6 Jul 2013

Kisah Romantis dimasa Senja

Ilustrasi, kakek dan nenek yang romantis
       Jaswadi dan Kiar, inilah salah satu pasangan yang masih romantis diwaktu usia senja dan penyakit mulai mengrogoti fisiknya. Jaswadi yang usianya lebih 80 tahun, dan Kiar kurang lebih 70tahun, mereka berdua sudah dikaruniai 9 cucu dan 4 cicit. 
        Di usia yang sudah renta ini, Jaswadi mengalami sakit di bagian kakinya. Jika untuk jalan tidak terlalu kuat, dan sekujur badannya sering mengalami pegal-pegal. Tetapi, dengan sabar Kiar selalu merawat Jaswadi, "yo iku bekti marang bojo!" itulah ucapan yang sering keluar dari bibir keriput Kiar. 
       Jika pada usia sekian, untuk tidur seranjang kebanyakan banyak pasangan tidak mau, lain halnya dengan mereka. Mereka masih tidur seranjang, kalau urusan jima' atau tidak itu belakang, tapi seranjangnya ini lo. Terlebih dibeberapa momen, mereka masih sempat saling bergurau, canda-candaan, layaknya ABG yang baru jatuh cinta, sambil mengingat masa keluarga muda mereka. 
      Suap-suapan? Cium-ciuman? Hal-hal sederhana ini masih sering dilakukan keduanya, bahkan didepan anak, cucu dan cicit. "Ngene iki jenenge muruki sayang marang keluarga!" jelas Kiar tanpa diminatai penjelasan. Jalan berdua sambil berpegangan tangan jg terkadang menjadi momen indah dari kedua pasangan senja ini. Lalu apa rahasia mereka bisa semesra itu sampai usia senja? 
       Keduanya hanya mengenal setelah menikah, zaman dahulu tidak ada istilah pacaran, yang lebih menjurus pada zina. Keduanya dijodohkan oleh orangtua, dengan jarak umur 10 tahunan. Bahkan Kiar bercerita, dahulunya dia belum tahu siapa Jaswadi dan belum paham apa maksudnya menikah itu. Ketika disuruh tidur bersama Jaswadipun, waktu itu Kiar memilih tidur dengan ibunya. 
       Hubungan yg dimulai dengan dosa2 akan menyebabkan hubungan itu tidak berkah selanjutnya. Bagaimana bisa laki-laki terhormat datang pada wanita terhormat, tapi tidak dengan cara terhormat? gerakan non pacaran itu keren, karena Rasul sudah mengajarkan, hidbah, ta'aruf, lalu nikahi. Pacaran bukanlah budaya kita, budaya kita itu dijodohkan, itu budaya kulon (barat). Kalau ajaran agama kita yg diatas tadi itu. 
       Emang tidak ingin punya pasangan yg harmonis sampai aki-aki dan nini-nini? Kalau punya pacar, lalu terlanjur cinta, putusi hari ini, nikahi besok pagi. Yang ngempet, segera cari saja, atau minta dicarikan orangtua. Semoga yg sdh punya suami istri bs harmonis sampai tua, yg belum dpt segera dapat dan romantis dunia akhirat... amin salam dr Sang Penggembala, Tyas Haryadi #kultumpagi

0 komentar:

Post a comment

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com