4 Oct 2012

Empat Resep Boleh Maksiat, mau tahu?

Maksiat, harus dijauhi, tp ada resepnya.
       Assalamu'alaikum wr. wb. 
Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah hari ini masih mampu untuk melaksanakan ibadah kepada Allah, mudah-mudahan ibadah yang kita lakukan hanya dan untuk Allah SWT. Diantara ciri orang2 yang ikhlas adalah mereka senantiasa menjadikan apa-apa yang mereka lakukan baik ibadahnya maupun meninggalkan dosanya hanya karena Allah SWT. Ketika dia beribadah bukan karena ada orang yang melihat atau bukan karena untuk mendapatkan pujian, dan ketika dia meninggalkan suatu dosa, meninggalkan suatu perkara maksiat, bukan karena didepanya ada orang, bukan karena didepanya ada guru, bukan karena didepannya ada orang tua, tapi dia menyadari bahwa disekelilingnya ada Allah SWT. 
       Satu waktu ada seorang ulama' yang bernama Ibrahim bin Adham beliau ditanya oleh muridnya: "Wahai tuan guru adakah resep, tips agar aku boleh berbuat dosa kepada Allah SWT?" Kaget si Guru, "Kenapa engkau bertanya seperti itu," "Ya ibadah rajin, aku shalat juga, puasa juga, tarawih juga tapi kalau ngliat yang montok-montok suka nggak kuat, kalau ngeliat yang seksi-seksi suka gimana gitu ya? hfffff" Si tuan guru yang cerdas menjawab: "Ada!!!" Kaget Si murid: "Ha, ada??" "Iza ada resep untuk engkau bermaksiat dan berbuat dosa". Lalu dengan penasaran si murid bertanya: "Resepnya apa wahai tuan guru?" Si Guru menjawab: "Ketika engkau bermaksiat kepada Allah, ketika engkau berbuat dosa, maka saat itu juga lepas segala nikmat yang Allah berikan dari tubuhmu, matamu itu nikmat Allah copot, telingamu nikmat Allah lepas, tanganmu nikmat Allah kakimu nikmat Allah jangan gunakan nikmat Allah tersebut untuk bermaksiat dihadapanNya". Si murid kaget: "Itu resepnya?" "Iza" "Wahai guru mana mungkin aku harus dan mampu melepaskan nikmat yang Allah berikan ditubuhku?" Lalu apa jawaban si guru: "Kau tahu Allah memberikan nikmat kepadamu gratis free tidak bayar, lantas kenapa kau bayar nikmat yang gratis itu dengan membuat Ia marah, coba kita kalau punya sahabat yang baik saja, punya tetangga yang baik untuk menyakiti hatinya tidak tega, lantas kenapa dengan Allah yang begitu sudah baik kepada kita dengan teganya kita membuat Allah marah. 
       Namanya anak muda tidak puas dengan satu jawaban terus nanya lagi; "Guru kalau itu syaratnya mah keberatan, ada lagi gak syarat yang lebih enteng,,, daripada itu?", Si guru kembali membarikan jawaban: "Tenang,, santai bro, ada syaratnya," "Oiza?" "Iza, yang kedua kalau kamu bermaksiat silakan kamu tak perlu sholat lagi, tapi saat engkau melakukan kedurhakaan jangan kau lakukan di bumi Allah SWT, silakan cari tempat yang tidak bisa dilihat Allah SWT." Kaget si murid "Wahai guru, mana ada tempat, dititik sudut mana yang Allah tidak mengetahui bahwa kita sedang melakukan sesuatu?" dan si guru menyampaikan ini bukan tanpa alasan, ada satu hadits Qudsi dimana Allah berfirman: "Man lam yardlo biqodlo'i walam yasykur lina' maa'i walam yashbir 'alaa balaa'i falyakhruj min tahtisamaa'i falyathlub Rabban siwaaya,," "Barang siapa ada