3 Jun 2014

Setelah Lulus Kuliah...

mau dibawa kemana? 
Bismillahirrohmanirrohim, selamat siang menjelang sore saudara sekakek Adam alaihisalam, dan senenek Siti Hawa. Alhamdulilllah bisa ngeblog lagi, setelah sekian lama mandul, tak mencetak tulisan lagi di blog ini, terakhir kapan ya? hehe | Kali ini hanya ingin berbagi sedikit tentang setelah lulus kuliah, #MauDibawaKemana, begitu hastag yg ada di FB adik tingkat, sebut saja 'kumbang', berserta link yg dia bagikan. Ah, siapapun pasti mengalami hal serupa, tanya saja ibu bapak kita, walau tidak kuliah, tp lulus sekolah juga mengalami hal yang sama. Setelah lulus mau kemana, dan kali ini agak-agak spesifik ke kuliah, yg belum kuliah biar tahu, yg sedang mengalami bisa jadi referensi, yg sudah mengalami itung-itung nostalgia. :)


Ok, kita mulai bahas dari bab pertama, pendahuluan, dahulunya masalah ini tentu tidak muncul, bilamana 'kumbang' tidak kuliah, betul bukan? Atau dia memilih tindakan super, untuk kuliah tp tidak usah lulus, jadi tidak bergelar sarjana, cukup MA (Mahasiswa abadi) atau DO (Drop out). Jadi masalah utamanya, "mau kemana setelah ini?" sebatas itu saja, tujuannya, agar tahu mahu kemana setelah itu. Manfaatnya nanti apa? Agar tidak galau, bingung, linglung, dan akhirnya sepatu dijadikan kalung (stress keterlaluan). Karena aku dulu pernah kuliah dijurusan Teknik Informatika (walau aku lebih suka sebut jurusan sastra sih, bagiku TI itu adalah sastra *ngepalin tangan), akan ku bahas dengan metode decision tree. Yang bukan anak TI coba searching dulu, yg anak TI, tp KW sekian, boleh searching juga (bisa nyoba juga search engine iseng2 ~> bismillah.co.id), lha wong aku juga barusan searching dulu (memastikan). :D

Bab kedua, meninjau dari pustaka, bahwa decision tree adalah model prediksi menggunakan struktur pohon atau struktur berhirarki. MANFAAT UTAMA dari penggunaan decision tree adalah kemampuannya untuk mem-break down proses pengambilan KEPUTUSAN YANG KOMPLEKS MENJADI LEBIH SIMPLE, SEHINGGA pengambilan keputusan akan LEBIH MENGINTERPRETASIKAN SOLUSI dari permasalahan. Buatlah lebih sederhana saja kawan, misal, sebagai analisa & perancangan, bab tiga ini, setelah lulus ada beberapa pilihan : 1. Melanjutkan studi, 2. Kerja. Lalu ada pertanyaan "Nanti kalau ambil S2 bayarnya mahal, kampus mana yg mau menerima jurusan dengan akreditasi pas-pasan, misal kerja aku mau kerja dimana, buka usaha juga belum punya modal?". Nah, belum-belum sudah tak membuat simpel, semakin membuat kompleks saja itu namanya. Kalau ingin belajar usaha, mungkin bisa baca artikelku yang ini ~> ajakan menjadi pengusaha.

Tanyakan hati (ini juga tentang kejujuran pada hati sendiri, baca ~> jujur itu mujur, luhur & derajatnya takan luntur), mau pilih 1 atau 2, ada yang mau dua-duanya, boleh, tp ingat hanya ada 1 prioritas, simple. Karena belum punya calon istri/suami akhirnya pilih no 1, jangan berpikir biaya kampus dan lain-lain, pikirkan dulu MELANJUTKAN STUDI, lalu cari solusi selanjutnya, barangkali S2 adalah jalan menemukan jodoh juga, simple. Atau sudah bosan kuliah, mau dapat uang, terlebih sudah siap untuk melamar gadis sholiha, akhirnya pilih no 2. Jangan pikirkan mau kerja apa, dimana, gaji berapa, atau enakan buka usaha, modal dari mana, brand nya apa, fokuslah pada KERJA, simple. Dan masalah anda setelah lulus kuliah mau kemana terjawab, OK FIKS. Sebenarnya sampai sini sudah menjawab pertanyaan diatas, kan batasannya hanya sampai mau kemana setelah lulus bukan? Nah, sudah terjawab. hehehe

Untuk selanjutnya silakan dipilih lagi, fokus, misal kerja, 1. Jadi karyawan, 2. Jadi pengusaha, fokus pada pilihan ini dulu. Lanjut, misal karyawan, 1. Swasta, 2. Pemerintah, jangan dimana atau kemana, pilih dahulu ini. Lalu fiks, kerja, karyawan, pemerintah, BUMN, BNI, Manager IT, daftar, terjawab, tak sulit bukan? Kita terbiasa membombardir semua masalah, selesaikan dahulu satu-satu, simpel. Ada pepatah mengatakan seribu langkah itu selalu dimulai dari langkah pertama, seperti seribu masalah itu dimulai selesaikan dengan membereskan masalah pertama. Itulah yang harus dipelajari banyak siswa, mahasiswa, para sarjana, utamanya aku. Belajar simpel, sederhana, dalam hidup, dalam bertindak, termasuk dalam berpikir, juga menyelesaikan masalah. Sederhana pulalah yang dicontohkan baginda Nabi Muhammad SAW, yang selalu dicinta umat islam di dunia.

