10 Nov 2010

Jombang kota beriman

     Kali ini saya ingin sedikit membahas tentang kota Jombang berdasarkan sudut pandang saya. Jombang, sebuah kota yang tidak besar juga tidak kecil jika tilihat sari sudut pandang luas dan kemajuan pembangunan. Siapa yang tidak mengenal kota tempat dilahirkan besar dan dimakamkannya presiden Indonesia ke IV, Alm.KH. Adurahman wahid, atau yang lebih akrab ditelinga kita dengan sapaan gus Dur. Kota yang berada di provinsi Jawa Timur ini menjadi transit perjalan dari Malang yang notabene adalah kota pendidikan dengan beberapa kabupaten dan kota sekitarnya. Seperti Nganjuk, Kediri, Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, Tuban, Bojonegoro, dan masih banyak lagi, terutama yang berada di daerah Jawa Barat. Jombang sangatlah terkenal dengan sebutan “Jombang kota beriman”, walaupun tidak 100% penduduknya muslim dan melaksanakan ibadah dengan sebaik-baiknya. Tetapi di kota inilah salah satu sentra pondok pesantren di Indonesia, kita lihat saja banyak sekali jebolan ponpes Jombang yang memiliki pangkat dipemeritahan. Mulai dari Alm. Gus Dur, wakil gubernur Jatim Gus Ipul, dan masih banyak lagi (tidak saya sebutkan karena saya bukan anak pondok di Jombang jadi kurang paham).
      Ini adalah satu sisi di kota Jombang yang baru saya bahas, selanjutnya saya akan membahas beberapa hal yang membuat semua orang ingin berdatangan dan melihat secara langsung seperti apakah jombang itu! Saya sudah berkali-kali kejombang, walupun itu hanya sekedar transit waktu perjalanan ke Malang ataupun ke Surabaya dan Mojokerto. Saya adalah mahasiswa UIN Malang dan orangtua berdomisili di Magetan, sehingga jalur paling favoritselalu lewat Jombang. Jombang adalah kota yang memiliki tatat kota lebih menarik dari Blitar dan Tuban (menurut saya), bukan bagus atau lebih baik tapi lebih menarik, Kenapa? Siapa yang akan protes ketika berjalan kaki atau dengan kedaraan bermotor untuk keliling kota dengan keadaan rindak,tidak terjebak macet, penuh dengan wisata kuliner dipinggir jalan, sungai yang selalu menghiasi pinggir kota tetapi tidak berbau dan tidak kotor. Itulah hal yang akan anda dapatkan ketika berkunjung ke kota yang berkali-kali menyabet gelar kota terbersih ini. Satu hal unik juga yang saya dapatkan disini, ketika anda menjumpai perempatan didekat stadion Jombang, maka kita akan disuguhi kekreatifitasan Polantas (polisi lalu lintas). Setiap lampu merah menyala, maka secara otomatis akan ada rekaman suara yang berputar yang membacakan UU tentang lalu lintas pasal22 tahun ’09. Jadi, kalau anda lewat perempatan itu 5kali dalam sehari dan dalam seminggu anda berada di Jombang, dapat dipastikan anda akan hafal teks UU tersebut.
      Kalau berbicara tentang stadionnya, memang standartnya sangat jauh dengan kabupaten lain, bahkan Magetanpun jauh lebih baik. Tetapi justru disinilah sisi kelebihannya, dengan kemasan sederhana kios-kios dan toko-toko yang berada di sekitar stadionpun ikut larut dalam kesederhanaan. Ketika anda duduk menikmati berbagai macam kuliner yang sangat membuat lidah bergetar, seperti es dude (duren degan), nasi kucing (nasi bungkus yang ukurannya tidak terlalu basar), dan masih banyak yang lain. Maka andapun akan terhanyut dalam suasana syahdu yang sejuk, karena pepohonan selalu menghiasi setiap sudut kota ini. Hanya ada beberapa tempat yang kurang ada pepohonannya, yaitu ketika anda baru masuk Jombang jika dari adah Malang. Ini kadang membuat kita sedikit bosan dan jenuh dengan keadaan seperti ini, akan tetapi kemeriahan perdagangan menjadi sesuatu yang dapat menghilangkan kejenuhan disekitar daerah ini.
      Jombang adalah tujuan yang paling mengasyikan jika anda ingin berjalan-jalan serta mencari inspirasi ataupun utuk menghabiskan uang. Kota yang tidak memiliki daerah pegunungan ini sangatlah pas bagi yang berkantong sedang, tipis, ataupun tebal. Karena mulai dari penginapan, tempat makan, tempat untuk jalan-jalan, transportasi sangatlah menunjang untuk memanjakan anda semua. Tidak ketinggalan ketika anda berkunjung kekota jombang setiap tempat disekitar kotanya memiliki daya tarik dan nilai magis yang tinggi untuk membuat kita tersenyum dan semakin bangga akan negeri pertiwi. Jalan diperkotaan dan pedesaanpun bisa dikatakan bagus, karena tidak ada lagi lubang-lubang menganga yang dapat membahayakan para pengguna jalan. Kemarin saya sempat jalan-jalan ke Jombang dengan teman-teman, memang tidak sampai 12 jam, tetapi sangatlah berkesan. Sesuatu yang sungguh berbeda ditawarkan oleh kota Jombang, tempat berkembangnya pondok pesantren dan juga organisasi masyarakat Nadarul Ulama.
      Dengan predikat kota yang terus berkembang, maka akan ada banyak sekali bangunan dan juga sarana prasarana untuk masyarakat yang akan memanjakan pula para pengunjung yang menikmati kota yang dekelilingi sungai. Satu lagi, ini sungai bukan tadah hujan, dan juga bukan sungai dari mata air murni. Sehingga anda sampai sekarang tidak akan mendengar berita di RadarJombang “Sungai Jombang meluap, warga panik”, dipastikan kota ini aman untuk dikunjungi. Semogamenjadi referensi anda untuk berkunjung kesana, terimakasih ^_^

0 komentar:

Post a Comment

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com