hambaKu yang tidak ridho kepada takdir ketentuanKu dan dia tidak mau bersyukur atas nikmatKu dan dia tidak mau bersabar atas ujian dan cobaan yang Aku berikan maka kata Allah silakan dia keluar dari kolong langitKu dan silakan cari Tuhan selain Aku,,," Masya Allah di tantang oleh Allah, kalau kalian tidak ridho dengan ketentuanKu dengan aturan ibadah yang Aku berikan silakan keluar dari bumiKu dan silakan cari Tuhan selain Aku. Mulai meneteskan air mata si murid. 
       Tapi, namanya anak muda penasaran, "Guru itu syarat mah keberatan adalagi gk sih yang lebih enteng dari itu?" dengan senyum merekah Si guru menjawab: "Ada!!, ni yang ketiga silakan dech maksiat gakpapa, silakan dech gak usah ibadah, gak perlu melepas nikmat dari tubuhmu, ndak perlu keluar dari bumiNya Allah", "Apa itu syaratnya wahai guru?" "Pada saat engkau bermaksiat, nanti ketika ajalmu datang itu malaikat Izrail akan menjemput, sampaikan kepadanya, tenangkan, Jangan sekarang di cabut nyawanya ditunda seminggu lagi aj za? kasih waktu saya untuk bertaubat dan berbenah diri. Bisa gak negosiasi dengan malaikat? Oo,, mentang2 kaya duit banyak, udah dech malaikat mending sekarang pulang ni saya kasih ongkos aja dah, entar besuk baru balik lagi. Bisa gak kita mnyogok malaikat? Gak bisa. Lantas apa jawaban Si Guru: "Kalau engkau tidak mampu melakukan negosiasi dengan malikat Izroil lalu siapa yang jamin saat engkau bermaksiat tiba-tiba disitulah dia datang menjemput mencabut nyawamu?" Masya Allah makin berderai air mata, keluar dari mata si murid. 
       Tapi kemudian dia kembali bertanya: "Ni yang terakhir dech guru abiz itu saya gak nanya lagi, kayaknya semakin saya tanya jawabannya semakin berat, kali aja yang terakhir ini jawabanya lebih entenk, Apalagi syarat untuk aku boleh bermaksiat?" Apa jawaban si guru: "Silakan engkau tak perlu melepas nikmat di tubuhmu, engkau tidak perlu keluar dari kolong langit, dan engkau tidak perlu untuk negosiasi dengan Izroil", "Apa syaratnya?" "Saat engkau masuk liang kubur nanti akan datang tu 2 malaikat yaitu Munkar dan Nakir yang akan bertanya tentang apa saja yang kamu lakukan saat hidup didunia, kalau itu malaikat bertanya kepadamu usir dia jangan izinkan dia untuk bertanya tentang apapun segala amal yang pernah kamu lakukan di dunia ini, diantara kita adakah yang mampu mengusir malaikat munkar dan nakir? Tidak ada, jangankan mengusir malaikat munkar dan nakir seekor nyamuk demam berdarah menempel ditubuh orang yang punya kedudukan, bahkan dikawal dipersenjatai pengawalnya tetap tidak mampu mengusir nyamuk itu Tepar juga di UGD, Nyamuk nggak bisa diusir bagaimana malaikat munkar nakir? 
        Nah renungan ini menjadi sebuah pelajaran buat kita semua agar senantiasa ikhlas saat kita ibadah dan ikhlas saat kita berupaya meninggalkan segala dosa dan maksiat, mudah-mudahan Allah memberikan kekuatan kepada kita, Allah memberikan kesabaran kepada kita, dan Allah memberikan keikhlasan kepada kita, Amin ya Robbal 'alamin,,, Salam dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi…. Terima kasih dan mohon maaf 
        wassalamu'alaikum wr.wb.

