teman-teman, mulai dari Khotibul Umam, Dimas Bayu Anggara, Safari Al Fajri, lalu di susul dengan Rio dan lain-lain membuat sebuah website tentang sepakbola, namanya bolameter.com. Lalu apa istimewanya? Sampai sekarang belum nemu juga sih keistimewaannya, hehe, bingung, hehe...

Tapi, mulai sedari dulu, kami membuatnya atas satu hal, inilah 'pession' kami, sepakbola. Kami adalah orang-orang yang suka dengan sepakbola, pernah punya cita-cita menjadi pemain sepakbola, pemain timnas Indonesia (tapi tidak terlaksana, hehe), dan masih ingin berkontribusi kepada dunia sepakbola. Well, inilah, kami mempersembahkan bolameter.com, sebagai wahana berbagi opini, data dan sudut pandang tentang sepakbola, dalam cakupan luas.

Tetapi, dari diri saya sendiri, kami memiliki cita-cita bersama, impian keberlanjutan, setelah gagal menjadi pesepakbola, pemain timnas, bahkan pemain Manchester United (saya sendiri). Umam contohnya, dia bercita-cita menjadi ketua PSSI (Gantikan pak Edy suatu saat nanti). Safari juga, ingin menjadi pelatih sepakbola, utamanya menjadi pelatih timnas Indonesia, gantikan Luis Milla. Dimas ingin memiliki bisnis yang berhubungan dengan sepakbola, akuisisi Nike atau Adidas mungkin. Rio ingin menjadi penulis dan pengamat sepakbola, kalau di luar sana ada Giggs dan lainnya. Sementara saya sendiri, Tyas Haryadi, ingin mengakuisisi Manchester United, dan salah satu klub besar di Indonesia.

Hehe, agak muluk-muluk ya? Cita-cita, mimpi, itu harus tinggi dan muluk, kalau realistis, itu namanya target. Apapun itu, menangani bolameter.com, sekarang ini, adalah salah satu puing mimpi kami, salah satu pelampiasan kami. Tapi, kalau saya pribadi, berharap, ini tak hanya sekedar mimpi, tapi juga proses, ikhtiar, untuk mendapatkan ridho Allah. 

Sekian, semoga bermanfaat... ^_^

20 Dec 2016

Kunci Meraih Kesuksesan, Jangan dibaca kalau anda tidak mau sukses besar

Perkenalkan nama saya Tyas Haryadi, saya punya keinginan dan tengah berusaha, berdoa untuk sukses besar dalam hidup saya. Saya bukanlah anak seorang pebisnis handal, yang bisa dengan mudah memutar modal ratusan juta, atau bahkan milyar an rupiah. Saya juga bukan anak artis yang bisa menyerap ilmu papi dan mami, lalu ikut kestin sembari nempel nama mereka (ANAK ARTIS GITU LOH). Saya bukan orang yang spesial, karena nggak boleh sombong, nanti nggak lulus ujian kesombongan.

Tapi saya teteplah saya, dengan segala kekurangannya dan sedikit kelebihan yang dititipkan Allah. Lalu apa kunci Meraih kesuksesan yang saya maksud, padahal saya sendiri BELUM SUKSES (DALAM HAL HARTA, PANGKAT, JABATAN & KETENARAN).

KUNCI SUKSES BESAR ITU, ADALAH ISLAM.

ISLAM, mengajarkan saya, lewat Al-quran, yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW, untuk patuh, taat, dan takut kepada Allah, Tuhan Semesta Alam. BAGAIMANA INI BISA MENJADI KUNCI MERAIH SUKSES?

SEDERHANA, misal, ada dua orang, bernama Tyas & Haryadi. Tyas kenal akrab dengan Guberbur Karwo, dia bisa minta apa saja, sebentar2 disebutnya pak Karwo. Dia juga kenal dengan presiden Jokowi, sering ngobrol berdua, soal hal penting, saking pentingnya tidak diberitakan ke media. Banyak presiden dunia yang akrab dengan Tyas, banyak, tidak cuma 2 atau tiga, bahkan ratusan. Lalu Haryadi, kenalnya hanya beberapa orang di desanya, bahkan ada saudara se kakek buyut tidak dia kenal dan tidak dikenalnya. Kalau dari urusan ini, sukses mana? Tyas bukan?

YA, betul, untuk urusan akrab sama manusia, kita bisa mengukur kesuksesan seseorang. Apalagi jika seseorang akrab dengan pemilik Dunia, bukan pemimpin (sementara) sebuah negara. ALLAH, PEMILIK DUNIA DAN ISINYA, BARANG SIAPA ISLAM, DAN MENDEKATKAN DIRI PADA ALLAH. SUNGGUH ITULAH KUNCI MERAIH KESUKSESAN, KUNCI KESUKSESAN ITU ISLAM, DAN MENDEKATKAN DIRI PADA ALLAH.

Sekian, saya siapa, hanya hamba penuh dosa, sedang belajar, mohon ampun atas dosa, semoga bermanfaat. Wassalam...

10 Dec 2016

TOLAK UKUR KEBERHASILAN DALAM RUMAH TANGGA

"APA SIH TOLAK UKUR KEBERHASILAN RUMAH TANGGA"?

Sebagian besar masyarakat mengatakan, ada DUA hal yang jika terjadi maka rumah tangga tersebut terbilang sukses:
1) Punya Anak,
2) Banyak Harta.
Bukan itu, Buktinya:
1. Rumah Tangga 'Aisyah Radhiallaahu 'anha tidak dikaruniai anak, lalu apakah kita akan berkata Suami-Isteri tersebut tidak harmonis? Tidak bahagia?
2. Rumah Tangga Fatimah Radhiallaahu 'anha sangat minim harta. Beliau pernah menahan laparnya selama beberapa hari hingga kuninglah wajah beliau. Lalu, apakah kita berani mengatakan bahwa rumah tangga mereka hancur berantakan diujung tombak? TIDAK.
Bahkan Suami beliau adalah salah satu penghuni Surga Allah
Masyaa Allah...
BENAR, sebagai seorang Isteri jangan ber-mudah-mudahan untuk menuntut kalimat perpisahan hanya karena sebab-sebab diatas.
SEBAB ummahatul mukminin tidak pernah memberatkan suaminya dengan perkataan tercela.
Juga, sebagai seorang Suami jangan ber-mudah-mudahan mengatakan "aku tak punya harta, aku tak pantas untukmu Duhai Isteriku.."
Innalillaahi wa inna ilayhi rooji'un...
Tahukah para Suami, kalimat tersebut justru enggan didengar oleh Istri kalian.
Sebab para sahabat tidak tercermin dalam diri mereka sifat keputus-asaan.
TOLAK UKUR KEBERHASILAN RUMAH TANGGA seorang Muslim adalah, KETIKA SETELAH MENIKAH, maka :
1. Bertambahlah TAQWA mereka kepada Alloh.
2. Bertambahlah AMALAN-AMALAN SUNNAH mereka.
3. Bertambahlah KESABARAN mereka dlm setiap taqdir Allah.
4. Bertambahlah Ghiroh/Semangat mendatangi majelis-majelis 'Ilmu Allah.
5. Bertambahlah TAKUT mereka sebab mengingat hari dimana mereka akan terpisah dan menghadap sidang Rabb-nya yang paling adil.
6. Bertambah BERHARAPLAH mereka kepada Rabb-nya agar bisa dinikahkan lagi dalam Jannah Alloh swt tanpa hisab...
Masyaa Allaah.. BaarakAllaahu fiikum..
- Ustadz DR.Safiq Riza Basalamah, MA...

