21 Sept 2011

Probolinggo 2, pasir putih di Bromo.

at Bromo setelah erupsi.
       Sudah lama tangan ini tak membuat kata-kata dan juga mengeja pengalaman kawan. Melanjutkan perjalanan tahun 2011 yang sempat tertunda, yaitu perjalanan hunting jawatimur. Di daerah probolinggo dan kali ini menyinggahi indahnya kawah pasir putih di Gunung Bromo yang baru saja terkena erupsi. Masih bersama dua kuda besi, dan F4, saya, fauzi, sefi dan umam. Kali ini kami melakukan perjalanan dari kota kraksaan menuju G.Bromo. Kurang paham berapa jarak yang kami tempuh, karena memang kami bukan orang yg terlalu suka menghitung-hitung sesuatu untuk menyebut dan menilai sesuatu berdasarkan kuantitas saja.
        Setelah berlika-liku, dua belokan (kanan-kiri), sedikit injak rem banyak gas dan kopling. Mendaki gunung, lewati lembah *bukan lagu kartun ini. Kami beristirahat disebuah tikungan sedikit naik, dekat dengan sebuah air terjun. Saya juga kurang paham nama air terjun itu kawan, yang pasti ada di tikungan kekiri dan terlihat dari pinggirnya. Melihat ke bawah sudah mirip jurang lah, kalaupun jatuh minimal rumahsakit maksimal kuburan. :) ….
        Sebentar beristirahat dan berfoto-foto ria, sendiri, dan juga bersama-sama. Pelajaran yg diterima oleh otak dan diproses dihati kali ini adalah ==> foto-foto itu juga penting, bukan hanya ketika anda sendiri tapi juga bersama-sama, karena jd dokumentasi dan penguat emosi persaudaraan ketika kita melihatnya kembali. Di seberang tempat kami beristrirahat (melewati area air terjun), ada sebuah tebing nan dipenuhi tumbuhan yang hijau “ijo royo-royo” dalam istilah jawanya. Istilah ini mah gambarin hijau yang membuat mata tak mau bertolak untuk memandangnya, kayak lihat cewek cantik yg mau dilamar…. Waduh keceplosan. :D
        Setelah selesai berfoto ria, bertanya satu dua hal kecil tapi membuat hal fondasi besar dalam diri kami (keterbukaan). Yups, karena pertanyaan-pertanyaan kecil yang dijawab dengan reflek, tanpa pikir panjang serta apa adanyalah yang membuah kita semakin terbuka dengan orang lain. Wah, pinter juga ni otak kadang-kadang kawan. :D,,, tp jangan anggap yg dibuka itunya. Ini keterbukaan dalam hal pengalaman, daya pikir, terutama modal terpenting dari kejujuran. Berlanjut ke saya dan umam yg masih harus membuang urea dulu untuk menyuburkan tanaman sekitar. *kandungan di air seni…
Kami melanjutkan perjalanan kawan, menuju bromo yang berliku. Karena kami mengambil filosof “malu bertanya sesat g’ketemu jalan!”, akhirnya kami berkali-kali tanya jarak ke bromo, kurang berapa jauh. Sampailah kami di G.Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia. Indah sekali kawan, bahkan berkali-kali indahnya… :D, subhanallah, wala illahaillallah… :)
        Sebelum masuk area Wisata G.Bromo, ada dua cabang jalan. Yang kekiri jalannya lebih landai, tetapi berliku, sementara di kanan lebih menanjak dan cukup jauh. Tetapi disarankan oleh penduduk sekitar untuk mengambil jalur sebelah kiri, dan kamipun tekan kopling masukin gigi (bukan yg didalam mulut), tancap gas dah. Masuk ke area Wisata G.Bromo, tiap sepeda motor terkena biaya 15 ribu. Suasana masih sangat sepi dan lengang, jelas saja, hari itu adalah hari senin kawan, mungkin sebagian orang baru saja kembali dari liburannya dan mulai bekerja, terbalik dengan kami yang masih wisata dahulu.
         Sepanjang perjalanan tadi, kami sudah disuguhi dengan pemandangan super berdebu, serba vulkanik dan dengan keindahan alami setelah erupsi. Inilah poin pembelajaran lg ==> disetiap hal yg buruk tersimpan keindahan, jika kita bisa menghikmahinya maka keburukan menurut orang lain menjadi keindahan untuk kita jika mengalamai hal yg sama. Jalanan ada debu mulai dari 0,5-10 cm, karena ada jalan yang cekung sanggup menerima debu yg lebih banyak dari pada yg datar atau cembung. Suhu memang dingin, tetapi hangatnya belerang yang terdapat dipasir juga tersa kawan. Sempat kami foto-foto sebentar di daerah yg bisa memandang langsung G.Bromo, subhanallah yaa… :)
        Masih juga saya melihat warga sekitar mencari rumput untuk pakan ternak mereka, halaman yang masih ditanami oleh daun bawang, merekapun merawatnya dengan baik. Wah, ini dia kawan, hal yang harus kita pikir juga (pembelajaran). Kehidupan manusia itu selalu berjalan, mereka yang terkena musibah jg butuh makan kawan, cobalah kita datang dan member rejeki kepada mereka, minimal doa kita yang datang. “wah, kok bau minyak kayu putih kayak gini.” Saya mencoba cari sumber bau, eh, saya lupa kalau baru saja memperoleh kerokan perdana dan tak terasa sudah melewati perjalan, sempat joki pula. Pembelajaran ==> beban atau derita seperti apapun jika kita lewati dengan bahagia, kebersamaan dan rasa ikhlas maka itu akan menjadi nikmat kawan… :D
        Pasir yang dahulunya hitam di dekat pura dan jalan utama ke kawah saat itu menjadi pasir putih, bukan pantai kawan, apalagi padang pasir. Saya juga tahunya lewat searching di internet, tetapi lebih keren waktu itu kawan. Serasa berada di G.Bromo yang berbeda, terlebih ketika mulut ini juga ikut makan pasir, gigi bergerak serasa makan yang gurih-gurih. Pohon-pohon tumbang, kering dan penuh dengan pasir menggambarkan betapa mematikannya erupsi yang terjadi, semua pohon mati, tak bersisa satupun. Lalu kami masuk ke arean pasir putih, yg sangat luar terhampar, inilah kuasa Allah azza wa jalla kawan. Kalaupun Allah mau, gunung Bromo bisa saja diratakan dengan pantai. Tapi Allah Maha Mengetahui, Hanya Allahlah yang paling indah rencananya.
        Setelah puas berfoto-foto ria, beberapa posisi model dan cameramen juga kami coba. Yang terpenting dari foto adalah mewakili siapa yang ada disana, kapan, dimana dan dalam kondisi bagaimana. *ilmu dari fotographer RADAR MADIUN, ini pengalaman waktu pelatihan jurnalistik dahulu kawan #SMAkelasXII. :D… lalu kami menuju ke pura! Sebenarnya saya ingin naik ke kawahnya, kata bapak2 penunggang kuda sudah aman, saya juga lihat dari kejauhan ada orang di pinggiran kawahnya #dengan_kacamata. Tapi apa boleh dikata, ketiga kawanq masih belum terketuk hatinya, dan fisikku yang masih bau minyak kayu putih serta merah2 kerokan juga tak kuasa. Alhasil berfoto ria kembali di pura lalu cabut pulang.
        Satu hal lagi yang saya ingin ungkapkan, kalau di sebelah pura itu ada masjid dan gereja, tentu akan Indonesia sekali. :D… sebagai umat muslim saya juga risau jika para turis adalah umat islam dan kesulitan dalam melaksanakan ibadahnya. Inilah indahnya negeri ini, Indonesia, Bhineka tunggal ika. Semoga bermanfaat pengalaman hunting kali ini, salam dari Sang Pengembala, Tyas Haryadi…. ^_^

10 Sept 2011

Antropologi Bahasa dan Budaya Jatim.