2 Oct 2012

DEMONSTRAN

Demonstran menduduki gedung DPR RI.
Dilayar hitam putih, 
Kulihat kelamnya sejarah 98, 
Saatku beranjak 7 tahun, 
Kulihat tindak anarkis pertama, 
      Tak ku pahami apa maksudnya, 
      Tak ku mengerti apa tujuannya, 
      Seperti kaleng kosong berisik, 
      Ikut meluber dengan air banjir,  
Sampai ku turun jalan, 
Untuk aksi, 
Teriak-teriak bawa spanduk, 
Bekar-bakar di pertigaan jalan, 
Sewaktu aku putih abu-abu, 
      Sekarang aku mahasiswa, 
      Perkumpulanku orang jalanan, 
      Teriak untuk masyarakat, 
      Demi masyarakat, dari masyarakat, 
Tapi sekarang perut mereka buncit, 
Oleh anggaran yang sempat mereka caci, maki, berontak, 
Balas air tuba dengan air susu, 
Tak perlu brutal, karena akibatnya bisa fatal, 
Jangan cuma di jalan, tapi juga dimasyarakat, 
Demonstrasi itu tentang jiwa, bukan hobi. 

*puisi ini buatan murni Tyas Haryadi sang Penggembala, copas mohon sertai pembuat. Jujurlah saudaraku, jujurlah negeriku, Indonesia. ^_^

Rindu Pancasila

Garuda Pancasila, Rindu dasar Negara.
       “Rindu Pancasila”, begitulah judul buku yang diterbitkan oleh kompas. Buku ini sudah ada dikumpulan koleksi CML (lihat blognya Cah Magetan Library). Tetapi ada hal yang lebih penting, yaitu dimana Pancasila itu sekarang? Masihkah ada di Negeri ini? Silahkan dijawab oleh tiap pribadi dengan hati nurani terdalam. Dasar Negara kita adalah Pancasila, sudahkah semuanya diterapkan? Bahkan kata Pancasila juga jarang ada gaungnya. Fakta-fakta sekarang ini juga semakin bermunculan, dimana banyak yang lupa dengan teks Pancasila. Parahnya lagi itu terjadi kepada para pejabat-pejabat teras Negara. Lalu bagaimana cara mengobati kerinduan kepada Pancasila ini? Jawab dengan kejujuran hati (baca, jujur itu mujur, luhur dan derajatnya tanpa bisa luntur)!  
       Rindu Pancasila, kemana Pancasila sekarang? Sudahkah lupa dengan ideologi Negara ini? Pemuda sekarang lebih sibuk dengan hura-huranya, lebih cinta dengan alat-alat importnya. Yang tua lebih fokus pada cari uang (baca 17 agusuts 2010). Bagaimanapun caranya, bukan menanamkan Pancasila pada setiap kerjanya. Guru lebih penting kenaikan gaji atau tunjangannya, bukan mengajarkan Pancasila. Mahasisiwa lebih bahagia dapat nilai bagus, bukan dapat mengamalkan dan menggalakkan jiwa Pancasialis (baca Label Nasionalisme). Anak-anakpun lebih hafal lagu cinta daripada Pancasila, lebih tahu sejarah artis daripada Pancasila. Tidak semua, tapi mayoritas. Mau sampai kapan? Sampai Negeri ini digadaikan? Atau dikontrakkan? Mana ke Tuhanan? Mana kemanusiaan? Mana persatuan? Mana kerakyatan? Mana keadilan? Kalau hatimu tak terketuk, mungkin hatimu sudah mati. Untuk apa lagi status WNI? Lebih baik terkubur tanah, ditancapi batu nisan diatasnya! 
       Sedikit kawan, tentang pentingnya cinta kembali apa yg telah didasarkan dan dibuat oleh para leluhur kita semua. Manusia Indonesia sekarang masih sangat kurang mengenal apa tujuan Negara ini, apa cita-cita bangsa ini, apa harapan para leluhur yang telah memerdekakan Negara ini. Mungkin kita akan sulit, karena para pemimpin negeri ini juga sangat bingung, linglung, payah diri, tak memahami jatidiri negeri ini. Bagaimana cara terbaiknya, lihatlah Pancasila, rinduilah Pancasila, dengan segala filosofinya, aturan dan aplikasinya. Pancasila adalah dasar Negara, tetapi bagaimana jika semua lupa akan dasar Negara ini?  Bagaimana juga dengan nasib barang-barang buatan Indonesia bisa mencerminkan jatidiri bangsa pula? (baca, nasib label made in Indonesia)
       Sedikit curcol kawan, sewaktu kecil, saya adalah anak yang sangat cinta dengan Negara ini juga dengan Pancasilanya. Ibu dan Ayah saya bukanlah orang yang selalu menyuruh saya dan membuat saya untuk sangat mencintai Negara. Tetapi Ibu dan Ayah saya selalu member fasilitas saya, mulai dari peta, yang saya lihat tiap harinya, saya perhatikan, saya bolak-balik. Sampai tanpa sadar rasa cinta itu semakin tumbuh besar, cinta kepada Negara ini, Indonesia. Mari obati kerinduan kita dengan Pancasila, kita pahami, resapi, dan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Saya semakin ingat tentang tujuan bangsa ini, ketika sedang melakukan aktivitas di depan layar (baik komputer/laptop/hp) saya sering play pidato-pidato Ir. Soekarno serta lagu kebangsaan. Tentu selain Al-quran, pengajian dari ustadz-ustadz, sholawat, dan lagu islami + rap, campusari, juga pop. Sekian dulu kawan, rindulah pada Pancasila, semoga bermanfaat, salam dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi. ^_^