17 Sept 2016

Semarak FesTIK 2016 Jogja, CAN DO RI (Kenduri)

Suasana pembukaan acara FesTIK 2016 

Assalamu’alaykum wr wb, selamat membaca semuanya, kali ini aku pengen cerita sedikit (banyak) tentang sebuah acara yang seru (banget). Apa itu acaranya? Yuk, aku ulas sedikit-sedikit ya (lama-lama jadi bukit), bismillah. Acaranya adalah “Festival TIK 2016” di Jogjakarta, pasti sebagian orang yang belum tahu bertanya-tanya, apa itu Festifal TIK? Festifal TIK (kedepan pake FesTIK saja ya) adalah sebuah acara, yang pada intinya bisa anda baca di website ini ~> http://festival-tik.web.id/ hehehe.

Acara ini adalah kegiatan tahunan dari Relawan TIKIndonesia, digunakan sebagai ajang upgrade ilmu, silaturohim, kongkow, evaluasi dan musyawarah nasional (munas) RTIK se Indonesia. Lah, masih ada yang belum tahu apa itu RTIK Indonesia? Monggo (silakan dalam Bhs Indonesia), lihat di web nya ~> http://relawan-tik.or.id

Acara FesTIK sudah dilaksanakan sejak tahun 2012, selalu ada setiap tahunnya, sampai sekarang. FesTIK 2016 kali ini bertema“TIK SEBAGAI PILAR PEMBANGUNAN DAN PERADABAN NUSANTARA”.  Sementara nama acaranya adalah CAN DO RI, Apa Yang Dapat Kau Lakukan untuk RI. “BERSAMA MEMBANGUN MASYARAKAT INFORMASI INDONESIA”. Acara ini diadakan pada tanggal 16-17 September, bertempat di Grhatama Pustaka Jogjakarta. Mau tahu seperti apa Grhatama Pustaka Jogjakarta? Sudah, browsing saja, mau artikel, foto, atau videonya, sudah ada semua kok, hehe. Tempatnya nyaman dah, jauh dari kebisingan kendaraan, yang terpenting (bagi kaum muda), banyak spot yang cocok untuk foto (baik selfie, grufie, dkk).

Salah satu tempat keren untuk foto di FesTIK 2016
Trus ada apa saja sih di FesTIK 2016? Ada aku gaes, hehe... Kenalin dulu, aku adalah Tyas Haryadi, Relawan TIK Kab. Magetan (bukan Magelang ya, BUKAAAAN) Prov. Jawa Timur. Tampang pas-pas an (pas banget gantengnya ckckckc), orangnya manis, baik hati, jujur bertanggung jawab dan dapat dipercaya, garansi seumur hidup, ah bahas apa aku ini, hehehe.

Mari kembali ke topik, keseruan dalam acara ini dapat dilihat dari beberapa elemen (sok nulis serius, hehe). Pertama adalah peserta, bagaimana nggak seru, pesertanya itu adalah RTIK pusat, provinsi, dan kota/kabupaten seluruh Indonesia raya. Dari Sabang sampai Meraoke, Miangas sampai pulau Rote, semua hadir di sini (minimal perwakilan lah, ada juga yang diwakilin salam). Belum lagi banyak Kadin atau yang mewakili, baik dari kabupaten maupun provinsi.

Kedua, pemateri, ada siapa saja, wow, banyak sekali pembacah, ada bapak Presiden Republik Indonesia (diwakili foto, kata-kata dan program-programnya), ada menteri Kominfo (diwakili), ada Gubernur DIY (diwakili wagub), Bupati atau Walikota berprestasi dalam bidang TIK dan banyak lagi, lengkapnya ada di sini ~> http://festival-tik.web.id/kegiatan/pembicara-narasumber/.

Ketiga adalah materi, masyaAllah, materi begitu banyak, bervariasi. Bagaimana tidak, ada 5 ruangan, semua ada materi yang berbeda-beda dengan isi yang luar biasa, kadang saya sendiri bingung mau pilih yang mana, BAGUS-BAGUS SEMUAAA. Sehari ada 3-4 materi di setiap ruangan, wow bukan? MasyaAllah banget.

Keempat adalah Fasilitas, fasilitas apa saja yang di dapatkan pada acara FesTIK 2016 ini? Banyak sekali, dari kami para relawan, dapat akomodasi dari bandara, stasiun, dll. Para rewalan TIK juga dapat penginapan, komplit makannya, gratis camilannya, kopinya, tehnya, kalau yang nge-rokok juga sering dapet gratisan rokok atau korek. Belum lagi hadiah hiburan, kenang-kenangan, bahkan hadiah bukan hiburan (seperti sekarang ini nih, lomba blog, jangan bilang siapa-siapa ya ;) ). Fasilitas musik, panggung hiburan, tempat selfie atau berfoto ria, internet, tempat ibadah, toilet, parkir, AC, apa lagi ya? Buanyak pokoknya.

Kelima, adalah plus-plus, plus silaturohim dengan para relawan, dinas, pihak sponsor, dan masih banyak yang lain. Plus ilmu secara tersurat maupun tersirat, bisa jadi dari pemateri, dari lingkungan, situasi, peserta lain, bahkan alam. Plus wisata, baik wisata mata, wisata pikiran, wisata mental, wisata musik, pokoknya wisata jasmani dan rohani lah. Plus nambah relasi, teman, bahkan saudara, mungkin ada juga yang nambah anggota keluarga (bakal calon suami/istri untuk yang jomblo, atau calon menantu). Plus jumlah foto dan video bertambah banyak, akun medsos aktif terus, terus-terusan aktif, hehe

Plusnya masih banyak sekali yang lain, tapi segitu saja dulu lah, ceritanya. Plus doa yah, biar acara macam seperti ini makin banyak, makin berkualitas, makin meriah, makin seru. Semoga acara TIK yang lain, di negeri ini lancar dan berkah, aamiin. Kalian semua dapat salam keseruan FesTIK 2016 Jogja, sekian, dari aku, orang paling ganteng sedunia (kata istriku), wassalamu’alaykum ^_^

31 Aug 2016

Pergerakan menuju kota IT dari kaki gunung Lawu, inovasi daerah dalam bidang TIK di kabupaten Magetan, “Mulai dari Nol YA!”


Pergerakan menuju kota IT dari kaki gunung Lawu, inovasi daerah dalam bidang TIK di kabupaten Magetan, “Mulai dari Nol YA!”
Membelajari TIK ke semua elemen, para RTIK membeli panduan.