Duta Bahasa & budaya jatim
       Indonesia pada umumnya memiliki kenekaragaman, baik sastra, bahasa & juga budaya. itu sebabnya negeri ini punya slogan "bhineka tunggal ika."
       begitu pula dengan jawa timur, memiliki banyak variasi bahasa dan budaya. sehingga miniatur indonesiapun juga bisa dilihat disini...
       di jawatimur, bahasanya terbagi menjadi beberapa wilayah. bisa dibedakan berdasarkan wilayahnya. mulai dari barat....
ada basa jawa kulonan, yaitu karisidenan madiun & Kediri plat AE dan AG (meliputi magetan, pacitan, ngawi, ponorogo, madiun, kediri, nganjuk, galek, blitar, Tulung Agung)
daerah ini terpengaruh oleh bahasa jawa milik kerajaan mataram baru, yang sekarang pecah menjadi kasultanan & kasunanan (Jogjakarta & surakarta)
bahasa di daeraha sini, terkesan lebih lembut, kalem, tak suka to do poin, bertele-tele tapi anak di dengar"logat pendongeng"... :D
bergerak ke daerah karisidenan Malang, bahasa masih bahasa jawa, tapi etanan. yaitu bahasa yang sudah dimodifikasi sesuai kerakteristik masyarakatnya.
di karisidenan plat N ini, meliputi malang, lumajang, pasuruan, probolinggo. juga banyak yang menggunakan bahasa madurnya, meski terkontaminasi dengan bahasa jawa juga.
bahasa malangan atau ngalam, adalah bahasa walikan. atau bahasa dengan kosa kata dibolak-balik, bukan dibaca dari belakang...
bahasa daerah ini lebih simple, to do point, bahkan semakin berkembang ke bahasa ringkas. ini juga mencerminkan masyakatnya...
bahasa ngalam ini menekankan kata2 yg mudah didengar ketika dibolak-balik, bukan dibaca dr belakang. misal: ==>
MALANG, seharusnya dibaca menjadi GNALAM jika dibaca dari belakang, tetapi karena dibalik jadi NGALAM, lebih enak didengar bukan?
simple yang dimaksud juga bisa qt lht, misal : ==> jika orang yg menggunakan bs jawa kulonan bertanya "sudah selesai atau belum" dengan...
"wis rampung opo durung?" ini lebih ramah, maka orang plat N berkata "mari a?",
bergeser ke jawatimur bagian plat L, memang seharusnya hanya surabaya, tapi kali ini saya rangkum jadi satu dengan darjo plat W (sidoarjo, gresik)
bahasa yang lebih simple dan lebih to do poin ada disini, kasar juga bisa dikatakan begitu (jika yang berbicara jawa kulonan).
bahasanya terkenal dengan dialeg suroboyoan, sampai2 ada filmx"grammer suroboyo"
bahasa daerah ini memiliki beberapa ciri khas, dengan sebutan arek (utk memanggil anak muda), kon (utk kamu), walaupun dimalang juga ada
khasnya adalah "pisuhan" kata jorok, ini menjadi sangat wajar & lazim digunakan. bahkan media sapa yang sangat dijunjung sebagai identitas...
seperti kata dancok, gatel, asu, dan lain sebagainya. mereka sangat enjoy dan inilah style bahasa suroboyoan, kasar tapi berhati halus (orangnya).
lalu berlanjut ketika bertanya "dimana?" orang kulonan "neng ndi saiki?" orang ngalam "nang ndi saiki?" orang suroboyoan "no ndi kon?"
sekarang berlanjut ke pantura, disini kita membahas daerah plat S dan sekitarnya, saya kurang paham mengenai platnya. :D
meliputi lamongan, tuban, bojonegoro, mojokerto, ada yg ketingalan tadi jombang, bisa masuk sini dah.. karena juga memakai plat S, setempat dengan lamongan
bahasa di daerah ini memang lebih terkesan campuran, antara basa jawa kulonan dan etanan. sehingga membuat identitas sendiri...
memiliki keramahan dalam kekasarannya, memiliki to do point dlm ke tele-teleannya. seperti identitas orangnya mampu menempatkan diri...
ini pernah sy amati ketika teman asal lamongan saya, namanya asas. berkata tentang beberapa hal mulai "lapo sih, jenengan gus?"
logat etanan "lapo sih" ditambah logat kulonan "jenengan gus?", dari bahasa lamongan lebih sering memiliki makna dari basa etan + kulon.
terlebih kata2 ringkas ketika bertanyapun lebih padat berisi,menanyakan sekarang ada dimana cukup dg "posisi". ini sering terjadi di sms...
memanggil kawula mudapun juga memiliki ciri khas, yaitu dengan panggilan "nak". ini terkadang saya gunakan juga untuk memanggil orang lain.
tentunya yang lebih muda atau seumuran adik saya, sehingga terkadang saya dipanggil pi (untuk papi), ataupun ayah. *tampang masih 17th padahal,,, :D
berlanjut ke daerah madura 2, yaitu daerah ujung timur pulau jawa. meliputi besuki, bondowoso, situbondo, jember banyuwangi...
kenapa daerah plat P ini saya katakan Madura 2? krn memang cukup banyak masyarakat madura yang menempati daerah ini. walaupun juga ada jawanya
karena di sekolah2, kebanyakan menggunakan bahasa jawa, ini cerita teman. bahasa yang digunakan adalah bahasa jawa terkontaminasi madura
ataupun sebaliknya, kalau bahasa jawax, menggunakan bahasa jawa kulonan, walaupun tidak kulon2 banget, tapi tak terkesan etanan.
seperti ketika ada kakak semester atas dari banyuwangi datang ke tempat saya, beliau menggunakan kata2 dengan logat kulonan walaupun belum terlalu..
pas dengan dilaeg kulonan, misal kata2 "anda", dalam bs kulonan tak mengenal kata "pean" (digunakan masx), karena masih tetap utuh "sampean"
begitu juga dengan teman-teman saya yang berasal dari jember, situbondo, juga menggunakan bahasa jawa kulonan yang halus. walaupun ada embel2 cak, dll
sehingga pemahamannya masih mudah, karena qt masih satu bangsa serta satu pemahaman...
untuk masyarakat madurapun juga ada variasi dalam berbahasanya. yaitu perbedaan dialeg dari satu daerah ke daerah lainnya...
ini juga berpengaruh ke Madura 2, seperti situbondo. daerah ini lebih condong ke sumenep, karena daerahnya satu garis bujur, serta...
ada perahu penyebrangan dari sumenep menuju daerah ini, tepatnya di pelabuhan yang saya lupa namanya, tetapi berada diperbatasan banyuwangi
disini akan ada kapal yang sehari dua kali berangkat, baik dari sumenep ke situbondo atau sebaliknya... sehingga intensitas interaksi tinggi.
kalau berbicara logat "madureh, engkok tak ngerteh." sy jg belum pengalaman tinggal lama dimadura apalagi nikah sm orang madura.. :D
yang pasti, dalam bahasa madura jg ada variasi dan pelangi penghias indahnya bahasa. seperti penggunaan bahasa yang lebih halus dan biasa..
dalam basa jawa dikenal dengan ngoko dan krama, seperti "njek" yg memiliki arti tidak, digunakan oleh orang desa Madura2 dengan "ten" atau "enten"
ketemu, nama pantainya tanjung jangkar kawan, daerah situbondo, 3jm menuju ketapang banyuwangi... :)
dan berlanjut, kata-kata "ya" dalam madura jg dlm dua versi, "nggi" dan "enggi", tapi dengan "g" kedua dibaca mirip "k"..
yang terakhir adalah bahasa madura di pulau madura1, dan disini mayoritas adalah bahasa madura. walaupun saya juga pernah nemui orang berbasa jawa
di daerah plat M ini meliputi, bangkalan, pamekasan, sampang & sumenep. hanya 2 daerah yang baru saya kunjungi, bangkalan dan sampang...
memang hanya dalam waktu singkat, tak ada seminggu, hanya beberapa malam dan sendirian... :D
yang saya pahami, jawa dan madura masih satu rumpun. satu daerah, dan dulunya satu pulau, sebelum adanya pemanasan suhu bumi.
yang digunakanpun adalah aksara jawa, tapi semua huruf vokalnya dibaca "a", yg seharusnya dibaca "o" menurut kaedah basa jawa...
misal seperti saya bilang tadi dengan kata2 "nten" sebernarnya dari "mboten", "enggi" dr kata "nggih", dan "sampean" msh sama bukan?hanya logatx
sedikit-sedikit jika dalam bahasa jawa "sekedik-sekedik", maka dalam madura dimaknai "nik-sekonik". saya kurang paham pemadanannya, yang penting..
belakangnya masih sm2 "ik"... :D, dan insyaAllah saya punya niatan belajar langsung ke madura dalam kurung beberapa waktu...
demikian singkat tentang indahnya bahasa jawatimur, yg juga memiliki pengaruh ataupun dipengaruhi oleh budaya masyarakatnya...
semoga bermanfaat utk semua, kalau bukan qt orang jawatimur yang cinta bahasa dan budayanya, siapa lagi?
indahnya sebuah bahasa & budaya bukan pada skala ukuran atw prestasi, tp seberapa cinta sang pemilik bahasa dan budaya itu sendiri... :)
sekian presentasi dr sy kawan, tentang bahasa & budaya jawa timur, itung2 sebagai pemanasan... :D
Duta Bahasa dan Budaya Jawa timur tgl 14 sep ‘11, mohon doanya… salam dari Sang Pengembala, Tyas Haryadi... ^_^