19 Sept 2012

Lumbung Jerami, atasi masalah tanpa masalah

Jerami di daerah persawahan.
       Lumbung biasanya lebih identik dengan hasil panen, berupa padi, gandum, ketela dan lain sebagainya. Tetapi bagaimana kalau ada lumbung sisa-sisa hasil panen itu sendiri (biasanya sering disebut barang limbah). Sebagaimana diketahui bahwa di Indonesia sangatlah banyak petani padi, begitu pula banyak jerami yang dihasilkan, dan lumbung jerami bisa jadi solusi. Lumbung jerami pada dasarnya akan memberikan solusi masalah bagi para peternak dan petani. Petani sekarang ini kesulitan dalam hal menyalurkan jerami kemana, seperti yang ada di desa saya (Kambinga, Kuwonharjo, Kab. Magetan) baca Kambingan dusunku. Kebanyakan para petani memilih membakar jerami mereka di sawah, karena dianggap tidak berguna, dan mereka tidak memiliki ternak untuk diberi pakan jerami (biasanya sapi atau kerbau). 
       Begitu pula dengan peternak, mereka terkadang kesulitan mencari pakan berupa jerami. Karena panen satu desa dan desa lainnya berbeda, atau telat mengetahui, akhirnya jerami dibakar. Dengan adanya lumbung jerami, para petani tak perlu risau menyalurkan jerami agar tetap menghasilkan yaitu berupa uang. Begitu juga dengan peternak, jika mereka butuh pakan tinggal datang ke lumbung jerami untuk membeli. Selain itu di lumbung jerami juga harus dikelola agar bisa memaksimalkan jerami menjadi lebih bernilai, misal menjadi jamur, pupuk, dan lain sebagainya. Jadi kesejahteraan para peternak dan petani juga bisa meningkat dengan adanya lumbung jerami ini, tidak hanya berakhir pada pembakaran. TYAS HARYADI, Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika UIN Maliki Malang. semoga bermanfaat, dari Sang Penggembala... ^_^

Hiperbola dalam bahasa Jawa

Berbicara, Tyas Haryadi, orang jawa.
       Budaya adalah hasil karya cipta serta rasa manusia, itulah penjelasan secara harfiah tetapi menilik beberapa budaya orang Jawa boleh kita tengok sedikit dari cara bicara. Yaitu hipebola atau melebih-lebihkan, terutama untuk Jawa bagian barat (Jawa kulonan). Ketika menyatakan sesuatu yang sangat besar seharusnya dengan “gedhe tenan”, akan tetapi itu biasanya jadi “Guuueedheeee.......”(dengan nada medok). Sangat kecilpun menjadi “cuuuuiiillliiiikkkkk.....”. sangat jauh menjadi “uuuuuuaaaddduuuooohhh......” dan sebagainya. 
       Logat ini biasanya digunakan oleh orang timur bagian Jawa Tengah (Jogja, Solo, Surakarta, sragen) dan orang barat di Jawa Timur (Blitar, Kediri, Ponorogo, Pacitan, Madiun, Ngawi, Magetan). Jika Anda ke Jawa Timur tengok ke timur, menggunakan logat ini. Maka Anda akan jadi sumber tawa. Karena lucu dan unik. Itulah budaya, selalu istimewa dan punya ciri khas masing-masing. Walau terkadang ini mempengaruhi tipikalis pemimpin di jawa (baca, Jenis Kepemimpinan ala jawa).
       Nah, bagaimana dengan bahasa khas daerah anda? Karena kita berada di Negara kesatuan dari berbagai suku bangsa dan bahasa tentu akan banyak sekali bahasa yang unik dengan cara pengucapan masing-masing. Kita patut mencintai bahasa daerah masing-masing dan menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia. Bagaimana dengan hiperbola di daerah anda? “tresnani basa suku piyambak-piyambak (cintai bahasa suku sendiri-sendiri), junjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia”. baca bahasa Nasional Bahasa Daerah Bahasa Jawa, Semoga bermanfaat, salam dari sang penggembala, Tyas Haryadi… ^_^