Magetan, adalah sebuah kabupaten yang berada di kaki gunung Lawu, tepatnya di provinsi Jawa Timur, dan berbatasan langsung dengan Jawa Tengah. Pertama kali ketika beberapa orang mendengar nama kabupaten satu ini, mereka selalu ingat dengan satu tempat wisata, Sarangan. Sebuah telaga yang sangat terkenal dan identik dengan kabupaten Magetan, walaupun sebenarnya masih banyak sekali wisata yang terdapat di kabupaten ini, misal AIR TERJUN TIRTOSARI, AIR TERJUN PUNDAK KIWO, KEBUNSTROWBERRY, PENDAKIAN GUNUNG LAWU, KERAJINAN KULIT, DLL.
Akan tetapi sampai sekarang ini, gaung kabupaten ini masih kalah jauh dibandingkan beberapa kabupaten atau kota lain, khususnya dalam mempromosikan potensi wisatanya. Sebut saja Gunung Kidul yang sudah mulai menggaung beberapa tahun terakhir, lalu ada dari Jawa Timur sendiri, yaitu kabupaten Banyuwangi, Jember, bahkan sampai Pacitan. Dari situlah, sekelompok orang yang suka berkecimpung dalam dunia Informasi Teknologi (IT) membuat Relawan Teknologi Informasi & Komputer (RTIK) Magetan, disupport oleh Dishubkominfo Kab. Magetan.
Pelatihan website desa di desa Selorejo, Kawedanan, Magetan

Berbagai ide, gerakan dan gebrakan terus dikerjakan oleh RTIK Magetan dengan ditopang oleh berbagai komunitas juga support berbagai pihak, utamanya kebijakan dari Dishubkominfo Kab. Magetan. Lalu apa saja yang telah dilakukan oleh RTIK Magetan dan Dishubkominfo Kab. Magetan untuk inovasidaerah dalam bidang IT di kabupaten tersebut?

1.       Pelatihan website untuk semua desa di Kabupaten Magetan, semua desa dikabupaten Magetan sudah punya website masing-masing. Pengelola website tersebut adalah perangkat desa dan karang taruna, lalu didukung kebijakan pengembangan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai pengelola tetap berdasarkan SK Kepala Desa.
2.       Pendampingan pelatihan website desa dan pelatihan IT dalam berbagai hal kepada pihak desa, karena kemampuan IT perangkat desa memang sangat kurang. Pada faktanya, begitu banyak yang antusias dengan kegiatan ini, dalam hal pembangunan sumber daya manusia (SDM), bukan hanya melulu pembangunan fisik.
3.       Pelaksanaan sosialiasi Internet Cerdas, Kreatif dan Produktif (INCAKAP) kepada para pelajar di Kabupaten Magetan, diberbagai tingkat.
4.       Pelatihan website dan e-commers kepada para pelaku UKM di kabupaten Magetan, dengan memberikan website gratis, komplit hosting. Semua mendapat pendampingan secara online oleh RTIK Magetan.
5.       Pendampingan untuk program-program pemerintahan, utamanya yang berhubungan dengan TIK oleh RTIK Magetan. Sehingga dapat memberikan efek domino terhadap pengembangan TIK di Kabupaten Magetan. Pemerintah dapat tenaga profesional murah dengan adanya RTIK Magetan, teman-teman RTIK dapat pemasukan tambahan dan turut langsung berkontribusi untuk kabupaten tercinta, memberikan efek fastabikul khoiron (berlomba-lomba dalam kebaikan) bagi komunitas lain di Magetan, juga dinas lain di Magetan.
6.       Sertifikasi anggota RTIK Magetan, sesuai dengan keahlian masing-masing, sehingga menjadi tolak ukur, bahwa RTIK Magetan adalah orang-orang profesional.
7.       Silaturohim berkala, dengan komunitas lain, pihak lain, dinas lain, BUMN atau BUMD, dan masih banyak lagi. Mengingat sebuah kata mutiara dari Nabi Muhammad Saw; “Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi”. [Muttafaqun ‘alaihi].
8.       Dukungan dalam bentuk simbiosis mutualisme kepada beberapa perusahaan, usaha, atau pribadi, yang saling bersinergi dengan RTIK Magetan. Sebut saja, beberapa investor yang sedang fokus mengembangkan wisata Kab. Magetan, Sebuah perusahaan yang bergerak sebagai konsultan TIK, dan perusahaan media massa.
9.       Masih banyak yang lain, misal seperti doa-doa kami, misal promosi kami melalui berbagai artikel seperti kali ini, misal senyum-senyum kami diberbagai acara, dan masih banyak lagi.
Magetan sekarang bukanlah kabupaten yang unggul dalam hal TIK, akan tetapi, percayalah, magetan tengah bergerak, dan lihatlah bagaimana pergerakan kami akan memberikan sebuah efek kejut. 

KABAR BAIK, Magetan jadi percontohan Kominfo Provinsi Jawa Timur untuk program website desa, karena sudah lebih dari 80 desa memiliki website desa aktif. Sebenarnya terpikir untuk dimasukkan rekor MURI, sebagai kabupaten pertama yang semua desanya punya website, tetapi belum dapat restu dari bapak-bapak dinas, diminta untuk aktif semua.
Foto bersama, launching website desa & pengukuhan, mei 2016.

INOVASI DAERAH sekarang ini saling berlomba, pun kami di Magetan juga ikut berlomba, mungkin masih sangat jauh dengan Bandung (misal), Jakarta Selatan (misal), Surabaya atau bahkan Malang sekalipun. Tapi ingat, ini Magetan bung! Tidak ada perguruan tinggi, atau bahkan pendidikan setara D1 dalam bidang TIK, ini bukan kota besar yang bisa menganggarkan dana besar untuk perkembangan TIK, karena sadar seberapa pentingnya TIK. Sedikit pergerakan dari kami, kami pastikan akan menjadi sebuah spiral yang akan membesar dan terus membesar, bersama mengajak berbagai pihak pula, untuk Magetan, Jawa Timur, bangsa ini, negeri ini, UNTUK INDONESIA.

Masih banyak hal yang belum tersampaikan dalam artikel ini, siapa saya yang bisa menyampaikan semua informasi, saya hanya manusia yang penuh salah, khilaf dan lupa. Kurang lebihnya mohon maaf, kesempurnaan hanya milik Tuhan semata, Allah azzawajalla, dari saya, Tyas Haryadi, sekretaris RTIK Kab. Magetan. 

<em>Artikel ini diikutsertakan pada <b>Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahku</b> - <a href="https://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku" title="Inovasi Daerahku" target="_blank">https://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku</a></em>

23 May 2016

Bidadariku

Assalamu'alaykum warohmah wabarkah....
Sudah lama sekali, saya tidak posting di blog titipan Allah ini. Kali ini, ingin sekedar sharing saja, yup, sharing sebuah pengalaman yang sudah banyak orang alami & banyak orang belum alami, MENIKAH...

Yang belum menikah & ingin menikah, aku doakan, semoga segera menikah saudara/iku, dapat jodoh yang sholih/ha... Aamiin, yang sudah, aku doakan, semoga semakin sakinah... 

Saudaraku, alhamdulillah, aku diberi amanah oleh Allah, untuk menikah pada 29 Februari 2016, wanita yang kunikahi adalah Puput Oktaviyani. Doakan ya, kami bisa terus belajar menjadi orang sholih/ha, doain juga kami bisa selamat dunia & akhirat... Doa kami, juga selalu menyertai anda saudara/iku...

Singkat cerita, setelah menikah, aku berjanji ingin memberi hadiah istriku. Akhirnya aku beri hadiah yang muahal, apakah itu? Puisi, hehe, yup, puisi, judulnya Bidadariku... Sudah aku bacakan untunya, dan sudah boleh aku publish, agar bisa bermanfaat untuk yang lain, beginilah isinya...