Tapi ingat, terutama yg muslim, setelah lulus kuliah atau sekolah, mau jadi apapun, dibawa kemanapun, sampai kapanpun, SELALULAH DIJALAN ALLAH, DENGAN MENCONTOH SEBAIK2 TAULADAN YAITU ROSULULLAH. Jika kita melakukan segala sesuatu karena kerja, jd karyawan, BUMN, BNI, Manager IT, hanya sebatas itu yg kita dapat, tp jika kita melakukan segala sesuatu krn Allah atas contoh Rosulullah, maka Allah dan Rosul Nya yg kita dapat, bonusnya dunia beserta isinya, insyaAllah. Silakan dicoba sendiri, biar bisa tahu hasilnya sendiri, dan membuat pembahasan sendiri, dari Tyas Haryadi Sang Penggembala, alhamdulillah.... ^_^

11 Jan 2014

Pantun Rindu

Ilustrasi gambar untuk pantun Rindu
       Bismillahirrohmanirrohim, sabtu ini saya baru ngetik pertama 'damel' blog, setelah sekian lama copas dari fanspage fb (jangan lupa dilike)hehe. Nah, sekarang lagi-lagi mau berbagi pantun, judulnya pantun rindu. Kemarin sudah bikin pantun cinta (langsung baca), pantun senyum (ini yg sampai 1rb lebih pembacanya), salam pagi (lumayan yg baca), senyum hati dan cinta (minim pembaca), alhamdulillah. Sekarang? pantun rindu, selamat membaca.... ^_^ 

Ujung sungai air payau, sampai kelaut warnanya biru, 
jikalau hati gundah gulana galau, mungkin itu adalah rindu.

Bicara kotor dibilang saru, bicara bersih dibilang sok suci, 
hati-hati dengan kata rindu, terkadang itu berawal dari benci.

Tyas haryadi asli Magetan, lahir disebuah dusun namanya kambingan, 
jika kau selalu menyebut Tuhan, hakikinya Dia sumber kerinduan.

Hujan turun dimalam hari, terasa dingin diesok pagi, 
obat rindu bukan dicari, tapi bagaimana kita berjumpa lagi.

melihat warna kelabu di pematang sawah, menyuruhnya pergi seakan sakti, 
merasa rindu ibu serta ayah, berjumpa kembali untuk berbakti.

Dik Reni kucingnya tadi pagi mati, dia menangis karena haru, 
jika cinta bahan bakunya hati, maka resep rahasianya adalah rindu.

Jangan suka bekata bodoh, kata ibu itu adalah doa, 
jikalau kau rindu tentang jodoh, jangan khawatir akupun juga.

Di sebuah negara ada seorang ratu, hidup bahagia dengan sang raja, 
apapun itu yang kita rindu, semua cukup karena Allah saja. 

        Alhamdulillah, 'pungkasan' (selesai), semoga bermanfaat ya. Sedikit curcol tidak masalah, yang penting berkah untuk semua. Aku tresno marang sliramu sedoyo dulur, amargo Gusti Ingkang Andamel Gesang.... ^_^

31 Dec 2013

Subhanallah, nggak ikut ah

Kerusakan ini, jangan dijaga.
       Kebejatan pemimpin negeri ini berbanding lurus kok dg kebejatan rakyatnya (aku jg rakyat), kalau kita masih mengaku rakyat, jujur saja dah dg hati. Masihkah menolak suap 1juta untuk memilih seseorang calon pemimpin? Adapula yg diterima duitnya, milih lain, ini lebih parah! yang keren, mau sedikit atau banyak, mau dari siapapun, tolak! 
       SIAP-SIAPLAH UNTUK HANCUR JIKA RELA MEMILIH PEMIMPIN KARENA UANG YANG DIBERIKAN PADAMU, SIAP-SIAPLAH MENDERITA DUNIA AKHIRAT KALAU BAJINGAN BERDUIT LEBIH DIPILIH DARIPADA ALIM KERE. 
        Sekarang bajingan berduit jg bnyk mengubah diri jd Alim, krn duitnya, sementara Alim kere tetap dilihat KEREnya. Juga, karena seorganisasi, sedaerah, saudara, sealiran, mau bejatpun masih dipilih. Sementara yg lebih amanah beda timbola kesayangan juga ditolak mentah2. Negeri ini mau rakyatnya, mau pemimpinnya, masih cocok kok di playgrup, berantem krn hal2 kecil, disuap permen mau saja nampar temannya! 
       JANGAN PERNAH HARAP BISA JD MACAN ASIA, JD BANGSA YG LEBIH DEWASA SAJA SUSAH, PLAYGRUP. YANG BELAJAR DEWASA MALAH DIKETAWAIN, YANG NGAJAK DEWASA MALAH SAMA2 DI 'ceditti'.... Ampuni kami ya Rabb, jadikan orang2 amanah jd pemimpin kami selanjutnya, yg Alim, mengajak kami sukses dunia akhirat, bkn bajingan. aamiin, alfatihah Tyas Haryadi #SangPenggembala :)