2 Aug 2012

Kunci Kemenangan katak lawan kangguru, Motivasi Bisnis

Ilustrasi, katak buta, pemenang lari.
       Alkisah di sebuah padang rumput Australia (karena saya lebih cinta dalam negeri, jadi saya ubah tak apalah. :D) *baca cinta produk dalam negeri*, yang saya ganti di padang rumput papua, Indonesia. Terjadilah perdebatan antara berbagai macam binatang, tentang siapakah yang paling jauh dan paling cepat melompat diantara semua binatang. Setelah menimbang, memilih, dan memutuskan, maka keluarlah dua nominasi terbaik, yaitu kangguru dan katak. 
       Tetapi dari kedua binatang tersebut, mereka ragu, siapakah yang memang tercepat dari kedua hewan tersebut. Akhirnya, diputuskanlah (entah dengan musyawarah mufakat atau voting) bahwa perlu diadakan lomba antara kedua jenis hewan tersebut. Maka, berkumpullah semua katak dan kangguru (tentunya yang sudah cukup umur untuk mengikuti lomba serta kredibel, kan tidak mungkin katak hamil ikut lomba ini, atau kangguru kena obesitas). Dilihat dari posturnya saja mungkin sudah kelihatan, siapa yang akan menang dari keduanya. 
       Selanjutnya banyak suara-suara minor yang merendahkan kemampuan katak, dan menjagokan kangguru untuk menang. Ada yang bilang “mana mungkin katak bisa menang dengan kangguru, tidak terinjak saja sudah beruntung”. Ada pula yang memprediksi “satu lompatan kangguru sama dengan empat lompatan katak, sudah tidak ada harapan untuk katak”. Bahkan, juga ada yang mengkritik habis-habisan “sejak kapan hewan dua dunia (air dan darat, seperti katak) menjadi raja lompat di daratan, mungkin nanti dia tak akan kembali ke air jika menjadi pemenang (semacam meragukan kemampuan).” Dan suara-suara minor lainnya. 
       Akan tetapi hal itu tidak berlaku untuk salah satu katak yang terus melompat, dia tidak peduli dengan cacian pononton. Sorak sorai penonton tak dipedulikannya sama sekali, bahkan dia seperti malah termotivasi. Satu, dua, tiga, empat, sampai kangguru terdepanpun ia lewati dengan sangat gagah berani. “Maju tak gentar!” mungkin itu jargon yang cocok untuk katak sewaktu mengikuti perlombaan itu. Sehingga pada akhirnya dialah yang memenangkan perlombaan itu, katak menang dari kangguru. 
       Semuanya bergegas mendekati katak itu, ingin tahu apa rahasia dia bisa memenangkan lomba itu. Karena banyak yang terkagum-kagum, mereka bertanya banyak sekali, “ngalor ngidul” (keutara keselatan), tapi katak itu hanya diam saja. Rahasia kemenangan sang katak sangatlah sederhana, karena katak itu tuli. 
       Jadi apa yang seharusnya dilakukan seorang pengusaha/pebisnis ketika mendengar cacian, sorakan, atau ketidak sepakatan orang lain? Yups, benar, anda cukup menjadi tuli (bukan harus merusak gendang telinga segala). Anda cukup tidak menganggap dia berkata itu, tapi anggap dia sedang memotivasi anda. Ini hidup anda, bukan hidup mereka, ini bisnis anda, bukan bisnis mereka. Belajar tuli untuk memenangkan pertandingan (baca tips jadi sukses), seperti katak ini. semoga bermanfaat, salam dari Sang Penggembala, Tyas Haryadi. ^_^
sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com