BIDADARIKU
Aku ingat, kala itu, dengan yakin, aku berkata;
"Saya terima nikahnya, Puput Oktaviyani Binti Samin,
dengan maskawin tersebut dibayar tunai"...
Sejak saat itu,
Kaulah cintaku,
Kaulah rinduku,
Kaulah kasihku,
Kaulah sayangku,
Kaulah bidadariku...
Bidadariku,
Kutanam cinta dengan akad,
Berharap berdamping denganmu dunia akhirat...
Bidadariku,
Mari terus belajar mencontoh Rosulullah,
Dan mendekatkan diri pada Allah...
Dari imammu, yang masih belajar nyolehin diri...

Coba deh, saudaraku, sesekali, sering kali juga boleh, puji wanita dalam keluarga kita, buatkan puisi juga boleh. Kalau sudah alhamdulillah, kalau belum yuk dicoba, semoga diberkahi Allah... ^_^

4 Jul 2015

Gendong Ibu untuk haji ke Mekah, bismillah

       Jumat (03/07/2015), pagi itu aku dan adik tengah bersiap-siap untuk berangkat ke rumah nenek di Mojokerto. Aku dan adik sudah sepakat untuk memenuhi 'dawuh' ibu & bapak untuk berangkat kerumah nenek dan kakek di Mojokerto. Keduanya tengah sakit, nenek terkena stroke, sementara kakek bermasalah dengan pendengaran, pengelihatan dan kaki beliau. Misi kami kali ini adalah silaturohim, sekali mengantarkan jamu, juga kacamata untuk nenek dan kakek. Mohon doanya ya, semoga beliau berdua segera sembuh, aku doakan saudara/i dan keluarga sehat selalu, jasmani & rohani. Jika ada yang sakit juga segera disembuhkan, aamiin, alfatihah
       Aku dan Adik akan berangkat setelah sholat jumat, kurang lebih jam 13.00 WIB, naik sepeda motor. Karena ingin sekalian wisata ke Waduk Bening Kab. Madiun dan Museum Majapahit di Trowulan Mojokerto. Kalau naik bus/kereta akan ribet nantinya, lagi pula naik sepeda motor lebih hemat, hehe. Mau naik mobil, juga belum dititipi oleh Allah, aku doain saudara/i yg belum punya mobil segera punya mobil. Dan mobil itu nanti mengantarkan kepada ke sholehan aamiin
       Kali ini aku membawa tas karier (itu yg buat mendaki gunung), karena bawaan kali ini cukup berat, walaupun tidak terlalu banyak. Ada dua pack jamu (lupa namanya), dengan kemasan botol, gula & kopi, pakaian dan barang-barang lain. Masuk dah semuanya ke tas karier, cukup berat kawan, adikku saja cukup kesulitan untuk menggendongnya. Lalu akupun mencobanya beberapa kali, lumayan juga memang, cukup berat jika dibandingkan dengan bawaan ketika mendaki gunung. *hek, agak bungkuk dah hehe
      Ketika duduk di dipan tempat kami menata barang, aku, ibu dan adik tengah bercanda. Akupun bercanda ke ibu, 'nyobi numpak pripun buk?' (arti: nyoba naik gimana bu?) Yang tak maksud adalah naik ke tas karier yang memang cukup besar, ibu bilang 'akupun bisa masuk tas ini' (dalam bahasa jawa). Lalu beliau naik keatas tas, kepundakku, langsung dah, aku gendong ibu, untuk jalan-jalan sebentar, sambil beliau tertawa. Hehe, senang sekali rasanya bisa gendong ibu, beliau tampak terhibur, semoga bisa haji kelak dengan ibu & keluarga besar juga, di awali acara gendong ini. aamiin | Ini mengingatkanku tentang sebuah kisah anak yg menggendong ibunya ketika melakukan ibadah haji.
       Setelah ibu turun, aku mau nyoba gendong adikku, awalnya dia nggak mau, tapi aku kan keras kepala, hehe. Tak tunggu sampai mau, akhirnya mau juga digendong, tak bawa kebelakang pula, ketemu nenek, aku tanya ke nenek, mau digendong sekalian atau tidak? Beliau bilang, masih bisa jalan kok digendong, hehe, tangguh bener dah nenek. Akhirnya kumpul dah berempat, di dipan itu, ritual biasa kawan, minta maaf ke nenek, ibu, adik, karena aku tahu, pasti banyak salahnya. Trus minta doa bareng-bareng, supaya bisa segera haji semua, sekeluarga besar, komplit paman bibi, juga keponakan. Ada juga banyak selipan doa lain, salah satunya, supaya aku segera nikah, dapat istri sholiha, punya anak tiga, belas (13), hehe, bantu doa juga ya.
       Mungkin sedikit nggak nyambung kali yah, tapi insyaAllah dari nyegengin ibu, gendong beliau, doa bareng, cita2 haji bareng juga terkabul. Itulah kenapa aku membuat judul, "gendong ibu untuk haji ke Mekah", nyenengin ibu dulu, sama juga nyenengin Allah, nyenengin ortu dulu, sama juga nyenengin Allah. Ridho Allah ada di ridho ortu, murka Allah ada di murka ortu, kalau ortu sudah ridho dg cita-cita kita, insyaAllah cepet dah, yakin, bismillah. Aku doakan, saudara/i semua bisa berhaji semua, komplit keluarga besar, juga keturunan kelak. Kalau sudah berhaji, semoga jadi haji yg mabrur, aamiin, alfatihah
       Sekian kisahku kali ini, maaf nggak ada foto sebagai data otentiknya, hehe, aku sertakan foto dari serching aja yah, biar cepet ketularan juga. aamiin | Pencintraan lagi, hehe, ini sedang berusaha meluruskan niat, semoga menjadi ajakan menuju kebaikan, di bulan Ramadhan ini. Semoga manfaat, Allahumma sholli'ala Muhammad. Labbaik Allahumma Labbaik, labbaika la syarika laka labbaik inna al hamda wa an ni'mata laka wa al mulk la syarika laka.... Tyas Haryadi ^_^

Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani

Repost lagi, kali ini masih dari catatan akun FBku Tyas Haryadi, tentang hari pendidikan Nasional, semoga bermanfaat.

Dalam rangka memperingati hari Pendidikan Nasional yang dilaksanakan setiap tanggal 2 Mei, kita bahas sedikit mengenai ajaran kepmimpinan dari Ki Hajar Dewantara.

Ajaran Kepemimpinan Ki Hadjar Dewantara

Ing Ngarso Sung Tulodo artinya Ing ngarso itu didepan / dimuka, Sun berasal dari kata Ingsun yang artinya saya, Tulodo berarti tauladan. Jadi makna Ing Ngarso Sung Tulodo adalah menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi orang – orang disekitarnya. Sehingga yang harus dipegang teguh oleh seseorang adalah kata suri tauladan.

Ing Madyo Mbangun Karso, Ing Madyo artinya di tengah-tengah, Mbangun berarti membangkitan atau menggugah dan Karso diartikan sebagai bentuk kemauan atau niat. Jadi makna dari kata itu adalah seseorang ditengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggugah semangat . Karena itu seseorang juga harus mampu memberikan inovasi-inovasi dilingkungannya dengan menciptakan suasana yang lebih kodusif untuk keamanan dan kenyamanan.