Kode Plat Nomor Kendaraan Di Indonesia.

Plat Nomor Indonesia.
       Kalau berbicara Nasionalisasi terasa kurang jika tidak dilengkapi dengan segala yang ada di Negeri ini. Kali ini mari kita sama-sama pelajari Kode Plat nomor Kendaraan di Indonesia, yang bisa menjadi trend baru untuk menggambarkan wilayah atau sebuah rasa kepemilikan daerah. Ini dia kawan, semoga jd media pembelajaran Antropologi jg ==>  
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat

A = Banten: Kabupaten/Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak, sebagian Kabupaten Tangerang

B = DKI Jakarta, Kabupaten/Kota Tangerang, Kabupaten/Kota Bekasi(B-K**), Kota Depok

D = Kabupaten/Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat

E = eks Karesidenan Cirebon: Kabupaten/Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan (E - YA/YB/YC/YD)

F = eks Karesidenan Bogor: Kabupaten/Kota Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten/Kota Sukabumi

T = Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, sebagian Kabupaten Bekasi, Kabupaten Subang

Z = Kabupaten Garut, Kabupaten/Kota Tasikmalaya, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar

Jawa Tengah dan DI Yogyakarta

G = eks Karesidenan Pekalongan: Kabupaten (G - B)/Kota Pekalongan (G - A), Kabupaten (G - F)/Kota Tegal (G - E), Kabupaten Brebes, Kabupaten Batang (G - C), Kabupaten Pemalang (G - D)

H = eks Karesidenan Semarang: Kabupaten/Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Kendal (H - D), Kabupaten Demak

K = eks Karesidenan Pati: Kabupaten Pati (K - A), Kabupaten Kudus (K - B), Kabupaten Jepara (K - C), Kabupaten Rembang (K - D), Kabupaten Blora, Kabupaten Grobogan

R = eks Karesidenan Banyumas: Kabupaten Banyumas (R - A/H/S), Kabupaten Cilacap (R - B/K/T), Kabupaten Purbalingga (R - C), Kabupaten Banjarnegara

AA = eks Karesidenan Kedu: Kabupaten/Kota Magelang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo

AB = DI Yogyakarta: Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo

AD = eks Karesidenan Surakarta: Kota Surakarta (AD), Kabupaten Sukoharjo (AD - B), Kabupaten Boyolali (AD - D), Kabupaten Sragen (AD - E), Kabupaten Karanganyar (AD - F), Kabupaten Wonogiri (AD - G), Kabupaten Klaten (AD - C)

Jawa Timur

L = Kota Surabaya

M = eks Karesidenan Madura: Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Sampang, Kabupaten Bangkalan

N = eks Karesidenan Malang: Kabupaten/Kota Malang, Kabupaten/Kota Probolinggo, Kabupaten/Kota Pasuruan, Kabupaten Lumajang, Kota Batu

P = eks Karesidenan Besuki: Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi

S = eks Karesidenan Bojonegoro: Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten/Kota Mojokerto, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Jombang

W = Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik

AE = eks Karesidenan Madiun: Kabupaten/Kota Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan

AG = eks Karesidenan Kediri: Kabupaten/Kota Kediri, Kabupaten/Kota Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Trenggalek

Catatan:

1.Daerah dengan kode wilayah Z sebelumnya memiliki kode wilayah D (eks Karesidenan Parahyangan)
2.Jombang memiliki kode wilayah S sejak tahun 2005, sebelumnya memiliki kode wilayah W
3.Daerah dengan kode wilayah W sebelumnya memiliki kode wilayah L (eks Karesidenan Surabaya)

SUMATERA

BL = Nanggroe Aceh Darussalam

BB = Sumatera Utara Bagian Barat (Tapanuli)

BK = Sumatera Utara

BA = Sumatera Barat

BM = Riau

BP = Kepulauan Riau

BG = Sumatera Selatan

BN = Kepulauan Bangka Belitung

BE = Lampung

BD = Bengkulu

BH = Jambi


Bali dan Nusa Tenggara

DK = Bali

DR = NTB I (Pulau Lombok: Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah)

EA = NTB II (Pulau Sumbawa: Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, Kabupaten/Kota Bima)

DH = NTT I (Pulau Timor: Kabupaten/Kota Kupang, Kabupaten TTU, TTS, Kabupaten Rote Ndao)

EB = NTT II (Pulau Flores dan kepulauan: Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Alor)

ED = NTT III (Pulau Sumba: Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Timur)


KALIMANTAN

KB = Kalimantan Barat

DA = Kalimantan Selatan

KH = Kalimantan Tengah

KT = Kalimantan Timur


SULAWESI

DB = Sulawesi Utara Daratan (Kota Manado, Kota Tomohon, Kota Bitung, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan)

DL = Sulawesi Utara Kepulauan (Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud)

DM = Gorontalo

DN = Sulawesi Tengah

DT = Sulawesi Tenggara

DD = Sulawesi Selatan

DC = Sulawesi Barat


MALUKU DAN PAPUA

DE = Maluku

DG = Maluku Utara

DS = Papua dan Papua Barat

Semoga bermanfaat infonya. salam dari Sang Pengembala, Tyas Haryadi... ^_^

Kisah Nabi Luth AS.

       Nabi Luth adalah anak saudara dari Nabi Ibrahim. Ayahnya yg bernama Hasan bin Tareh adalah saudara sekandung dari Nabi Ibrahim. Ia beriman kepada bapa saudaranya Nabi Ibrahim mendampinginya dalam semua perjalanan dan sewaktu mereka berada di Mesir berusaha bersama dlm bidang perternakan yg berhasil dgn baik binatang ternaknya berkembang biak sehingga dlm waktu yg singkat jumlah yg sudah berlipat ganda itu tidak dapat ditampung dlm tempat yg disediakan . Akhirnya perkongsian Ibrahim-Luth dipecah dan binatang ternakan serta harta milik perusahaan mereka di bahagi dan berpisahlah Luth dgn Ibrahim pindah ke Yordania dan bermukim di sebuah tempat bernama Sadum. Nabi Luth Diutuskan Oleh Allah Kpd Rakyat Sadum

Masyarakat Sadum adalah masyarakat yg rendah tingkat moralnya,rosak mentalnya, tidak mempunyai pegangan agama atau nilai kemanusiaan yg beradab. Kemaksiatan dan kemungkaran bermaharajalela dalam pergaulan hidup mrk. Pencurian dan perampasan harta milik menrupakan kejadian hari-hari di mana yg kuat menjadi kuasa sedang yg lemah menjadi korban penindasan dan perlakuan sewenang-wenang. Maksiat yg paling menonjol yg menjadi ciri khas hidup mereka adalah perbuatan homoseks {liwat} di kalangan lelakinya dan lesbian di kalangan wanitanya. Kedua-dua jenis kemungkaran ini begitu bermaharajalela di dlm masyarakat sehinggakan ianya merupakan suatu kebudayaan bagi kaum Sadum.

