22 Sep 2010

Suara hati untuk ibu

Postingan saya selama ini adalah 100% made in tyas haryadi, dari diri ini sendiri. Tetapi kali ini saya ingin menepati janji saya kepada teman yang ingin mencurahkan isi hatinya, agar malaikat munkar nakir tidak menghukum saya dengan hutang ini, supaya para ibu dan calon ibu juga berbangga dengan anak-anaknya. Dunia ini penuh warna, dengan banyak perspektif, yang dihiasi corak-corak kehidupan dan ketegaran pendirian tiap-tiap orang. Semoga bermanfaat untuk kita semua, bangsa, negara, agama, dan para ibu (termasuk calon ibu juga).
“Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum’

Ibu,...
Aku bingung harus menulis apa. Aku bingung harus memulainya dari mana. Bahkan aku bingung, apa yang harus aku tuliskan di lembaran putih ini tentangmu. yang aku tau, sejak beberapa hari ini hatiku tidak tenang. Hatiku ibu. . .Hati anakmu.
Aku seperti berada di depanmu saat ini .Seperti berada di depan bidadari yang parasnya begitu indah. Yang wajahnya begitu bersih sebersih qalbunya. Yang nafasnya begitu harum seharum tutur katanya. Yang hatinya suci se suci ruh yang baru bersatu dengan raga.
Wahai ibuku yang dengan menyebut namamu saja air mata ini dapat mengalir, yang dengan mengingatmu saja dapat meluluhlantahkan hatiku, yang dengan mengenangmu saja hati ini hangus terbakar api rindu, saat ini aku benar-benar kalut ibu... Entah kalut karena sebab apa.

Air mataku seperti ingin keluar saat ku dapati aku sedang berjalan sendiri di tengah keramaian. Aku seperti kunang-kunang yang kehilangan arah, yang terpisah dengan kawan-kawannya.Yang cahayanya mulai redup ditelan gelap malam. Wahai ibuku... taukah kau betapa saat ini aku sangat merindukanmu? Kadang aq bertanya-tanya, kapan Tuhan akan memanggilku? Mempertemukanku denganmu. Membiarkanku melepas rindu denganmu. Ibu...katakanlah padaku apa sebenarnya arti sebuah rasa rindu. Jelaskan mengapa rindu itu begitu menyiksa? mengapa rindu itu begitu menyakitkan? bukankah rindu itu anugrah Allah yang dapat membuat siapapun yang merasakannya menjadi damai dan tenteram jiwanya? mengapa justru sebaliknya yang aku rasakan? sakit ibu...sungguh sangat sakit. Mungkin karena orang yang menjadi sumber rasa rinduku ini tak lagi berada di dunia yang sama denganku. Sehingga dengan demikian aku menjadi sadar bahwa rindu ini tak akan pernah terobati.bahwa rindu ini hanya akan berakhir menjadi sebuah rindu yang sia-sia.

Dan taukah kau ibu...siapa orang yang telah membuatku rindu seperti ini? Tentu,dia tak lain dan tak bukan adalah dirimu...Ibuku. . .Ibu yang di mataku adalah sungai yang mengalirkan air yang jernih dan suci. Embun pagi yang selalu menyejukkan qalbuku yang dahaga dengan kasih sayang. Cahaya bagi setiap malam yang tercekam gelap tanpa bulan dan bintang.Lebih dari itu,kau adalah pembawa surga illahi. Kau yang mempertaruhkan seluruh hidup dan matimu hanya untuk melahirkanku. Memberikanku kesempatan untuk menghirup udara dunia dengan kasihmu. Kau yang merelakan sisa hidupmu demi membesarkanku. Membentangkan harapan terbesarmu demi melihatku tumbuh menjadi anak yang shalehah di bawah bimbinganmu. Kau yang tak sedikitpun mengharap balasan atas semua pengorbananmu. Karena bahagiaku,akhlaqul karimahku,dan kebersihan qalbuku yang selalu terjaga adalah balasan yg paling kau tunggu. Yang selalu kau selipkan di setiap doa pengharapanmu pada-NYA. Yang selalu kau sertakan dalam
setiap munajatmu pada-NYA. Dan yang tanpa lelah selalu kau kirimkan melalui tasbih-tasbih cintamu ke langit ketujuh.Kepada-NYA...Kepada Allah Swt.

Itulah dirimu di depanku duhai bundaku...
Itulah dirimu di mataku.
Maka benarlah bahwa kau adalah pembawa surga bagiku. Surgaku berada di bawah telapak kakimu. di bawah restumu,di bawah ridhomu, dibawah ampunanmu, di bawah bahagiamu, di bawah kasih dan sayangmu. Membuatmu tersenyum bahagia berarti mendapati kunci surga melalui dunia. Membuatmu kecewa hanya dengan kata ah saja berarti telah memilih hidup selamanya di bawah kobaran api neraka.
Subhanallah...
Seperti itulah dirimu duhai bundaku.
Tingginya kedudukanmu melebihi dewi-dewi dan bidadari. Ketulusan hatimu, ketabahan, dan keikhlasan hati yg kau punya,...allahu akbar..melebihi seluruh kekayaan di jagad raya yang sering kali menyilaukan. Dan taukah kau duhai bundaku,..betapa bahagianya aku menjadi anakmu. Putri yang lahir dari rahim sucimu. Yang terbentuk dari darah dan dagingmu. Dibesarkan oleh kedua tanganmu. Aku rindu padamu ibu...
Rindu...sekali.
Waalaikumsalam”

2 comments:

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com