Demikian pula dengan kata Tut Wuri Handayani, Tut Wuri artinya mengikuti dari belakang dan handayani berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat. Sehingga artinya Tut Wuri Handayani ialah seseorang harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang. Dorongan moral ini sangat dibutuhkan oleh orang – orang disekitar kita menumbuhkan motivasi dan semangat.

Jadi secara tersirat Ing Ngarso Sung TulodoIng Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani berarti figur seseorang yang baik adalah disamping menjadi suri tauladan atau panutan, tetapi juga harus mampu menggugah semangat dan memberikan dorongan moral dari belakang agar orang – orang disekitarnya dapat merasa situasi yang baik dan bersahabat . Sehingga kita dapat menjadi manusia yang bermanfaat di masyarakat. Semoga bangsa ini makin memaknai ajaran Ki Hajar Dewantara, dalam kehidupan sehari-hari, berbangsa dan bernegara... aamiin

referensi : gudangmateri.com 

Tips "Belajar Iri"

Repost lagi, bismillah dah, semoga akun FB Tyas Haryadi semakin bisa manfaat, mengajak pada kesabaran & kebenaran, aamiin. Kali ini ingin berbagi tips "belajar iri", yg dibolehkan oleh islam tentunya, langsung saja dibaca ya...

Bismillahirrohmanirrohim, pagi ini saya ingin berbagi sedikit tentang tips "belajar iri". Tentu belajar iri yg dimaksud ini dalam tanda kutip, yaitu iri yang positif. Seperti sebuah hadits, di mana Rosulullah tidak memperbolehkan iri kecuali kepada dua hal. Dari Abdullah bin Mas‘ud RA, ia ber­kata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidak boleh iri hati kecuali pada dua hal: (iri ter­hadap) orang yang dikaruniai Allah dengan harta kemudian membelanja­kannya dalam kebenaran dan (iri terha­dap) orang yang dikaruniai Allah dengan ilmu kemudian mengamalkannya dan mengajarkannya’.” (Muttafaq ‘Alaih).

Nah, itulah yg seharusnya kita pelajari, iri kepada mereka yg berharta lalu membelanjakannya dalam kebenaran, dan iri kepada mereka yg berilmu kemudian mengamalkan dan mengajarkannya. Menurut beberapa definisi, Iri hati adalah suatu sifat yang tidak senang akan rizki / rejeki dan nikmat yang didapat oleh orang lain dan cenderung berusaha untuk menyainginya. Terkadang dg mudah kita terbersit sifat iri ketika ada teman yg penghasilannya bepuluh, ratus, bahkan ribu kali lipat dari kita. Terkadang dg moleknya sifat iri berjalan-jalan di hati kita, ketika orang lain mempunyai karya hebat, mempunyai ketenaran, dapat rejeki, dan lain sebagainya.

Ini ada beberapa tips, agar kita bisa belajar iri, yaitu iri yg diperbolehkan oleh Allah SWT :

1. Berdoa, sesering mungkin kita berdoa untuk dijauhkan dari segala penyakit hati. Mungkin, kita sering berdoa untuk sehat jasmani, terhindar dr segala penyakit jasmani, tetapi kita kurang berdoa untuk sehat rohani, terhindar dr segala penyakit hati. Menurut Aa'Gym dan Yusuf Mansur, kalau berdoa pakai bahasa arab/bahasa Al-quran belum mengerti, pakai bahasa Indonesia saja, Allah Maha Tahu.

2. Ingat hadits diatas, ketika ada bersitan dalam hati "wah, enaknya temanku itu, uangnya banyak, kenapa kok yang dapat dia, bukan aku?". Bisa bahaya ini, bisa jadi ini bisikan setan, "astaghfirullah, ya Allah, ampuni hamba, ampuni hamba, seharusnya tak boleh ada iri. Hamba hanya boleh iri, dg teman-teman hamba yg kaya yg dermawan, yg kaya yg hartanya untuk jalan kebenaran." Dengan mengingat-ingat hadits diatas, kita bisa menstimulus diri untuk selalu belajar iri yg diperbolehkan. Agak keblinger dikit, ingatkan diri sendiri, doa lagi.

3. Minta untuk diingatkan, bukankah Allah memperintahkan kita untuk saling mengingatkan dalam kesabaran & kebenaran? Nah, minta tolong dong, sama orang2 sekitar kita "ibu, bapak (misal ortu), tolong ingatkan aku kalau salah, pasti bakal ada salahnya, mohon di ingatkan!". Begitu juga ke saudara, sahabat, teman, guru, rekan kerja, terutama orang-orang yg lebih sholih dan alim.

4. Minta untuk di doakan, kita sering minta di doakan "doakan aku sukses ya!" ini keren, coba ditambahi "doakan aku sukses dunia akhirat ya, kamu juga!" ini lebih keren juga. Lalu kenapa kita juga tidak minta di doakan, "doakan aku sehat jasmani rohani ya, terhindar dari penyakit jasmani dan rohani juga!". Atau boleh minta di doakan, ke siapa saja yg di jumpai, "doakan aku terhindar dari iri ya, hanya iri yg diperbolehkan Allah saja!"

5. Mendoakan orang lain, Dari Abu Darda’ ra. bahwasannya ia mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tiada seorang muslim yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya, kecuali malaikat berkata: “Dan untukmu pula seperti itu.” (HR Muslim)

Semoga kita semua sehat jasmani rohani, terhindar dr segala penyakit fisik dan hati, selamat dunia akhirat, aamiin. Sekian, pasti ada salahnya, mohon dimaafkan, ambil baiknya, semoga bermanfaat, wallahu'alam bishowab ^_^

Egois?

Repost lagi, dari akun FBku ~> Tyas Haryadi, kali ini tentang sebuah kultum di pesantren entrepreneur, selamat membaca, semoga bermanfaat:

Beberapa tahun yg lalu saya bertemu dg atasan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan. Bos saya bertanya, "pak Bagus, setelah keluar kerja apa yg akan anda lakukan?". Saya menjawab, "saya akan berbisnis pak!". "Berbisnis?" tanyanya, "pak Bagus, saya mau kasih saran, jadi orang jangan neko-neko. Seperti saya ini, kalau dihitung-hitung maka penghasilan saya sekitar 2,5 juta perbulan, apa yg saya lakukan? Saya bersyukur dg apa yg Allah berikan kepada saya, menerimanya dg kesyukuran, saya nikmati dan saya tidak neko-neko." Dalam hati saya, orang ini begitu egois, dia hanya mementingkan dirinya sendiri. Kalau memang cukup dg 2,5 juta perbulan, kenapa tidak mencari 20 juta, yg 17,5 jutanya dikasih orang lain. Jika kita cukup dg penghasilan kita sekarang, kenapa tidak mencari lagi untuk bisa membantu orang lain? Masih banyak saudara-saudara kita yg membutuhkan bantuan kita. Sering kali cita-cita kecil, karena kita sangat-sangat egois. Kita sering bekerja hanya dg target untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Di suatu pelatihan, saya pernah bertanya kepada seorang peserta, "berapa penghasilan yg anda inginkan?". Ada yg menjawab, "saya tidak tahu pak, saya tidak tahu ingin punya penghasilan berapa. Tapi yg saya inginkan, saya ingin punya pesantren, yg minimal mampu menampung 100 santri yatim piatu atau fakir miskin, dan mereka semua free, mereka semua gratis. Kalau saya hitung-hitung, minimal saya harus punya penghasilan 100jt perbulan." Bagaimana dg cita-cita anda? Berapa penghasilan yg anda inginkan perbulan? Berapa banyak anda ingin punya anak asuh? Berapa banyak anda ingin punya anak yatim piatu? Bisa jadi penghasilan kita sekarang kecil, karena cita-cita kita memang masih kecil. Cita-cita kecil, karena kita hanya memikirkan diri sendiri, barang siapa membantu masalah orang lain, maka Allah akan membantu menyelesaikan masalahnya. Allah akan melipat gandakan rejeki dan di infakkan tanpa batas, dan sebaik-baik kamu adalah yg paling banyak manfaatnya. Saya Bagus Hernowo, Pesantren Entrepreneur untuk anda rekan Data

Angkutan Umum Gratis?