Seorg pendatang yg masuk ke Sadum tidak akan selamat dari diganggu oelh mrk. Jika ia membawa barang-barang yg berharga maka dirampaslah barang-barangnya, jika ia melawan atau menolak menyerahkannya maka nyawanya tidak akan selamat. Akan tetapi jika pendatang itu seorg lelaki yg bermuka tampan dan berparas elok maka ia akan menjadi rebutan di antara mereka dan akan menjadi korban perbuatan keji lelakinya dan sebaliknya jika si pendatang itu seorg perempuan muda maka ia menjadi mangsa bagi pihak wanitanya pula.

Kpd masyarakat yg sudah sedemikian rupa keruntuhan moralnya dan sedemikian paras penyakit sosialnya diutuslah nabi Luth sebagai pesuruh dan Rasul-Nya utk mengangkat mereka dari lembah kenistaan ,kejahilan dan kesesatan serta membawa mereka alam yg bersih ,bermoral dan berakhlak mulia. Nabi Luth mengajak mereka beriman dan beribadah kepada Allah meninggalkan kebiasaan mungkar menjauhkan diri dari perbuatan maksiat dan kejahatan yg diilhamkan oleh iblis dan syaitan. Ia memberi penerang kpd mereka bhw Allah telah mencipta mereka dan alam sekitar mrk tidak meredhai amal perbuatan mrk yg mendekati sifat dan tabiat kebinatangan dan tidak sesuai dgn nilai-nilai kemanusiaan dan bhw Allah akan memberi ganjaran setimpal dgn amal kebajikan mereka. Yg berbuat baik dan beramal soleh akan diganjar dgn syurga di akhirat sedang yg melakukan perbuatan mungkar akan di balaskannya dgn memasukkannya ke dlm neraka Jahanam.

Nabi Luth berseru kpd mrk agar meninggalkan adat kebiasaan iaitu melakukan perbuatan homoseks dan lesbian krn perbuatan itu bertentangan dgn fitrah dan hati nurani manusia serta menyalahi hikmah yg terkandung didlm penciptaan manusia menjadi dua jenis iaitu lelaki dan wanita. Juga kpd mereka di beri nasihat dan dianjurkan supaya menghormati hak dan milik masing-masing dgn meninggalkan perbuatan perampasan, perompakan serta pencurian yg selalu mrk lakukan di antara sesama mrk dan terutama kpd pengunjung yg datang ke Sadum. Diterangkan bhw perbuatan-perbuatan itu akan merugikan mrk sendiri, krn akan menimbulkan kekacauan dan ketidak amanan di dlm negeri sehingga masing-masing dari mereka tidak merasa aman dan tenteram dlm hidupnya.

Demikianlah Nabi Luth melaksanakan dakwahnya sesuai dgn tugas risalahnya.Ia tidak henti-henti menggunakan setiap kesempatan dan dlm tiap pertemuan dgn kaumnya secara berkelompok atau secara berseorgan mengajak agak mrk beriman dan percaya kpd Allah menyembah-Nya melakukan amal soleh dan meninggalkan perbuatan maksiat dan mungkar. Akan tetapi keruntuhan moral dan kerosakan akhlak sudah berakar sgt di dlm pergaulan hidup mereka dan pengaruh hawa nafsu dan penyesatan syaitan sudah begitu kuat menguasai tindak-tanduk mereka, maka dakwah dan ajakkan Nabi Luth yyg dilaksanakan dgn kesabaran dan ketekunan tidak mendapat tanah yg subur di dlm hati dan fikiran mereka dan berlalu laksana suasana teriakan di tengah-tengah padang pasir .Telinga-telinga mereka sudah menjadi pekak bagi ajaran-ajaran Nabi Luth sedang hati dan fikiran mereka sudah tersumbat rapat dgn ajaran -ajaran syaitan dan iblis.

Akhirnya kaum Luth merasa dan kesal hati mendengar dakwah dan nasihat-nasihat Nabi Luth yg tidak putus-putus itu dan minta agar ia menghentikan aksi dakwahnya atau menghadapi pengusir dirinya dari sadum bersama semua keluarganya. dari pihak Nabi Luth pun sudah tidak ada harapan lagi masyarakat Sadum dapat terangkat dari lembah kesesatan dan keruntuhan moral mereka dan bahawa meneruskan dakwah kpd mereka yg sudah buta-tuli hati dan fikiran serta mensia-siakan masa. Ubat satu-satunya, menurut fikiran Nabi Luth utk mencegah penyakit akhlak itu yg sudah parah itu menular kpd tetangga-tetangga dekatnya, ialah dgn membasmikan mereka dari atas bumi sebagai pembalasan ke atas terhadap kekerasan kepala mrk juga utk menjadi ibrah dan pengajaran umat-umat disekelilingnya. beliau memohon kepada Allah agar kpd kaumnya masyarakat Sadum diberi pengajaran berupa azab di dunia sebelum azab yg menanti mereka di akhirat kelak.

Para Malaikat Tamunya Nabi Ibrahim Bertamu Kpd Nabi Luth.

Permohonan Nabi Luth dan doanya diperkenankan dan dikabulkan oleh Allah s.w.t. Dikirimkanlah kepadanya tiga org malaikat menyamar sebagai manusia biasa. Mrk adalah malaikat yg bertamu kpd Nabi Ibrahim dgn membawa berita gembira atas kelahiran Nabi Ishaq, dan memberitahu kpd mrk bhw dia adalah utusan Allah dgn tugas menurunkan azab kpd kaum Luth penduduk kota Sadum. Dlm kesempatan pertemuan mana Nabi Ibrahim telah mohon agar penurunan azab keatas kaum Sadum ditunda ,kalau-kalau mereka kembali sedar mendebgarkan dan mengikuti ajakan Luth serta bertaubat dari segala maksiat dan perbuatan mungkar. Juga dlm pertemuan itu Nabi Ibrahim mohon agar anaksaudaranya, Luth diselamatkan dari azab yg akan diturunkan keatas kaum Saum permintaan mana oleh para malaikat itu diterima dan dijamin bhw Luth dan keluarganya tidak akan terkena azab.

Para malaikat itu sampai di Sadum dgn menyamar sebagai lelaki remaja yg berparas tampan dan bertubuh yg elok dan bagus. Dlm perjalanan mrk hendak memasuki kota, mrk berselisih dgn seorg gadis yg cantik dan ayu sedang mengambil dari sebuah perigi. Para malaikat atau lelaki remaja itu bertanya kpd si gadis kalau-kalau mrk diterima ke rumah sebagai tetamu. Si gadis tidak berani memberi keputusan sebelum ia beruding terlebih dahulu dgn keluarganya. Maka ditngglkanlah para lelaki remaja itu oleh si gadis seraya ia pulang ke rumah cepat-cepat utk memberitahu ayahnya.