Tyas sok sibuk aja kok!

Kesibukan? Bukan, aku hanya sok sibuk saudara.
#NamparDiri 
       Sering ditanya oleh teman/saudara "kamu sibuk banget ya kayaknya?", aku jawab "hehe, ah sok sibuk saja itu." Mungkin banyak yang kurang paham maksudnya, apa mungkin tyas cuma sok kelihatan sibuk saja? Sok banyak kegiatan, biar dibilang sibuk? 
       Sebenarnya waktu aku bilang "ah sok sibuk saja" ini tengah ngomong sama hati sendiri, nampar diri sendiri. Aku mau bilang kediriku sendiri, aku tengah tidak sibuk. Pun aku bilang ke diri sendiri "tyas, kamu jangan sibuk dengan dunia, sibukin akhiratmu, duniapun jg untuk akhiratmu." *sambil nampar muka sendiri 
       Kesibukan yang dimaksud banyak orang adalah sibuk dalam kegiatan dunia, walaupun aku berusaha niatkan untuk ibadah, tetap saja terbawa nafsu dapat dunia lebih. Biar setiap waktunya aku selalu meniatkan untuk melakukan aktifitas dunia untuk akhirat. Bukan untuk dapat duit, dapat tenar, dapat megah, junjungan, tapi bisa manfaat lebih untuk semuanya. 
       Aku sekarang dititipi usaha di CV. CMS (Cah Magetan Studio), CMD (Cah Magetan Distro), alhamdulillah hanya punya investasi sedikit & tak ikut ngurus. CML (Cah Magetan Library) masih hibernasi, Komunitas Linux Magetan hanya mendampingi. Masih mau nulis buku, tapi belum-belum kelar, alhamdulillah. Jadi tyas sibuk banget ya? | ah, sok sibuk aja.   
       Semoga kita nggak sibuk mengejar-ngejar dunia, jangan jadikan dunia di hati kami, buat dunia di tangan kami. Biarkan hati kami tetap mengejar akhirat, mengejar ridho Mu, jadikan kami makin bermanfaat bagi seluruh alam. alfatihah

Wira muslim

Ilustrasi menuju jalan menjadi wirausaha
#WiraMuslim 
       Akhir pekan, kata beberapa orang, tapi ini awal pekan untuk saya dan usaha, karena liburnya hari jumat... Mau membahas sedikit tentang Rasulullah sebagai pedagang, beruntung benar saya pernah diberi amanah di Masjid Al-hasan, Jl. Sasando no 185 Malang, masjid sebelah rumah Abah (Imam Suprayogo, mantan Rektor UIN Maliki Malang). 
       Waktu bulan puasa lalu, hampir tiap hari denger ceramah beliau, yang terus baru, salah satunya, tentang Rasulullah sebagai seorang pedagang. Rasulullah adalah seorang pedagang yang jujur, buruk dibilang buruk dengan harga murahnya, baik juga dibilang baik dengan harga mahalnya, harga 'kulakan' (apa bahasa bakunya?), keuntungan, tempat beli barang untuk dijual lagi, kalau ada yang tanya, pasti diberi tahu. 
       Yang membuat saya selalu ingat, adalah ketika beliau jualan barang sudah laku hari ini 9 buah, lalu ada pembeli ke-10 datang, ingin membeli. Beliau malah bilang, silakan beli disebelah, barangnya sama (kualitas), harga juga sama, tapi saya sudah laku 9 dari pagi, sebelah belum satupun. Subhanallah, beliau dagang bukan untuk sukses sendiri, tapi untuk sukses bersama, keinginan berbagi yg sungguh tinggi. 
       Lalu saya berkesimpulan, jangan pernah ragu untuk menyukseskan orang lain walau kita sendiri belum sukses (dalam hal harta). Jangan pernah ragu menyukseskan bisnis orang lain, walau bisnis kita juga belum laris2 amat, jangan ragu. Yakinlah, suksesin orang lain, dan biarkan Allah yang nyuksesin kita serta usaha kita, ini janji Allah, pasti ditepati. 
       Maksudnya juga tidak meninggalkan usaha sendiri, tetap usaha (yang wajar), jangan terlalu ngebut, sampai lupa teman, lupa keluarga, lupa Allah. Sambil promoin usaha orang lain juga, jangan mau kaya sendiri, semua untung mau diembat sendiri, itu nafsu dari setan, bukan dari hati. Ya Allah, suksesin kami, suksesin usaha kami, sukses dunia & akhiratnya, semoga bisa jadi syiar agama Mu pula. jadikan kerja kami, bisnis kami sebagai media untuk semakin dekat pada Mu, semakin bermanfaat bagi umat manusia, makin bersaudara. dan kalaupun kami mati dalam kerja ini atau bisnis ini, matikan kami dalam keadaan khusnul khotimah, aamiin, Alfatihah.... Sekian, semoga bermanfaat, dari saya Tyas Haryadi, #SangPenggembala
         Oya, sekalian promo usaha teman-temanku, ada www.ongistravel.com (spesialis travel paket wisata Malang & Jatim), ada www.traveljuandamalang.com & www.nahwa.co.id (spesialis travel Malang Juanda PP), ada Donat Bakar Ngawi, jejaring sosial www.kwikku.com, dan masih banyak lagi. Ini dahulu saja :D