Masih dalam masa repost semua catatan di akun FB ku, kali ini ingin repost tentang sebuah ide, yaitu tentang angkutan umum gratis. Langsung cek saja isinya, sebagai berikut:

Bismillahirrohmanirrohim, selamat jumat sore saudara, gimana kabar anda dan keluarga? Semoga selalu diberkahi Allah, sehat jasmani ruhani, dan selamat dunia akhirat. aamiin... Hari ini hari jumat, tgl 24 April 2015, bertepatan dg #HariAngkutanNasional, tahu dari akun twitternya @KompasTV tadi pagi. Kebetulan sedang ingin bersilaturohim di twitter, ketemu mbak @risqaini, beliau lagi berbagi semangat pagi kepada yg lain. Sambil bertanya, kemarin hari bumi, kemarinnya lagi hari Kartini, hari ini hari apa lagi? Ah, akhirnya jadi ingat sebuah gagasan yg muncul di pikiran, yaitu 'angkutan umum gratis', dengan semua pekerjanya (sopir & kernek), tidak ada wajib setoran, gaji tetap. Begitu pula langsung aku sampaikan ke beliau, tentu anda semua tahu apa pertanyaan pertama yg muncul, "dari mana uang untuk membayari?"

Hehehe, ya dari Allah lah, perantaranya bisa via CSR, bisa via iklan, dan lain sebagainya. Saya teringat, ketika dulu masih bergerilya ide-ide usaha, dimana saja, kapan saja. Ada  buku di perpustakaan kampus, yg menceritakan tentang sebuah jasa fotocopy gratis di Jepang. Tempat fotocopy ini berada di daerah pendidikan, dekat dengan kampus-kampus, namanya sulit diingat, hehe. Lalu dari mana uang untuk biayanya? Keuntungannya dari mana? Ternyata, pendapatannya dari iklan, yaitu dibagian belakang kertas fotocopy itu sudah ada fotocopy lain, fotocopy sang pemberi iklan. Dan ini bukan keseluruhan fotocopy nya gratis, tetapi ada pula yg berbayar, walaupun prioritas para pelanggan adalah yg gratis. Dengan kata lain, pemberi iklan dikenai biaya fotocopy tiap lembarnya, bolak-balik, tetapi hanya satu halaman. Sementara target promosinya adalah para pengguna jasa fotocopy gratis ini.

Waktu itu, sempat terlintas dipikiranku, seharusnya juga bisa dong buat angkutan umum gratis? Sistemnya nyontek dari fotocopy gratis itu, bisa diterapkan di angkutan kota, kereta, atau bahkan kapal laut. Mungkin akan jadi perdepatan di beberapa pihak, terutama mereka yg punya usaha yg sama, kecuali kereta, hanya di miliki oleh BUMN ya kalau tidak salah? Negara maju adalah negara yg bisa membuat masyarakatnya lebih memilih untuk menggunakan transportasi umum, bukan transportasi pribadi. Nah, di hari angkutan nasional ini, saya iseng-iseng ingin memaparkan gagasan, Indonesia, melalui pemerintah terkait, bekerjasama dg BUMN atau swasta, bisa mewujudkan angkutan gratis. Bukan berarti semua gratis, seperti fotocopy gratis diatas, ada pula angkutan yg berbayar.

Pertanyaan selanjutnya, darimana dananya? Kan bisa diambilkan dari cana CSR BUMN atau perusahaan swasta lokal maupun asing. Lha wong pemerintah yg punya wewenang buat undang-undang, dibuat dong undang-undang yg mendukung. Tentu akan keren, jika Indonesia punya kereta gratis, di tiap rute, minimal sehari dua kali, dan diubah sistem dan pelayanannya. Kalau masalah yg dana, dari mana dapetnya, kan ada Allah Yang Maha Kaya, teknis itu bukan masalah, asalkan ada niat, kerja keras & cerdas, disertai doa. Jangka panjangnya, fasilitas seperti ini, nantinya bisa lo bekerjasama dg perusahaan lain, mendatangkan wisatawan ke Indonesia (kan murah transportasinya, ada yg gratis lagi). Mengurangi beban masyarakat, utamanya yg kurang mampu, dalam hal ongkos transportasi mereka. Kalau suruh milih, tentu milih yg gratis dan pelayanan memuaskan bukan? Bisa juga angkutan gratis ini jd angkutan ke surga juga, bila dibuatkan donasi untuk angkutan gratis ini. Kalau misal ada masalah lg, itu tantangan, ya harus diselesaikan, justru yg bikin greget itu masalah yg buanyak hehe... Itu saja dah, apapun, kalau memang bisa memberi manfaat pada orang lain, dan mendekatkan diri ke Allah, bisa dicoba. Semoga Indonesia dapat yg terbaik, jika ada yg deket tp tdk baik, semoga dijauhkan, diganti Allah dg yg lebih baik... aamiin ^_^

sumber: https://www.facebook.com/notes/tyas-haryadi/angkutan-umum-gratis/1090999120916483

SMS an dengan adik tercinta

Selamat malam/siang para pembaca, kali ini ingin repost kembali catatanku via akun FB ~> Tyas Haryadi. Kali ini tentang isi smsku dg adik tercinta, Reni Haryati. Sebenarnya, sebelumnya tengah mendengarkan tausiyah untuk mengungkapkan segala hal dengan terbuka, langsung praktik dah. Adapun catatannya sebagai berikut:

aku : Adik yang cantik, mas njaluk sepuro sing akeh ya, mas urung iso dadi kakak yang baik buat pean. Mas durung iso wenehi contoh sing apik, durung iso ngajak pean nyang becik. Ilmune mas sik cetek, durung iso ngayomi pean, isik sering ngecewakno pean, nglarani ati pean, kasar neng pean, kurang peka, bentak, lan sak piturute...

adik : nggeh

aku : Mas nyuwun ngapuro sak gedhe-gedhene dik, urung iso dadi kakak impian pean :'( | Mas nyuwun tulung, pean bantu masmu ben dadi mas luwih sholeh, tambah ilmu, iso ngayomi pean & keluarga, iso ngajak neng kabecikan. Suwun ya adik tercinta, atas semuane, pean sudah begitu banyak ngebantu mas, nemenin mas, dengerin serewetku...

adik : Enggeh mas

aku : Mari dik, kita doakan untuk ibu tercinta, bapak tercinta, semoga diampuni Allah, diberi sisa umur yang berkah & manfaat, kelak dijauhkan dari neraka Nya, di masukkan dalam surga Nya. Kita dijadikan anak keturunan yang sholih/a, juga untuk para orang tua saudara/i kita se islam, juga saudara/i kita. Aamiin, alfatiha, cium dari masmu...

adik : Enggeh mas......