Si ayah iaitu Nabi Luth sendiri mendengar lapuran puterinya menjadi binggung jawapan apa yg harus ia berikan kpd para pendatang yg ingin bertamu ke rumahnya utk beberapa waktu, namun menerima tamu-tamu remaja yg berparas tampan dan kacak akan mengundang risiko gangguan kpdnya dan kpd tamu-tamunya dari kaumnya yg tergila-gila oleh remaja-remaja yg mempunyai tubuh bagus dan wajah elok. Sedang kalau hal yg demikian itu terjadi ia sebagai tuan rumah harus bertanggungjawab terhadap keselamatan tamunya, padahal ia merasa bhw ia tidak akan berdaya menghadapi kaumnya yg bengis-bengis dan haus maksiat itu.

Timbang punya timbang dan fikir punya fikir akhirnya diputuskan oleh Nabi Luth bhw ia akan menerima mrk sebagai tamu di rumahnya apa pun yg akan terjadi sebagai akibat keputusannya ia pasrahkan kpd Allah yg akan melindunginya. Lalu pergilah ia sendiri menjemput tamu-tamu yg sedang menanti di pinggir kota dan diajaklah mrk bersama-sama ke rumah pada saat kota Sadum sudah diliputi kegelapan dan manusianya sudah nyenyak tidur di rumah masing-masing.
Nabi Luth berusah dab berpesan kpd isterinya dan kedua puterinya agar merahsiakan kedatangan tamu-tamu, jangan sampai terdengar dan diketahui oleh kaumnya. Akan tetapi isteri Nabi Luth yg memang sehaluan dan sependirian dgn penduduk Sadum telah membocorkan berita kedatangan para tamu dan terdengarlah oleh pemuka-pemuka mereka bhw Luth ada tetamu terdiri daripada remaja-remaja yg tampan parasnya dan memiliki tubuh yg sangat menarik bagi para penggemar homoseks.

Terjadilah apa yg dikhuatirkan oleh Nabi Luth. Begitu tersiar dari mulut ke mulut berita kedatangan tamu-tamu remaja di rumah Luth, berdatanglah mereka ke rumahnya utk melihat para tamunya dan memuaskan nafsunya. Nabi Luth tidak membuka pintu bagi mrk dan berseru agar mrk kembali ke rumah masing-masing dan jgn menggunggu tamu-tamu yg datangnya dari jauh yg sepatutnya dihormati dan dimuliakan .Mrk diberi nasihat agar meninggalkan adat kebiasaan yg keji itu yg bertentangan dgn fitrah manusia dan kudrat alam di mana Tuhan telah menciptkan manusia berpasangan antara lelaki dgn perempuan utk menjaga kelangsungan perkembangan umat manusia sebagai makhluk yg termulia di atas bumi. nabi Luth berseru agar mereka kembali kpd isteri-isteri mrk dan meninggalkan perbuatan maksiat dan mungkar yg tidak senonoh, sebelum mrk dilanda azab dan seksaan Allah.

Seruan dan nasihat-nasihat Nabi Luth dihiraukan dan dipedulikan ,mrk bahkan mendesak akan menolak pintu rumahnya dgn paksa dan kekerasan kalau pintu tidak di buka dgn sukarela. Merasa bhw dirinya sudah tidak berdaya utk menahan arus org-org penyerbu dari kaumnya itu yg akan memaksakan kehendaknya dgn kekerasan berkatalah Nabi Luth secara terus terang kpd para tamunya:" Sesungguhnya aku tidak berdaya lagi menahan org-org itu menyerbu ke dalam .Aku tidak memiliki senjata dan kekuatan fizikal yg dapat menolak kekerasan mereka , tidak pula mempunyai keluarga atau sanak saudara yg disegani mrk yg dapat aku mintai pertolongannya, maka aku merasa sangat kecewa, bahwa sebagai tuan rumah aku tidak dapat menghalaukan gangguan terhadap tamu-tamuku dirumahku sendiri.

Begitu Nabi Luth selesai mengucapkan keluh-kesahnya para tamu segera mengenalkan diri kepadanya dan memberi identitinya, bahawa mereka adalah malaikat-malaikat yg menyamar sebagai manusia yg bertamu kpdnya dan bahwa mereka datang ke Sadum utk melaksanakan tugas menurunkan azab dan seksa atas rakyatnya yg membangkang dan enggan membersihkan masyarakatnya dari segala kemungkaran dan kemaksiat yg keji dan kotor.
Kepad Nabi Luth para malaikat itu menyarankan agar pintu rumahnya dibuka lebar-lebar utk memberi kesempatan bagi org -org yg haus homoseks itu masuk. Namun malangnya apabila pintu dibuka dan para penyerbu menindakkan kaki utk masuk, tiba-tiba gelaplah pandangan mrk dan tidak dapat melihat sesuatu. mrk mengusap-usap mata, tetapi ternyata sudah menjadi buta.

Sementara para penyerbu rumah Nabi Luth berada dlm keadaan kacau bilau berbentur antara satu dgn lain berteriak-teriak menanya-nanya gerangan apa yg menjadikan mereka buta dgn mendadak para berseru kpd Nabi Luth agar meninggalkan segera perkampungan itu bersam keluarganya, krn masanya telah tiba bagi azab Allah yg akan ditimpakan. Para malaikat berpesan kpd Nabi Luth dan keluarganya agar perjalanan ke luar kota jangan seorg pun dari mereka menoleh ke belakang.
Nabi Luth keluar dari rumahnya sehabis tengah malam, bersama keluarganya terdiri dari seorg isteri dan dua puterinya berjalan cepat menuju keluar kota, tidak menoleh ke kanan mahupun kekiri sesuai dgn petunjuk para malaikat yg menjadi tamunya.Akan tetapi si isteri yg menjadi musuh dlm selimut bagi Nabi Luth tidak tergamak meninggalkan kaumnya. Ia berada dibelakang rombongan Nabi Luth berjalan perlahan-lahan tidak secepat langkah suaminya dan tidak henti-henti menoleh ke belakang krn ingin mengetahui apa yg akan menimpa atas kaumnya, seakan-akan menragukan kebenaran ancaman para malaikat yg telah didengarnya sendiri. Dan begitu langkah Nabi Luth berserta kedua puterinya melewati batas kota Sadum, sewaktu fajar menyingsing, bergetarlah bumi dgn dahsyatnya di bawah kaki rakyat Sadum, tidak terkecuali isteri Nabi Luth yg munafiq itu. Getaran itu mendahului suatu gempa bumi yg kuat dan hebat disertai angin yg kencang dan hujan batu sijjil yg menghancurkan dgn serta-merta kota Sadum berserta semua pemghuninya .Demikianlah mukjizat dan ayat Allah yg diturunkan utk menjadi pengajaran dan ibrah bagi hamba-hamba-Nya yg mendatang.

Kisah Nabi Luth Di Dlm Al-Quran

Kisah Nabi Luth dalam Al-Quran terdapat pada 85 ayat dalam 12 surah diantaranya surah "Al-Anbiyaa" ayat 74 dan 75 , surah "Asy-Syu�ara" ayat 160 sehingga ayat 175 , surah "Hud" ayat 77 sehingga ayat 83 , surah "Al-Qamar" ayat 33 sehingga 39 dan surah "At-Tahrim" ayat 10 yang mengisahkan isteri Nabi Luth yg mengkhianati suaminya. Semoga bermanfaat Kawan, salam dari Sang Pengembala, Tyas Haryadi... ^_^

Kisah Nabi Ishaq AS.