Ngimpi siang bolong!

Mimpi, Siang Bolong
       Dukuh Kambingan, Kab.Magetan, 28 Ramadhan 1434H (6/8/'13)... Saya barusan mimpi, kelak Magetan ini akan benar-benar 'ngumandang' (menggelora namax), bukan karena wisata, bukan karena ekonomi, pendidikan, budaya, apalagi politik serta dunia teknologinya. 
       Saya bermimpi Magetan 'ngumandang' karena agamanya, karena gereja-gereja, wihara, pura, kelenteng dimakmurkan oleh umatnya, karena masjid-masjid & musholla-musholla makmur, diramaikan oleh umat muslim seluruh Magetan. Dan karena umat beragama di Magetan begitu menikmati waktu-waktu mereka beribadah, semuanya menjadi berimbang, "balance" kata guru kesenian SMP saya dulu. 
       Wisata Magetan tak se'wah' Hawai, tp sejajar Bali, ekonomi bukan tandingan Jakarta, tp 11 12 dengan Surabaya, pendidikan jg bukan tandingan Malang + Jogjakarta, cukup mengutit di no 3 setelah mereka, dalam hal budaya Jawa pusatnya kan Kasunanan dan Kasultanan, Magetan mengembangkan jd yang selanjutnya, begitu pula halnya dalam politik, olahraga, pangan, teknologi dan lain-lainnya. 
       Eh, ternyata saya belum tidur sejak tadi pagi, belum tidur siang. Semua ini adalah impian saya ketika menjadi Bupati Magetan nantinya, aamiin. Apakah saya mendikte Allah? Bagi saya ini adalah do'a, permintaan, dan tiada doa hamba kepada Tuhannya kecuali do'a itu dikabulkan. Seperti itu pula akan saya jaga mimpi2 anak2 Magetan, seluruh Indonesia, seluruh Negeri ini. 
       Anak tukang parkir punya cita-cita jadi dokter? Pasti bisa! Anak jual sayur omset 30rb sehari mau jadi DPR? Pasti bisa! Anak kuli bangunan mau jadi Jendral? Pasti bisa! Anak pemulung mau jadi pengusaha besar? Pasti bisa! Anak montir mau jadi presiden (ini saya)? Pasti bisa! ada Allah, jgn berharap pada pemimpin, apalagi waktu sy kelak jd Bupati atau Presiden, tempat berharap cuma Allah, lewat motivasi & kebijakan pemimpin, itu bisa jadi. Saya cuma manusia hina yang disembunyikan aib-aibnya oleh Allah. 
       Ngabdi ke Magetan tidak harus di pemerintahan, tp di pemerintahanlah yang paling tepat. "Dari, oleh, untuk rakyat", masih ingat selogan ini? Itulah seharusnya pemerintah, khalifah. Saya belum yakin bisa seperti ini, tp saya akan berusaha semaksimalnya, seperti bersama keluarga, karena kalian semua keluarga saya. Terkadang saya pasti memerah, berang, itu khilaf, dan karena rasa cinta saya yang terlalu berlebih pada kalian. Bermimpilah, karena mimpi adalah doa, karena yg gratis di hidup salah satunya adalah mimpi. Doaku, dan doa kita bersama, semoga impian mulia kita selalu dikabulkan Allah, hanya Allah tempat kita menyembah dan memohon pertolongan. dari #?SangPenggembala , Tyas Haryadi ^_^
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com