Sungguh, adikku ^_^

Sumber: https://www.facebook.com/notes/tyas-haryadi/sms-an-pagi-ini-dg-adik/1092209110795484

Harus Kaya

Posting kali ini aku ambil dari catatan pribadi di akun facebook ku sendiri, Tyas Haryadi. Adapun catatanku sebagai berikut: 

Suatu saat, saya bertemu dg kawan di rumahnya, sambil bersilaturohim saya ingin mengajaknya berbisnis. "Pak, ayo pak berbisnis dg saya" | "saya tidak mau pak" Jawabnya mantab | Kemudian saya tanya "kenapa?" | jawabnya "saya takut kaya!". Saat itu saya kaget, ternyata ada orang yg takut kaya. Dia sangat paham, kalau menjalankan bisnis resikonya adalah kaya. Lalu saya bertanya, "kenapa anda takut kaya?" | "saya takut hubbuddunya, saya takut cinta kepada dunia". Dalam hati saya, 'luar biasa kawan saya ini, dia orang yg sholeh'. Dalam hati saya saya berdoa, 'Yaa Allah, orang sholeh seperti inilah yg seharusnya kaya". Karena kalau kekayaan dipegang oleh orang-orang sholeh, insyaAllah rahmatanlil'alamin. Tapi sayangnya, orang sholehnya tidak mau kaya, orang kayanya tidak mau sholeh.

Kemudian saya bertanya, "apakah hubbuddunya penyakitnya orang kaya saja?" | "tidak, orang miskinpun banyak yg menderita hubbuddunya". Masalahnya bukan dikaya atau dimiskinnya, tetapi bagaimana kita bersikap kepada kekayaan. Dengan alasan inilah banyak umat islam yg tidak mau bekerja keras, tidak mau berusaha menjadi orang kaya, dan tidak mau menjadi orang besar. Umat islam, terlalu besar untuk punya cita-cita kecil. Umat islam harus kaya, seperti kayanya Abu Bakar As-sidiq, seperti kayanya Umar bin Khatab, dan seperti kayanya Utsman bin Affan, karena kekayaannyalah islam bisa berjaya.

Rasulullah mengajarkan kita untuk berdoa, "Yaa Allah aku berlindung kepada Mu dari kekufuran dan kefakiran, aku berlindung kepada Mu dari azab kubur". Yang menjadi masalah bukan seberapa banyak kita mendapatkan uang, tp uang itu dari mana dan untuk apa. Sabda Rosulullah, "kita tidak boleh iri kecuali kepada 3 orang. Pertama, orang yg berilmu yg mengamalkan dan mengajarkannya. Yang kedua, orang yg mati syahid. Dan yang ketiga, orang kaya yang dermawan.". Ingatlah, kita adalah harapan masa depan umat, bangkit mulai sekarang, harapan itu pasti ada, Allah bersama kita. Bagus Hernowo pesantren entrepreneur

Tentu berbeda, jika orang sholeh yg punya hotel, dg orang bukan islam yg punya hotel. Sah-sah saja, di hotel bintang 5 misal, yg terdengar di lorong-lorongnya adalah murottalnya Syaikh Misyari Rasyid Alafasy, karena yg punya sholeh. Di SPBU, di minimarket, di mall, di studio, di apotek, toko bangunan, restoran, wajib tutup waktu sholat wajib tiba, semuanya sholat jamaah. Dan tidak ada itu SPG yg buka aurot, kalau yg punya dealer itu orang sholeh, pake hijab syar'i semua, malah bisa tidak ada lagi SPG (Sales Promotion Girl), diganti SPB (Sales Promotion Boy). Yakinlah, karena kita punya Allah Yang Maha Kaya, yg punya seluruh alam semesta....

Sumber: https://www.facebook.com/notes/tyas-haryadi/harus-kaya/1093309457352116

15 Jun 2015

Mantren Keren, oleh-oleh Kelas Inspirasi Magetan

Sesi foto bersama, KI Magetan & guru-guru SDN Mantren 1
Sabtu 30 Mei 2015, bismillahirrohmanirrohim, kenalkan namaku Tyas Haryadi, biasa dipanggil Tyas. Eits, aku cowok lo, walaupun nggak macho-macho amat sih, tapi sangat percaya diri, penuh semangat, keras kepala & penuh pesona, hehe... Kali ini aku tak ingin berbagi cerita tentang diriku, yang sedikit misterius, eksentrik, dan terkadang juga melankolis. Kali ini aku ingin menceritakan tentang pengalaman menjadi relawan pengajar Kelas Inspirasi (KI) Magetan, yang diadakan di SDN Mantren 1, Kec. Maospati, Kab. Magetan. Sebenarnya aku sendiri tidak terlalu suka dengan kata-kata 'relawan pengajar', maklum kawan, aku merasa masih bodoh, belum layak mengajar. Dan realitanya, aku di SDN Mantren kemarin lebih banyak belajar dari pada mengajar, belajar dari banyak hal, mulai sebelum, ketika, dan setelah pelaksanaan.

Pagi itu, aplikasi whatsapp di smartphone terus berbunyi (biasanya masih aku matiin itu hp), koordinasi dari kakak-kakak KI Magetan, yang keren, insyaAllah. Sembari aku juga mempersiapkan beberapa alat untuk peraga hari itu, mengenalkan profesiku sebagai seorang wiraswasta, jasa multimedia dan teknologi informasi (TI). Geledah-geledah kardus di gudang, buka sana buka situ, geledah ini geledah itu, akhirnya ketemu juga, satu laptop dan tiga smartphone, dari modifikasi kardus. Barang-barang itu sebenarnya sisa pembuatan video 'stop motion' untuk iklan web ~> www.bismillah.co.id, sebuah search engine, tahun lalu, akhirnya berguna juga, alhamdulillah. Sudah janjian dengan mas Dayat, mbak Ratna, dan teman-teman KI lainnya sampai SDN Mantren 1 pukul 06.30, aku langsung menuju lokasi sendiri, karena daerahnya mudah dijangkau dari rumah ortu.

Dasar biasanya nggak suka berangkat pagi-pagi, akupun masih sempat olahraga ditempat, sejenis 'push up', 'pull up' dan kawan-kawan. Alhamdulillah sampai lokasi telat, sampai disana, langsung ada acara doa yang dipimpin salah seorang guru, varokah. Setalah itu, di hampirilah oleh mbak Ratna, untuk menuju depan, bersama para relawan pengajar yang lain. Lalu bertemulah dengan mas Angga, yang berprofesi pendamping dokter bedah, ada pula mbak Triana yang bekerja di puskesmas Kartoharjo, dan mbak Diyah yang kesehariannya menjadi pegawai bank BUMN. Sekilas langsung tahu betapa membara juga semangat mereka untuk berbagi inspirasi kali ini, yup, ditengah kesibukan mereka, meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dengan adik-adik Mantren. Seakan-akan mereka berkata, "kesuksesan itu bukan tentang apa yang kita dapat, tapi apa yang kita bagi, dan seberapa bermanfaat kita. Itulah kesuksesan yang sebenarnya." Ini kali pertama aku ikut roadshow KI Magetan, baru beberapa orang yang dikenal, ada mas Sagung (lebih cocok dipanggil pak, sudah tidak lajang), mbak Ratna, mas Dayat, mas Hedy, dan masih banyak lagi. Banyak belajar dari para inspirator ini, walaupun dalam pertemuan singkat, tapi semuanya sungguh istimewa. 