       Nabi Ishaq adalah putera nabi Ibrahim dari isterinya Sarah, sedang Nabi Ismail adalah puteranya dari Hajr, dayang yang diterimanya sebagai hadiah dari Raja Namrud.
       Tentang Nabi Ishaq ini tidak dikisahkan dalan Al-Quran kecuali dalam beberapa ayat di antaranya adalah ayat 69 sehingga 74 dari surah Hud, seperti berikut:
       " Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami {malaikat-malaikat} telah datang kepada Ibrahim membawa khabar gembira mereka mengucapkan "selamat".Ibrahim menjawab: "Selamatlah" maka tidak lama kemudian Ibrahim menjamukan daging anak sapi yang dipanggang. 70. Mak tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. malaikat itu berkata " Janagan kamu takut sesungguhnya kami adalah {malaikat-malaikat} yang diuts untuk kaum Luth." 71. dan isterinya berdiri di sampingnya lalu di tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira akan {kelahiran} Ishaq dan sesudah Ishaq {lahir pula} Ya'qup. 72. Isterinya berkata " sungguh menghairankan apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua dan suamiku pun dalam keadaan yang sudah tua juga? Sesungguhnya ini benar-benar sesuatu yang aneh. 73. Para malaikat itu berkata " Apakah kamu merasa hairan tentang ketetapan Allah? { itu adalah} rahmat Allah dan keberkatan-Nya dicurahkan atas kamu hai ahlulbait! sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah. 74. Mak tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya dia pun bersoal jawab dengan {malaikat-malaikat} Kami tentang kaum Luth." { Hud : 69 ~ 74 }

Selain ayat-ayat yang tersebut di atas yang membawa berita akan lahirnya Nabi Ishaq drp kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia yang menurut sementara riwayat bahwa usianya pada waktu itu sudah mencapai sembilan puluh tahun, terdapat beberapa ayat yang menetapkan kenabiannya di antaranya ialah ayat 49 surah "Maryam" sebagai berikut:
" Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang meerka sembah selain Allah Kami anugerahkan kepadanya Ishaq dan Ya'qup. Dan masing-masingnya Kami angkat menjadi nabi."

Dan ayat 112 dan 113 surah "Ash-Shaffaat" sebagai berikut :
" 112. Dan Kami dia khabar gembira dengan {kelahiran} Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang soleh. 113. Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishaq. Dan di antara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada {pula} yang zalim terhadap dirinya dengan nyata."
Catatan Tambahan
Diriwayatkan bahwa Nabi Ibrahim wafat pada usia 175 tahun. Nabi Ismail pada usia 137 tahun dan Nabi Ishaq pada usia 180 tahun.




Nabi Ishaq adalah putera nabi Ibrahim dari isterinya Sarah, sedang Nabi Ismail adalah puteranya dari Hajr, dayang yang diterimanya sebagai hadiah dari Raja Namrud.
Tentang Nabi Ishaq ini tidak dikisahkan dalan Al-Quran kecuali dalam beberapa ayat di antaranya adalah ayat 69 sehingga 74 dari surah Hud, seperti berikut:
” Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami {malaikat-malaikat} telah datang kepada Ibrahim membawa khabar gembira mereka mengucapkan “selamat”.Ibrahim menjawab: “Selamatlah” maka tidak lama kemudian Ibrahim menjamukan daging anak sapi yang dipanggang. 70. Mak tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. malaikat itu berkata ” Janagan kamu takut sesungguhnya kami adalah {malaikat-malaikat} yang diuts untuk kaum Luth.” 71. dan isterinya berdiri di sampingnya lalu di tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira akan {kelahiran} Ishaq dan sesudah Ishaq {lahir pula} Ya’qup. 72. Isterinya berkata ” sungguh menghairankan apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua dan suamiku pun dalam keadaan yang sudah tua juga? Sesungguhnya ini benar-benar sesuatu yang aneh. 73. Para malaikat itu berkata ” Apakah kamu merasa hairan tentang ketetapan Allah? { itu adalah} rahmat Allah dan keberkatan-Nya dicurahkan atas kamu hai ahlulbait! sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah. 74. Mak tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya dia pun bersoal jawab dengan {malaikat-malaikat} Kami tentang kaum Luth.” { Hud : 69 ~ 74 }Selain ayat-ayat yang tersebut di atas yang membawa berita akan lahirnya Nabi Ishaq drp kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia yang menurut sementara riwayat bahwa usianya pada waktu itu sudah mencapai sembilan puluh tahun, terdapat beberapa ayat yang menetapkan kenabiannya di antaranya ialah ayat 49 surah “Maryam” sebagai berikut:
” Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang meerka sembah selain Allah Kami anugerahkan kepadanya Ishaq dan Ya’qup. Dan masing-masingnya Kami angkat menjadi nabi.”
Dan ayat 112 dan 113 surah “Ash-Shaffaat” sebagai berikut :
” 112. Dan Kami dia khabar gembira dengan {kelahiran} Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang soleh. 113. Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishaq. Dan di antara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada {pula} yang zalim terhadap dirinya dengan nyata.”
Catatan Tambahan
Diriwayatkan bahwa Nabi Ibrahim wafat pada usia 175 tahun. Nabi Ismail pada usia 137 tahun dan Nabi Ishaq pada usia 180 tahun. Sekian dan Semoga Bermanfaat, salam dari Sang Pengembala, Tyas Haryadi.... ^_^

Kisah Nabi Ismail AS.

        Nabi Ismail adalah nabi yg mampu berbicara dg hewan, inilah kisah beliau bermula Sampai Nabi Ibrahim yang berhijrah meninggalkan Mesir bersama Sarah, isterinya dan Hajar, dayangnya di tempat tujuannya di Palestin. Ia telah membawa pindah juga semua binatang ternaknya dan harta miliknya yang telah diperolehinya sebagai hasil usaha niaganya di Mesir.
Al-Bukhari meriwayatkan daripada Ibnu Abbas r.a.berkata:
       Pertama-tama yang menggunakan setagi {setagen} ialah Hajar ibu Nabi Ismail tujuan untuk menyembunyikan kandungannya dari Siti Sarah yang telah lama berkumpul dengan Nabi Ibrahim a.s. tetapi belum juga hamil. tetapi walaubagaimana pun juga akhirnya terbukalah rahsia yang disembunyikan itu dengan lahirnya Nabi Ismail a.s. Dan sebagai lazimnya seorang isteri sebagai Siti Sarah merasa telah dikalahkan oleh Siti Hajar sebagai seorang dayangnya yang diberikan kepada Nabi Ibrahim a.s. Dan sejak itulah Siti Sarah merasakan bahawa Nabi Ibrahim a.s. lebih banyak mendekati Hajar karena merasa sgt gembira dengan puteranya yang tunggal dan pertama itu, hal ini yang menyebabkan permulaan ada keratakan dalam rumahtangga Nabi Ibrahim a.s. sehingga Siti Sarah merasa tidak tahan hati jika melihat Siti Hajar dan minta pada Nabi Ibrahim a.s. supaya menjauhkannya dari matanya dan menempatkannya di lain tempat.

Utk sesuatu hikmah yang belum diketahui dan disadari oleh Nabi Ibrahim Allah s.w.t. mewahyukan kepadanya agar keinginan dan permintaan Sarah isterinya dipenuhi dan dijauhkanlah Ismail bersama Hajar ibunya dan Sarah ke suatu tempat di mana yang ia akan tuju dan di mana Ismail puteranya bersama ibunya akan di tempatkan dan kepada siapa akan ditinggalkan.
Maka dengan tawakkal kepada Allah berangkatlah Nabi Ibrahim meninggalkan rumah membawa Hajar dan Ismail yang diboncengkan di atas untanya tanpa tempat tujuan yang tertentu. Ia hanya berserah diri kepada Allah yang akan memberi arah kepada binatang tunggangannya. Dan berjalanlah unta Nabi Ibrahim dengan tiga hamba Allah yang berada di atas punggungnya keluar kota masuk ke lautan pasir dan padang terbuka di mana terik matahari dengan pedihnya menyengat tubuh dan angin yang kencang menghembur-hamburkan debu-debu pasir.

Ismail dan Ibunya Hajar Ditingalkan di Makkah

Setelah berminggu-minggu berada dalam perjalanan jauh yang memenatkan tibalah pada akhirnya Nabi Ibrahim bersama Ismail dan ibunya di Makkah kota suci dimana Kaabah didirikan dan menjadi pujaan manusia dari seluruh dunia. di tempat di mana Masjidil Haram sekarang berada, berhentilah unta Nabi Ibrahim mengakhiri perjalanannya dan disitulah ia meninggalkan Hajar bersama puteranya dengan hanya dibekali dengan serantang bekal makanan dan minuman sedangkan keadaan sekitarnya tiada tumbuh-tumbuhan, tiada air mengalir, yang terlihat hanyalah batu dan pasir kering . Alangkah sedih dan cemasnya Hajar ketika akan ditinggalkan oleh Ibrahim seorang diri bersama dengan anaknya yang masih kecil di tempat yang sunyi senyap dari segala-galanya kecuali batu gunung dan pasir. Ia seraya merintih dan menangis, memegang kuat-kuat baju Nabi Ibrahim memohon belas kasihnya, janganlah ia ditinggalkan seorang diri di tempat yang kosong itu, tiada seorang manusia, tiada seekor binatang, tiada pohon dan tidak terlihat pula air mengalir, sedangkan ia masih menanggung beban mengasuh anak yang kecil yang masih menyusu. Nabi Ibrahim mendengar keluh kesah Hajar merasa tidak tergamak meninggalkannya seorang diri di tempat itu bersama puteranya yang sangat disayangi akan tetapi ia sedar bahwa apa yang dilakukan nya itu adalah kehendak Allah s.w.t. yang tentu mengandungi hikmat yang masih terselubung baginya dan ia sedar pula bahawa Allah akan melindungi Ismail dan ibunya dalam tempat pengasingan itu dan segala kesukaran dan penderitaan. Ia berkata kepada Hajar :

"Bertawakkallah kepada Allah yang telah menentukan kehendak-Nya, percayalah kepada kekuasaan-Nya dan rahmat-Nya. Dialah yang memerintah aku membawa kamu ke sini dan Dialah yang akan melindungi mu dan menyertaimu di tempat yang sunyi ini. Sesungguh kalau bukan perintah dan wahyunya, tidak sesekali aku tergamak meninggalkan kamu di sini seorang diri bersama puteraku yang sangat ku cintai ini. Percayalah wahai Hajar bahwa Allah Yang Maha Kuasa tidak akan melantarkan kamu berdua tanpa perlindungan-Nya. Rahmat dan barakah-Nya akan tetap turun di atas kamu untuk selamanya, insya-Allah."

Mendengar kata-kata Ibrahim itu segeralah Hajar melepaskan genggamannya pada baju Ibrahim dan dilepaskannyalah beliau menunggang untanya kembali ke Palestin dengan iringan air mata yang bercurahan membasahi tubuh Ismail yang sedang menetak. Sedang Nabi Ibrahim pun tidak dapat menahan air matanya keetika ia turun dari dataran tinggi meninggalkan Makkah menuju kembali ke Palestin di mana isterinya Sarah dengan puteranya yang kedua Ishak sedang menanti. Ia tidak henti-henti selama dalam perjalanan kembali memohon kepada Allah perlindungan, rahmat dan barakah serta kurniaan rezeki bagi putera dan ibunya yang ditinggalkan di tempat terasing itu. Ia berkata dalam doanya:" Wahai Tuhanku! Aku telah tempatkan puteraku dan anak-anak keturunannya di dekat rumah-Mu { Baitullahil Haram } di lembah yang sunyi dari tanaman dan manusia agar mrk mendirikan solat dan beribadat kepada-Mu. Jadikanlah hati sebahagian manusia cenderung kepada mrk dan berilah mrk rezeki dari buah-buahan yang lazat, mudah-mudahan mrk bersyukur kepada-Mu."

Mata Air Zamzam

Sepeninggal Nabi Ibrahim tinggallah Hajar dan puteranya di tempat yang terpencil dan sunyi itu. Ia harus menerima nasib yang telah ditakdirkan oleh Allah atas dirinya dengan kesabaran dan keyakinan penuh akan perlindungan-Nya. Bekalan makanan dan minuman yang dibawanya dalam perjalanan pada akhirnya habis dimakan selama beberapa hari sepeninggalan Nabi Ibrahim. Maka mulailah terasa oleh Hajar beratnya beban hidup yang harus ditanggungnya sendiri tanpa bantuan suaminya. Ia masih harus meneteki anaknya, namun air teteknya makin lama makin mengering disebabkan kekurangan makan .Anak yang tidak dapat minuman yang memuaskan dari tetek ibunya mulai menjadi cerewet dan tidak henti-hentinya menangis. Ibunya menjadi panik, bingung dan cemas mendengar tangisan anaknya yang sgt menyayat hati itu. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri serta lari ke sana ke sini mencari sesuap makanan atau seteguk air yang dpt meringankan kelaparannya dan meredakan tangisan anaknya, namun sia-sialah usahanya. Ia pergi berlari harwalah menuju bukit Shafa kalau-kalau ia boleh mendapatkan sesuatu yang dapat menolongnya tetapi hanya batu dan pasir yang didapatnya disitu, kemudian dari bukit Shafa ia melihat bayangan air yang mengalir di atas bukit Marwah dan larilah ia berharwahlah ke tempat itu namun ternyata bahawa yang disangkanya air adalha fatamorangana {bayangan} belaka dan kembalilah ke bukit Shafa karena mendengar seakan-akan ada suara yang memanggilnya tetapi gagal dan melesetlah dugaannya. Demikianlah maka karena dorongan hajat hidupnya dan hidup anaknya yang sangat disayangi, Hajar mundar-mundir berlari sampai tujuh kali antara bukit Shafa dan Marwah yang pada akhirnya ia duduk termenung merasa penat dan hampir berputus asa.

Diriwayatkan bahawa selagi Hajar berada dalam keadaan tidak berdaya dan hampir berputus asa kecuali dari rahmat Allah dan pertolongan-Nya datanglah kepadanya malaikat Jibril bertanya:" Siapakah sebenarnya engkau ini?" " Aku adalah hamba sahaya Ibrahim". Jawab Hajar." Kepada siapa engkau dititipkan di sini?"tanya Jibril." Hanya kepad Allah",
jawab Hajar.Lalu berkata Jibril:" Jika demikian, maka engkau telah dititipkan kepada Dzat Yang Maha Pemurah Lagi Maha Pengasih, yang akan melindungimu, mencukupi keperluan hidupmu dan tidak akan mensia-siakan kepercayaan ayah puteramu kepada-Nya."

Kemudian diajaklah Hajar mengikuti-nya pergi ke suatu tempat di mana Jibril menginjakkan telapak kakinya kuat-kuat di atas tanah dan segeralah memancur dari bekas telapak kaki itu air yang jernih dengan kuasa Allah .Itulah dia mata air Zamzam yang sehingga kini dianggap keramat oleh jemaah haji, berdesakan sekelilingnya bagi mendapatkan setitik atau seteguk air daripadanya dan kerana sejarahnya mata air itu disebut orang " Injakan Jibril ".
Alngkah gembiranya dan lega dada Hajar melihat air yang mancur itu. Segera ia membasahi bibir puteranya dengan air keramat itu dan segera pula terlihat wajah puteranya segar kembali, demikian pula wajah si ibu yang merasa sgt bahagia dengan datangnya mukjizat dari sisi Tuhan yang mengembalikan kesegaran hidup kepadanya dan kepada puteranya sesudah dibayang-bayangi oleh bayangan mati kelaparan yang mencekam dada.