Lanjut ke acara hari itu, terlebih dahulu, adik-adik Mantren (panggilan akrab) diajak untuk melakukan 'ice breaking', ada beberapa permainan yang dipimpin bergantian oleh para fasilitator. Aha, saatnya bermain, waktu itulah aku kembali belajar, untuk menikmati proses dengan penuh bahagia. Anak-anak SD Mantren masih seperti anak-anak kecil kebanyakan, mereka dengan mudah menerima kami-kami yang baru ditemuinya, cukup tersenyum dan berpegangan tangan, maka sudah tak ada lagi jarak. Apalagi sudah bergerak bersama, bernyanyi bersama, tertawa bersama, joget bersama, itulah pentingnya sebuah kebersamaan, kawan.

Setelah selesai semua acara awal, mulailah adik-adik diajak masuk kelas yang sudah ditentukan oleh teman-teman relawan KI Magetan. Aku kebagian kelas 5, dengan fasilitator mas Hedy, mbak Ita, dan mbak Vita, nih fasilitator keren-keren, semoga sukses selalu. Berdasarkan data sharing dengan mbak Ratna, mas Dayat, dan mbak-mbak lain waktu kumpul koordinasi KI Magetan beberapa hari sebelumnya, kelas 5 termasuk mereka-mereka yang mudah untuk memberikan respon. Jadi, ada orang baru saja mereka sudah langsung tertarik, apalagi orang barunya semenarik diriku? Hehe, mereka pastilah tersepona (terpesona sengaja disalah ketik). Yang menjadi masalah adalah di kelas 1 dan 2, biasanya mereka ramai tidak ketulungan, dan cukup sulit untuk dikendalikan kondisinya (maklumlah belum pernah mengenyam kuliah jurusan pendidikan).

Alhamdulillah, adik-adik kelas 5 di SDN Mantren ini memberi respon positif, aku menyukai proses mengajar seperti ini, otak kanan kembali bekerja. Mereka begitu antusias, mendengarkan tiap pemaparan yang aku sampaikan, dengan seksama dan tawa  bahagia, tetapi juga tetap ada satu dua anak yang kurang semangat atau berceloteh sendiri. Anak-anak itu bisa menerima materi yang berat sekalipun, asalkan disampaikan dengan penuh canda dam membuat suasana menjadi bahagia. Kebahagiaan akan membuat sesuatu yang berat akan menjadi ringan, dan itulah yang terkadang orang dewasa lupa (belajar lagi kan, dari adik-adik Mantren). Aku kan punya usaha, yang ingin aku kembangkan menjadi sebuah kerajaan bisnis, namanya Cah Magetan (CM) Grup, sampai sekarang terdiri dari studio, distro, wisata, dan library. Tetapi menurut adik-adik kelas 5 ini, CM Studio bukanlah Cah Magetan Studio, CM Distro bukanlah Cah Magetan Distro, CM Library bukan Cah Magetan Library, tapi Cah Mantren. Yup, Cah Mantren, ini mengajarkan, siapapun, atas nama individu, kelompok atau organisasi, secara naluri, selalu ingin diakui, belajar lagi, Mantren keren. Tak lupa, di menit-menit perpanjangan waktu di kelas 5 ini, kami berdoa bersama, untuk adik-adik, kakak KI Magetan, guru-guru, saudara, keluarga, pemimpin negeri ini, negeri ini, dan semua orang, plus foto bareng, klik. :D

Setalah selesai, kami istirahat dahulu, sudah disediakan ruangannya, ada kesempatan dah untuk mencari-cari informasi dari para relawan pengajar lain. Secara tidak langsung, mereka berbagi ilmu secara tersirat, juga tersurat, alhamdulillah. Selesai beristirahat, berlanjutlah ke kelas 2, alhamdulillah, anak-anaknya kocak pol, gile lu ndro, ini seperti masa ketika dengan mudah aku teriak-teriak di kelas, sekencangku. Situasi seperti ini pernah aku alami ketika mengajar anak-anak TPA, tapi jumlahnya tak sebanyak ini, lebih dari 30 anak, alhamdulillah. Di kelas ini, harus belajar tentang berbagai cara menyampaikan materi, kalau dalam dunia bisnis, pelanggan itu berbeda-beda, pendekatannya juga harus berbeda. Mereka lebih suka hal-hal abstrak, penuh kejutan, disamping juga harus mendengarkan mereka, memberi apresiasi dan respon cepat. Tapi mereka mengajariku tentang dunia anak, semakin kecil anak dia semakin butuh perhatian lebih, alhamdulillah, bisa untuk bekal merawat anak kelak.

Di kelas 2 ini, yang paling membuat mereka senang, dan mau diperintah apapun, adalah ketika mereka diberi kesempatan untuk berkompetisi, mendapatkan smartphone dan laptop, dari kardus. Mereka dengan jujur mengatakan ingin, mereka berusaha dengan gigih ketika disuruh diam, 'anteng-antengan', yang paling anteng menang. Mendapat kesempatan praktik menjadi wirausaha dibidang multimedia dan TI, kemudian alat peraganya menjadi milik mereka. Mantren keren, mereka mengajari lagi, tentang kegigihan, dan semangat untuk mencoba. Tak lupa pula ditutup dengan doa, tapi tanpa foto bareng, dan mereka ada beberapa yang minta gendong, alhamdulillah, kelak juga ada masanya aku gendong anak sendiri, atau anakku digendong pemuda/i lain. 

Setelah itu masih ada sesi berbagi cerita, aku hanya mengawali, inti materi disampaikan oleh mas Dayat, ini di kelas 3. Akhirnya berlanjut ke sesi menulis dan menempel cita-cita di pohon cita-cita, dan di tutup dengan foto bersama. Sesi foto berlangsung cukup lama, maklum, selalu ada hal-hal menarik dan berbau anak muda, itulah pemuda, dengan segala warna-warninya. Kalau aku sih, muda, tapi menjelang om-om, hehe. Hari itu, aku pamit pulang duluan, karena sudah ada job yang tidak bisa diatasi tim, begitulah nikmatnya jadi wirausaha, alhamdulillah. Terimakasih tak terkira untuk saudara/i KI Magetan, guru-guru dan adik-adik SDN 1 Matren, anda memang luar biasa, Mantren Keren. Aku doakan, semua yang terlibat dalam dalam roadshow KI Magetan di SDN Mantren 1 kemarin, sukses dunia akhiratnya, beserta keluarga & anak keturunan kelak, aamiin.... Apalah bumi tanpa matahari, apalah malam jika tak berhias rembulan. Teruslah menginspirasi teman-teman KI, umumnya dunia khususnya Magetan. Salam rindu dalam jamaah yang haus akan ilmu, Tyas Haryadi
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com