Mancurnya air Zamzam telah menarik burung-burung berterbangan mengelilingi daerah itu menarik pula perhatian sekelompok bangsa Arab dari suku Jurhum yang merantau dan sedang berkhemah di sekitar Makkah. Mereka mengetahui dari pengalaman bahwa di mana ada terlihat burung di udara, nescaya dibawanya terdapat air, maka diutuslah oleh mrk beberapa orang untuk memeriksa kebenaran teori ini. Para pemeriksa itu pergi mengunjungi daerah di mana Hajar berada, kemudian kembali membawa berita gembira kepada kaumnya tentang mata air Zamzam dan keadaan Hajar bersama puteranya. Segera sekelompok suku Jurhum itu memindahkan perkhemahannya ke tempat sekitar Zamzam ,dimana kedatangan mrk disambut dengan gembira oleh Hajar karena adanya sekelompok suku Jurhum di sekitarnya, ia memperolehi jiran-jiran yang akan menghilangkan kesunyian dan kesepian yang selama ini dirasakan di dalam hidupnya berduaan dengan puteranya saja.

Hajar bersyukur kepada Allah yang dengan rahmatnya telah membuka hati orang-orang itu cenderung datang meramaikan dan memecahkan kesunyian lembah di mana ia ditinggalkan sendirian oleh Ibrahim.



Nabi Ismail Sebagai Qurban

Nabi Ibrahim dari masa ke semasa pergi ke Makkah untuk mengunjungi dan menjenguk Ismail di tempat pengasingannya bagi menghilangkan rasa rindu hatinya kepada puteranya yang ia sayangi serta menenangkan hatinya yang selalu rungsing bila mengenangkan keadaan puteranya bersama ibunya yang ditinggalkan di tempat yang tandus, jauh dari masyarakat kota dan pengaulan umum.
Sewaktu Nabi Ismail mencapai usia remajanya Nabi Ibrahim a.s. mendapat mimpi bahwa ia harus menyembelih Ismail puteranya. Dan mimpi seorang nabi adalah salah satu dari cara-cara turunnya wahyu Allah , maka perintah yang diterimanya dalam mimpi itu harus dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim. Ia duduk sejurus termenung memikirkan ujian yang maha berat yang ia hadapi. Sebagai seorang ayah yang dikurniai seorang putera yang sejak puluhan tahun diharap-harapkan dan didambakan ,seorang putera yang telah mencapai usia di mana jasa-jasanya sudah dapat dimanfaatkan oleh si ayah , seorang putera yang diharapkan menjadi pewarisnya dan penyampung kelangsungan keturunannya, tiba-tiba harus dijadikan qurban dan harus direnggut nyawa oelh tangan si ayah sendiri.

Namun ia sebagai seorang Nabi, pesuruh Allah dan pembawa agama yang seharusnya menjadi contoh dan teladan bagi para pengikutnya dalam bertaat kepada Allah ,menjalankan segala perintah-Nya dan menempatkan cintanya kepada Allah di atas cintanya kepada anak, isteri, harta benda dan lain-lain. Ia harus melaksanakan perintah Allah yang diwahyukan melalui mimpinya, apa pun yang akan terjadi sebagai akibat pelaksanaan perintah itu.
Sungguh amat berat ujian yang dihadapi oleh Nabi Ibrahim, namun sesuai dengan firman Allah yang bermaksud:" Allah lebih mengetahui di mana dan kepada siapa Dia mengamanatkan risalahnya." Nabi Ibrahim tidak membuang masa lagi, berazam {niat} tetap akan menyembelih Nabi Ismail puteranya sebagai qurban sesuai dengan perintah Allah yang telah diterimanya.Dan berangkatlah serta merta Nabi Ibrahim menuju ke Makkah untuk menemui dan menyampaikan kepada puteranya apa yang Allah perintahkan.

Nabi Ismail sebagai anak yang soleh yang sgt taat kepada Allah dan bakti kepada orang tuanya, ketika diberitahu oleh ayahnya maksud kedatangannya kali ini tanpa ragu-ragu dan berfikir panjang berkata kepada ayahnya:" Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepadamu. Engkau akan menemuiku insya-Allah sebagai seorang yang sabar dan patuh kepada perintah. Aku hanya meminta dalam melaksanakan perintah Allah itu , agar ayah mengikatku kuat-kuat supaya aku tidak banyak bergerak sehingga menyusahkan ayah, kedua agar menanggalkan pakaianku supaya tidak terkena darah yang akan menyebabkan berkurangnya pahalaku dan terharunya ibuku bila melihatnya, ketiga tajamkanlah parangmu dan percepatkanlah perlaksanaan penyembelihan agar menringankan penderitaan dan rasa pedihku, keempat dan yang terakhir sampaikanlah salamku kepada ibuku berikanlah kepadanya pakaian ku ini untuk menjadi penghiburnya dalam kesedihan dan tanda mata serta kenang-kenangan baginya dari putera tunggalnya."Kemudian dipeluknyalah Ismail dan dicium pipinya oleh Nabi Ibrahim seraya berkata:" Bahagialah aku mempunyai seorang putera yang taat kepada Allah, bakti kepada orang tua yang dengan ikhlas hati menyerahkan dirinya untuk melaksanakan perintah Allah."

Saat penyembelihan yang mengerikan telah tiba. Diikatlah kedua tangan dan kaki Ismail, dibaringkanlah ia di atas lantai, lalu diambillah parang tajam yang sudah tersedia dan sambil memegang parang di tangannya, kedua mata nabi Ibrahim yang tergenang air berpindah memandang dari wajah puteranya ke parang yang mengilap di tangannya, seakan-akan pada masa itu hati beliau menjadi tempat pertarungan antara perasaan seorang ayah di satu pihak dan kewajiban seorang rasul di satu pihak yang lain. Pada akhirnya dengan memejamkan matanya, parang diletakkan pada leher Nabi Ismail dan penyembelihan di lakukan . Akan tetapi apa daya, parang yang sudah demikian tajamnya itu ternyata menjadi tumpul dileher Nabi Ismail dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan sebagaimana diharapkan.

Kejadian tersebut merupakan suatu mukjizat dari Allah yang menegaskan bahwa perintah pergorbanan Ismail itu hanya suatu ujian bagi Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sampai sejauh mana cinta dan taat mereka kepada Allah. Ternyata keduanya telah lulus dalam ujian yang sangat berat itu. Nabi Ibrahim telah menunjukkan kesetiaan yang tulus dengan pergorbanan puteranya. untuk berbakti melaksanakan perintah Allah sedangkan Nabi Ismail tidak sedikit pun ragu atau bimbang dalam memperagakan kebaktiannya kepada Allah dan kepada orang tuanya dengan menyerahkan jiwa raganya untuk dikorbankan, sampai-sampai terjadi seketika merasa bahwa parang itu tidak lut memotong lehernya, berkatalah ia kepada ayahnya:" Wahai ayahku! Rupa-rupanya engkau tidak sampai hati memotong leherku karena melihat wajahku, cubalah telangkupkan aku dan laksanakanlah tugasmu tanpa melihat wajahku."Akan tetapi parang itu tetap tidak berdaya mengeluarkan setitik darah pun dari daging Ismail walau ia telah ditelangkupkan dan dicuba memotong lehernya dari belakang.

Dalam keadaan bingung dan sedih hati, karena gagal dalam usahanya menyembelih puteranya, datanglah kepada Nabi Ibrahim wahyu Allah dengan firmannya:" Wahai Ibrahim! Engkau telah berhasil melaksanakan mimpimu, demikianlah Kami akan membalas orang-orang yang berbuat kebajikkan ."Kemudian sebagai tebusan ganti nyawa Ismail telah diselamatkan itu, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim menyembelih seekor kambing yang telah tersedia di sampingnya dan segera dipotong leher kambing itu oleh beliau dengan parang yang tumpul di leher puteranya Ismail itu. Dan inilah asal permulaan sunnah berqurban yang dilakukan oleh umat Islam pada tiap hari raya Aidiladha di seluruh pelosok dunia. Salam dari Sang Pengembala, Tyas Haryadi... semoga bermanfaat... ^_^
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com